
Alexa hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Fatih, Aktivitas Fatih di tubuh Alexa terus berlanjut. Sampai lahar panasnya pun tumpah ruah di dalam rahim Alexa seperti biasanya.
Alexa hanya bisa menangis dalam hati, tubuhnya sungguh sudah sangat kotor, tak ada jalan lagi untuk nya kembali ke Afkar lagi, sedangkan dia pun sendiri. Begitu jijik dengan tubuhnya sendiri.
Alexa segera mendorong tubuh Fatih yang menindihnya, dan bangun dari tempat tidur itu, dan masuk ke dalam kamar mandi, menumpahkan tangisannya di dalam kamar mandi.
Alexa hanya bisa menangis pilu, dan menggosok tubuhnya dengan kasar, dengan air shower sudah membasahi kepala, dan tubuhnya dan duduk bersimpuh di bawah guyuran air shower.
Cukup lama Alexa dalam kamar mandi, menangis dan akhirnya melanjutkan mandinya, setelah itu keluar dan berpakaian.
Fatih sudah tertidur dengan tubuh tak terbungkus sehelai benangpun.
Alexa begitu kesal melihatnya, dan melemparnya bantal.
Fatih tersentak, segera bangun dengan tatapan bingung.
Alexa berkata dengan ketus.
"Bersihkan badan kamu, tak ada malu polos begitu, sangat memuakkan."
Fatih tersenyum dan memandang Abang Joni nya yang sudah terkulai lemas.
__ADS_1
Fatih tak mau berdebat dan langsung bangun serta berjalan ke kamar mandi.
Alexa pun duduk di Sofa memainkan ponselnya, menonton video.
Waktu terus bergulir, selesai mandi dan berpakaian, Fatih lebih memilih tidur kembali, Karna Alexa tak pernah mau berbincang akrab dengannya. Walau telah memiliki tubuh itu, tapi hatinya terasa hampa, Karna cinta yang sangat dia inginkan dari Alexa untuknya hanya lah mimpi yang entah sampai kapan akan menjadi kenyataan.
Waktu pun terus bergulir, akhirnya malam menjelang.
Alexa juga sudah sarapan juga Fatih, yang di bawakan pelayan. Yang hanya mengantar sampai depan pintu.
Alexa lah yang mendorong masuk meja yang berisi makanan yang ada rodanya. Agar tak ada yang melihat keberadaan Fatih yang masih tidur.
Setelah makan, Fatih duduk mencoba berbincang dengan Alexa, tapi Alexa hanya cuek padanya.
Selesai menelpon Fatih pun berkata.
"Sayang...aku pergi dulu yah."
Mendekati Alexa dan menariknya ke dalam pelukannya, mencium keningnya lama.
Alexa mendorong kasar tubuh Fatih, yang selalu sabar menghadapi penolakan dan sikap kasar Alexa, cinta buta sungguh membuatnya selalu bermuka tembok di hadapan Alexa. Baginya Alexa ada di dekatnya, itu sudah membuatnya tenang dan bahagia, walau cinta diantara mereka hanya sepihak.
__ADS_1
"Baiklah sayang aku pergi yah."
Alexa mendengus kesal dan duduk kembali, melihat layar ponselnya.
Fatih pun berjalan keluar, dengan pakaian pelayan yang dia pakai, serta memakai topi.
*****
Sudah satu Minggu berlalu, Alexa tak menemui keluarganya.
Afkar dan keluarganya begitu gelisah, tapi menanyakan detektif, yang di perintahkan mengamatinya, selalu memberi info kalau Alexa masih ada di hotel itu, dan terlihat beberapa kali keluar belanja di pusat perbelanjaan.
Tapi orang yang mereka curigai, sebagai Suami Alexa, belum juga terlihat oleh mereka.
Afkar sangat kesal.
Diapun dengan kesabaran yang tak bisa dia kendalikan lagi, segera menyusul ke hotel Alexa.
Afkar pun naik mobilnya, dan mulai melaju kan mobilnya ke arah hotel Alexa.
Setelah dua puluh lima menit berlalu, mobil Afkar sudah memasuki parkiran hotel yang di tempati Alexa.
__ADS_1
Dia juga sudah tahu nomer kamar Alexa dari info detektif yang mengintai Alexa, atas suruhan Ayah dan Kakeknya.
Bersambung