
Pria paruh baya itu tengah berada di ruang khusus bawah tanah.Matanya tertuju di layar laptop.Tangannya sibuk tengah mengutak-atik sesuatu di Q-board.Ia sedang meneliti email yang baru saja masuk.
MASIH DALAM PENYELIDIKAN.
Isi dari email yang masuk.
Pria itu baru tiga bulan yang lalu telah mengutus puteranya untuk segera menyelesaikan sebuah misi yang selama ini masih belum terlaksana dengan baik.
Ya,pria itu tidak lain adalah Mr.Patrick Shimpson Wade.Patrick adalah putera bungsu dari Mr.Shimpson Wade Falcon sang mafia ternama kota E.Patrick mempunyai dua orang kakak laki-laki.
Kakak tertuanya bernama Peter Shimpson Wade yang menjadi korban pertumpahan darah di perbatasan kota S,oleh kelompok Diego Spirit.Sedangkan dia dan kakak keduanya bernama Mr.Paul Shimpson Wade berhasil melarikan diri.
Mr.Paul sempat mengelabui identitasnya. Hingga saat di mana puteri Mr.Paul yang terobsesi dengan putera dari musuh bebuyutannya itu.
Ketika ia dan puterinya bernama Elyca Paul Wade menjadi otak dari rencana pembunuhan terhadap calon menantu pemilik TF.Electro Group,dan akibat dari kecelakaan itu,ia akhirnya tertangkap basah setelah puterinya berhasil diringkus oleh tim gerakan satu malam milik putera bungsu TF.Electro Group.
Sejak saat itu identitas aslinyapun ikut terkuak di mata umum,bahwa Mr.Paul adalah putera ke dua Mr.Shimpson Wade Falcon yang sempat melarikan diri di perbatasan kota S.
Dan sekarang dirinya sebagai putera ke tiga menerima mandat dari mendiang sanga ayah Mr.Shimpson untuk menuntaskan tugas akhirnya yaitu membalas dendam terhadap generasi ke dua TF.Electro Group.
Berhubung informasi yang ia terima dari mata-mata yang menebar bahwa generasi ke dua TF bernama Diego telahpun menikah dan kini sang isteri dalam keadaan hamil, maka kesempatan emas baginya untuk mendapatkan peluang buat mencelakai calon penerus itu.
Kini sudah tiga bulan berjalan,namun informasi yang ia dapatkan dari sang anak hanyalah konten serupa yaitu masih dalam penyelidikan.
Sekuat apa pertahanan TF.Electro Group sampai-sampai utusan terhebatnya yang selama ini tidak pernah gagal dalam menyelesaikan misi apapun justeru tidak berkutik sama sekali.
'Jangan membuatku semakin marah Tun Fahmi.' gumamnya geram.
Sementara itu di tanah Tun Mat Saleh, seorang pemuda kekar tengah duduk termenung memikirkan apa yang sedang ia alami saat ini.Sudah tiga bulan ini ia mendapatkan tugas penting dari sang ayah untuk menjalankan misi keluarga Shimpson dalam rangka membalaskan dendam opanya.
Bukan soal kemampuannya yang tidak bisa diandalkan.Justeru dia adalah sosok yang tidak terkalahkan semenjak ia diarahkan oleh ayahnya untuk berlatih bela diri dan mempelajari trik menjatuhkan lawan.
Yang menjadi kendalanya adalah target yang ditunjuk oleh sang ayah itu tidak lain adalah wanita yang pernah menyelamatkan dirinya dari amukan dua orang yang mengaku sahabat.
__ADS_1
Ya,pemuda itu tidak lain adalah Falcano Wade yang menjadi teman kampus dan rekan organisasi dari wanita yang bernama Karin dan menjadi target utama keluarga Shimpson.Ia memandang intens foto gadis yang tengah hamil besar di tangannya.
Foto yang selalu diperbaharui dalam tempo seminggu sekali oleh para mata-mata yang menebar di seluruh pelosok wilayah.Falcano tidak pernah menyangka akan berurusan dengan Karin.Gadis yang selama ini ia anggap sebagai malaikat pelindung nyawanya.
Dia telah mengetahui wajah Diego sebelum ia berangkat ke Bali.Di kota D ia bertemu dengan Karin,dan sempat terkesiap manakala gadis itu memperkenalkan Diego sebagai suaminya.
Jika memang ia harus membunuh Diego,maka mungkin saat itu juga ia berani melakukannya.Akan tetapi menyangkut Karin,ia bahkan sengaja mengulur waktu hingga saat ini.Pemuda ini masih berusaha mengumpulkan segenap kekuatannya agar bisa maju dan menuntaskan misinya itu.
Sudah beberapa kali kesempatan yang ia lepas begitu saja manakala ia berpapasan dengan gadis itu.Namun ia memilih untuk mengacaukan keadaan sehingga para mata-mata yang telah siap siaga terpaksa mengurungkan niat untuk mencelakai gadis itu.
Kalimat yang pernah dilontarkan oleh gadis itu ketika menyelamatkan dirinya dari amukan Dion dan juga Albert masih terngiang-ngiang di telinganya,begitu jelas.
'Ini bumi Mat Saleh,tidak ada kejahatan dibiarkan hidup di bumi Mat Saleh.' Falcano sengaja mengulang kembali ucapan gadis itu.
Jika Karin sebagai seorang gadis lemah yang rela menggadaikan nyawanya demi menyelamatkan pria playboy seperti dirinya,lalu bagaimana dengan dirinya yang begitu kokoh dan terhormat akan tega membunuh gadis baik seperti Karin.
Falcano menghela napas kasar berkali-kali.
'Argh!'pekiknya frustrasi.
Di tempat lain,di ruangan khusus anak cabang Diego Spirit,Tun Fahmi,Joe Haikal, David Hadi dan Diego tengah duduk saling berhadapan,dan sebuah meja menjadi pembatasnya.
David menyodorkan beberapa foto hasil jepretan anak buah Diego Spirit.Foto cucu dari Mr.Shimpson Wade Falcon bernama Falcano Wade.Ada wajah Karin di dalam foto itu sedang berbicara dengan Falcano, sewaktu di Pantai Kenangan,Hospital Q,dan area Lady BonBon.
"Bagaimana bisa puteriku bisa mengenal dekat dengan pemuda ini."ucap Tun Fahmi datar.
"Pemuda itu adalah teman kampus dan rekan organisasi gerakan kemanusiaan universitas tempat mereka belajar."balas salah seorang anak buah Diego Spirit.
Semua yang berada di dalam ruangan itu mendengarkan dengan saksama,termasuk Diego.Dia sudah mengetahui semuanya dengan jelas dari isterinya sendiri,namun ia berusaha mendengar kebenaran apa dari para anak buah itu agar lebih menyatu dengan informasi yang ia peroleh.
Diego tampak sedikit murung.David melirik ke arah adiknya itu.David paham betul akan perasaan sang adik yang tengah dilanda kekhawatiran yang membuncah.Bagaimana mungkin seorang pria bisa tenang jika mendapati orang tercintanya berada dalam bahaya dengan nyawa yang terancam. Sementara dirinya sendiri terjebak dalam ketidakberdayaan.
Tun Fahmi menghela napas dalam,
__ADS_1
"Kita harus melancarkan aksi penuntasan terhadap generasi Shimpson agar mereka tidak berani mengancam lagi."ulasnya,
"bikin mereka jera,bahkan hingga menyebut nama Diego Spirit saja mereka tidak berani."lanjutnya datar dan tegas.
David mengangguk pasti.
Joe Haikal meraih salah satu foto,
"Padahal sudah aku sudah memperingatkan puteriku untuk jangan bergaul dengan orang asing."jelasnya,
"Tapi jika dia melakukannya,aku yakin dia punya alasan yang kuat sebelum melangkah."lanjut Joe Haikal datar.
"Ya,tuan.Itu karena puteri anda pernah menyelamatkan nyawa pemuda ini dari amukan dua orang sahabatnya di pantai utara negeri ini."jawab salah seorang lagi anggota Diego Spirit.
"Itu sebabnya setelah keluar dari rumah sakit,pemuda itu gigih ingin bersahabat dengan nona Karin meski ia tahu di mana ada batasan yang diberikan oleh keluarga Haikal-Jolly."timpal salah seorang anggota terlatih yang lainnya.
Tek!
Satu jentikan jari dari tuan Joe Haikal.
"Sudah seharusnya pemuda ini merasa berhutang nyawa dengan puteriku,lakukan sesuatu agar dia tidak punya keberanian untuk menyakitinya."ucapnya semringah.
"Tepat sekali!Jika itu demi kebenaran,maka lakukanlah."balas Tun Fahmi menyeringai.
Diikuti oleh David yang tersenyum penuh makna.Sedangkan Diego hanya bisa menarik napas berat memikirkan nasib isteri dan calon anaknya.
Diego terlihat sedang memikirkan sesuatu.
•••••
Bersambung...
🤗🤗🤗
__ADS_1