
Afkar dan Alexa membantu Mama mereka masing - masing duduk di sofa.
Tak lama muncul seorang Pria dewasa yang masih sangat tampan.
"Afkar..Mama kamu kenapa..? Ternyata dia adalah Dewa, Suami Dea.
Diapun langsung duduk di antara Dea dan Ayuni, dengan wajah yang panik.
Dea dan Ayuni langsung kompak menyimpan kepala mereka di bahu Dewa dan bersamaan mencubit pinggang Dewa.
"Aaaahhhh...."
Alexa dan Afkar terperanjat mendengar teriakan Pak Dewa.
"Ada apa Paman...?"
"Ada apa Papa...?"
Dea cepat memberi kode pada suaminya, dengan mengerjab matanya dan menggigit bibirnya dengan mata mengancam.
Untunglah Dewa cepat paham signal istrinya.
Dewa pun Merangkul kedua pinggang wanita cantik itu, mengajaknya berdiri dan membawanya berjalan ke depan.
"Alexa...Afkar...Aku bawa dulu Ibu kalian ke dalam istirahat.
"Aku bantu Papa..."
Kata Afkar menawarkan diri, begitu juga Alexa.
Dea cepat membuka suara.
"Tidak usah, kalian ini berdamai lah, kalian yang membuat ibu sakit kepala. Cepatlah keluar belikan kami obat sakit kepala di apotik.."
"Tapi Mama...Khan ada dokter pribadi kita..."
Dea dan Ayuni pura - pura berteriak memegang kepala mereka.
"Aduuuuhhh... Papa lihatlah mereka...tidak mau membantu kami, padahal ini ulah mereka."
"Kata Dea merengek pada Suaminya.
"Afkar cepatlah ke Apotik tidak jauh dari sini,belikan obat yang biasa Mamamu konsumsi. Alexa sayang...temani Afkar."
Kata Dewa dengan wajah panik.
Alexa mengangguk lesu, Afkar segera berjalan keluar di ikuti Alexa di belakangnya.
Melihat mereka berlalu, Dea dan Ayuni langsung segar bugar dan melepaskan pelukan mereka di tubuh Dewa dan segera berangkulan dan berjalan duduk di sofa. Dewa hanya bisa geleng kepala, melihat istri dan sahabatnya begitu antusias menjodohkan Afkar dan Alexa.
__ADS_1
"Aaaahhhh....akhirnya mereka jalan bareng..
yah ..."
Kata Dea kegirangan.
"Senangnya melihat mereka akhirnya akur...begitu, Aaahhh....mereka sangat sweet..."
Pecahlah tawa mereka.
"Hahaha.....haha..."
Dewa hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabat itu tertawa bahagia, diapun duduk di sebelah istrinya.
Dea berbalik dan memberikan kecupan mesra di bibir Suaminya, di sambut balasan kecupan bibir Suaminya seperti biasanya, walau anak sudah dewasa mereka selalu romantis. Ayuni hanya tersenyum Karna dia pun seperti Dea dan Dewa, selalu romantis dengan Suaminya Andre yang semakin hari, bukannya bosan dengannya tapi semakin mencintainya.
Ayuni dan Andre selalu romantis, dan selalu melakukan acara senam bibir bersama. setiap hari, dan setiap kesempatan. Andre sangat mencintainya. Begitupun Dewa sangat mencintai sahabatnya Dea.
"Sayang...Ayo kita keluar makan, biar Afkar dan Alexa lebih lama bersama."
Dea dan Ayuni bersamaan berteriak kegirangan.
"Aaaahhhh.....ide..bagus...itu...Suamiku sangat cerdas."
Berbalik memeluk mesra Suaminya.
Mereka pun keluar.
***
Sedangkan Alexa dan Afkar sudah ada di dalam mobil duduk berdampingan, sementara mobil sudah melaju di jalanan kota.
"Malas betul aku menemanimu..Gorila 🦍 jelek...!!"
Alexa mulai mengajak perang.
Afkar pun menatap Alexa dengan sinis, dan membuka jalan perang.
"Jangankan kamu, akupun sangat ogah..bebek jelek!!"
"Kamu sangat menyebalkan, kata - katamu sungguh tidak sopan...menyebalkan gorila jelek .!!!"
Kata Alexa mulai sewot.
"Kamu yang mulai khan....mengajak bertengkar. gadis gendeng "
Mendengar kata - kata Afkar yang begitu kasar, dan menyakitkan Alexa pun langsung memajukan wajahnya, dan memegang kuat lengan Afkar dan langsung mengigit lengan Afkar kencang.
Afkar berteriak dan segera menepikan mobilnya di pinggir aspal dan mendorong kepala Alexa.
__ADS_1
"Aaaaaaahhhhh.....Apa kamu wanita vampir Hahh...!!!!?"
Melihat lengannya yang memerah dan ada dua bekas dua lobang tanda gigitan Alexa, Afkar sungguh kesakitan dan langsung mengusap lengannya kencang untuk mengurangi sakitnya. Afkar sangat marah.
Tampa basa - basi karna tersulut amarah, Afkar langsung meraih kedua wajah Alexa kuat - kuat, menekan kuat kedua pipi Alexa dan sedikit mengangkatnya dan wajah itu sedikit mengadah keatas, yang membuat bibir Alexa sedikit terbuka dan manyung ke depan. Afkar memegangnya dengan sangat kuat dan langsung menarik paksa wajah itu, mendekati wajahnya.
"Rasakan ini hukuman kamu...."
Afkar menarik wajah cantik itu, mendekatkan wajahnya dan langsung menghisap kuat bibir Alexa dan menekan nya kuat - kuat.
"hmmmmm...!!!!"
Kedua mata Alexa membeliak sempurna, tak menyangka Afkar akan menciumnya, bahkan bekapan bibir Afkar benar - benar menghisap bibirnya kencang, diapun kesulitan bernafas.
hmmmpppphhhhh.....!!"
Alexa merasa bibirnya sudah perih dan panas, Karna Afkar menciumnya dengan sangat kasar. dan menekan bibirnya sangat kuat. Alexa berontak memukuli punggung Afkar dengan kedua tangannya. Afkar melepasnya sebentar."
Alexa segera menghirup oksigen sepuasnya, Karna kuncian bibir Afkar sudah terlepas. Belum puas menghirup oksigen Afkar kembali mencium bibirnya lebih kuat lagi, Alexa kembali kelimpungan.
"Hmphhhhh....."
.
Afkar benar - benar menciumnya kembali...walau sisa menekan bibirnya saja ke bibirnya, sungguh membuat Alexa kewalahan bernafas. Afkar benar - benar telah membekap bibirnya dengan sempurna, dan menekan bibirnya ke bibirnya dengan sangat kuat, dan terakhir menghisap bibir bawah Alexa dan menariknya sedikit dengan membuat bunyi cecap yang berisik.
Afkar melepaskan wajah Alexa, memandang Alexa tajam dan sinis.
Alexa masih membelakkan kedua matanya dengan sempurna sangat tak menyangka Afkar telah menciumnya dengan sangat kasar seperti itu, Alexa pun membalas menatap Afkar dengan penuh kebencian.
"Berani menggigitku lagi, lain kali aku akan mengigit bibirmu sampai berdarah.
Kata Afkar dengan nada ancaman.
Alexa melayangkan pukulan tangan kanannya, tapi di tangkap Afkar. Alexa melayangkan pukulan tangan kirinya, di tangkap kembali oleh Afkar.
Afkar sekarang memegang keras kedua lengan itu, dan membawanya kebelakang pinggang Alexa, merapatkan tubuhnya dan memeluk sangat erat tubuh Alexa dengan memegang erat kedua lengan Alexa di belakang pinggang Alexa, dan kembali mencium bibir Alexa, menekan kuat bibirnya di bibir Alexa kembali, bahkan selalu mengulangi mengecup bibir Alexa berulang kali tapi sudah sedikit lembut
Tampa sadar Afkar selalu mengulanginya dan Alexa berusaha memalingkan wajahnya, tapi Afkar mengikutinya dan terus menciumnya, dada Afkar terasa berdesir lembut, begitupun Alexa dan Afkar merasa ciuman itu bukannya hukuman untuk Alexa tapi terasa candu dan dia menikmatinya dan bahkan menyukainya, bibir Alexa terasa manis dan lembut, dan wajah Alexa dengan jarak sangat dekat begitu mengapa begitu cantik dan mempesona ?Afkar pun depresi dan tersadar serta tidak mau lagi mengembangkan perasaannya Karna Alexa sungguh bukan type wanita idamannya, akhirnya Afkar tersadar dan melepaskan ciumannya.
Wajah mereka saling menatap dengan jarak sangat dekat, hembusan nafas mereka terasa di wajah mereka masing - masing, tapi kedua mata itu saling menatap dengan kebencian.
Bersambung.
.
.
.
__ADS_1