
Waktu terus bergulir Aryan dan Nirmala semakin akrab dan dekat. Sedangkan Alexa dan Afkar masih seperti biasanya. Seperti Tom Dan jerry.
Ariel dan Attar selalu berusaha bersaing mendapatkan Alexa. Di sekolah mereka selalu ada di dekat Alexa dan melayani Alexa seperti Ratu, membuat Afkar jengah dan cemburu walau dia tidak nampak kan.
Ariel tampak berbincang serius dengan Alexa.
"Alexa...bukalah hatimu untukku...aku janji akan menyayangi kamu dan menjadikan mu ratuku yang paling aku sayangi dan cintai, Afkar terlalu kasar dan jutek untuk kamu sayang..."
"Kamu benar Ariel...tapi aku belum bisa mencintai kamu Ariel...Andai saja bisa Ariel aku pasti mau menikah dengan kamu Ariel."
"Cinta bisa tumbuh jika kamu mencoba memberiku kesempatan.."
"Tapi bagaimana dengan Attar, dia juga sangat menginginkan aku Ariel."
"Tidak usah pikirkan dia...pikirkan saja saya dan kamu Alexa...aku sungguh sangat mencintai kamu Alexa."
"Ariel...maafkan aku Ariel...aku sungguh tidak bisa Ariel ..Jika aku paksakan ini akan makin menyakiti hati kamu Ariel...Aku mohon mengertilah."
Ariel begitu terluka dengan penolakan Alexa, tapi semangatnya begitu gigih, dan sangat mencintai Alexa.
"Alexa aku akan tetap berjuang...jika kamu memang jodohku...Pasti kamu akan menjadi milikku..."
"Ariel...jika kamu memang jodohku...aku tak akan menolaknya lagi..Semangat yah...aku akan berusaha mencintai kamu kok..."
"Trima kasih Alexa..."
Ariel memeluk Alexa dan Alexa membiarkan saja Ariel memeluknya.
Alexa mencoba melepaskan dan betul saja, Pak Guru sudah menjewer kuping Ariel.
Ariel pun berteriak.
"Aaaaahhh...apa - apaan sih...!!!"
Berteriak kesal, tapi melihat guru Olahraganya yang menjewernya, dia hanya bisa terdiam.
"Apa kalian tidak sadar...ini sekolah...hah....!!!Kalian harus ke kantor...sekarang...!!"
__ADS_1
Alexa pun mulai merayu.
"Bapak salah faham...sebenarnya kucing kesayangan Ariel mati pak...jadi Ariel sedih..jadi aku hanya menghiburnya pak..."
Mulai menangis lebay.
"Huwaaa....huwa....huwa....kasian kamu si putih...padahal aku juga sangat menyayangi kamu...huwa...huwa..huwa...!!!"
Pak Ardi guru Olahraga langsung menutup telinganya, suara tangisan Alexa sangat bising.
"Sudah ..sudaaahh...sudaaahhh...diaaaam!!"
Tangisan Alexa yang sudah seperti teriakan langsung terhenti.
"Kalian pergi sana masuk ke kelas kalian...aku bisa - bisa aku budek disini..."
Alexa secepatnya menarik tangan Ariel dan berlari.
Sepasang mata yang tadinya menatap sangat kesal dan cemburu melihat mereka berpelukan, menjadi tertawa terbahak - bahak. Siapa lagi kalau bukan Afkar.
"Rasakan elo...!!! Emang enak...Hahaha..haha.!!!"
"Uuhhh..uhhhh...uhhh...aku sangat lelah...Kamu sih Ariel..Main peluk saja...hampir deeh..kita di sidang lagi...ribet khan..untung saja alasanku, masuk di akal Pak Guru Ardi...!!"
Ariel menarik nafas panjang.
"Iya....Maafkan aku yah..!!"
"Sudahlah aku ke kelasku yah...!!"
"Nanti malam khan malam Minggu...aku jemput yah kita pergi nonton"
Kata Ariel penuh harap.
"Terserah kamu..minta ijin tuh sama Abangku...Aku ke kelasku dulu yah..."
Ariel sangat senang mendapat lampu hijau dari Alexa.
__ADS_1
Alexa berlari meninggalkan Ariel yang berteriak kegirangan.
"Yeeeeessss....!!!"
Diapun segera mencari Aryan, kebetulan Aryan bersama Afkar.
Ariel langsung mendekatinya, dan mulai merayu. Awalnya Aryan menolak tapi akhirnya menyetujui.
Afkar sangat kesal.
Sepeninggal Ariel, Afkar pun mulai mengomel.
"Mengapa segampang itu kamu percaya dia...Ariel itu ambisius...dia akan melakukan apa saja sampai keinginannya terkabul."
Aryan menatap Afkar jengah.
"Kamu kenapa marah...jangan - jangan kamu sudah mulai menyukai Alexa yah..."
"Enak..saja...siapa juga yang mau dengan ratu bawel itu...!!"
"Eehhh...dia adikku jangan menghinanya dong..sama halnya kamu menghinaku."
"Wajarlah dia adik kamu...sama - sama bawel."
Satu tamparan mendarat di kepalanya.
"plakkk...!! Apa kamu bilang...!!"
Afkar berteriak kesal.
"Aaahhh ...mengapa menamparku hah...!!"
Mereka pun akhirnya saling berkejaran.
*****
Malam harinya, Alexa sudah dandan. memakai baju ketat berenda memakai lengan, berwarna putih, dan celana jeans biru yang sobek di lututnya. Rambutnya di ikat tinggi. bajunya pendek memperlihatkan perutnya separuh yang putih bersih. Dia sangat cantik dan smart.
__ADS_1
Bersambung