
Sungguh pagi yang sangat kacau bagi sepasang pengantin baru, yang seharusnya menikmati moment indah.
Alexa pun keluar tampa rasa bersalah, dengan tatapan sangat kesal oleh Afkar, yang segera masuk ke dalam kamar mandi.
Alexa yang sudah mandi segera berganti pakaian.
Memakai baju kaos hitam, dan rok mini jeans. Mulai dandan tipis, dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah, memakai hair dryer.
Diapun merapikan kamarnya, dan menyingkirkan bunga - bunga yang ada di kamarnya.
Afkar pun keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang basah, dan tubuh berbentuk rotinya yang menantang, dan memakai celana pendek semacam kolor pendek. Yang waktu tidur, dia pun sudah membuka celana panjangnya.
Alexa segera membalikkan tubuhnya, dia merasa nyaman melihat tubuh Afkar. Tapi mengingat kembali dia sudah meremas aset berharga Afkar, dan mengetahui ukurannya. Alexa pun kembali berteriak. Dan menggelengkan kepalanya. Dia merasa di telapak tangannya masih menggenggam barang itu.
"Aaaaaaaahhhh......!!!" Aaaaaaahhhh....!!!"
Afkar segera memeluknya dari belakang, menutup mulut Alexa yang berteriak.
Merasakan barang itu menempel kembali di punggungnya, Alexa semakin berteriak.
Tak ada jalan lain lagi, Afkar langsung membalik tubuh Alexa, dan menarik lehernya dan membungkam bibir Alexa dengan bibirnya.
Ciuman yang begitu dalam, dan mendominasi. Membuat Alexa terus berontak.
Afkar melepaskan ciumannya dengan nafas tersengal, dan mulai mengomel.
"Apakah kamu tidak menghargai kuping yang ada dirumah ini, yang mungkin sudah berair Karna sangat bising. Aku belum memasukkan asetku padamu, bagaimana jika aku memasukkannya, pasti teriakan mu sangat mempermalukan ku."
Membayangkan aset yang panjang itu, akan masuk ke area sensitifnya, Alexa makin stres diapun berteriak kembali.
"Aaaaaaaahhhhh.....tidaaaak....aku...tidak .
mauuu.....!!!"
Terus menggeleng dan menutup kupingnya.
__ADS_1
Afkar pun berkata.
"Itu adalah hakku, dan kita sudah sah, jadi itu adalah hal yang wajar, Apakah pagi ini kamu tak ingin mencobanya ?"
Sengaja memanasi Alexa.
Betul saja Alexa langsung kabur sambil menutup telinga dan berteriak.
Priaaa....mesuuuuum, Aaaaaahhh !!!"
Afkar tersenyum puas, dan terjun lagi di kasur melanjutkan tidurnya.
Membuat Alexa stres dan depresi adalah hobby barunya.
Alexa masuk ke dapur dan langsung minum air, tak memperdulikan Kakek dan Neneknya dan beberapa pelayannya di sana.
Alexa terus menggelengkan kepalanya, dan terus meminum air putih. Kata - kata Afkar membuatnya sangat trauma.
Nenek yang menyentuh pundaknya, membuatnya sangat kaget.
"Nenek...perkawinanku sungguh menakutkan, dukung aku yah Nenek, bercerai dengan Afkar."
Nenek dan Kakek kebingungan, hanya bisa saling memandang.
"Nenek..Saat ini aku butuh dukunganmu, Afkar sangat kurang ajar padaku Nenek."
Nenek pun mulai kepo.
"Memangnya apa yang dia lakukan ?"
"Katanya dia akan memasukkan asetnya ke asetku Nenek...!!"
Nenek terlonjak kaget, dan segera menutup mulut Alexa.
Kakek menepuk jidat, dan berkata dalam hati.
__ADS_1
"Ayuni, beginilah jadinya jika kamu menikahkan anakmu yang masih sangat muda."
Beberapa Pelayan yang juga sudah menikah, yang mendengarnya, hanya bisa tertawa sambil menutup mulut mereka, agar suara mereka tak keluar.
Ayuni yang baru masuk di dapur pun, heran melihat Ibunya membekap mulut anaknya.
"Ada apa Mama, apa lagi yang dia lakukan, anak ini selalu membuat keributan.
Mama Andarani, membuka bekapan tangannya di mulut cucunya.
"Momy...Pokoknya aku mau bercerai dengan Afkar Momy."
Ayuni yang sementara minum pun, terbatuk Karna tersedat air, karna kaget mendengar pernyataan anaknya.
"What ??? Enak saja bercerai, aku sudah melakukan pengorbanan besar dalam menikahkan kalian berdua, jangan coba - coba menghalangi mimpiku, tugasmu sekarang memberikan aku cucu secepatnya agar rumah kita ini ramai dan bahagia."
"What !!!! Hellooo....Mom, aku tak mau, Huhuhu....huhu...Nenek aku mau cerai..."
Mulai merengek manja penuh kesedihan.
Nenek pun membawa cucunya keluar, sebelum kedua singa betina itu perang dunia ke 2."
Ayuni mendatangi Ayahnya, dan memeluknya, dan juga menangis lebay.
"Huhuhu...huhu...Papa...aku mohon, tetap di pihakku Papa, jangan membela Alexa Papa."
Ayah Ayuni hanya bisa membelai rambut anaknya.
Andre yang tadi berpapasan dengan Alexa yang dipeluk Neneknya sambil menangis, sekarang Istrinya lagi yang di peluk Papanya, juga menangis.
Andre pun hanya bisa menggaruk kepalanya dan merengek kepada Sang Penciptanya.
"Ya Tuhanku, lindungilah keluargaku, berikanlah kebahagiaan, dan kedamaian dalam rumah kami ini, Amin " 🤲🤲
Bersambung
__ADS_1
.