
"Apa - apaan sih kamu Alexa, buat Abang malu - maluin saja, karna tingkah mu yang konyol itu."
"Abang tuh...yang lambat loading....susah amat sih...nembak cewek, kalau aku tuh Abang, langsung nyosor duluan..."
Aryan mendelik tajam.
"Maksud kamu nyosor apaan...dasar anak gendeng."
"Maksud Alexa nih..bibir Abang..nyosor ke bibir Nirmala...pasti deeh langsung di terima, dan diajak kawin."
"Aaaaaahhhh....sakit Abang...!!!"
Aryan menjewer kuping Alexa, dan menarik nya naik ke atas mobil.
"Abaaaanngg !!!! sakiiiiit...."
Aryan melepaskan tangannya, yang menjepit kuping adiknya dan mulai berceramah.
"Bodoh amat...aku tak menyangka saya pikir hanya lelaki yang play boy, ternyata adikku juga adalah play girl mesum. Ingat Alexa jangan coba - coba kamu berpacaran, aku jadi sangat tidak mempercayai kamu lagi!!!"
"Kok Abang tega begitu, aku cuma bantu Abang agar cepat dapat pacar, dan menikah."
"Sudahlah...bukannya kamu membantuku, malah aku bisa di jebloskan masuk penjara, Karna melakukan perbuatan tidak menyenangkan, bahkan bisa dia anggap melecehkan seorang gadis..Masa depanku begitu cerah..jangan kamu hancurkan adik gendeng...!!"
"Uuuhhh...Abang..tidak asik..."
"Kamu tuh...!! paling tidak asik dan sangat menyebalkan.!! Naik cepat duduk di mobil sebelum Abang jewer lagi kuping kamu!."
Alexa dengan wajah manyun masuk kedalam mobil.
"Aaahhh....gagal deeh aku cariin calon istri untuk Abang, kalau mereka jadian mereka bisa cepat di kawinkan, setidaknya aku batal di nikahkan, sama gorila jelek itu...Aaahhh..!!!"
Alexa pun mengucek rambutnya dan menghentak kan kakinya.
"Apa lagi yang kamu pikirkan Hahh..?"
"Tidak usah Abang tahu. dasar raja kepo..!!"
Jawab Alexa ketus, Aryan menatap jengah adiknya.
"Abang...jangan khawatir. aku ada nomer telepon Nirmala. Besok malam ajak Nirmala Dinner yah Abang, di restoran kita."
Aryan hanya mengucek rambutnya kesal, sangat kesal dengan adiknya yang bukan jadi Mak Comblang baginya, tapi sudah seperti kepala gangsters yang memaksanya.
"Stres Abang bicara dengan kamu..Alexa...!!!"
*****
__ADS_1
Keesokan paginya di sekolah, Gosip tentang Afkar dan Alexa mau menikah habis tamat SMA, masih jadi pembicaraan hangat di sekolah.
Alexa sangat pusing, dan puyeng selalu itu yang di bahas teman - temannya. Tak jauh beda dengan Afkar, yang sangat pusing juga, selalu di tanya oleh teman - temannya, tentang pertunangan dan pernikahannya dengan Alexa.
Mereka berdua mencari ketenangan di taman belakang sekolah.
Alexa duduk di bangku panjang, dia menyandarkan punggungnya. Dan memejamkan matanya.
Tiba - tiba ada suara yang menyebalkan menegurnya.
"Alexa...kenapa kamu disini sih...? sana pergi dari sini..."
Alexa masih menutup matanya.
"Mengapa suara gorila jelek itu, masih bisa terdengar di sini.? Dasar Gorila menyebalkan."
Satu panggilan keras dan satu genggaman di pergelangan tangannya, membuat Alexa terlonjak sangat kaget, diapun berteriak.
"Alexaaaa ..."
Alexa sangat kaget dan berteriak.
"Toloooonggg....!!!"
Afkar segera duduk disebelahnya, dan menutup mulutnya.
"Aaaaahhhh....!!!"
Alexa menatap tajam Afkar penuh amarah.
"Apaan siiihh...ganggu aku saja...!! kamu tahu aku disini karna stres, semua orang di sekolah ini semua menyebalkan dan kepo, tanyakan terus masalah perjodohan dan pernikahan kita, sedangkan bagi kita itu adalah mimpi terburuk. Apakah kamu tidak memiliki ide sedikitpun ? untuk membebaskan kita Afkar, aku tidak mau jadi istri kamu, aku sangat ogah tahu..!!"
Satu sentilan keras mendarat di dahi Alexa, membuatnya kaget dan berteriak.
"Aaaaahhh....sakiiiiit....Afkar...!!!!"
Menatap Afkar penuh amarah dan mengelus dahinya yang sakit. Alexa terus mengelusnya dan menatap Afkar, dengan tatapan jengah dan sangat kesal.
"Kamu pikir...aku juga mau menikah dengan kamu...aku juga ogah kuadrat...!!"
Alexa masih mengurut dahinya. Bucin alami nya kambuh lagi Menatap Afkar dengan tatapan merengek manja.
"Afkar...dahiku sungguh sakit....dan perih, bibir Alexa pun, dia manyungkan dengan expresi sedih.
Rasa kasian pun muncul di hati Afkar. Dia melepaskan tangan Alexa di dahinya dan memeriksanya. Dahi Alexa memang
memerah, Afkar pun mendekatkan bibirnya, dan meniup nya pelan, dahi Alexa berulang kali, dan membelai lembut dahi Alexa.
__ADS_1
"Maaf aku tidak sengaja kencang menyentil kamu sih. habisnya kamu sangat bawel..."
"Iya...tapi aku bisa geger otak, jika kamu kebiasaan menyentil ku kasar seperti itu, ini benar - benar sakit Afkar..."
"Iya deeh...maaf...!!!"
Tampa sadar Afkar mengecup kening Alexa berulang kali. Alexa pun, merasa nyaman, membiarkan Afkar mencium keningnya berulang kali, dia merasa bibir Afkar di keningnya terasa empuk dan dingin serta lembut, sangat nyaman dan tenang di kecup mesra oleh Afkar, rasa sakit di keningnya berangsur hilang.
Afkar pun tersadar dan mulai mengajak berantem lagi.
"Sudah...!! kamu sangat senang di cium yah..dasar mesum...!!"
Satu cubitan di pahanya, membuatnya berteriak.
"Aduuuhhh...cubitan kamu, sangat sakit...Alexa...!!!"
"Bodoh... amat..!!!"
Afkar sibuk mengelus pahanya, yang di cubit Alexa, sambil meringis kesakitan.
"Aduuuuhhhh....aku yakin pasti pahaku akan bengkak karna ulah kamu, Afkar terus mengelusnya.
Alexa pun merasa kasian dan membantu mengelus paha Afkar.
"Iya deeh...Maaf..."
Alexa terus mengelus naik ke atas, dan tidak sengaja menyentuh barang keramat Afkar, membuat Afkar panas dingin, dan segera menjauhkan tangan Alexa.
"Sudaaahh...tidak usah...kamu bantu...nanti yang lain lagi yang sakit..."
Alexa mengernyitkan keningnya.
"Maksud kamu, apa lagi yang bisa sakit sih, cuma paha saja kok aku cubit..."
Afkar segera mengalihkan pembicaraan, untunglah Alexa polos dan lambat loading.."
"Apa dia tidak sadar telah menyentuh aset pribadiku...? dasar wanita mesum."
"Sudahlah jangan di bahas lagi, pelajaran sudah mau mulai nih...kamu duluan jalan, baru aku...nanti gosip kita bertambah panas lagi...."
Alexa pun berdiri dari duduknya, dan segera berjalan meninggalkan Afkar, setelah Alexa tak terlihat lagi, Afkar pun menyusul berjalan menuju kelasnya.
Afkar tersenyum geli, dia dan Alexa selalu di awalnya tidak akur, tapi endingnya selalu berubah menjadi manis dan menyenangkan.
"Kalau begini terus, aku bisa - bisa jatuh cinta beneran sama dia...Aaaahhh...!!!!!"
Afkar pun mengucek rambutnya, hatinya berubah kesal dan berusaha menolak cinta yang memang sudah ada di dalam hatinya, tampa di sadarinya, benih cinta itu sudah tertanam di hatinya, sisa menunggu benih cinta itu, semakin besar dan berkembang memenuhi hatinya, dan dia tidak akan bisa melepaskannya lagi.
__ADS_1
Bersambung