Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 18


__ADS_3

Selamat membaca!


Diego Hedy POV


Pagi itu untuk pertama kalinya aku mendatangi TF.Electro Group setelah sekian aku pergi.Banyak perubahan yang terjadi disana. Baik gedung maupun jumlah karyawannya.


Aku berharap cemas bisa menemui sahabat kecilku di sana.Karena menurut informasi dari kakak Hany bahwa Karin bersedia menerima tawarannya untuk bekerja di perusahaan itu hanya demi persahabatan mereka berdua.Sedangkan Karin tidak pernah mengetahui bahwa tawaran itu sebenarnya berasal dariku sendiri.


Entahlah apa reaksinya jika suatu saat dia mengetahuinya.Yang jelas aku ingin sekali dia bekerja di sana agar ketika aku pulang nanti aku bisa langsung bertemu dengannya setiap hari tanpa harus membuat janji terlebih dahulu.


Namun ketika itu Aku tidak mendapati sosok gadis yang kuinginkan.Aku baru mengetahuinya setelah mendapatkan daftar informasi data karyawan yang mengambil cuti tahunan mereka.Ada nama Karin Dhiyana Haikal Jolly tertera didaftar itu terhitung tanggal berapa ia mulai mengambil cuti hingga tanggal berapa ia akan masuk bekerja kembali.Dalam hitunganku ini merupakan hari ke sepuluh pengambilan cutinya.Berarti masih ada dua hari masa cutinya berlanjut.


Sore itu sepulang dari kantor sengaja kudatangi kediaman paman Haikal yang terlihat lengang.Tujuanku adalah mencoba mencari informasi terbaru tentang dirinya.Dan pada waktu itu dia dan keluarganya sedang berlibur ke daerah wisata lereng gunung Kinabalu yang disana terdapat tempat pemandian air panas dan kebun strawberry juga taman kelinci milik keluarga kakak iparnya.


Aku Sangat bahagia ketika mendapati beberapa peninggalan kenangan masa kecil kami yang masih terjaga rapi dan terawat dengan baik.Salah satunya adalah kolam ikan dan rumah taman yang sekarang ini di alih fungsi oleh paman Usman sang penjaga taman yang masih tetap setia dengan profesinya hingga saat ini menjadikan rumah taman sebagai tempat merawat burung beo kesayangannya.

__ADS_1


Begitu banyak kenangan indah yang terjadi antara kami berdua di tempat itu.Dia yang pada waktu itu terkesan mendominasi terkadang sibuk tenggelam dalam dunianya sendiri.Dia sibuk dengan boneka miliknya membiarkanku sendirian tanpa menghiraukanku.Hal itu tidak membuatku menyerah begitu saja atau pergi meninggalkannya.Aku malah bermain robot-robotan dan mobil-mobilan di sana sembari menunggu dan berharap bisa disapa olehnya.


Padahal jika dipikirkan baik-baik maka seharusnya ada Danish yang bisa kuajak untuk bermain bersama karena Danish juga tetangga dekatku.Entahlah apa yang terjadi padaku.Aku merasa bahwa Karin adalah satu-satunya sahabat baik yang bisa menghiburku dan aku tidak akan memilih teman lain untuk dijadikan sahabat kecilku pada waktu itu.


Aku begitu terkesiap setelah mengetahui dari bibi Ira, bahwa Karin tidak pernah lagi menetap di rumahnya sendiri sejak sepuluh tahun yang lalu.Dia lebih memilih tinggal bersama opa dan oma nya di jalan Pantai Lokawi.Dia akan datang menemui ayah dan ibunya hanya ketika hari Sabtu dan minggu saja.Itu berarti Karin mulai berpikir mengambil keputusannya semenjak kepergianku ke London.


Akan tetapi alasan di balik semua keputusannya itu tidak kudapatkan dari sang pembantu rumah tangga tersebut karena menurutnya Karin lebih banyak murung jika ia berada di rumah orangtuanya ketimbang ia tinggal di rumah opa dan oma nya.


Pagi itu aku sengaja datang lebih awal ke perusahaan TF.Electro Group,karena menurut informasi data yang kuterima dari bagian personalia yang mengatur jadwal cuti karyawan bahwa Karin sahabat kecilku itu akan memulai hari efektifnya kembali di hari ini.


Dengan penuh semangat aku mendatangi beberapa karyawan senior yang sedang bersantai di 'Smoking Area' sambil mengopi nikmat.Kebiasaanku yang setiap hari suka blusukan tidak membuatku dicurigai kalau aku sebenarnya tengah cemas menanti kehadiran seseorang.


Bukan cuma itu,Karin juga sangat ramah kepada semua orang yang berpapasan dengannya.Aku bahkan ikut kagum ketika melihat penampilannya yang begitu cantik dan rata-rata karyawan yang ada baik dari shift pagi maupun malam sangat mengenalnya dengan baik.Ternyata Karin adalah sosok yang familiar.Hal itu tidak membuatku heran karena pribadi Karin yang kukenal sejak kecil memang demikian.


Aku sengaja berpamitan dengan para karyawan senior itu kemudian berjalan mengikuti langkahnya dengan mengambil jarak yang agak jauh biar bisa leluasa membuat kejutan kepadanya.Betapa bahagianya setelah satu dasawarsa kami terpisah,kini sosok itu kembali kutemui dalam kondisi yang sudah dewasa.

__ADS_1


Namun bagiku wajah dan ciri khas imutnya masih saja terpampang jelas didiri gadis itu.Jujur saja bahwa aura kecantikan alamiah yang dimilikinya saat ini jelas telah menggoda sisi maskulinku.Wajahku tiba-tiba saja terasa panas seakan aliran darahku berdesir begitu deras hingga membuat wajahku seketika berubah menjadi merah padam.Dadaku terasa menyirat sesuatu yang selama ini tidak pernah aku rasakan ketika berdekatan dengan wanitaq manapun.Akh! Rasa rindu yang kupendam selama ini sudah tidak terbendung lagi.Ingin rasanya aku berlari mendapatkannya dan berteriak memanggil namanya lalu memeluknya erat, hangat seperti masa kecil kami yang tanpa batas tanpa sekat.


Setelah dari area loker,aku melihatnya bergegas menuju kantin. Kuputuskan untuk tetap diam-diam mengikuti langkahnya dari belakang sembari tersenyum kecil berharap agar ia segera mengambil posisi duduk ternyaman agar bisa kudekati.


Namun senyum diwajahku seketika memudar manakala aku mendapati seorang lelaki sebayaku yang juga sangat tampan dan ideal dengan kostum manager engineering yang berjalan mendekati mejanya sembari menyapa lembut nama Karinku. Sangat lembut dipendengaran seorang lelaki bersifat lasak sepertiku.


Seandainya bisa ditebak,aku berpikir bahwa bisa jadi pemuda itu adalah teman dekatnya atau bahkan kekasihnya karena menurut pengamatan mata jeniusku ini,dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya saja lelaki itu sangat menyukai sosok Karin.


Kuakui dari sisi maskulinku bahwa tipe wanita seperti Karin itu jika ditelisik secara baik-baik memang sangat pantas untuk diidolakan.Dari gaya dan penampilannya yang bersahaja jelas terbaca bahwa dia bukan tipe seperti kebanyakan wanita yang suka menarik perhatian para pemuda dengan cara yang rendah.


Hatiku semakin yakin bahwa pemuda itu memang benar-benar kekasih Karin.Karena dari cara mereka saling pandang dan saling bercanda membuatku nyaris kehilangan napas.Bahkan aku yang lebih dahulu mengenal Karin saja tidak pernah sedekat itu dengannya.


••••


Bersambung...

__ADS_1


*****


Terimakasih , Tetap semangat!


__ADS_2