
Pagi yang cerah menjadi kacau balau.
Alexa terus membujuk Neneknya, tapi neneknya hanya menyuruhnya sabar. Alexa begitu kesal dan ke dapur cari makan, dan makan sepuasnya untuk mengobati stresnya.
Ayuni yang melihat anaknya jongkok di depan kulkas sedang makan buah anggur, dengan wajah yang sendu.
Ayuni sebagai Ibu kandung sangat kasian dengan anaknya, tapi dia tahu sifat Alexa jika tidak tegas padanya, dia akan berbuat semau dia, rasa capek dan lelah belum hilang, Karna urus pesta perkawinannya, masa mau cerai.
Ayuni pun menepuk jidatnya, diapun mendekati anaknya.
"Pindah di situ, Momy mau mengambil sesuatu, Mengapa kamu di sini ? seharusnya buatkan Suami mu makanan dan buatkan Susu hangat, jadi istri kok malas banget sih."
"Hello Mom, anda saja yang mengurusnya, yang ngotot menikahkan kami, itu khan Momy bukan Alexa."
"Anak ini, begini kelakuannya kalau di beritahu orang tua.!!"
Nenek yang melihat dua singa betina, sudah mulai adu skill moncong, segera menengahi.
"Alexa sayang, ikut nenek dulu yah, nenek mau perlihatkan sesuatu."
Alexa pun mengikuti Neneknya, Ayuni pun berteriak.
"Ajari tuh Mama anak bawel itu, urus Suami itu yang baik."
Alexa pun membalas kata - kata Momy nya.
"Momy itu yang Ratu bawel, aku ini hanya putri bawel."
Ayuni langsung Jongging di tempat saking kesalnya dengan Alexa.
__ADS_1
Alexa sudah di bawa oleh Neneknya ke ruang tamu.
Nenek Alexa mulai menasehati cucunya dengan penuh kasih sayang.
"Cucuku sayang, di jalani dulu yah perkawinan kamu dengan Afkar yah, coba lah dulu jadi temannya Afkar, mungkin di saat itu kamu bisa lihat sisi baiknya."
"Tidak usah di cari nenek, dia itu tak memiliki sisi baik sedikitpun, semua sisi buruk. Dia itu cowok yang nyebelin, tak mau di kalah, mata keranjang, mulutnya seperti mercon petasan, sindirannya seperti cabe 1 liter yang di blender, Sok ganteng, sok cool, bahkan mesum. Aaaaaaahhhh...tak ada yang baik Nenek."
Nenek Andarani hanya bisa menarik nafas panjang.
Cukup lelah juga Alexa di luar kamarnya, biasanya dia adalah Putri kamar, tapi mengingat ada Afkar di kamarnya. Diapun sangat kesal. Tapi dia rindu kamarnya.
Alexa pun terpaksa ke kamar Aryan dan tidur di samping Abangnya.
Menarik tubuh Abangnya menghadapnya, memainkan wajah abangnya dengan jemarinya. Pipinya di unyel, hidungnya yang mancung di pencet, bibirnya yang seksi dan merah alami ditekan - tekannya. Aryan yang tidurnya terganggu mulai bawel.
"Pergilah ke kamarmu, jangan mengganggu Abang, ganggu sana Suamimu."
Mata Aryan langsung membulat sempurna wajah adiknya yang hanya satu senti di depan hidungnya, bahkan hidungnya sudah di kecup Alexa berulang kali. dan seluruh wajahnya. Begitulah Alexa jika sedang membujuk Abangnya.
Aryan langsung memencet kedua sisi bibir adiknya dan langsung manyun ke depan.
"Anak bandel, jangan mencari ku jika ingin bercerai dengan Afkar, kamu tahu khan aku tak bisa melawan Momy."
Melepaskan tangannya di kedua sisi bibir adiknya, menutup matanya kembali.
Alexa pun mulai mengamuk dan membanting badannya di kasur.
Aryan mulai kesal, bangun dan menggendong adiknya, membawanya keluar kamar, menurunkan adiknya dan menutup dan mengunci kamarnya.
__ADS_1
Alexa pun berteriak kesal.
"Abang Aryan jahaaaat...!!"
Alexa duduk jongkok depan kamar Abangnya, dan menangis depresi. Dia merasa tak ada lagi orang yang menyayanginya.
Dady nya melihatnya dan menghampirinya dan duduk di sampingnya.
Dia mengelus rambut anaknya penuh sayang. Alexa yang menelungkupkan wajahnya di atas lututnya menangis, mengadah penasaran dengan orang yang mengusap kepalanya.
Melihat Dady nya, dia langsung menangis kembali.
"Kalian pria yang tak berguna, hidup di ketiak Momy. Tak ada yang mau membelaku."
"Sayang...tidak seperti itu sayang, terkadang di hidup kita tak selamanya harus mulus sayang. Apa kamu tahu nak, ? Dady memperjuangkan cinta untuk Momy mu, penuh air mata, Karna dia mencintai orang lain.
Tapi Momy mu tercipta hanya untuk jodoh Dady, jadi dia tetap jatuh juga dalam pelukan Momy sayang, lihat Momy mu sekarang sayang, di matanya hanya ada wajah Dady. Coba lah dulu melihat sisi baik nya Afkar, dengan bersabar dengan Afkar, Khan bisa jadi teman dulu, walau kalian sudah sah menjadi Suami Istri sayang.
"Tapi Dady dia sangat buruk, kami hanya selalu bertengkar, aku lelah Dady dari dulu kami tak akur."
Masih menelungkupkan wajahnya di atas kedua lututnya.
"Nak coba lah tidak memulai pertengkaran dengan Afkar, mungkin dia kasar, karna kamu pun kasar padanya Nak."
"Dia sangat menyebalkan Dady."
Andre memeluk anaknya dan mencium rambutnya, membelai punggungnya.
Cukup lama menunggu Alexa menenangkan dirinya.
__ADS_1
Bersambung.