
Hai My Readers bantu vote, like dan Comment dong 🙏🙏 Dukungan kalian sangat Author butuhkan untuk semangat membuat karya yang lebih bagus lagi ,🥰🥰
Love Love You All My Readers yang tampan, manis dan cantik 🥰🥰❤️❤️🙏🙏
Bab 61.
Sudah satu bulan perkawinan mereka, tapi masih selalu tarik ulur, dan belum ada kepastian. Suara bising mereka sudah di anggap nyanyian indah, di telinga keluarga yang sudah mulai kebal, dengan teriakan mereka berdua.
Ariel dan Attar pun sudah mulai bisa move on dan selalu berganti pacar, untuk melupakan Alexa yang sudah menjadi milik Afkar.
Mereka berdua sungguh telah berubah menjadi playboy tampan, mereka berubah jadi pecinta tampa rasa. Sungguh banyak wanita yang akan tersakiti hatinya oleh mereka.
Alexa dan Afkar masih seperti awal pernikahan. Mereka seperti kucing dan tikus, selalu saja ada bahan pertengkaran, di dalam rumah tangga mereka.
Saat ini mereka juga masih kadang mencari sang pujaan hati, walau Afkar tampak dari luar mencarinya juga, tapi di dalam hatinya sudah milik Alexa sepenuhnya, hanya gengsi mengakuinya.
Sama dengan Alexa, diapun mulai mencintai Suaminya. tapi dia pun gengsi jika cintanya tak bersambut.
Sore itu dia sedang di cafe. Tiba - Tina seorang pria tampan yang tak kalah tampannya dari Afkar menegur Alexa.
"Hai...kita bertemu di sini yah, Apa kabar...?"
Tanya nya ramah, Alexa tersenyum mencoba mengingat siapa pria tampan itu.
Jangan di tanya lagi, Afkar pun terbakar api cemburu.
"Aku Patih Pratama Angkasa, yang pernah berkenalan denganmu di toko pakaian di Mall."
Alexa akhirnya mengingat pria tampan itu.
"Iya...aku sudah mengingatmu.."
"Syukurlah boleh aku bicara dengan mu, Apa dia Abang kamu..? "
__ADS_1
"Dia temanku..."
Afkar sangat marah, tapi hanya bisa terdiam Karna dia dan Alexa dalam pencarian pasangan yang cocok, walau dia sama sekali tidak mau mencari lagi.
Patih sangat senang, padahal pria itu dulunya mengaku pacarnya.
"Boleh bicara di bangku di sana."
"Iya boleh...!!"
Kata Alexa tersenyum ramah.
Anda pasti bisa membayangkan perasaan Afkar saat ini, dia benar - benar sangat marah, tapi Alexa tidak memperdulikannya.
Alexa dan Fatih pun berjalan ke meja lain.
Mata Afkar sudah memerah saking marahnya, tapi tak mungkin mau mengamuk di sini, itu sungguh sangat memalukan.
Afkar hanya bisa menatap penuh kecemburuan.
Patih sangat bahagia gadis yang selalu dia rindukan, sudah ada di depan matanya.
Dia sudah lama mencari sosok wanita pujaannya ini, tapi tak pernah menemukannya. Dan bertemu dengannya sungguh membuatnya bahagia.
"Aku sungguh senang bisa bertemu dengan mu, Apa kamu tahu ? sudah lama aku mencari mu, dan aku sungguh merindukanmu."
Alexa menjadi risih, dan gelisah.
Afkar pun hanya bisa menatap penuh rasa cemburu, tapi tak bisa berbuat apa - apa. Harga dirinya lebih tinggi dan gengsinya selalu keluar menjadi pemenang.
Afkar mencoba mengalihkan pandangannya, dan menikmati makanannya, tapi sungguh dia sungguh sudah terbakar api cemburu.
Afkar tak tahan lagi, melihat Istrinya sedang berdua dengan pria lain, bahkan tertawa dan tersenyum mewarnai hidup mereka berdua.
__ADS_1
Afkar pun berdiri dan melangkah mendekati Alexa.
Menarik tangan Alexa.
"Ayo kita pulang sekarang. "
Alexa melihat kedua mata Afkar sudah memerah karna menahan amarah, Alexa pun segera berdiri dan menuruti kemauan Afkar, sebelum tangki Pertamina itu meledak.
Fatih pastinya tak menerima.
"Tunggu bro, ini tak sopan, anda hanya temannya. Apa salahnya kamu berbincang dulu, kalau anda mau pulang, saya rasa anda bisa pulang tampa di temani."
Mulai menyindir Afkar.
Melihat Aura sudah akan ada perang dunia ke dua. Alexa segera merangkul tangan Afkar.
"Maaf Fatih, aku ada urusan, lain kali kita ketemu lagi."
Bisa aku minta nomer ponselmu.
Afkar segera menarik Istrinya meninggalkan Fatih, yang sudah sangat kesal melihat Afkar yang hanya teman, tapi sangat sombong dan angkuh.
"Maaf Fatih, lain kali yah..!"
Berjalan menjauh dari Patih.
Afkar terus menggandeng lengan istrinya, dan masuk kedalam mobil.
Di atas mobil Afkar hanya diam seribu bahasa, menenangkan hatinya yang sudah terbakar api cemburu.
Alexa pun hanya bisa diam seribu bahasa, sepertinya hanya itu yang bisa dia lakukan.
Tampa mereka tahu, Patih telah mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
Bersambung.