Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 84 Hapus Air Matamu.


__ADS_3

Kita beralih ke cerita Fatih dulu.


Sementara di tempat lain, Fatih sedang melajukan mobilnya terus melaju berbaur dengan kendaraan lain, menuju ke villanya.


Akhirnya Fatih, sudah berada di depan sebuah pintu gerbang yang tinggi.


Sebuah bangunan yang sangat megah, yang memiliki pekarangan yang sangat luas.


Seorang security segera berlari membuka gerbang.


Mobil Fatih pun masuk ke dalam halaman rumah, yang memiliki pekarangan yang luas.


Setelah parkir dengan baik, Fatih pun keluar


dari mobilnya, terus berjalan masuk kedalam rumah besar itu.


Tampak pasangan pelayan Pria dan Wanita, yang sudah setengah umur, menyambutnya dengan ramah.


"Tuan muda, saya sudah siapkan air hangat untuk mandi tuan, dan kamar sudah saya rapikan."


"Makasih Bik Irah, Pak Karjo."


"Sama - Sama Tuan Muda"


Balas mereka dengan hormat, sambil membungkukkan badannya.


"Ooh ya Tuan Muda, makanan juga sudah saya siapkan, sesuai pesanan dan selera Tuan Muda."


"Iya Bik Irah, aku mandi dulu."


"Baik Tuan Muda."


Fatih sudah lama orang tuanya membelikan villa itu, dan Bik Irah dan Pak Karjo yang ternyata Suaminya Bik Irah.


Mereka sudah lama bekerja di sana, Karna pemilik rumah pertama adalah, Tuan mereka, tapi sudah pindah keluar negeri. Jadi keluarga Fatih tetap mempekerjakan mereka disana.


Fatih menyukai alam Indonesia, jadi dari dulu dia suka berkunjung ke Indonesia. Dia merasa nyaman di Indonesia.


Di balik pribadi lembutnya, ada jiwa psikopat di dalamnya. Yang orang belum tahu.


Baik Irah dan Pak Karjo hanya bisa menghela nafas panjang, jika beberapa kali ada gadis cantik yang masih perawan, yang akan datang melayani Tuan mudanya, yang sangat tampan itu.

__ADS_1


Fatih pun, meninggalkan Bibi Irah dan Suaminya.


Bik Irah mulai berbisik pada Suaminya.


"Kasian tuan muda kita yang sangat tampan itu, Dia suka melakukan Dosa dengan tidur dengan wanita yang tidak dia nikahi, hanya kepuasan kejantanannya saja."


"Huuusshhh...!! Kita tak perlu ikut campur, jika masih mau kerja di sini, ayo kita ke dapur. Kita doakan saja Tuan Muda, mendapatkan wanita yang bisa dia nikahi secara sah, dan hidup bahagia."


"Amin 🤲🤲 Ya Allah semoga Aden Fatih, mendapatkan wanita yang bisa dia halalkan dan cintai."


"Nah begitu...!!"


Kedua Suami Istri itupun ke dapur.


Setengah jam berlalu, sebuah mobil masuk juga ke dalam halaman Fatih.


Tampak pria ber jas, berkacamata hitam, tampak keluar dari mobil, bertubuh tegap, dan kekar. Dengan gadis yang sangat cantik, memakai gaun di atas lutut, rambut terurai panjang.


Wajahnya sungguh sangat cantik, serta sangat manis. Apa yang ada di wajahnya tampak sangat serasi, dan elok di wajahnya, yang berparas sangat cantik.


Mereka berdua pun masuk kedalam ruangan besar itu.


"Bik Irah, apa Tuan Muda sudah ada di kamarnya."


"Iya sudah ada...!!"


"Ayo Mayang...aku ajak ketemu Tuan Muda ku, kamu tak akan menyesal memberi keperaw*nan mu, karna Tuan Mudaku itu sangatlah tampan."


Wajah Mayang, tampak sangat marah, kemudian berwajah sendu kembali.


Bik Irah memandang Mayang, dengan wajah


terpukau, melihat gadis yang di bawa pengawal Tuan Fatih ini, sungguh sangat cantik. Banyak wanita perawan yang cantik yang datang, tapi wajah ini begitu anggun, manis, dan sangat cantik mempesona.


Mayang pun mengikuti langkah kaki Pengawal Fatih, bernama Ryan.


Bik Irah pun berbisik lagi pada Suaminya.


"Gadis itu sangat cantik dan anggun, semoga sudah itulah nanti Istri Tuan Muda kita, sepertinya dia wanita baik - baik, raut wajahnya kelihatan sangat sedih."


"Iya. Amin 🤲.

__ADS_1


Ayo kita ke dapur lagi."


Ryan terus berjalan diikuti Mayang dari belakangnya.


Mayang pun berkata pilu dalam hatinya.


"Ayah...Ibu...Maafkan aku yang melakukan dosa besar ini, Aditya sekarat.


ibu..Ayah..dia harus dioperasi, aku tak mau, dia meninggalkan aku juga...


Aku rela mengorbankan apa saja demi Aditya yang penting dia selamat, sehat dan bahagia


Ibu..Ayah...Sungguh aku tak sanggup kehilangan Aditya, aku sudah kehilangan Ayah dan Ibu, Aditya harus tetap bersamaku, hik..hik..hik.."


Mayang menangis.


Ryan menghentikan langkahnya.


Mata nya melotot dan memerah, langsung menampar pipi Mayang.


"PLAAKKK ....!!!!"


Mayang sangat shock dengan tamparan mendadak itu, yang tak pernah dia rasakan seumur hidupnya.


Ryan mencekik lehernya, menindihnya di dinding.


Mayang ketakutan, nafasnya tercekat, Mayang menatap penuh ketakutan.


"Aku bisa membun*hmu, tanpa ada yang tahu, mayat mu dimana, jangan membuat Tuan Mudaku marah, atau kamu akan Mampus...Hahhh..!!!"


"Arkghhhhh....!!!"


Terasa nafasnya sudah tercekat, dan kesulitan bernafas.


Melihat wajah Mayang sudah memucat, Ryan melepaskan cengkeramannya, di leher Mayang.


"Hapus air matamu...Wanita jal*ng..!!!"


Mayang makin ketakutan, dan segera menghapus air matanya. Lehernya terasa sangat sakit, dan Pipinya terasa panas terbakar, karna tamparan seorang pengawal, yang memiliki telapak tangan yang besar, dan kuat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2