Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 12. Jangan Mempersulit Keadaan Alexa.


__ADS_3

Mereka berdua telah sampai di diparkiran, di samping mobil Afkar.


Afkar sadar masih memegang tangan Alexa, dia cepat melepaskannya dan membukakan pintu mobilnya, mulai berbicara judes kembali.


"Cepatlah masuk, kamu sungguh merepotkan.!!"


Alexa pun yang sudah mulai kesal karna tangannya di lepas dengan kasar, di tambah lagi dengan kata kata kasar, membuat Alexa marah.


"Siapa juga yang mau di antar kamu hah...!!! Aku juga tak sudi, dasar gorila jelek !!"


Alexa baru mau berbalik dan melangkah pergi , meninggalkan Afkar, tiba - tiba Afkar sudah memeluk pinggangnya dengan sebelah tangannya, dan memaksa Alexa masuk kedalam mobilnya.


"Lepaskan Beruang jelek...!!!"


"Jangan mempersulit keadaan Alexa, kamu naik saja bawel...!!"


Alexa yang sudah menempel seperti prangko berhadapan dan sudah saling berpelukan, di tubuh Afkar, langsung menggigit bahu Afkar, tapi Afkar menahan sakitnya dan terus memaksa Alexa naik di mobilnya, dan memeluk pinggang Alexa, mengangkatnya naik di mobilnya dan langsung memasang sabuk pengamannya.


Alexa melepas gigitannya dan memukul Afkar, dengan gerakan refleks, Afkar menahan kedua tangan Alexa dan langsung mencium Alexa tampa jeda, membenamkan bibirnya kuat di bibir Alexa dan menghisap kuat bibir Alexa dan menariknya sedikit dengan sengaja membuat bunyi cecap di bibirnya.


Alexa hanya bisa membeliakkan matanya dengan sempurna dan berusaha memalingkan wajahnya, tapi nasi sudah jadi bubur, Afkar sudah mengunci bibirnya dengan sempurna, menguasai sepenuhnya, melepaskan bibirnya dengan membuat bunyi cecap dan tatapan meremehkan.


Afkar segera menutup pintu mobilnya, dan berjalan mengitari mobilnya, jantungnya terasa di pompa keras, dia sangat canggung mencium Alexa, tapi dia sungguh tak bisa mengendalikan dirinya, jika sudah berhadapan dengan bibir yang tidak disangkanya, sudah menjadi candu untuknya. Tampa mereka sadari benih - benih cinta sudah mulai tumbuh di hati mereka, tampa mereka sadari.

__ADS_1


Alexa pun juga tidak bisa membohongi perasaannya, jika menyukai ciuman Afkar, dia pun menutupinya dengan teriakan frustasinya.


"Pria brengs*k....!!!


Pria mesum....!!!


Tak punya etika....kurang ajaaarr...!!!!"


Alexa berteriak marah, tapi Afkar hanya diam, untuk menguasai gejolak hatinya. Dia mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya, bahunya terasa perih Karna gigitan Alexa, dia terus mengelusnya dengan mengeluh kesakitan.


"Aaaahhh.....sakit sekali...kapan kamu berhenti selalu mengigit ku, aaahhh..... ini benar - benar sakit."


Alexa menatap jengah dan tersenyum puas dan tertawa puas.


Afkar melihat sekilas wajah Alexa yang tertawa bahagia, di atas penderitaannya. Dia pun terpana.


"Mengapa dia begitu cantik dan manis tertawa seperti itu ? Oooohhhh tidaaaakkk, ini tak bisa kubiarkan. Afkar pun fokus menatap ke depan, dan tetap melajukan mobilnya. Dia tidak ingin mengembangkan perasaannya lebih jauh lagi.


Tak jauh beda dengan Alexa, dia menatap Afkar. Melihat Afkar diam dan berwajah serius menatap jalan, hatinya berdesir aneh, melihat wajah Afkar, Mengapa begitu tampan di pandangan matanya ? Ciuman Afkar tadi terulang lagi di benaknya dan membuat getaran aneh di hatinya. Alexa pun teriak kembali.


"Kenapa kamu selalu mengambil kesempatan mencium ku...dasar pria maniaaak...!!!"


Afkar mengerem mobilnya mendadak, setelah melihat di spion, tak ada kendaraan di belakangnya.

__ADS_1


Alexa terjungkal ke depan, untung sudah memakai sabuk pengaman.


"Apa kamu sangat suka di cium olehku Hahh...? Apakah kita sekalian cari hotel saja, untuk memuaskan hasratmu itu Hahh...?"


Alexa menganga dan menatap jengah, tak menyangka Afkar mengatakan hal yang membuat harga dirinya tercabik - cabik, dan sangat merendahkan martabatnya sebagai perempuan..


"Tenanglah jika kamu sampai hamil, aku akan menikahi mu dan aku bisa melecehkan tubuhmu setiap hari, sampai kamu mengemis minta cerai denganku."


"Whaaatttt.....!!!! Pria monster...Psikopat...Aaaaahhhhh.....kamu sangat brengs*k....!!!!"


Alexa hanya bisa teriak frustasi dan menjambak rambutnya, dan menatap wajah Afkar penuh dendam kesumat dan mengepalkan tinjunya di depan mukanya dan menendang - nendangkan kakinya frustasi, mendengar kata - kata Afkar yang sangat menginjak harga dirinya.


Alexa berhenti menjambak rambutnya, walau rambutnya sudah di acak - acaknya, tetap kembali rapi, Karna rambutnya yang panjang dan tebal dan agak ikal di ujungnya, sangat halus dan lembut. Dia sangat heran, Mobil Afkar masuk ke dalam sebuah parkiran restoran yang lengkap dengan hotelnya.


"Stoooop....!!! Kamu mau bawa aku kemana Hahh....!! Aku akan teriak...jangan coba - coba mau menodaiku....Abangku akan membunuhmu....!!"


Menatap Afkar dengan kemarahan yang meledak, yang ditatap pun, terpingkal dan tertawa keras.


" Hahahaha.....haha...sepertinya....kamu sangat menginginkan malam pertama dengan ku sayang...tenanglah aku akan memuaskan kamu...mau berapa ronde sayang...aku akan melayani sampai kamu sangat puas dan ketagihan."


"Ciiiihhh....Afkaaaarrr....breng***k....Aku akan membun*h mu....!!!!"


Alexa melepas tali pengamannya, dan langsung menerkam Afkar, tapi kekuatan Alexa tentunya lebih kuat dari Afkar. Mendapat serangan tiba - tiba Afkar langsung membalik tubuh Alexa, dan punggungnya saat ini bersandar di dada kekar Afkar, dan kedua tangannya di pegang Afkar, dan memeluk Alexa dari belakang, memegang erat kedua tangan Alexa di atas dadanya. Alexa semakin berontak, semakin keras pelukan Afkar di tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2