Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 40. Suruh Saja Afkar Temani


__ADS_3

Hai My Readers 🥰 bantu like, vote dan Comment dong, Author sangat membutuhkan dukungan My Readers. 🙏🙏🙏


Love Love You All.


Bab 40. Suruh Saja Afkar Temani.


Waktu terus bergulir, persaingan Ariel dan Attar selalu terhias menjadi sebuah drama, di setiap waktu dan kesempatan berdekatan dengan Alexa.


Dalam satu tahun itu, terkadang Alexa jalan bareng Attar, terkadang juga dengan Ariel. Sedangkan Afkar, semakin hari semakin cemburu, tapi tak mau mengakuinya. Hari - hari mereka selalu di penuhi dengan perdebatan sengit.


Aryan, dan ketiga sahabatnya sudah tamat SMA, dan sudah di bangku kuliah. Alexa juga sudah kelas 12, tingkat akhir SMA.


Aryan dan Nirmala pun sudah menjadi sepasang kekasih yang begitu bucin, dan kerjanya hanya buat baper yang melihatnya.


Aryan sosok yang manja dan egois sedangkan Nirmala adalah sosok dewasa yang lemah lembut.


Mereka sudah sangat dekat satu sama lain, dan merencanakan menikah setelah Aryan menyelesaikan kuliahnya.


Ariel dan Attar pun sudah lelah mengejar cinta Alexa yang tak ada jaminan kepastian.


Mereka hanya bisa tetap mengharap mujizat dan keberuntungan, berpihak kepada mereka.


Mereka tahu, kalau Afkar dan Alexa sebenarnya saling mencintai, hanya sama - sama gengsi mengakuinya.


Mereka hanya bisa cemburu dan pura - pura bodoh tak mengetahuinya.


Siang itu Dea dan Ayuni sedang berbincang di sebuah cafe.


"Dea..jika Alexa tamat SMA kita langsung nikahkan saja mereka."


"Iya Ayuni, mereka juga tak ada pacar kok, apalagi mereka itu sebenarnya saling suka hanya gengsi saja mengakuinya."


"Iya Dea, kamu itu sangat benar sekali."


Mereka pun terpingkal, dan menikmati makanan yang ada di cafe tersebut, sambil berbincang tentang banyak hal.


*****


Sore itu di rumah Aryan, tampak Afkar masuk ke dalam rumah Alexa.


Alexa tampak duduk di ruang tengah bermain ponsel.


Afkar menyapa dengan gaya juteknya seperti biasa.

__ADS_1


"Itik jelek, Apa Abang kamu ada di kamarnya."


Alexa menatap jengah.


"Cari sendiri, monyet jelek kok tanya aku sih."


"Aku ini tamu, yang sopan doong..."


Afkar mulai ngegas, seperti biasanya.


Padahal setiap di rumahnya dia selalu membuat konsep yang ramah tamah, untuk berbicara dengan Alexa, tapi setiap melihat wajah Alexa, tensinya berubah naik. Dan konsepnya ambyar.


"Kamu bukan tamu bagiku, tapi maling...*


"Enak saja, wajah setampan ini di bilang maling."


Mulai bawel memuji diri sendiri, Alexa mencibir dan menatap jengah.


"Aaaaaahhh....sana .sana...Abang Aryan di kamarnya."


"Nah gitu dong, dari tadi kek, bilang begitu."


Afkar pun berlalu dari pandangan Alexa, yang mulai kesal.


Cukup lama Afkar di dalam kamar Aryan, Alexa pun mulai kepo dan berjalan ke dalam kamar Aryan.


Sesampai disana, tampak Afkar dan abangnya berbicara serius di atas sofa di dalam kamar Abang Aryan yang luas.


Alexa masuk dan langsung terjun bebas di atas kasur.


"Abang...antar aku dong ke swalayan, ada yang ingin aku beli."


Aryan menatap jengah.


"Suruh saja Afkar temani "


Afkar menatap kesal.


"Kok aku sih, aku tak mau..!!"


Menolak lantang.


"Memangnya aku mau kalau kamu yang antar., monyet jelek."

__ADS_1


Afkar menatap jengah, Aryan pun berteriak kesal.


"Sudah cukup drama kalian, kalian keluarlah dari kamarku aku mau tidur."


Kata Aryan mulai marah.


"Tapi kak, aku ada tugas sekolah, antarin aku yah."


"Suruh saja supir di kantor Ayah datang antar."


Aryan pun bangkit menarik adiknya turun di kasurnya, mendorong punggungnya keluar kamarnya.


"Afkar, apa kamu juga butuh dorongan atau satu tendangan baru kamu keluar kamarku."


Afkar pun kesal, Dia sudah hafal sifat Aryan yang memang memiliki sifat yang egois dan pemarah.


"Baiklah aku keluar.."


Kata Afkar langsung keluar kamar Aryan, berjalan ke arah ruang tamu.


Diapun bertemu sang macan betina, yang sudah menatapnya tajam.


"Aryan jadi marah juga denganku, Karna kamu memang pengacau hati."


"Kok aku sih..!! pulang sana, dan cari ibumu, dan curhat padanya jangan denganku.!!"


Afkar membuang pantatnya di sebelah Alexa.


Alexa menatap jengah dan mulai bawel kembali.


"Kenapa malah duduk ? Pulang sana ke rumahmu."


Afkar malah merebahkan kepalanya, bersandar di sofa, menutup kedua matanya.


Alexa memperhatikannya dengan kesal.


Afkar terus memejamkan matanya.


Alexa mulai melunak, melihat Afkar tenang dan diam dengan mata terpejam seperti itu, membuat ketampanannya semakin bersinar.


Wajah itu jika diam begitu saja, tampak pria yang sangat baik, serta sangat tampan.


Alexa segera mengalihkan pandangannya, dan sibuk melihat ponselnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2