
Selamat membaca semoga suka 🙏😍
Di kota D Karin dan Diego bertahan selama dua minggu.Berharap agar bisa bertemu dan berbicara dengan Danang.Meskipun pemuda itu menerima kunjungan dengan berat hati.
"Apa sahabatku ini benar-benar tidak ingin bertemu denganku?"Sapa Diego kepada Danang yang duduk termenung sendirian di lantai tertinggi gedung Adhytama Star Group.
"Duduklah."Ucapnya datar.
"Minumlah."Balas Diego sembari menyodorkan sebotol aqua kepadanya.
Danang menyambutnya.Membuka segel kemasan lalu meneguk,"Aku merasa menjadi orang yang tidak berguna sama sekali.Lian membutuhkanku tapi aku_"
Ucapannya terhenti lantaran sesak yang menggerogoti dadanya.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri.Karena di setiap pertemuan yang hangat akan ada perpisahan yang menyakitkan,maka Tuhan juga telah menyiapkan sesuatu yang indah di balik perpisahan yang berat ini."Ucap Diego pelan namun menguatkan.
"Hhhh..Keindahan seperti apa yang kau maksud,hmm..Calon isteri kita sama-sama mengalami kecelakaan tragis.Tapi kau dan dia sama-sama memiliki kekuatan cinta yang bisa membuatnya kembali kepadamu."
Menjeda ucapannya sejenak,
"Sedangkan aku,kami memiliki kekuatan yang tidak untuk disatukan.Lian pergi untuk selamanya meninggalkan diriku yang sudah terlanjur sayang.Aku mencintainya Diego!" Ucapnya penuh ekspresi dan penekanan di ujung kalimatnya.
Danang yang kuat,Danang yang penuh semangat kini rapuh dalam kesedihan akibat duka yang mendalam.Hujan air mata yang bergerombol membasahi jiwa dan raganya.Mengoyak pertahanan maskulinnya yang tidak pernah mengenal air mata.
"Semua sudah diatur oleh sang pencipta. Aku yakin kau akan kuat menghadapi semua ini.Yakinlah bahwa Tuhan akan menuntun jalanmu."Ucap Diego pelan.
Danang bungkam.
"Berbaurlah dengan semua orang agar kau tidak terlalu merasakan terpuruk."Sarannya lagi.
Menepuk ringan punggung sahabatnya.
"Karin ingin sekali bertemu denganmu.Apa kau mengizinkannya?"Ucap Diego meminta persetujuan.
Danang mengangguk,"Kenapa tidak,dia adikku,bukan."Balasnya dengan suara sengau.
••
Di apartemen Adhytama Group...
Diego membawa Danang bertemu dengan Karin.
"Kalian bicaralah.Aku akan pergi keluar sebentar."Ujar Diego sesaat sebelum ia melangkah meninggalkan gedung apartemen Adhytama Group.
Sementara Karin yang sehabis mengantarkan sang suami ke luar kembali ke dalam ruangan dengan membawa segelas jus segar untuk Danang.
"Minumlah.Kau butuh energi yang banyak untuk berbicara denganku.Ikhlas dan berbesar hatilah bahwa dia bukan jodohmu." Ucapan gadis jutek yang dulu sering menghiasi pendengaran kini muncul kembali.
Entah apa yang membuatnya merasa terpancing dengan ucapan ringan gadis itu.Yang jelas adalah emosinya saat itu sedang tidak stabil.
Apalagi melihat wajah Karin hadir sebagai gambaran wanita tangguh yang berjuang kembali dari masa kritis pasca kecelakaan demi menjemput cinta sejatinya.
__ADS_1
Membuat hatinya meronta membabi buta.
"Apa kau ingin meledekku?Kau ingin bilang kalau aku tidak pantas untuk Lian karena aku begitu naif?"Serang Danang yang tiba-tiba menjadi begitu kesal mendengar ucapan Karin.
"Aku tidak bilang begitu.Aku hanya ingin kau tidak merasa kecil di mata semua orang."Ucap Karin meluruskan.
"Hhhh..Aku baru menyadari kalau kau sahabat yang keras kepala."Celetuk Danang penuh sarkastik.
Membuang pandangan ke sembarang arah.
"Apa kau sudah sedikit tenang sekarang?" Ucap Karin seraya menatap wajah yang tengah bermuram durja di hadapannya.
Karin menatap dalam bola mata sahabatnya itu dengan pandangan teduh.
Ya,Danang memang harus mengakui bahwa cuma Karinlah yang bisa mengembalikan kekuatan dirinya.Karena gadis itu tahu betul akan kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya.
Selama di Negeri Bawah Bayu Karin selalu hadir sebagai pelengkap dalam berbagi suka maupun duka.Namun kali ini ia hadir dalam versi yang berbeda.
Jika dulu ia bisa mendapatkan waktu bersama Karin seutuhnya namun berbeda dengan sekarang.Ia bahkan hanya bisa bertemu dengannya dalam beberapa hari saja.
Selanjutnya wanita ini akan pergi meninggalkannya sendirian di kota ini. Menyebalkan bukan.
"Kau menyebalkan!Untuk apa kau mencariku kalau akhirnya kau pun pergi juga dari hidupku hah."Gerutunya kesal.
"Hei,ayolah.Aku tidak pergi untuk selamanya.Aku hanya pergi ke tempat lain untuk menunaikan tanggungjawabku,tapi semangat dan kekuatanku tetap ada bersamamu."
Hening...
"Kau sahabatku.Aku adikmu.Lalu untuk apa kau mengajariku kekuatan selama ini jika kau saja tidak bisa sekuat dorongan yang kau berikan kepadaku hmm?"Jelasnya tenang seraya tatapan teduhnya menantang bola mata pemuda itu.
"Ya,kau benar.Aku akan baik-baik saja." Pungkasnya.
'Aku bahkan tidak yakin apa aku akan baik-baik saja ke depannya Karin.' Batinnya tersenyum getir.
Menatap kosong langit-langit apartemen.
••
Kompleks Kapayan Rice
Karin dan Diego baru saja pulang ke rumah setelah dua minggu berada di kota D.Karin yang merasa tidak enak badan meminta kepada Diego agar diizinkan untuk menginap di rumah kedua orangtuanya.
Perasaan sakit kepala, pusing,pegal-pegal, mual muntah dan juga meriang hingga kepada napsu makan yang berkurang sudah ia rasakan saat mereka berada di kota D.
Dan ia juga telah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di sana. Menurut hasil pemeriksaan Karin telah positif hamil dan umur kandungannya mencapai satu bulan.
Karin memutuskan untuk tidak langsung memberitahu berita gembira ini kepada sang suami karena niatnya ingin membuat kejutan kepadanya di hari ulang tahunnya yang tinggal beberapa hari lagi akan datang.
Dan besok tepat ulang tahun Diego yang ke duapuluh tiga.Karin memutuskan untuk membuat kejutan di tengah malamnya.
Diego menginzinkan tanpa menaruh curiga terhadap rencana maupun kondisi sang isteri.Karena Karin berupaya sebaik mungkin di hadapan sang suami agar ia terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
Yang sebenarnya adalah gadis itu sedang memasuki masa ngidamnya.
Sesuai rencananya,Diego yang pulang terlambat mendapat kejutan spesial yang membuat hatinya berbunga-bunga.
"Selamat ulang tahun sayang."Pekik Karin seiring cahaya gelap yang baru saja diterangkan.
"Apa ini,akh!Terima kasih sayang."Ucap Diego senang.
Sebuah lilin berbentuk dua puluh tiga menancap di atas royal truflle hasil buatannya menyala dengan gagahnya. Diarahkan secara perlahan ke wajah sang suami.Make a wish sejenak dari seorang Diego sesaat sebelum ia meniup lilinnya.
Dalam ucapan doanya ia memohon agar diberi keutuhan keluarga dan tidak terpisahkan dari sang belahan jiwanya serta berharap diberi kepercayaan untuk menjaga amanah berupa kehadiran sosok bayi-bayi mungil yang mengisi keluarga kecilnya itu.
Kejutan kecil yang dirayakan oleh dirinya dan suaminya namun memiliki arti kebahagiaan yang tiada tara.
"Sayang,masih ada satu kejutan lagi yang ingin kuberikan kepadamu."Ucap Karin riang.
"Oy ya,apa dia sangat istimewa?Apapun itu aku siap menerimanya.Asalkan jangan pisahkan aku dari dirimu sayang."Ucapnya tersenyum kecil.
"Em..seperti yang kau renungkan didoamu tadi."Tambah Karin penuh percaya diri.
"Apa kau mendengar permintaan doaku tadi sayang?"Tanya Diego memiringkan bibir.
"Tidak secara lisan,tapi hati kecilku berkata ya."Lanjutnya seraya menyodorkan hasil pemeriksaan kandunganya dari dokter.
Diego menyambutnya dan menatap haru kepada hasil pemeriksaan bahwa bayi mungil seperti yang ia harapkan telah menempati rahim sang isteri sejak satu bulan yang lalu.
Sorot mata elang yang memabukkan itu seketika menatap dalam bola mata sang isteri.Mencari kepastian di sana dan yang ia temui adalah kebenaran yang tidak bisa oa pungkiri.
"Tuhan terlalu bijak untuk hal ini!"Serunya dengan binar yang berkaca-kaca.
Satu kecupan penuh gairah yang secara lembut dan menawan hati ia daratkan ke bibir ranum sang isteri sebagai ucapan terima kasih yang tidak terhingga.
"Terima kasih mau menjadi ibu dari anakku." Bisiknya lembut ke telinga wanita yang luar biasa di hatinya.
Meraba perut datar sang isteri dengan lembut dan penuh rasa cinta,kasih dan sayang.
"Ya.Sama-sama sayang.Tanpa cinta yang tulus darimu maka aku bisa apa sayang." Balas Karin haru.
"Aku punya kabar untukmu sayang." Memeluk erat kemudian beralih menangkup wajah oval itu.
"Apa itu?"
••
Bersambung...
*****
Terima kasih kawan-kawan sekalian sudah mendukung dengan baik karya pertamaku ini.Semoga kita diberi nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Amin.Salam Lanjut dan dukung terus jika berkenan.
Sekedar informasi bahwa karya sequel 'Cintai Aku Sahabat kecilku' author IM Lebelan berjudul 'I Need You' baru release ya..Insya Allah akan diusahakan up sesuai kesempatan.
__ADS_1
Dukung like,rate,vote,dan komen jika berkenan.Salam terus berkarya 🤗🤗🤗
Terima kasih..🙏