
Tak jauh beda dengan Alexa, dia pun sedari tadi mengguling tubuhnya di kasur dan sesekali berteriak depresi, untunglah kamarnya kedap suara, jadi dia bebas berteriak dan mengguling tubuhnya kesana kemari.
"Bagaimana aku bisa menghadapi dia besok di sekolah..?.ini sangat memalukan...bagaimana jika dia menceritakan tentang ciuman kami tadi...?ooohhhh....tidaaaaaakkk...!!!!"
Alexa berguling kesana kemari kembali, dan menendang - nendangkan kakinya. Dan terdiam kembali dan berbicara sendiri kembali.
"Mengapa...aku menyukai ciumannya Afkar...?
Mengapa dia terlihat tampan di hadapanku...? padahal dia sangat buruk di pandanganku selama ini.
Aku menyukai pria yang sabar, tutur kata lemah lembut, manis. baik hati. tidak sombong, dan rendah hati, dan semua itu tak ada satupun dimiliki Afkar....huhuhu....huhu...
Mengapa nasibku begitu malang...?huhuhu..huhu....
Mengapa aku termakan sumpahku sendiri.? huhuhu....huhu...aku tak boleh menyukainya, nasibku pasti akan lebih buruk dari seorang anak tiri, yang di siksa ibu tirinya...huhuhu...huhu....
Mengapa nasibku begitu malang...? ooooohhh Tuhanku...
pertemukan aku dengan pria baik secepatnya, aku tak boleh menyukai keparat itu, aku sungguh membencinya, hidupku pasti akan sangat menderita....huhuhu...huhu..."
Alexa terus berguling kesana kemari sambil menangis, tapi tak ada air mata yang menyertainya. Diapun melanjutkan tangisan lebatnya.
"Huhuhu....huhuhu...."
Gadis cantik itu, sudah sangat kusut dan acak - acakan, dia tidak menyangka jika dia menikmati ciuman afkar, yang berulang kali di bibirnya. Alexa pun berkata lagi.
"Apakah aku sendiri sebenarnya mesum...?
__ADS_1
Apakah aku seorang maniak.? Aaaaaaaaahhh
aaahhhhhh....tidaaakkkkk...!!!!!"
Alexa sungguh sangat frustasi dan depresi, tidak bisa menerima kenyataan. Jika saat ini dia sudah memiliki rasa suka pada Afkar.
.
*****
Sementara di tempat lain, Ariel sedang memandangi Foto Alexa.
"Aku sungguh sangat menyukaimu Alexa, dari kita masih TK, aku sudah jatuh cinta kepadamu, dari kecil aku sudah sangat menyukaimu, betapa beruntungnya aku, jika bisa memilikimu sayang..."
Ariel terus mengusap wajah Alexa yang ada di ponselnya.
"Saat ini, kamu selalu di jodohkan dengan Afkar, untunglah kalian tidak saling mencintai.
Ariel terus berbicara sendiri di atas pembaringannya, untunglah kamarnya kedap suara dan sudah di kuncinya.
Ariel pun memiliki ketampanan yang memukau, wajahnya sangat imut dan menggemaskan dan sangat tampan.
*****
Mama Alexa, sudah kembali dari rumah Dea, dan masuk ke dalam kamarnya, dia mendapatkan Suami tercintanya sedang membaca koran. Melihat istri kesayangannya sudah pulang, Andre menyimpan korannya, berdiri dan merentangkan kedua tangannya.
Ayuni pun masuk kedalam pelukan Suaminya, Andre memberi kecupan di kening Istrinya, Ayuni mengadahkan wajahnya ke atas, dan langsung kedua bibir itupun saling mengecup, dan bertukar rasa dan saling menghisap lembut.
__ADS_1
Ayuni melepaskan ciumannya, dan duduk di sofa dalam kamar mereka, yang begitu luas dan besar.
Andre pun duduk di sebelah istrinya.
Ayuni bersandar di bahu Suaminya dan langsung di rangkul Andre.
"Sayang...Aku ingin sekali Afkar jadi menantuku sayaang..."
"Alexa masih sangat muda sayang, biarkan mereka saling mengenal dulu."
'Sayang...tapi mereka saling membenci sayang.."
"Khan ada pepatah sayang...Benci jadi Cinta dan rindu...Jika mereka memang berjodoh,pasti akan bertemu juga."
"Tapi aku sudah tidak sabaran punya cucu sayang...."
"Bagaimana jika kita saja yang membuat nya sayang,..."
Andre mulai memainkan jemari tangannya yang nakal, menyentuh area - area sensitif istrinya dan mengelusnya lembut.
Andre berdiri dan berjalan mengunci pintu kamarnya, dan kembali mendatangi istrinya dan mulai membuka setiap helai pakaiannya, dengan Abang pamungkas mulai tegak menantang.
Ayuni tersenyum geli, Andre mendekati Istrinya dan mulai membuka setiap helai pakaian istrinya. Sampai tak tersisa. Tubuh yang sudah polos itupun saling menempel.
Andre mulai menyusu silih berganti di kedua bukit lembut istrinya, dan mulai melakukan penyatuan sambil berdiri berhadapan, mereka pun saling berpacu dan mengejar kenikmatan masing - masing dengan berbagai metode, yang membuat mereka bermandi peluh keringat, yang berakhir dengan rintihan lembut, dari kedua bibir yang sudah saling menyatu dan bertukar rasa.
Di umurnya yang tidak muda, Andre tetap seorang pejantan yang tangguh, yang tak pernah bosan menikmati tubuh istrinya, dengan cintanya yang semakin bertambah di setiap harinya, di matanya Ayuni selalu cantik dan mempesona.
__ADS_1
Bersambung.
..