
Afkar dan Alexa masih menatap Mama mereka, dengan tatapan kesal dan jengah.
"Bagaimana ini ...Afkar, kita harus lebih licik daripada mereka."
Afkar berbalik dengan expresi bahagia.
"Apa kamu punya ide yang bagus Alexa...?"
Alexa menatap Afkar dengan tatapan sendu dan menggelengkan kepala.
"Dasar otak udang, sama sekali tak bisa diandalkan."
Alexa pun mulai marah dan kesal dikatakan otak udang.
"Kenapa kamu suka sekali menghina aku,
cara bicara kamu itu sangat kasar dan menghina."
Alexa mulai bicara dengan nada tinggi tersulut emosi.
Afkar pun, segera menyalakan mesinnya sebelum Alexa menjambak, atau menggigitnya.
"Sudahlah kita cari tempat yang tenang, untuk mencari jalan keluar masalah kita."
Alexa menatap kesal dan menghentakkan punggungnya di kursi di belakangnya, saking kesalnya.
"Aku itu mencari pria yang baik tutur katanya, lembut, manis dan penuh kasih sayang serta tampan dan imut serta humoris. Tadi sudah ketemu di Mall, tapi kamu datang mengacau. Semoga aku bisa bertemu dengannya lagi."
Telinga Afkar pun, terasa merah dan terbakar. Dia sangat kesal dan mulai meracau juga. Dia tidak sadar jika perasaan yang dia rasakan adalah rasa cemburu, karna sudah mencintai Alexa tapi tidak mau menerimanya.
"Kamu pikir kamu gadis impianku, kamu itu jauh dari kategori ku. Aku mau gadis yang cantik, seksi, baik, lembut, penuh kasih sayang dan tidak suka marah - marah, memjambak dan menggigit."
Alexa menatap penuh amarah.
"Kamu lagi menyindir aku Hahh !!!"
Afkar menoleh dan berkata.
"Apa kamu merasa seperti itu, ? yah terserah saja. Aku khan cuma memberitahu wanita idamanku."
"Kamu sangat menyebalkan, amit - amit jadi istri kamu."
"Kalau kamu amit - amit aku pun lebih ogah..."
"Kenapa kamu selalu mencium ku hah !!!!"
Afkar tersentak dan tidak bisa berkata apa - apa, hanya bisa diam.
"Kamu selalu mencium ku, dasar pria mesum"
__ADS_1
Afkar menatap jengah, dan mulai mengancam.
"Kalau aku memukul kamu itu tidak mungkin khan, jadi mencium kamu bisa membuat mulut bawel kamu itu diam, coba kamu mengomel lagi, aku akan mencium kamu."
"Kamu mengancam ku hah, padahal kamu sudah ketagihan mencium bibirku"
Jawab Alexa sengit.
Afkar tersentak dan menatap jengah Alexa, tapi melihat lebih dalam gadis di sampingnya ini, memang dia sangat cantik dan menarik, hatinya mulai tergoda. Diapun hanya mengusap rambutnya kasar, melawan kata hatinya.
"Sudahlah kamu sangat menyebalkan."
Kata Afkar kesal.
"Kamu tuh yang menyebalkan, manusia bermulut kasar.
Kata Alexa lebih sengit lagi.
Afkar membawa mobilnya ke pantai.
Sesampai di sana diapun turun, dan berjalan ke pinggir pantai.
Alexa hanya berdiri di samping mobil.
Afkar berbalik dan memanggilnya, Alexa hanya menatap jengah. Afkar terus memanggilnya bahkan tersenyum lebar dan tertawa melambai memanggilnya. Alexa baru menyadari jika Afkar tertawa, dia sangat manis dan tampan.
Alexa masih bertahan di tempatnya, masih kesal pada Afkar.
Alexa menjadi lupa kalau sedang marah, dia pun berlari dengan tertawa. Afkar hanya tertawa geli melihat Alexa yang berlari dengan senyum manisnya dan tertawa memperlihatkan deretan giginya yang rapi .bersih, putih dan terawat.
"Dasar bocah, cepat sekali berubah suasana hatinya."
Kata Afkar pelan, tapi tawanya pun tetap lebar
menanti Alexa mendekatinya.
"Coba lihat kura - kuranya sangat cantik.."
Alexa datang dan mencoba memegang kura - kura kecil itu, Karna geli diapun memberikan pada Afkar.
"Hahaha...sangat geli kakinya yang kecil...Afkar itu ada lagi..di sana. "
Alexa berlari mengejar kura - kura kecil itu dan menangkapnya. Tawanya semakin lebar dan sangat bahagia, setelah berhasil menangkapnya..Diapun tertawa dan memperlihatkan pada Afkar.
"Kura - kura ku lebih besar dari punya kamu Afkar.."
Teriaknya girang. Afkar berlari mendekatinya.
Setelah mendekat, Alexa mensejajarkan kura - Kuranya, untuk mengukur ukurannya. dengan kira - kura yang di pegang Afkar, Dan memang kura - kura Alexa lebih besar, diapun tertawa riang.
__ADS_1
"Benar khan kura - kura ku lebih besar."
Mereka pun tertawa riang.
Afkar pun berkata.
"Alexa aku menantang kamu lomba lari sampai tiang kecil itu. "
Alexa melihat tiang kecil itu, sekitar 50 meter dari tempat mereka berdiri.
"Baiklah siapa takut."
Mereka pun mulai berdiri sejajar.
"Aku menghitung sampai tiga baru kita lari."
Kata Afkar antusias dan Alexa mengangguk. Mereka pun berdiri dan sedikit membungkuk, Afkar mulai menghitung.
"Satu...Dua...Tigaaaa...."
Merekapun bersamaan lari, dengan tawa riang mereka.
Mereka pun terus berlari, Alexa terjungkal dan telungkup di atas pasir. Afkar sangat kaget.
"Aduuuuh...." Alexa mencoba duduk jongkok, mengurut kakinya yang nyeri.
Afkar pun berhenti dan langsung duduk di dekat Alexa.
"Apa yang sakit...?"
"Kaki ku...sakit..."
Mulai merengek manja.
Afkar mencoba memegang dan memijatnya lembut. Tapi Gaun Alexa begitu pendek. Dan Pahanya yang sangat putih dan mulus itu, sangat terekpos pandangannya. Cawat merah
Alexa pun terlihat, membuat Afkar meriang dan sedikit bergetar, dadanya berdebar kencang. Diapun mengajak Alexa berdiri dan Alexa memeluknya dan berteriak kesakitan.
Afkar pun duduk dan menyuruh Alexa duduk di punggungnya.
Mau tidak mau Alexa memeluk punggung Afkar, dan mau tidak mau pun Afkar memegang kedua paha yang begitu putih, mulus, dan lembut itu. Dan mulai berdiri menggendong Alexa.
Gumpalan kedua daging di dada Alexa, begitu terasa di punggungnya dan area terlarang itupun sangat terasa di punggungnya. Afkar sungguh berkeringat dingin.
Langkah demi langkah terasa jauh rasanya Afkar berjalan, sambil melawan gejolak di dadanya.
Afkar tetap berjalan dengan segala rasa bercampur jadi satu di hatinya.
Bersambung.
__ADS_1
.