
Selamat membaca semoga suka 🙏😍
"Bibi,oh bibi."Suara khas Diego sedikit lebih manja manakala berhadapan dengan anggota keluarganya.Mengagetkan semua yang ada.
Diego mendatangi teras dapur terbuka yang biasa dipergunakan oleh para pembantu manakala memasak di siang hari.
Mendengar gelegar suara merdu sang suami yang selalu memberikan efek rindu membuat Karin segera menepi.
Niatnya adalah untuk memastikan sendiri tujuan kehadiran Diego di sana.
"Bibi,sebentar malam kak David akan kemari bersama kakak ipar ArZack dan Fahri."Meletakkan cangkir kopi dari tautan jemarinya ke atas meja kabinet, "Tolong siapkan makan malam untuk mereka juga ya bi."Lanjutnya sembari menyingsing pelan dua lengan bajunya secara bergantian.
Kemudian menopangkan kedua lengannya sebagai tumpuan ke atas meja kabinet lalu mengambil posisi duduk di kursi bar.
Ana dan Nisah mengangguk secara bersamaan.
"Baik tuan muda,kami akan menyiapkan semuanya buat tamu istimewa."Suara bibi Ana mewakili penuh semangat.
Alangkah bahagia rasa hati bibi Ana saat mendengar anak asuhnya David akan bertamu ke rumah.Diego yang menyadari hal itu ikut bahagia melihat ekspresi bibi paruh baya itu.
Seperti halnya bibi Nisah yang sangat menyayangi dirinya,maka begitu pula perasaan bibi Ana yang sangat menyayangi sang kakak David.
"Em..Bi,tolong buatkan gado-gado dan juga sate kerang untuk isteriku ya."Pintanya sopan seraya merangkul bahu kedua wanita tersebut.
"Oh!Baiklah nak,akan bibi siapkan yang enak khusus untuk nyonya muda."Jawab bibi Ana lagi.
Bibi Nisah yang sedari tadi menyimak hanya cengir menahan tawa mengingat yang dibicarakan sedang menguping di balik meja kabinet.
Sementara Karin yang sedang menguping terbelalak mendengar permintaan sang suami.Seakan paham betul akan mood dan seleranya.Wah,merasa benar-benar dicintai.
Satu lenguhan kecil sukses membuat Diego celingak-celinguk lantaran merasa sisinya terganggu.
"Ada apa?Bi,kenapa senyumnya ditahan begitu?Apa ada yang lucu?"Pungkas Diego.
Matanya mengernyit bingung.
"Tidak apa-apa tuan muda.Kami hanya turut bahagia merasakan perhatian yang tulus dari tuan muda kepada nona muda." Ucap bibi Nisah ragu.
"Akh!Bibi,sudah seharusnya begitu kan." Ujarnya sembari menyambar cangkir kopinya kemudian berlalu pergi.
Meninggalkan kedua wanita paruh baya itu terkikik pelan.
"Oh ya,bi."Langkahnya tertahan di depan pintu dan berbalik,"Nah!Kenapa lagi tuh bi,sampai jingkrak gemas-gemas begitu?" Serangnya manakala mendapati kedua wanita itu saling menempelkan kepalan tangan di antaranya membentuk high five.
Akan tetapi yang nyaris terciduk sigap menangkup salah satu dari kepalan tinju yang lainnya.Ya,bibi Nisah terpaksa menangkup kepalan tinju bibi Ana yang agar mengelabui sang pangeran.
"Oh!Tidak nak,tangan bibi tiba-tiba saja pegal dan bibi Nisah membantu mengurutnya."Jawab bibi Ana mengelak.
Keduanya sengaja memasang ekspresi panas dingin.membuat Diego mengernyit memicingkan mata.
Mengangkat salah satu alis matanya, 'Ada-ada saja bibi ini.Oh!Tidak.Mereka bahkan berubah seperti remaja yang lagi jatuh cinta.'Gumamnya pelan.Menipiskan bibir seraya mengedikkan bahu.
"Ada lagi yang bisa bibi bantu nak?"Tanya bibi Nisah yang menyadari Diego masih mematung di ujung pintu masuk.
"Ah,ya.Puding yang tadi enak.Apa bibi membuatnya lebih?"Tanya memastikan.
"Ya,tuan muda.Tapi bukan kami yang membuatnya melainkan nona Karin."Jawab bibi Nisah.
"Apa?Isteriku?"Tersenyum samar.
"Ya tuan muda."Jawab salah satu di antaranya.
Diego memicingkan mata,"Ah,ya.Tolong antarkan lagi dengan segelas air putih ke ruang kerjaku oke." Lanjutnya tertawa tipis sembari mengarahkan telunjuknya ke lantai atas sesaat sebelum ia benar-benar berlalu.
"Baaiik tuan muda."Jawab mereka serentak mengikuti gerak punggung sang majikan yang kian menjauh.
__ADS_1
Kedua wanita paruh baya itu akhirnya bisa leluasa berjingkrak bahagia.
Sementara Karin yang muncul dari balik dinding kabinet melangkah gontai dengan mimik mengerucut.
"Aa~aa..Bibi,aku kalah."Cebiknya manja.
"Ya sayang,eh nak,eh nona muda.Dan kau harus menepati janjimu kepada kami kan." Serang keduanya tertawa riang.
Sudah tidak ada lagi rasa sungkan di antara mereka.
"Baiklah,besok ya bi.Aku janji."Jawabnya tertawa memelas.
Kemudian berlalu meninggalkan kedua wanita paruh baya itu dengan senyum yang mengembang.
Karin memang kalah taruhan dengan Ana dan Nisah namun di sisi lain ia merasa bahagia tak terkira karena telah memenangi hati Diego dengan puding buatannya.
••
Ruang Kerja Diego Hedy
Karin melangkah pelan memasuki ruang kerja suaminya sembari membawa nampan berisi segelas air putih dan puding enak pesanan sang suami yang ia raih dari tangan bibi Nisah.
Permintaan biar aku yang bawakan untuk Diego menjadi jurus ampuh meluluhkan hati wanita paruh baya itu.
Hingga akhirnya dengan senang hati sang bibi menyerahkan tugasnya kepada isteri majikannya yang baik hati itu.
"Pesanan datang!"Serunya memecah hening.
Diego yang serius menatap layar laptop miliknya memaksa berhenti si jemari dari gerakan lincah menggulir sesuatu di touchpad.
Matanya nyalang berbalik menatap sosok yang sumpah tidak bisa ia abaikan begitu saja walau sedetik manakala merasakan kehadirannya di sisinya.
"Sayang,kemarilah aku pangku."Ucapnya manja sembari merentangkan kedua tangannya.
Karin menuruti permintaan sang pangeran yang jelas tidak bisa ia tolak begitu saja. Lantas berhambur ke pangkuan pria yang selalu menjadi pelindungnya.
Cup
Cup
Kecupan lembut mendarat di kedua pipi sang pencinta,"I love you my hubby."
"Eum!Thank you so much honey.I love you too."Ucapnya pelan penuh penekanan.
"Sayang,aku akan menyuapkanmu puding manis ini."Ujar Karin meraih piring berisi puding buatannya.
"Em...Boleh sayang.Aaeum.."Menerima suapan sesaat setelah Karin menyodorkan sesendok puding ke dalam mulutnya.
"Enak sayang?"Tanya Karin tersenyum manis.
"Enak.Apalagi isteriku membuatkannya untukku dan menyuapkannya kepadaku." Berbinar nyalang menatap nakal sang isteri,"Tapi akan lebih enak jika sepotong kita makan berdua dengan cara yang sangat indah."Lanjutnya sembari memainkan kedua alisnya naik turun.
Karin mengernyit,"Oh ya?Lalu bagaimana caranya hmm,agar terlihat indah seperti yang kau maksudkan?" Lanjutnya memicingkan mata.
"Apa kau benar ingin mengatahuinya?" Ucapnya bertanya.
Karin mengangguk,"Ya."
"Baiklah akan kutunjukkan caranya.Ayo suapi aku sekarang."Pintanya manja dan lagi-lagi gadis itupun mengangguk dan mengikuti arahannya.
"Siap jemput sayang."Diego menangkup kepala sang isteri dan mendekatkan wajahnya.Secepat kilat menyapu bibir ranum sang isteri tersebut dengan bibirnya sendiri lalu berbagi satu puding dengan sang belahan jiwa.
Manis dan legit.Kira-kira itu rasa yang mewakili.😂
Jemarinya turun membelai lembut wajahnya dan sebelahnya lagi meramas erat pinggangnya.Menekan ke dalam kian merapat ke arah tubuh kekarnya.
__ADS_1
Satu gerakan berirama menyentak yang menimbulkan sensasi hebat bak tersengat arus listrik membuat darah sang wanita ikut berdesir menjalar panas ke sekujur tubuhnya.
Keduanya saling berbagi kunyahan dan menikmati sensasi gigitan,sentuhan, ******* dan isapan yang membuat hangatnya melayang mencekam ke seluruh atmosfer ruangan.
'Ada apa dengan otakku?' Batin Karin bekerja.
Gadis cantik yang merasa tindakan sang makhluk visual yang cenderung impulsif itu sukses membuat mata bulatnya ikut terbelalak.
'Oh sesuatu,ini rasanya super melayang!' Batinnya tersenyum bodoh.
Diego yang ahli sukses membuat sang isteri terbawa perasaan.Makhluk visual ini melakukan gerakan-gerakan tak terduga membuat wanitanya meremang nyaris tidak berkutik.
'Kenapa dengan hatiku?' Otaknya turut berjuang menyangkal.
Sayangnya gesturnya murni berkata lain.Ia malah gencar membalas pergerakan sang suami.
Dan gerakan Diego sukses membuat isterinya ikut bereaksi.Merespon balik tindakan suaminya meski dalam keahlian yang terbatas.
'Huaa..Apa aku gila?' Batinnya Serak.
Namun Diego menikmati keterbatasan sang isteri yang mulai menunjukkan perkembangan kemajuannya itu dengan bangga.
"Sayang,aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku.Tunggu aku malam ini." Bisiknya lirih.
Membelai rambut panjang sang isteri sesaat setelah ia melepas begitu saja sentakan-sentakan tak terduganya seketika membuat sang isteri cemberut mengerucut samar lantaran merasa diabaikan secara sepihak.
Pemandangan yang terbaca oleh Diego membuatnya tersenyum samar penuh kemenangan.
'Maaf sayang,aku terpaksa melakukan ini.' Batinnya.
Diego sengaja mengobrak-abrik gairah dan perasaan sang isteri yang selama ini cenderung melakukan kesalahan kecil dalam hubungan intim mereka.
Ya,kesalahan yang selalu dimaklumi olehnya dan kini niat baiknya pula untuk meminimalkan kesalahan kecil sang isteri menjadi satu kebenaran yang membanggakan.
"Hmm..."Angguknya sembari membuang pandangan ke sembarang arah.
Diego paham betul membaca raut wajah isterinya yang tengah melawan gejolak gairah di dadanya kian menggebu.
Binar matanya memandang intens ke wajah sang isteri yang dirasanya sudah mulai menunjukkan respon positif.Ada rasa bahagia di hatinya yang terdalam.
'Akan kupastikan kau benar-benar menikmatinya nanti malam.' Batinnya tersenyum.
Berharap agar sang isteri segera menerima keahliannya lahir dan batin.
Sementara Karin yang tidak tahu menahu akan tujuan baik suaminya malah memilih untuk segera menginggalkan ruang kerja Diego.
Dia malah berbalik mengumpat kesal dirinya sendiri yang dirasanya kian aneh.
Dari yang tidak biasa menginginkan hal ini apalagi sampai mengharapkan lebih kini inginnya berubah menjadi hasrat yang menggebu-gebu dan naluri kewanitaannya seakan menuntut sesuatu yang lebih dari suaminya.Hal yang sangat memalukan baginya.
'Oh!Aku benci hatiku.' Batinnya kesal.
Wajah ovalnya bersemu merah bak tomat segar yang siap dilahap gara-gara menahan malunya sendiri.
Dalam hatinya mengumpat panjang pendek,andai suaminya mengetahui isi pikirannya yang tiba-tiba berubah mesum begitu pasti dia akan diejek dan diledek sepuas-puasnya oleh makhluk visualnya itu.
'Mati kau Karin!Cepat kabur atau dia akan meledekmu.' Batinnya seraya menahan gejolak hasratnya yang tertunda.
Ia pun berlalu cepat meninggalkan sang suami yang tersenyum menatap punggungnya penuh arti.
•••
Bersambung...
*****
__ADS_1
Terima kasih kawan-kawan sudah mendukung karya pertamaku..Semoga kita semua diberikan nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Salam lanjut dan tinggalkan jejak jika berkenan.🤗🤗🤗🤗🤗