Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 14. Mengapa Aku Menciumnya Lagi.


__ADS_3

Mereka berdua hanya bisa pasrah, dan akhirnya yang mengajak foto bareng dengan mereka pun, sudah meninggalkan tempat mereka dengan mengucapkan trima kasih.


Afkar dan Alexa saling memandang.


"Cepat kita pulang, nanti semua pelayan di sini juga minta kita berdua foto dengan kita."


Kata Alexa pada Afkar


Alexa dan Afkar bersamaan berdiri dan cepat ke kasir bayar tagihan, dan mereka tampa sadar kembali saling berpegangan tangan, berjalan keluar dengan terburu - buru.


Sesampai di dekat mobilnya, Afkar menyadari bahwa dia memegang lagi tangan Alexa.


Afkar langsung melepaskan tangan Alexa dengan kasar, yang punya tangan pun kaget dan mulai memaki seperti biasanya.


"Dasar...brengs*k....siapa juga yang mau di sentuh sama kamu, gorila jelek..!!"


"Tidak usah bawel, cepatlah naik..bebek jelek!! "


Alexa pun terus mengomel, dan membuka pintu mobil Afkar, dengan wajah penuh amarah.


Alexa membanting badannya ke kursi, sangat kesal. dan menutup pintu mobil Afkar dengan kasar. Afkar cuma diam saja, malas melayani amarah Alexa.


Mobil pun terus melaju, mereka diam seribu bahasa.


Mama Alexa tampak di luar pekarangan duduk. Melihat mobil Afkar memasuki halaman rumahnya. Ayuni langsung berdiri dan sangat senang melihat Alexa di antar Afkar. Dia pun berteriak.


Alexa yang turun dari mobil Afkar tidak begitu Ayuni pedulikan.


Alexa yang mencoba memegang tangan ibunya, tidak di hiraukan Ayuni. Malah sudah sibuk mendatangi mobil Afkar dan memaksanya turun dari mobilnya.


"Aduuhh calon menantu ibu..cepat turun."


"Alexa menatap mamanya penuh api kecemburuan dan mulai mengomel."


"Mama...aku ini anak mama....kenapa lebih sayang anak orang sih.."


"Diam kamu...dasar bawel.."


Alexa menganga dan melongo, hampir tidak percaya mamanya sedang memarahinya.


Mamanya sudah berlalu di depannya, dengan merangkul anak orang dan tidak menggubrisnya.


"Momy.....!!!"


Ayuni tetap berlalu melewatinya.


Alexa sangat kesal.


"Momy ....sekalian tukar saja saya sama mama Dea...dan biarkan gorila jelek itu tinggal di sini."


Ayuni berbalik dan menatap Alexa dengan senyum manis.

__ADS_1


"Waahhh...ide bagus tuh...nanti baju kamu saya suruh bibi antar kesana...yah. Afkar mau yah tinggal sama Tante..."


Alexa tambah menganga dan melongo dan mulai menghentakkan kakinya.


"Momy..!!!! Momy....!!!"


Alexa mulai merengek tapi Ayuni tidak memperdulikan nya, malah sibuk merapikan baju Afkar.


Alexa pun meninggalkan Momy...nya sangat kesal.


Ayuni hanya menggelengkan kepalanya.


"Afkar....jangan pedulikan dia, dasar anak manja."


"Tante....kayaknya Alexa sangat marah lho Tante.."


"Biar saja....dia itu cepat ngambeknya dan lebih cepat baiknya lagi, cuekin saja."


Afkar pun tertawa geli.


"Ayuk makan nak...?"


"Sudah tadi Tante barusan singgah di Restoran.."


"Waahhh...jadi baper ibu..Apa kalian sudah jadian...?"


"Tidaklah Tante....ada - ada saja, kami tadi sudah sangat kelaparan jadi singgah. Aryan ada latihan basket jadi menyuruh aku mengantar Alexa pulang."


"Tumben anak itu jenius.."


"Sudahlah tidak penting juga di bahas."


Lima belas menit kemudian, Alexa keluar dengan memakai gaun di atas lutut berwarna pink, baju itu sangat kontraks di kulitnya yang putih bersih, menambah aura kecantikannya.


"Momy...cepatlah suruh dia pulang Momy..."


"Enak saja, sini temani Afkar, ibu mau buatkan minum."


"Jangan Tante aku mau pulang..."


"Tunggu sebentar lagi yah, "


Ayuni langsung buru - buru berdiri dan melangkah ke dapur.


Alexa dan Afkar hanya bisa melongo.


Tak lama mereka saling berpandangan, dan saling membuang muka, tak mau mengakui kalau hati mereka, sudah kompak berdetak kencang.


Alexa segera duduk di tempat yang agak jauh, dan pura - pura membaca majalah, yang tersedia di depannya.


Afkar pun sengaja mengambil ponselnya dan membukanya. Walau mata mereka fokus memandang ke depan, tapi hati mereka sedang berperang melawan cinta, yang sudah datang diam - diam di hati mereka, walau tampa mereka undang, sudah datang dan mengisi ruang dalam hati mereka yang akan terus berbunga dan bermekaran, setiap harinya.

__ADS_1


Tak lama Ayuni datang membawa minuman dan kue untuk Afkar.


"Afkar..minum nak minumannya dan cicipi kuenya."


Alexa hanya memandang jengah Momy nya yang lebih sayang anak orang lain, ketimbang anaknya sendiri.


"Alexa duduk di samping Afkar, temani dia ngobrol Momy mau masuk dulu."


"Momy...suruh saja dia pulang..."


"Anak ini di bilangan malah membantah lagi."


Ayuni langsung mendatangi Alexa, dan menariknya dan langsung melempar anaknya dan terhempas duduk di pangkuan Afkar yang sangat kaget, begitupun Alexa yang bokongnya mendarat sempurna di pangkuan Afkar, dan Momynya tampa rasa bersalah malah baper.


"Aaaaahhhh kalian begitu serasi...."


"Momy..!!!!! Apakah sadar telah melemparkan anak Momy sendiri di pangkuan buaya ?"


Dipanggil buaya, telinga Afkar mulai merah terbakar amarah di katakan buaya oleh Alexa.


Ayuni hanya cuek dan meninggalkan anaknya.


"Kalau aku Buaya berarti kamu dagingnya, baguslah aku akan menerkam kamu."


Afkar langsung membuka pahanya dan Alexa melorot ke bawah dan langsung berbaring dan di tahan lengan Afkar dan langsung mencium Alexa dengan agresif.


"Hmmmmppphh..."


Alexa berontak tapi dia telah terjepit, di sela paha Afkar.


Afkar tampa menyadari sangat menikmati mencium Alexa, bibir atas dan bibir bawah Alexa di hisapnya bergantian. Alexa pun tidak membalasnya tapi merasakan rasa kenyamanan, di cium Afkar yang menyeruak lembut di dadanya.


Alexa berusaha melepaskan diri, tidak mau larut dalam ciuman itu.


Alexa terjatuh duduk di lantai Karna berontak.


Diapun segera berdiri dan menampar pipi Afkar.


"Plak...plak...!!!!!"


Afkar hanya diam, tapi pipinya terasa perih.


Alexa langsung pergi meninggalkannya, dia mau marah, tapi hatinya mulai menyukai Afkar


Afkar hanya diam seribu bahasa, dia pun mengucek rambutnya


"Mengapa aku menciumnya lagi, ? aku benar - benar telah kecanduan menciumnya..dasar bodoooh.....Aaaaaaaaahhhh.....!!!"


Afkar pun seperti orang kesurupan, membanting badannya kesana kemari.


"Mengapa aku susah sekali mengendalikan tubuh bodoh ini,? Aaaaahhhhh...!!"

__ADS_1


Afkar pun meliuk seperti cacing kepanasan kembali, untunglah tidak ada yang melihat nya.


Bersambung.


__ADS_2