
"Momy...!! Mau pulang Momy..."
"Anak ini...!! Bawel sekali sih kamu..!"
"Afkar...ajak doong..Alexa jalan keliling Mall, kalian cari kesenangan kalian juga doong. Supaya Mama juga happy dengan Mama Dea. Kami habis disini, kami akan nyusul kalian."
Dea Langsung menarik tangan anaknya, Afkar dan menyeretnya keluar, begitu juga Ayuni menyeret tangan anaknya Alexa mendorongnya keluar.
"Kalian sangat bawel..sana..!! cari kesenangan kalian."
"Momy....menjebak Alexa yah..!!"
"Enak saja....cepatlah sana, sebelum Momy marah nih."
Ayuni cepat masuk dengan Dea, setelah berbalik mereka tertawa terpingkal, tampa suara.
Alexa dan Afkar pun saling memandang kesal.
"Ini pasti ulah Momy mu, menjebak kita lagi begini."
"Pasti ulah Mama kamu tuh...Dia sangat ingin aku jadi menantunya. Apa dia pikir aku mau masuk kandang singa...? Bisa bonyok aku."
"Baguslah kalau kamu sadar, pasti rumah orang tuaku seperti pasar karna ulah kamu yang bawel dan norak !!"
"Aku mau telpon Ariel jemput aku dan ajak aku makan."
Mendengar Alexa menyebut nama Ariel, Afkar merasa sangat kesal dan tidak rela. "Itu namanya cemburu Afkar hihihi...Author jadi gemesh deeh"
Afkar langsung menarik tangan Alexa dan membawanya.
"Tidak usah memanggilnya, nanti Momy kamu marahin aku lagi."
Alexa akhirnya mengalah.
"Benar juga kata Afkar, Momy nya pasti marah."
"Temani aku cari jacket dan jeans."
__ADS_1
Afkar pun, menarik Alexa mengikutinya. Mereka tidak sadar saling berpegangan.
Sampailah Afkar di tempat produk pakaian pria, dan melepaskan tangan Alexa dan mulai memilih jacket.
Dia pun mulai memilih dan memperlihatkan pada Alexa.
"Bagaimana kalau yang ini..."
"Kenapa sih tanya aku...kamu khan yang mau pakai."
"Apaan sih...tidak bisakah kita tunda dulu, bertengkar nya. Bantu sebentar saja kok, judes banget. "
"Habisnya kamu ngeselin, lihat muka mu saja aku ogah...apalagi membantumu."
"Kamu pikir, aku juga suka melihat wajahmu yang jutek itu, sangat jelek dan menyebalkan.!"
"Aaahhh....tuh khan, mancing khan..."
Alexa mulai marah dan melebarkan matanya dan memandang Afkar dengan sangat kesal.
Afkar pun melihat ada tanda penganiayaan akan terjadi padanya, alias jambak - jambakan. Diapun melunak.
Sedikit tersenyum.
Alexa merasa kaget dan sedikit geli, dan ada perasaan yang sangat bahagia di hatinya, mendengar kata - kata cantik dan rupawan.
"Aaaahhh...jadi baper...apakah dia sudah menyadari kalau aku memang cantik...Mengapa hari ini sangat senang di puji yah...?"
Alexa terus melamun, terlihat jutek di luarnya padahal dalam hatinya sedang terbang entah ke langit berapa, begitu baper dan senang di puji Afkar.
Afkar mulai mengambil jacket, dan memakainya dan memamerkan ke Alexa.
"Bagaimana jacket ini..."
Alexa mulai melunak.
"Coba yang lain..."
__ADS_1
Afkar pun bersemangat pilih yang lain.
"Bagaimana kalau yang ini..."
"Terlalu norak Afkar...Coba yang itu di sebelahnya..."
"Ini yah...Aku pakai yah..."
Afkar pun memakainya dan memperlihatkan Alexa lagi.
Suasana sedikit nyaman dan terkendali, senyum keduanya mulai berkembang dengan sedikit senyum, akhirnya menjadi tawa renyah dan akhirnya tertawa terpingkal sampai Alexa tidak sadar memukul Afkar karna Jacket yang dipakainya sangat ramai seperti seorang pria Waria.
"Kamu sangat cantik memakai itu...sangat ramai...Hahaha...haha..."
"Hahaha..haha...benarkah..."
"Iya....!!!"
Alexa pun memeluk Afkar dan tertawa lepas.
Afkar pun tertawa, dan mereka tidak menyadari mereka sudah saling berpelukan dan Alexa memukul lembut dadanya.
Afkar pun terdiam, hatinya terasa sangat nyaman dan bahagia. Wajah Alexa yang sedang tertawa dan sangat dekat dengan wajahnya begitu cantik dan mempesona.
"Tidak...tidak boleh..apa aku sudah jatuh cinta dengannya..ini tidak boleh terjadi."
Afkar pun memegang bahu Alexa, dan menatapnya tajam.
"Sudah...Aku pilih jacket ini saja..."
Mengambil sembarangan dan meninggalkan Alexa yang terbengong.
Alexa pun mulai kesal kembali.
"Dasar sok ganteng...Memangnya aku tak bisa dapatkan satu lusin seperti dia...dasar muka piring dan sendok..."
Alexa mulai memaki dalam hati, sangat kesal melihat perubahan mood Afkar yang tiba - tiba.
__ADS_1
Bersambung