
Alexa pun berjalan keluar butik, dan memanggil Momy nya.
"Momy...Ayo pulang....!!!"
Afkar menatap Mamanya sangat sendu, meminta belas kasian Mamanya.
Sedangkan Ayuni segara pamit untuk pulang bersama Alexa.
"Dea..aku.pulang dulu yah..!!"
"Iya Ayuni, hati - hati di jalan."
Afkar pun merengek.
"Mama lihatlah pahaku Mama, wanita itu sungguh sangat mengerikan."
Dea menatap jengah anaknya, dan berkata.
"Masih mending Alexa menggigit mu, jika Papamu berani memperlakukan Mama seperti apa yang kamu lakukan, Mama pastikan menebas lehernya biar mati saja."
Afkar tersentak dan memegang lehernya.
"Mama jangan menakuti ku Mama. Apa Mama senang aku mati di bunuh Alexa ?"
Dea berdiri dan berjalan pergi, teriakan Afkar tak dia pedulikan. lagi.
Tinggallah Afkar merengek depresi.
"Apakah rumah tanggaku akan sekacau itu nantinya, ? dan keluarga kami akan menjadi penderita tuna rungu. Alexa sungguh sangat menyebalkan, Aaaaahhhh....!!!"
*****
Di sekolah Ariel dan Attar sangat kesal dengan Afkar, yang kelihatan tidak beruntung
memiliki Alexa, "Andai bisa di rubah posisi pasti Alexa akan sangat mereka ratu kan. "
Begitulah kira - kira ratapan hati mereka.
Aryan selalu berusaha mendekatkan mereka, agar persahabatan mereka tetap kokoh.
"Sungguh sangat kasian Alexa memilihmu, yang tak menghargainya."
Kata Ariel kesal.
"Benar sekali, andai dia memilihku aku rela menjadi budak cintanya."
Afkar menatap jengah kedua sahabatnya.
"Kalian pikir dia wanita hebat, wanita lemah lembut. Badanku akan habis di gigitnya, dia wanita setengah gila, aku sangat stres dengannya.... !!!"
Tiba - tiba ada yang menampar keras kepalanya dari belakang.
"Plaaaakkk"
"Aduuuuuhhh...!!!"
__ADS_1
Afkar berbalik dan memarahi Aryan, yang ternyata telah menampar kepalanya.
"Sakiiit.. Aryaaan..!! Kalian memang bersaudara sama - sama sint*ng..!!!"
Aryan mau menampar lagi, Afkar meloncat mundur.
"Dia adikku, walau kamu sahabatku, menghina adikku sama halnya kamu menghinaku..!!!"
"Aaaaaahhhh.....stresss..!!! Menghadapi kalian !!!!"
Afkar berjalan menjauh.
Ariel dan Attar pun tersenyum bahagia.
"Rasakan penderitaan kamu !!!."
Kata Ariel dan langsung di anggukkan kepala oleh Attar.
Di tempat lain Afkar berpapasan dengan Alexa.
Alexa langsung menarik tangannya.
"Mau kemana sih...!!!"
Kata Afkar kesal mengikuti Alexa.
Siswa dan Siswi yang melihat mereka berpegangan tangan, hanya bisa menahan kesedihan sebagai fans, dan sebagai orang yang mencintai dalam diam, dan sebagai orang yang mencintai tapi selalu berusaha berbagai usaha.
Melihat kedekatan mereka berdua yang bukan lagi cerita hayalan, kita menjadi cerita kenyataan kalau mereka memang sudah bertunangan.
"Afkar bagaimana nih, Kata Momy tamat SMA dia akan langsung menikahkan kita berdua."
Afkar pun berkata.
"Masih ada waktu beberapa bulan untuk kita mencari orang yang kita cintai, nantilah kita pikir solusi nya."
"Afkar sepertinya jodoh kita belum lahir ke dunia ini, mengapa kita belum juga mendapatkannya..?"
Alexa terduduk dan tertunduk lesu.
"Berarti kita akan menikah, jika umur kita sudah tua, Karna jodoh kita akan kita tunggu dewasa dulu baru kita nikahi."
Alexa menangis lebay.
"Huhuhu...Apakah masih ada yang menyukaiku ? jika aku sudah peyot dan ompong."
"Sudahlah menangis..!! Buat kepala ku sakit saja..!!"
Kata Afkar kesal mendengar rengekan depresi Alexa yang bising di telinganya.
Alexa menyadarkan kepalanya di bahu Afkar, dan menangis lebay.
"Huhuhu..Mengapa begitu susah jatuh cinta ?
Aku sungguh tak menyukaimu."
__ADS_1
Afkar mendorong kepala Alexa.
"Menyingkir lah dari bahuku, Siapa juga yang mau menikahi mu ?"
Alexa pun menatap jengah dan sangat kesal.
"Apa kamu pikir kamu begitu hebat, ? kamu itu yang paling buruk dan karma yang sangat buruk untukku, Ya Allah jauhkan lah hambamu ini, dari iblis durj*na di sampingku ini...!!"
Afkar sangat kesal dan menarik lengan Alexa, memeluk lehernya, dan menurunkan lengannya, yang membuat Alexa mengadah padanya.
"Terimalah karma burukmu..!"
Afkar langsung membekap bibir Alexa sangat kuat.
"Hmmmppph..."
Alexa berontak memukul lengan Afkar.
Afkar terus menciumnya kuat cukup lama, kemudian melepasnya dengan nafas tersengal - sengal, begitupun Alexa.
Afkar tak memberinya kesempatan, Afkar menciumnya kembali dengan sangat agresif, menelan, menghisap dan memakan bibir itu tampa ampun. Seperti mencicipi makanan.
Cukup lama mereka berciuman, debaran di jantung mereka, semakin berdetak kencang. Alexa berusaha secepatnya keluar dari bekapan bibir Afkar yang membuatnya ketagihan, dan ada rasa membalasnya lebih agresif.
Alexa berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, dan akhirnya Afkar melepasnya.
Kedua nya terasa mau kehabisan nafas, dengan ciuman itu.
Afkar dan Alexa saling memandang dengan sama - sama nafas tersengal - sengal.
Alexa pun akhirnya berteriak kesal.
"Berhentilah selalu menciumku..!!! Karna aku tak menyukainya.!!!"
Afkar hanya berdiri dan melangkah, kemudian berbalik menatap Alexa, dan berkata.
"Maka berhentilah memaki ku dan menghinaku, agar aku tak menciummu lagi, Itik jelek..! Kamu sungguh sangat bising dan menyebalkan !!"
Afkar pun berbalik kembali ke arah depan, dan melanjutkan langkah kakinya.
Dia mengusap bibirnya yang basah, dan mengelus dadanya, yang berdetak sangat kencang, dia pun meratap depresi.
"Mengapa aku sangat bodoh menciumnya, aku sungguh menyukainya...Aaahhhh...!!
perasaan apa ini...!"
Afkar pun terus berjalan menjauh dan mencoba menolak perasaannya, yang sudah mencintai Alexa, hanya tak mau mengakuinya, hidupnya sungguh kacau.
Tak jauh beda dengan Alexa, dia pun mengusap bibirnya yang basah, dan merasa nyaman dengan ciuman Afkar.
Alexa pun mencengkram rambutnya, dan berteriak depresi.
"Aaaaaaahhhh...tidaaaak...!!"
Bersambung.
__ADS_1