
Kita kembali ke cerita Alexa yah, Lanjuuut 🥰🥰🥰
Alexa dan keluarganya tampak sangat bahagia, canda dan tawa menghiasi wajah - wajah mereka.
Alexa mencoba menutupi kesedihannya, Karna tak lama lagi akan berpisah dengan keluarganya.
Untuk sesaat keluarganya tak menyadari,
kalau kesayangan mereka akan segera pergi jauh meninggalkan mereka, entah kapan lagi akan bertemu lagi.
Tak terasa waktu terus beranjak ke menit - menit berikutnya.
Tiba - tiba semua mata memandang dengan sosok yang baru datang.
Siapa lagi kalau bukan Afkar.
Alexa tampak sangat canggung, begitu pun Afkar.
Ayuni segera mencairkan suasana, menyapa Afkar.
"Hai...Afkar...Mari mendekat dan duduk di dekat kami."
Afkar yang terlihat sangat canggung pun, berjalan mendekat, dan duduk di samping Ayuni, mertuanya.
Ayuni memeluknya, dan mengelus punggungnya, Alexa mengalihkan pandangannya.
"Syukurlah kamu datang nak, Ada Alexa di sini . Apa sehat juga nak ?"
Tanya Ayuni, membelai rambut Afkar.
"Iya Ibu, Aku sehat."
"Syukurlah."
Ayuni menatap Alexa.
"Alexa apa tak ingin berbicara dengan Afkar, kami kebawah dulu, sepertinya kalian harus berbincang lebih dewasa, jangan saling menghindari, kalian masih sah suami dan Istri, kalian harus lebih dewasa, semua masalah pasti ada jalan keluar nya."
Alexa panik.
"Tak usah Mommy, tak ada lagi yang ingin aku bicarakan dengan Afkar, keputusan ku telah bulat mau bercerai, aku sudah melakukan pendaftaran gugatan cerai di kantor pengadilan, semua akan segera di proses.""
Mommy Ayuni terlihat shock mendengar perkataan Ayuni, juga keluarga Alexa.
Sedangkan Afkar hanya bisa menunduk sedih, dia sudah tahu kalau Alexa telah menggugat cerai dirinya.
Ayuni berkata.
"Tapi nak, kami bahkan tak tahu siapa calon suami mu nak, kamu bahkan tak perkenalkan kami nak, Mengapa kamu bisa menyukainya , kami sungguh bingung nak, setidaknya dia menemui kami nak."
__ADS_1
Alexa menatap tajam Mommy nya.
"Setelah bercerai dengan Afkar, Aku akan perkenalkan dia Mommy."
Nenek segera menengahi.
" Anakku Ayuni, nanti yah kita bicarakan ini lagi yah, semua pasti akan baik - baik saja. Afkar kamu harus sabar yah, jika Alexa masih jodoh mu, tak akan ada yang bisa pisahkan kalian lagi."
Semua pun hanya bisa terdiam mendengar perkataan Nenek.
Ayuni hanya bisa menatap sendu Afkar, dia sangat kasian pada menantunya yang sangat tampan itu.
Sedangkan Alexa hanya bisa menangis dalam hati.
"Mommy andai aku bisa memilih Mommy. Aku akan selalu memilih Afkar, tapi apa daya ku Mommy, nyawa kalian sangat berharga melebihi kebahagiaan ku Mommy."
Alexa mencoba menahan sekuat tenaga, melawan kesedihannya, agar tak menangis.
Kakek pun turun ke bawah, menyiapkan kue pencuci mulut untuk mereka makan.
Ayuni pun membahas topik lain, suasana sedikit santai kembali.
Hanya Afkar yang sesekali menatap Istrinya yang masih sangat di cintainya, diapun berkata lirih dalam hati.
"Ya Allah satukan kami kembali, Izinkan aku memiliki Istriku kembali, hilangkan Lah segala penghalang cinta kami Ya Allah, Aku masih melihat sangat banyak cinta untukku dari Istri ku, dia hanya dalam tekanan yang besar, bantulah aku melenyapkan tekanan besar itu Ya Allah, kembalikan Alexa ku Ya Allah, Aku sangat mencintainya, aku tak bisa hidup tampa kesayangan ku ini Ya Allah, kabulkan lah Doa ku Ya Allah. Amin 🤲 🤲"
Perang batin pun terjadi antara Alexa, dan Afkar yang masih sangat saling mencintai itu.
Saat ini Mayang masih sangat mencintai Antonio, dia masih selalu berharap Antonio akan menemuinya lagi.
Mayang saat ini bekerja di sebuah perusahaan property, Wajahnya yang cantik, dan otaknya yang cerdas bisa dengan cepat beradaptasi.
Penyakit kanker adik nya pun, sudah membaik dan sembuh. Operasinya waktu itu berjalan dengan Sukses.
Sangat banyak pria yang mendekatinya, tapi Mayang belum bisa membuka hati, hatinya masih di penuhi rasa cinta untuk Antonio yang tak mencintainya.
Mayang pun tak kalah cantik dari Alexa yang blasteran Korea, Mayang pun juga blasteran Inggris, wajah indo nya yang ayu, manis dan memukau tak membuat Antonio mencintainya.
Itulah cinta, memang sungguh rumit, dan membuat orang menjadi bodoh, dan puyeng.
Tapi hati sungguh tak bisa segampang itu, melepaskan seseorang yang kita sudah terlanjur mencintai nya.
Mayang selalu berdoa akan di pertemukan lagi dengan Antonio, dia sangat mencintainya, walau cintanya bertepuk sebelah tangan, sama halnya cinta Antonio kepada Alexa, bertepuk sebelah tangan.
Puyeng juga nih Author, hanya bisa menasehati di dalam dunia halu. "Nduk Antonio cepatlah sadar, agar hati mu tenang dan tak hampa serta terluka. "
"Wkwkwk.."
Author garuk kepala ditertawakan My Readers nya.
__ADS_1
"Lho Author kok yang buat cerita nya, kok malah puyeng, seharusnya kami yang puyeng nih, tungguin ceritanya satu hari saja, berasa beribu tahun."
Akhirnya percakapan dunia halu pun antara Author dan My Readers nya, jadi saling menyalahkan.
Author pun berkata.
"Iya deeh Maaf yah, My Readers ku yang paling Is the best, kita lanjut lagi yah ceritanya."
Kita tinggalkan cerita Mayang nih, kita lanjut ke cerita Antonio lagi.
Lanjuuuut..🥰🥰
Antonio pun meninggalkan kamar hotel Alexa, dan segera mempersiapkan segala sesuatu, untuk mereka berdua meninggalkan Indonesia tercinta.
Alexa menelponnya, ingin bermalam dengan keluarganya.
Antonio hanya bisa mengijinkannya, dua hari setelah itu mereka akan pergi ke Villa mewah mereka lagi, di luar negara tercinta ini.
Alexa benar - benar memanfaatkan kebersamaan dengan keluarga nya. Masak bersama, makan bersama bahkan selalu ada perbincangan yang hangat di antara semua anggota keluarga nya, yang sangat di cinta nya, dan mencintainya.
Bahkan Afkar selalu hadir di dalam rumahnya, tapi Alexa selalu menghindari percakapan dengan Afkar, walau mereka selalu mencuri pandang satu sama lain.
Perpisahan dengan keluarga nya membuat Alexa hanya bisa menangis di tengah malam.
Alexa selalu berdoa agar Antonio segera sadar dan melepaskan dirinya, kembali ke pelukan keluarganya, dan Suaminya Afkar.
Hari yang sudah ditentukan Antonio telah tiba, Alexa terpaksa harus pergi tampa memberi kabar keluarga nya, dia tak mau Antonio murka pada keluarganya, yang pastinya tak akan mau kehilangan dirinya lagi.
Alexa minta pamit ke ke keluarganya untuk ke hotelnya, sebentar saja.
Keluarganya sama sekali tak curiga.
Untuk sesaat Alexa memeluk erat semua anggota keluarganya, dengan alasan sangat mencintai mereka, dan juga sangat merindukan mereka semua.
Air matanya sekuat tenaga di tahannya.
Ayuni berkata pada anak kesayangannya.
"Sayang, jangan lama yah di sana, segera pulang."
Kakek dan Nenek pun berkata hal yang sama, sedangkan Abangnya Aryan dan Dady nya hanya bisa mengelus wajahnya, mencium keningnya lembut, dan memeluknya dengan erat.
"Hati - hati sayang."
"Iya Dady, Abang, Kakek, Nenek dan Mommy, sebentar saja kok."
Mencoba membohongi semua anggota keluarganya padahal hatinya sungguh perih tercabik - cabik, akan berpisah dengan semua kesayangannya.
Mengetahui air matanya segera tumpah ruah, Alexa pun segera berbalik berjalan meninggalkan rumah nya.
__ADS_1
Alexa terus berjalan keluar, dengan air mata yang sudah mengucur deras, terus berjalan keluar rumahnya, dan segera masuk ke dalam mobilnya menangis sepuasnya, langsung menyalakan mesin mobilnya, dan melaju kannya keluar halaman rumahnya yang besar dan mewah itu.
Bersambung