
Afkar melihat istrinya berjalan menyusuri pinggir pantai, dan duduk di hamparan pasir.
Afkar turun dari mobilnya, berjalan menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya.
Afkar pun berbicara dengan nada yang melunak.
"Apa kamu tahu aku cemburu, karna aku takut kehilangan kamu. Dia pemuda tampan dan kelihatan tajir, aku hanya takut kamu tergoda olehnya."
Alexa yang masih sangat kesal pun berkata dengan nada ketus.
"Kamu egois, kamu tak mempercayai aku seutuhnya. Kamu pikir aku takut bercerai dengan mu."
Afkar yang sedikit melunak, terbakar lagi emosinya.
"Mengapa kamu sangat ingin bercerai denganku ? Hah .!! Kamu selalu membahas hal yang aku tak ingin lakukan.!!"
Alexa pun menjadi marah dan membentak Afkar.
"Jangan membentak aku, kamu tahu aku tak suka di bentak."
Alexa menangis dan memukuli Afkar.
Afkar mencoba menangkis pukulan Istrinya, dan mencoba memeluknya.
"Jangan menyentuhku..Hik..hik..hik...kamu pria menyebalkan ..kamu melakukan hal yang membuatku makin membencimu...kamu tak percaya padaku, Apakah semudah itu ?
Aku memberikan kehormatan ku, dan kamu masih tak mempercayai aku hah..!! Hik..hik..hik.."
Alexa meluapkan amarahnya sambil memukuli suaminya.
Afkar tersadar dengan kata - kata Istrinya, dia berusaha memeluk, dan selalu di dorong Alexa. Tapi Afkar terus berusaha memeluk Istrinya dan menciumnya..
Tubuhnya sudah terasa bengkak, menerima pukulan Istrinya, yang sudah banjir air mata, akhirnya Alexa pasrah dalam pelukan Suaminya. Cukup lama Afkar memeluknya.
"Maafkan aku sayang...aku hanya terlalu mencintaimu, hanya itu saja kesalahan ku, aku hanya takut kehilangan kamu sayang, hanya itu yang aku takutkan."
Alexa terus menangis walau sedikit melunak, mendengar kata - kata Suaminya.
__ADS_1
Alexa masih dalam pelukan Suaminya, tangisannya juga sudah sedikit mereda.
Afkar makin memeluk Istrinya, dia duduk melebarkan pahanya, menjepit tubuh Istrinya dan pelukan kedua tangannya, mengungkung istrinya dalam pelukannya.
Ego mereka sedikit mencair, Afkar pun mulai berkata dengan lembut.
"Dua hari berpisah dengan mu sayang, serasa bertahun lamanya. Malam tampa mu sungguh aku tak nyenyak sayang, aku sungguh merindukan mu."
Kata Afkar sendu, sambil mencium ubun Istrinya.
Alexa semakin melunak, begitulah Sagitarius cepat meledak tapi cepat juga reda.
Alexa membalik tubuhnya, menatap air laut, dia pun menyadarkan kepala, dan punggungnya dalam pelukan Suaminya.
Afkar masih memeluk Istrinya yang masih murung, tanda masih ngambek padanya.
Cukuo lama mereka duduk terdiam, namun mereka telah kepanasan terik matahari. Afkar pun membawa istrinya kedalam mobil.
Mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah di nyalakan AC nya oleh Afkar.
"Baikan yah sayang...aku minta maaf jika aku terlalu mencintai kamu sayang."
Alexa menatap Afkar dengan tatapan yang masih kesal.
"Aku masih sangat marah padamu, aku adalah wanita yang tak suka di tekan, aku juga tahu mana yang baik dan buruk, aku adalah orang yang malas, selalu bertengkar dan berpikir pendek jika keadaanku sedang risau dan kalut. sudahlah aku malas berbicara lebih padamu."
Afkar menarik nafas dalam, dan berkata dalam hati.
"Menentang Istri ku, hanya akan memperburuk keadaan, benar kata Mama nya, jika ingin tetap langgeng. pria harus banyak mengalah. Jika aku melepaskan istriku, Pria keparat itu pasti akan sangat senang mendekati istriku. Aku tak akan memberikan celah sedikitpun pria itu menganggu Istriku."
"Baiklah sayang, aku akan mencoba mempercayai kamu, tapi tolong jangan terlalu dekat dengan Fatih, dia pria yang saat ini mengincar mu sayang, aku sungguh tak menyukainya."
Alexa menjadi kesal kembali.
"Apakah kamu tak mempercayai aku..?"
Afkar melihat Istrinya mulai naik tensi lagi, Afkar pun melunak.
__ADS_1
"Baiklah sayang, kita kemana ini, ?"
Alexa berkata dengan nada yang masih kesal.
"Yah kerumahku lah, memangnya mau kemana lagi."
"Apa kamu tak lapar sayang, ? kita cari makan dulu."
"Tak usah, banyak makanan di rumahku, aku mau pulang tidur."
"Baiklah sayang. kita pulang ke rumah."
Afkar pun mulai melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang ramai.
Akhirnya sampai juga dia di rumah Alexa.
Momy Ayuni yang melihat Afkar datang dengan Alexa, sangat bahagia.
Momy Ayuni segera menyambut menantu kesayangannya dengan pelukan, begitu juga dengan anaknya, yang langsung berjalan terus ke kamarnya dengan wajah juteknya.
Momy Ayuni tak peduli, baginya Afkar pulang sudah kebahagiaan yang luar biasa baginya.
"Menantuku sayang, untunglah kamu sudah pulang nak, semangat yah, Alexa baik kok. hanya manja dan keras kepala saja. "
"Iya Bu...Aku ke kamar dulu istirahat."
"Iya sayang...aku siapkan makanan dulu, nanti turun makan yah."
"Iya Ibu makasih..."
Kakek dan Nenek pun bahagia melihat Afkar sudah pulang.
Afkar memberi hormat dan tersenyum kepada Kakek dan Nenek Alexa, kemudian berjalan ke arah kamar istrinya, untuk menyusulnya.
Keluarga Alexa kembali ceria seperti dulu lagi.
Bersambung
__ADS_1