Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 64. Kamu Hanya milikku, Dan Aku Adalah Milikmu.


__ADS_3

Pakaian mandinya sudah awut - awutan karna ulah Suaminya,


Alexa hanya bisa pasrah dalam ciuman suaminya yang agresif, hatinya mulai berontak kembali. Dia merasa Afkar hanya cemburu buta saja, dan melakukan itu hanya pelampiasan rasa egoisnya saja.


Dia merasa benda pusaka Suaminya, sudah siap tempur dan mulai menekan kuat di area sensitifnya.


Alexa ketakutan dan segera mendorong tubuh Suaminya.


"Hentikan Afkar, aku belum sepenuhnya mempercayai kamu."


Menatap Suaminya dengan mata memerah, Alexa mendadak sangat sedih.


Membayangkan Afkar hanya akan merenggut kehormatannya, kemudian meninggalkannya.


Afkar cukup shock dengan tatapan Istrinya yang begitu terluka.


"Ada apa dengan mu Alexa, ?Apa aku menyakitimu ?"


Dia mencoba bertanya dengan nada lembut.


"Maafkan aku Afkar, aku belum siap memberikan semuanya padamu, sebelum aku benar - benar yakin dengan hubungan kita ini, aku merasa kamu hanya akan menyukai aku sesaat dan setelah sadar meninggalkan aku."


Afkar pun mulai menatap Istrinya dengan mata yang berkaca - kaca pula, dia sangat sedih ketulusan cintanya di ragukan istrinya.


"Apakah kamu meragukan ku, Aku sungguh mencintai kamu Alexa, sudah lama perasaan ini aku bendung, masih sewaktu kita di pantai itu, waktu kita bermain jepit boneka itu, aku sudah mencintai kamu. Tapi aku selalu menutupinya, karna rasa gengsiku begitu tinggi, apalagi kita selalu tak akur, dan kamu selalu salah faham."


Alexa menatap Suaminya dengan tatapan yang mulai melunak.


"Apakah kamu tak akan meninggalkan aku, setelah aku menerima cinta kamu."


Afkar merengkuh kedua sisi wajah istrinya, mencium setiap inci wajah cantik istrinya.


Afkar mencium kening Istrinya kembali, dan menatap dan mengelus kedua sisi wajah lembut istrinya.


"Aku berjanji dengan nyawaku sayang, aku akan selalu mencintai kamu sampai umurku menua, kamu milikku dan aku milikmu, hanya maut yang akan memisahkan kita sayang, percayalah padaku."


Alexa begitu tersentuh dengan kata - kata, Suaminya yang juga di cintainya.


Alexa menatap jengah walau hatinya sungguh berbunga - bunga.


Afkar menarik keningnya kebingungan.


"Apakah kamu tidak mencintaiku.."


Alexa menatap Suaminya tersenyum dan mengangguk untuk mengerjai Suaminya.

__ADS_1


"Aku sungguh bodoh telah mengakui cintaku, dan akhirnya kamu mencampakkan aku."


Menyimpan wajahnya di bahu Istrinya.


Saat ini aku sungguh malu, entah dimana harus aku sembunyikan wajah ini, kamu sungguh tak peka.


Alexa tertawa.


"Hahahaha.....aku sungguh sangat bahagia melihatmu menderita, dan terluka Afkar."


Afkar mengangkat wajahnya, menatap istrinya dengan wajah yang sangat sendu dan sedih.


"Tapi mengapa kamu tetap begitu antusias, dan menikmati sentuhan ku, bahkan merintih memanggil namaku."


Wajah Alexa bertemu merah, dia sangat malu Afkar mengatakan hal itu.


"Apaan sih, aku hanya kasian padamu saja."


Afkar tersenyum dan mulai meledek istrinya


"Kasian atau cinta, tapi aku yakin itu cinta bahkan kamu cinta mati sama aku."


Mulai narsis menggoda Istrinya.


Alexa semakin tersipu malu.


Afkar menarik tali pengikat baju mandi Alexa.


menyingkap bajunya, dan membuang nya kebelakang.


Alexa sangat shock, tapi gerakan Afkar sungguh sangat cepat.


Tubuhnya kini sudah polos tampa ada lagi penutupnya.


Afkar memandang tubuh itu, dan segera mengangkatnya ke pembaringan dan menindihnya.


Menatap lekat mata Istrinya yang sudah ada di bawah tubuhnya.


"Kamu hanya milikku, dan aku hanya milikmu."


Afkar pun langsung mengecup bibir istrinya dengan lembut, Alexa hanya bisa pasrah. Bahkan Afkar pun perlahan melepaskan pakaiannya, Alexa hanya bisa pasrah.


Ciuman Afkar kemudian turun mengecup dan menghisap leher jenjang Istrinya, turun ke bahu dan mulai, menatap kedua bukit yang begitu indah menantangnya.


Tampa jeda bibir nya mulai mencium dan menghisap memberi tanda merah kepemilikan di bagian dada Alexa, yang sudah meremas rambut Suaminya dan merintih.

__ADS_1


Afkar pun mulai tak bisa menahan diri untuk langsung menyusu di kedua pucuk bukit kembar istrinya. Dia sudah seperti bayi raksasa yang menghisap dengan rakus kedua pucuk bukit kembar Istrinya.


Alexa semakin merintih mendapatkan perlakuan Suaminya, yang merupakan pengalaman pertamanya melayani nafkah batin untuk Suaminya.


Cukup lama Afkar, bermain di mainan barunya. Melakukan hal itu adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.


Tangannya mulai nakal, mengusap area sensitif istrinya, cukup lama dia bermain di sana tapi tetap menyusu di kedua pucuk bukit kembar istrinya.


Tubuh Alexa semakin gelisah, dan meliuk tak mampu mengendalikan terjangan badai cinta di tubuhnya.


Permainan jemari suaminya yang sudah mulai menyusup di area lembab nya, sungguh membuat tubuhnya semakin menggila.


Mereka berdua telah melakukan proses penyatuan walau begitu sulit, Afkar dan Alexa yang sudah di puncak hasrat terus berusaha saling membantu.


Satu sentakan yang kuat, membuat Alexa menggigit bahunya. Alexa menjerit dan bibirnya langsung di bekap oleh bibir Suaminya, agar tak terdengar suaranya dari luar kamar mereka.


Afkar menghentikan aktivitasnya, membiarkan Alexa untuk menghilangkan rasa sakit itu.


Setelah Istrinya mengangguk dia pun mulai berolahraga senam di atas tubuh istrinya.


Rasa nikmat mulai menjalar di kedua tubuh itu, di pengalaman barunya menjadi Suami Istri.


Kedua tubuh itu saling memuaskan dan menikmati setiap moment terjangan badai asmara, yang mereka rasakan akibat penyatuan dua tubuh, yang sudah saling mencintai itu.


Afkar pun menumpahkan air cintanya di dalam rahim Istrinya, berharap Alexa akan hamil dan tak memikirkan pria lain lagi, selain dirinya.


Afkar mencium kening Istrinya sangat lama, memandang istrinya dengan penuh cinta.


"Trima kasih sayang, kamu saat ini milikku seutuhnya, begitupun dengan aku sayang."


"Tubuhmu berat sayang..."


Afkar tersenyum dan segera turun dari tubuh istrinya, dan langsung memeluknya erat.


Setelah cukup lama berpelukan Afkar pun masuk mandi, dengan membawa Istrinya bersamanya.


Aktivitas cinta pun terulang kembali di dalam kamar mandi. Kedua pengantin baru itupun, semakin dekat, dan tak bisa terpisahkan lagi.


Afkar dan Alexa memperhatikan sprei yang sudah ada bercak merah nya, Afkar pun langsung melipat nya dan tak mau mencucinya sebagai kenangan cinta mereka. dan memasukkannya ke dalam lemari.


Alexa hanya tersenyum manis, suaminya ternyata sangat romantis.


Afkar pun mengambil seprei baru, di bantu Alexa memasangnya.


Setidaknya rumah besar Andre dan Dewa akan lebih tenang dan damai, tak akan ada lagi pertengkaran yang membuat telinga mereka begitu tersiksa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2