
Dea pun pulang, Sesampai di rumah dia pun uring -- uringan dari tadi marah terus dan berbicara sendiri. Dia mulai narsis dia begitu kesal pada Afkar, yang tak ada niat membahagiakan hatinya, yang ingin segera menimang cucu
"Mengapa cet rumah ini sangat jelek, ?
Mengapa kursi ini, Letaknya di sini, ini khan sangat membosankan.
Mengapa foto keluarga ini tertawa seperti mengejekku.?
Mengapa semua yang ada di rumah ini menyebalkan sih...?
Aaaaahhhh....aku sangat sebal, jadi mau nangis bombay deeh, Mengapa Anakku tak bisa bahagiakan aku sedikitpun.
Mengapa dia begitu tega padaku...?
hik..hik...hik....hik...Mulai menangis kencang.
Semua pelayan di rumah itu. hanya bisa menonton dan terdiam, Untunglah Kakek dan Nenek Afkar tak ada di rumah.
Afkar yang dari tadi mendengar teriakan mamanya, mendatangi mamanya dengan wajah kesal.
"Apa kekurangan Alexa...hik..hik..hik..dia sangat cantik, anakku harus aku bawa ke dokter mata, mungkin matanya rusak tak bisa lihat barang bagus. Huhuhu....huhuhu..."
"Stop Mama....!!!!! Stop Drama mu Mama....!!!"
Afkar membentak Mamanya.
Bukannya diam, Dea semakin narsis dan menangis bombay, bahkan air matanya benar - benar keluar.
"Huhuhu...huhuhu...hidupku sungguh menyedihkan, aku sangat sedih, malah anakku membentak aku... huhuhu..huhu..
Suamiku cepatlah pulang, Mengapa aku tak mengenal lagi anak kita. lagi ?
huhuhu..huhu...aku mau pindah keluar negeri, biarkan dia sendiri di sini..huhuhu..huhu...."
Melihat air mata Mamanya benar - benar keluar Afkar pun menjadi mewek, dan menangis memeluk Mamanya, jadi lengkaplah drama kesedihan itu.
"Sudahlah Mama, jangan nangis lagi, Afkar jadi sedih deeh, kalau Mama keluar negeri, Afkar akan mati saking rindunya sama Mama.
Mulai nangis bombay.
__ADS_1
Suami yang buru - buru baru datang, shock melihat Istri, dan Anaknya berpelukan sambil menagis.
Pikiran buruk pun menghantui, mulai narsis.
"Sayang..!! .Apa yang terjadi dengan Papa dan Mama kita sayang, ? mulai menangis melengkapi drama keluarga itu."
Dea makin mewek.
"Huhuhu...huhu...kamu sangat jahat sayang, mendoakan orang tuaku tidak sehat...Huhu..huhu..."
Dewa terdiam dan mulai menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia kebingungan dan berhenti menangis. Dia bingung, kepalanya mulai pening.
"Sayang..apa yang terjadi, kepalaku pening sayang, aku sungguh bingung, apa yang kalian tangis kan.?"
Afkar pun, melepaskan pelukan Mamanya dan memeluk Papanya
"Papa...Mama memaksaku menikah dengan Alexa, sedangkan Alexa tidak menyukai aku Papa, dan mengancam mau meninggalkan aku, mau pindah keluar negeri."
Dewa pun sedikit lega, dan menepuk bahu anaknya.
Dea pun makin menangis bombay.
Berlari masuk menuju kamarnya.
Dewa dan Afkar segera menyusulnya, tapi Dea duluan masuk kamar dan menguncinya.
Mulai menangis lebay, meninggikan suaranya.
Afkar dan Dewa hanya bisa duduk melantai depan pintu kamar, sambil memijat kepala dan sabar mendengar curhatan kepedihan istri dan Mamanya, yang ingin segera memiliki menantu.
Dea terus berteriak dan menangis lebay.
Dewa menatap anaknya.
"Afkar barusan Mamamu sesedih ini, tak bisakah kamu menyenangkan hatinya sedikit."
"Papa...Alexa tak menyukai aku, dan dia sangat bawel, rumah ini pasti sangat bising Papa."
Aku juga bingung.
__ADS_1
Kata Dewa depresi.
Dea masih terus menangis, dan sudah menyebut nama Sang Pencipta.
"Yaa Allah, Yaa Rabb. Mengapa anak aku, sangat kejam padaku..?
Bukankah Syurga ada di telapak kakiku,?
Mengapa sangat susah anak ku ? menuruti kemauan aku Ya Allah Yaa Rabb.
Aku sungguh sangat sedih...huhuhu..huhu..."
Aku mau mati saja Yaa Allah..!!"
Dewa dan Afkar yang mendengar kata Mati, Sangat shock, segera berdiri mengetuk pintu secara bersamaan dengan Afkar
"Sayang...jangan berdoa seperti itu, Yaa Allah jangan kabulkan Doa istriku Ya Allah dia tak sungguh - sungguh Ya Allah maafkan istri ku Ya Allah."
"Iya Mama baiklah, Afkar mau menikah, terserah mama memikirkan caranya dengan Mama Ayuni. Asalkan Mama janji jangan ucapkan kata - kata itu lagi. lebih baik Afkar yang mati daripada Mama, jangankan satu Alexa, seribu Alexa pun aku nikahi kalau mama yang suruh, asalkan jangan berdoa seperti itu lagi Mama."
Mulai menangis lebay, begitu juga Dewa begitu tersentuh dengan kata - kata bijak anaknya.
Pintu terbuka, Dea memeluk anaknya erat, dengan wajah dipenuhi air mata.
"Huhuhu..huhu...Maafkan ibu sayang, ibu janji tidak akan berkata itu lagi."
Mereka bertiga pun berpelukan, dan drama pun berakhir.
Dea pun tiba - tiba lapar, dan akhirnya drama berakhir di meja makan.
Dea sangat bahagia, wajahnya selalu tersenyum ceria, sedangkan Afkar bertambah pusing, berapa gengsinya Afkar, jika Alexa menolaknya. hal itu sangat membuat nyali nya ciut dan depresi.
Dewa hanya bisa menarik nafas panjang, Istrinya memang sudah seperti artis terkenal, pintar akting dan akhirnya menjebak anak kesayangan mereka, yang tak memiliki alasan lagi menolak, walau hati nya tidak mau menikah dengan Alexa.
"Semoga nak, kamu bisa mencintai Alexa suatu hari nanti, seperti Papa sangat mencintai Mamamu nak. Amin."
Dewa berkata dalam hati, serta mendoakan anaknya, agar bisa mencintai Alexa.
Bersambung.
__ADS_1