
Afkar dan Alexa tidak malu lagi untuk saling melihat tubuh mereka, saat ini mereka sungguh sudah satu hati, dan satu jiwa.
Merekapun mandi saling bergantian, menggosok tubuh mereka memakai sabun.
Afkar menyabuni tubuh Istrinya, begitupun Alexa menyabuni tubuh Afkar.
Mereka pun tak malu lagi saling mencolek dan melakukan aktivitas cinta.
Selesai mandi Afkar membantu mengeringkan rambut Istrinya.memakai hair dryer.
Wajah keduanya saling tersenyum bahagia.
Alexa tak bisa duduk lama - lama, kehilangan kehormatannya membuat area sensitifnya perih.
Afkar menyadarinya, melihat istrinya yang sedang menahan sakit.
Diapun menyuruh Istrinya berbaring, mencium kening Istrinya dengan lembut dan mengecup bibirnya berapa kali dengan mesra sampai Alexa marah, dan menutup bibirnya.
Bibirnya sudah menjadi candu Suaminya. Afkar pun keluar kamar, mau mengambilkan makanan Istrinya.
Tampak Mertuanya Ayuni dan kedua orang tuanya di dapur membuat makanan.
Mereka selalu menjadi Koki dan pelayan hanya bagian mengambil bahan, dan membersihkan. Mereka bertiga adalah keluarga yang sangat harmonis dan koki handal, dan masakan mereka semua enak sekali, untunglah tak ada yang melar , karna mereka memasak makanan yang tak membuat gemuk. kebanyakan sayur, ikan dan buah serta kue bolu dan agar kue dengan variasi rasa berbeda.
Melihat Afkar masuk ke dapur pasti kepo lah.
Ayuni mendekati menantu tampannya.
"Mana Ayuni sayang, kok kamu yang repot sayang, nanti saya suruh pelayan antarkan."
Dengan wajah berseri Afkar mengambil piring, mengisi nasi dan lauk, dan mengambil gelas untuk air putih, bahkan membuat susu panas..
Ayuni berbalik melihat orang tuanya menaikkan alisnya, Mama dan Papanya hanya mengangkat bahu mereka, tanda tak tahu apa yang terjadi pada suami Cucunya.
Ayuni pun kepo kembali dan bertanya.
Afkar sudah menuangkan air panas di gelas susu dan mengaduknya, bahkan membuka kulkas dan mengambil roti dan selai.
Bahkan mengambil juga satu piring nasi juga dengan lauk dobel, mungkin untuk Ayuni juga.
Menyimpan di baki yang cukup lebar, masih dengan wajah tersenyum. Dia sepertinya tak mau lama - lama, berpisah dengan Alexa, baru sepuluh menit berpisah, dia sudah sangat merindukan istrinya lagi.
Ayuni mencoba berteriak memanggil menantunya, yang sudah berjalan melewatinya.
"Apa yang terjadi Afkar, ? Mengapa bukan Alexa yang datang mengambil makanannya nak ? Apakah dia sakit ?"
Sangat banyak pertanyaaan yang membuat wajah cantik mertuanya, terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
Afkar berbalik dan berkata.
"Tidak apa - apa Ibu, "
Panggilan untuk mama mertua, diapun melanjutkan kata - katanya dengan sedikit tersipu malu.
"Tidak apa - apa kok Ibu, hanya gol saja."
Afkar pun segera berbalik, karna rasa malu mengatakan hal itu.
Ayuni masih bengong lambat faham, dia pun berbalik pada Ayah dan Ibunya yang sudah terpingkal., Ayuni makin penasaran.
"Papa...Mama...maksudnya gol itu, Apakah mereka main bola di kamar mereka ?"
Papa Ayuni tepok jidat, anaknya itu memang galak tapi polos dan lambat faham.
Mama Andarani berkata dengan senyum yang lebar
"Gol itu artinya, kehormatan anak gadismu telah di renggut oleh Suaminya."
Mendengar hal itu, Ayuni pun berteriak dan meloncat kegirangan dan lari maraton di tempat dan berteriak.
"Aaaaaaaahhhhh......senangnyaaaaa.....!!!!
Mana Ponsel ku...Aaaaahhhh.....!!!"
Papa dan mama nya, hanya bisa berpelukan saking bahagianya.
"Akhirnya cucuku yang galak dan bawel, sudah ditaklukkan Suaminya."
Kata Nenek senang memeluk Suaminya.
Sedangkan Ayuni sudah langsung terjun ke kasurnya, mengambil ponselnya. Diapun berdiri kembali dan meloncat kegirangan, mulai mencari nama Dea di ponselnya, telpon pun tersambung.
Ayuni
"Dea....Aaaaahhhhh.....aku senang sekali...!!"
Dea
Cukup kaget dengan teriakan bahagia temannya, seperti menang lotere.
"Ada apa Ayuni, jangan buat aku penasaran dong"
Ayuni
"Kamu kepo atau kepo banget !!!"
__ADS_1
Dea
"Kepo banget lah."
Ayuni
Dea mereka telah gol...Aaaahhhh...senangnya...!!!"
Dea
Sebelas dua belas polosnya dengan sahabatnya.
"Apa yang gol sih, ? Aku tak suka nonton bola, kamu tahu itu Ayuni."
Ayuni
"Anak kamu telah gol..Aaaahhhh...!!!"
Berteriak histeris kembali, Dea yang masih lambat loading, hanya menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.
Dea
"Stop deh, buat aku penasaran saja, Afkar itu tak suka main bola kaki, cuman bola basket."
Ayuni pun mendadak kesal, Dea belum juga faham maksudnya.
Ayuni.
"Dea....sayang....Anakmu Afkar tak lama lagi memberiku Cucu, dia sudah merenggut kehormatan anakku.."
Dea
Mendengar kata - kata yang langsung dia fahami, diapun berteriak histeris dan melompat kegirangan.
Aaaaaahhhhhh senangnyaaaa. !!!!"
Jadilah mereka pelari maraton yang hanya berlari di tempat saja.
Dea dan Ayuni begitu heboh dengan berdamai nya kedua anak mereka, dan akan segera melahirkan penerus untuk mereka.
merekapun janjian bertemu untuk berbelanja dan makan sepuasnya hari ini. Dunia mereka saat ini begitu sangat indah.
Sedangkan di dalam kamar, Alexa sudah makan sambil di suap suaminya, selalu ada tawa dan senyum, mewarnai kedua wajah itu yang hatinya sedang di landa mabuk asmara itu.
Bersambung
"
__ADS_1