
Alexa dan Afkar pun, segera melahap makanan mereka secepatnya, saat ini di pikiran mereka mau cepat makan, dan segera pulang.
Ayuni memulai percakapan.
"Papa kamu tahu tidak, Alexa dan Afkar tadi berciuman."
Alexa dan Afkar tersedat kembali dan terbatuk - batuk, sangat terkejut dengan pelaporan Momy dan sahabat ibunya.
Dewa dan Andre pun sibuk menepuk punggung anak mereka, yang terbatuk - batuk dan memberi mereka minum.
Dea pun mulai memanasi.
"Mereka berciuman di tonton banyak orang lagi, pokoknya kita harus menggelar secepatnya pertunangan mereka"
"Iya aku sangat setuju .."
Kata Ayuni mendukung sahabatnya, yang memang misi mereka mau menikahkan anak mereka.
Afkar dan Alexa segera memegang tangan Papa mereka, dan menggelengkan kepalanya dengan tatapan mengiba, memohon belas kasian agar mereka tidak di jodohkan.
Dewa dan Andre saling berpandangan.
"Papa harus dukung mama.."
Kata Dea menatap suaminya tajam, Afkar semakin kencang menggelengkan kepalanya, begitupula Alexa.
"Iya Dady juga harus dukung Momy..."
"Afkar kenapa kamu mencium anakku di depan orang banyak, itu sangat memalukan."
Kata Andre menghakimi, dan di dukung Dewa.
__ADS_1
"Iya Afkar, walau kalian saling mencintai kalian tidak boleh melakukan itu di tempat umum, ini negara beradab."
Afkar semakin tertunduk lesu, semua badannya terasa tidak bertulang, begitupun Alexa.
"Makanya Papa penyelesaian ini, cuma pertunangan mereka solusinya."
Kata Dea mulai mempersulit posisi Afkar dan Alexa.
Ayuni mengangguk.
"Bulan depan Alexa sudah kelas dua, dan Afkar sudah mau tamat SMA."
"Baiklah begini saja, bulan depan kita gelar pertunangan mereka."
Kata Dewa membuat Alexa terpekik kaget, begitu juga Afkar.
"Papa aku tidak mau, aku belum siap !!"
"Ooh...begitu...kalau cium Alexa mau dan suka sekali, Kamu kira mama tidak lihat ekspresi kamu itu, mencium Alexa penuh cinta."
Alexa hanya bisa melongo dan Afkar hanya bisa mengucek rambutnya kasar, tak bisa bicara lagi.
"Baiklah kalau begitu, kita adakan pertunangan mereka bulan depan, dan ini sudah keputusan bersama."
"Kata Andre dengan nada pasrah"
Ayuni dan Dea melompat kegirangan dan memeluk Suami mereka, dan mencium pipi mereka gemas berulang kali.
"Akhirnya kita akan segera menjadi besan,
Aaahhh..senangnya."
__ADS_1
Afkar dan Alexa langsung menelungkup kan kepala mereka di meja, meratapi kemalangan mereka, karna Mama mereka berhasil menjebak mereka dengan sangat baik dan sukses, yang akan membuat mereka akan merana. Kini bayangan pria dan wanita idaman mereka hanya lah ilusi. Kini hanya menjadi cita - cita, dan harapan yang tidak terwujud.
Beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan tempat itu, mulai meninggalkan Mall yang selalu sangat ramai itu.
Sesampai di parkiran Ayuni dan Dea mulai berulah lagi.
"Afkar kamu bawa Alexa jalan - jalan dulu, dan kalian berunding. Apa - apa yang akan kalian siapkan di hari pertunangan kalian. "
Afkar menganga lebar dan menatap jengah Mamanya begitupun Alexa. Dan seperti biasanya kedua mama galak itu, menyeret kedua anaknya masuk ke dalam mobil Afkar.
Mereka sungguh sangat kompak dan banyak sekali siasat licik, untuk menjebak anak mereka.
Andre dan Dewa hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Alexa sudah masuk di mobil Afkar, begitupun Afkar.
Ayuni dan Dea berjalan menjauh dari mobil Afkar, sambil saling merangkul dan berbisik.
"Ide kita sangat brillian hihihi..Jika kita tidak tunangkan mereka secepatnya, mereka bisa berpacaran dengan orang lain."
Kata Ayuni.
"Iya dan jika itu terjadi kita akan sangat sulit menjodohkan mereka."
"Hihihi...hihihi.."
Ayuni dan Dea tertawa cekikikan.
Mereka pun tertawa licik bagi pandangan Afkar dan Alexa, walau tak mendengar apa yang di katakan mereka. Tapi expresi muka mereka menjelaskan bahwa mereka telah kompak menjebak mereka berdua. Mereka tahu jika para istri mereka, selalu kompak dalam hal apapun.
Andre dan Dewa yang mendengarnya, hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
__ADS_1
Bersambung