
Kakek Lee menghampiri meja Aryan.
Aryan melihat kakeknya dan memperkenalkan pada Nirmala.
Aryan tersipu malu, melihat semua anggota keluarganya, sudah berkumpul.
Nirmala segera berdiri dan menyalami semua keluarga Aryan.
Memperkenalkan namanya.
"Nirmala..."
"Kakek Lee...."
"Nenek Andarani..."
"Mama Aryan, Ayuni..."
"Papa Aryan, Andre..."
Mereka semua tersenyum ramah pada Nirmala, dan bersalaman dengan gadis cantik yang anggun dan manis.
Alexa segera mendekati Abangnya, dan memeluk pinggangnya.
"Kak Nirmala......., akhirnya Kak Nirmala kenal semua dengan keluarga besar kami, saya sangat senang Kak Nirmala mau datang."
Aryan memeluk Adiknya dan mencium ubun rambutnya, penuh sayang.
Nirmala sangat tersentuh, dengan kasih sayang Aryan pada adiknya.
"Aryan pasti pria baik, dia sangat sayang adiknya dan juga sewaktu di taman kota, mereka seperti sepasang kekasih padahal adik kandung. Keluarga mereka pasti sangat bahagia. "
Gumamnya dalam hati.
Silahkan Nirmala, nikmati masakan restoran kami. Ayo Alexa bantu ibu di dapur. "
Kata Mama Ayuni ramah.
"Iya Tante...makasih."
__ADS_1
Kata Nirmala ramah.
Alexa dan Mama Ayuni dan Papa Andre, Kakek dan Nenek pun berpamitan. Nirmala membungkukkan badan, sebagai tanda hormat.
"Makasih...semuanya..."
Nirmala kembali duduk di kursinya yang berhadapan dengan Aryan. Keduanya tampak grogi dan salah tingkah.
Aryan mencairkan suasana dengan membahas keluarganya, pelayan sudah datang mengantarkan minuman, dan makanan spesial restoran keluarga Aryan.
"Silahkan di minum dan di makan, menu spesial restoran kami."
Nirmala tersenyum ramah.
"Makasih banyak...*
"Keluarga kamu sangat baik yah....mereka semua baik dan ramah, makasih banyak atas jamuan dan keramahan kalian."
Aryan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iiii...Yaa...mereka sangat aku sayang..."
Aryan makin tersipu, dan terus mengusap kepala belakangnya.
Aryan sudah banyak melihat wanita cantik, tapi Nirmala memiliki aura, dan kecantikan yang memikat hatinya.
"Semoga saja dia tidak memiliki kekasih..."
Gumamnya dalam hati.
Nirmala mulai makan dan memuji makanan Restoran Aryan.
Aryan hanya tersenyum manis.
Alexa dan Mamanya sedang mengintip.
"Momy coba lihat Abang Aryan, dari tadi senyum terus, langsung hilang tuh, Abang Aryan yang sombong dan jutek itu, sampai tidak ingat ponselnya."
Mama Ayuni tertawa.
__ADS_1
"Hahaha...haha...kamu sangat hebat sayang, bisa dapatkan wanita secantik itu, untuk Abang kamu..."
"Seharusnya Abang Aryan secepatnya tembak dia, dan menyatakan cintanya. Anak TK saja tahu, kalau dimata Abang Aryan, banyak gambar love nya, dasar manusia jutek tapi polosnya minta ampun. Jika dia menikah khan, aku tidak jadi menikah sama si kulkas yang menyebalkan itu."
"Enak saja, bulan depan kami sudah persiapkan pertunangan kamu..!"
Alexa berteriak.
"Momy...!!!!!"
Mama Ayuni langsung menutup mulut Alexa dan menariknya masuk, sebelum pelanggan dan Aryan melihat mereka sedang mengintip.
Ayuni melepas bekapan tangannya.
Alexa mulai ngotot kembali.
"Pokoknya aku tidak mau Momy, aku tidak menyukainya..."
"Apa kekurangan Afkar, ? dia ganteng kok, baik dan anak Sahabat terbaik Momy.
"Pokoknya Momy, Alexa tidak mau, Afkar itu menyebalkan..!!"
"Afkar menyebalkan, karna kamu mancing
dan selalu mencari masalah..."
"Momy...Mengapa sekarang aku merasa anak tiri Momy..?
"Terserah kamu, keputusan Momy bulat jangan di bantah. Kamu itu jangan bandel, terima saja perjodohan ini..."
Ayuni meninggalkan Alexa, berdebat dengan anak bungsuku takkan pernah kelar.
Alexa hanya bisa berlari di tempat saking kesalnya.
"Momy.....menyebalkan...Aaaahhhh..!!!!!"
Alexa mengucek rambutnya kasar dan mukanya. Saking kesalnya dengan Momy nya.
Bersambung
__ADS_1