Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 11


__ADS_3

Selamat membaca 🙏😍


Kediaman Tun Fahmi~Kompkeks Putatan Rich Saat ini....


"Aku pulang!" Gema suara maskulin dari arah pintu utama membuat semua mata tertuju ke arah sumber suara.


" Diego sayang, mama baru saja menanyakan keberadaanmu pada David," menyambut pelukan hangat dari putera bungsunya, "rupanya kau sudah muncul." jelas wanita paruh baya itu dengan mimik haru.


"Sudah kukabari mereka, ma. Sekarang on the way." jelasnya sopan.


"Wuah! Hero nya Tun Fahmi sudah pulang, welcome in your home!" seru suara yang tidak lain adalah Hany. Gadis yang baru muncul dari balik pintu kamarnya itu bergegas menuruni anak tangga seraya memekik kegirangan. Sang adik yang ia tunggu telah pulang dari London. Sangat jelas raut rindu di balik wajahnya yang tampak ramah menyambut kepulangan sang adik tercinta, setelah sekian lama hanya bisa bertukar kabar melalui gawai.


"Ini yang mau nikah, tambah cantik saja," puji suara yang tidak lain adalah Diego.


Wajah putih gebu itu memamerkan kesan imut ke arah sang adik, "Nah! Kau sendiri, malah semakin tampan saja," puji Hany, "Pantas saja, banyak yang antri di depan pintu. Bahkan hampir setiap hari mereka menanyakan kapan kau akan pulang." lanjutnya mengusik membuat sang adik memiringkan bibir pertanda tidak setuju.


"Kak Han, kau ada-ada saja, mana ada yang mengenaliku selain keluargaku," balas Diego merendah.


"Kau saja yang tidak peka, dek! Buktinya aku yang kewalahan menampung pesan para crazy fans mu itu." cecar Hany masih mendominasi.


Tapi, tunggu dulu. Hany menangkap sesuatu yang berbeda di sana..., "Kau semakin kurus saja setelah tahun lalu kita berjumpa?" celetuknya mengernyitkan matanya.


"Ya, habis kau tidak memberiku kesempatan berbicara dengan si cantik, sahabatku itu." balas Diego cemberut.


"No, dia bukan kau, tapi aku. Dia sahabatku." Hany menggeleng tegas, "Jadi kau tidak boleh sembarang mendekatinya." lanjutnya penuh penekanan.


"Hey! Kalian sudah pada berkumpul, ayo Dy, kau wajib mencicipi masakan ku, sayang." Henny yang baru muncul dari ruang makan setelah usai membantu para ART menghidangkan menu istimewa untuk keluarga besarnya segera menggiring sang adik ke meja makan.


"Kakak, lihatlah! Kak Hany kerjanya hanya menggodaku saja." seru Diego dengan tampang memelas sembari pasrah mengikuti pergerakan sang kakak.


"Itu tidak benar, kakak. Hedylah yang menggangguku." Hany yang menyusul dari belakang masih betah bergelayut di punggung sang adik, mencoba berkelit.


"Hhh! Kalian berdua saat berkumpul, memang tidak pernah berubah, masih saja seperti anak kecil," protes Heny, "Pantas saja papa memisahkan kalian berdua begitu lama." lanjutnya geleng-geleng kepala.


"Ya, papa memang sengaja memisahkan kami agar tetap fokus pada pendidikan," ujar Diego menyesal.


"Habisnya, kau yang suka bergantung kepadaku, dek." timpal Hany terkikik geli.

__ADS_1


"Eh, salah itu, kak.Kau yang mengandalkanku kalau papa memberi tugas ke kita ." sangkal Diego manyun.


"Kau,dek. Jangan berbohong."


"Kakak..._"


"Puk! Puk! Puk!" Bunyi tepuk tangan berasal dari pintu masuk utama, "Luar biasa! Jagoan papa, selamat datang, nak." Tun Fahmi yang baru pulang dari kantor menyapa bahagia, memotong pembicaraan seru mereka. Begitu juga dengan si sulung David yang ikut nongol di belakang sang ayah, "Congratulation for our destination!" serunya ikut bertepuk tangan.


Diego dengan sigap menyambut tubuh kekar milik sang ayah dan juga kakak sulungnya dengan perasaan rindu yang berkecamuk, "Terima kasih, senang bertemu kalian semua," ucapnya sembari terharu. Bagaimana tidak, ayah yang begitu berharap pada sebuah keinginan, dan dipenuhi oleh sang buah hati. Di mana sang anak rela meninggalkan segala kebahagiaan masa kecilnya demi mengejar impian seorang ayah. Bukankah sebuah pencapaian yang bagus bagi mereka yang bergelut dalam dunia bisnis seperti mereka?


Begitu banyak cerita menarik yang membuat keluarga besar itu rela menghabiskan waktu beberapa malam suntuk demi bertukar pengalaman. Pak Fahri, pemegang kekuasaan sebagai wakil direktur TF. Electro Gorup yang berstatus sebagai calon suami Hany juga ikut berkumpul bersama. Terjadilah tanya jawab seimbang di antara generasi TF mengenai perkembangan perusahaan, hingga kepada bertanya kabar soal urusan pribadi mereka masing-masing.


"Papa sudah memesan Adhytama ballroom Hotel untuk acara resepsi pernikahan kalian. Semuanya atas permintaan Hany," jelas Tun Fahmi kepada Fahri yang tengah duduk berkeliling bersama dengan David dan juga Diego.


"Ya, Hany sudah cerita kepadaku, pa." balas Fahri rada sungkan. Namun tidak bagi Tun Fahmi yang menganggap semua orang sama saja, apalagi calon menantunya sendiri. Beliau telah menganggap mereka sebagai bagian dari keluarganya. Begitupun dengan anak-anaknya. Baik David maupun Diego, malah sangat bangga mendengar puteri bungsu TF ingin menggunakan jasa Adhytama Group sebagai arena pernikahannya. Bukankah keluarga Adhytama sangat dekat dengan keluarga TF?


Malam itu malam kedua ia berada di rumah kediaman Tun Fahmi setelah kepulangannya dari London.


Pemilik nama lengkap Diego Hedy Dzul Fahmi yang tidak lain adalah putra bungsu sang penguasa perusahaan raksasa TF.Electro Group itu baru saja selesai menikmati makan malam bersama keluarga besarnya yang masih tetap setia berkumpul sembari menanti hari dimana acara syukuran menyambut kepulangan dirinya akan dilaksanakan.


Di ruang keluarga,semua anggota keluarga termasuk Diego terlihat berkumpul tanpa satupun yang tertinggal.Mulai dari ayah,ibu, tiga orang kakak dengan pasangannya masing-masing,serta tiga orang keponakan yang lucu-lucu dan menggemaskan.


Beliau adalah seorang penguasa yang selalu memegang teguh kepada prinsip kepemimpinan ulet yang pantang menyerah.


Sedangkan ibunda tercinta yang bernama Cyntia Halimatusahdia adalah wanita anggun berketurunan New Zealand yang selalu setia kepada suami dan keempat orang anaknya.


Setelah sekian lama pemuda itu meninggalkan rumah kediamannya dan juga keluarga besarnya kini dihatinya hanya ada rasa ingin melepas rindu bersama mereka.


lagi-lagi begitu banyak cerita yang dilewati oleh keluarga tersebut seputar berbagi pengalaman, pendidikan,juga tentang trik dan rencana strategi baru untuk mengembangkan perusahaan raksasa mereka menjadi yang tidak terkalahkan sampai kepada sekedar basa-basi dan canda tawa bersama dengan keponakannya yang lucu-lucu dan menggemaskan itu.


Setelah cukup lama bersantai,kini giliran pemuda itu melangkah menuju ke kamarnya untuk mengistirahatkan badan yang terasa lelah setelah seharian penuh membuat kunjungan ke perusahaan yang bakal diserahkan sepenuhnya oleh sang ayah kepadanya.


Entah kenapa tiba-tiba ia berputar arah menuju ke balkon rumah, memandang jauh ke arah rumah yang dahulunya pernah menjadi tempat persinggahan ternyaman bagi dirinya.Rumah milik teman masa kecil yang dulu selalu tidak pernah ia tinggalkan walau hanya sehari.


Di sanalah semua kenangan masa kecil hingga kepada masa remajanya terukir dengan begitu indah.Sekelebat bayangan masa kecilnya bersama gadis pemilik nama lengkap Karin Dhiyana Haikal Jolly si cerewet yang tangguh dan pemberani,yang selalu mengalahkannya ketika sedang berkompetisi.


Gadis yang selalu berusaha untuk mengimbangi dirinya ketika merasa bahwa Diego cilik tengah disulitkan oleh kawanan anak-anak nakal.Gadis kecil yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengan dirinya.

__ADS_1


"Apa kabarmu di sana?" gumamnya lirih.


Entah bagaimana perasaan gadis itu terhadapnya tidak menjadi soal baginya. Yang terpenting adalah ketika itu ia mulai merasakan bahwa cinta pertamanya telah tumbuh dan bersemi di saat mereka mulai menginjakkan kaki di bangku sekolah menengah pertama.


Rasa yang membuat jantungnya harus bekerja ekstra dan berpacu lebih cepat ketika berhadapan langsung dengan gadis pelindung masa kecilnya itu,selalu membuat sisi maskulinnya meronta-ronta namun susah baginya untuk mengungkapkan.


Hal inilah yang menyebabkan ada saja upaya jail dan usil yang ia lakukan demi untuk menutupi perasaannya yang sebenar.Alhasil ada saja alasan yang membuat mereka berdua saling bertengkar.


Namun anehnya setiap usikannya terhadap gadis itu justeru membawa ketenangan tersendiri di hatinya manakala melihat gadis remaja itu uring-uringan dengan wajah yang memerah ketika menanggapi usikannya.


Namun setelah papa dan mamanya memutuskan secara sepihak tentang jalan pendidikannya,akhirnya ia pun terpaksa pergi tanpa berpamitan dengan gadis yang diincarnya sejak lama.


Hari berganti minggu,berganti bulan, berganti tahun.Dan kini ia sudah kembali menginjakkan kakinya ditanah moyang yang juga telah melahirkannya.


Bahagia,haru bercampur rindu mengaduk hati dan pikirannya mengenang masa lalu yang pernah ia tinggalkan begitu saja.


Andai waktu itu ia punya keberanian maka ia tidak akan kehilangan kabar atau minimal tetap memiliki kontak sang gadis yang selalu membuat sisi maskulinnya meronta-ronta itu.


"Sedang apa kau di sana?" gumamnya lagi.


Sedikit informasi bahwa pada waktu keberangkatannya itu,baik dirinya maupun Karin belum dibenar oleh kedua orangtuanya untuk memiliki ponsel secara pribadi mengingat mereka adalah bocah kecil yang baru beranjak remaja.Hingga pada saatnya mereka duduk di bangku sekolah menengah tingkat atas barulah mereka diperbolehkan untuk menggunakan ponsel sendiri.


Entah kekompakan itu terjadi secara kebetulan ataukah memang disengaja oleh kedua orangtua mereka,tidak ada seorangpun yang mengetahui itu.


Senyum simpul mengembang di bibir batang muda yang kini telah berubah menjadi sosok dewasa yang penuh kharismatik.Memang benar-benar turunan sifat dari sang ayah yang bertangan dingin.Sosok penuh tanggungjawab,yang telah menguasai segenap teknik dasar dunia perbisnisan.


Kini dia siap menjadi Avatar buat TF.Electro Group.Seperti sosok sang ayah yang sekarang boleh di bilang telah menjadi The Legend of Tun Fahmi Electro Group.


Karena semenjak debut karirnya bermula hingga kini perusahaan yang dirintisnya mulai dari nol itu kian menanjak dan tidak pernah terkalahkan.Setiap launching produk yang dihasilkan selalu menjadi Top Brand di pasar konsumen.


Hal ini yang membuat ia tetap menjadi urutan pertama sebagai perusahaan raksasa yang berkualitas nomor satu baik dari sistem manajemen mutu, manajemen lingkungan maupun manajemen keselamatan karyawan.Perbedaan inilah yang membuatnya telah meraih sertifikat dan standar ISO sesuai tren terbaru pasar bisnis dunia.


"Aku datang, TF. Electro Group," ucapnya pelan sembari tersenyum.


Bersambung....


*****

__ADS_1


Terima kasih salam berkarya dan jangan lupa tinggalkan jejak ya


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2