
Selamat Membaca semoga suka 🙏😍
Pagi itu Karin yang bangun lebih awal dari Diego.Melihat sang suami yang masih tertidur pulas,ia pun memutuskan untuk tidak mengganggu lelapnya.
Usai berdandan cantik,Karin memilih keluar hotel mencari sesuatu yang istimewa untuk dinikmati bersama sang suami.
Gadis itu memastikan langkah santainya di sepanjang lorong penghubung kamar hotel dengan senyum yang mengembang di bibir cherry miliknya.
Sosok itu tiada henti mengulas senyum manisnya kepada beberapa petugas hotel yang berpapasan dengannya.Mencapai lift turun ke lantai bawah menyusuri seisi bangunan kuliner khas kota D sembari memesan sesuatu kepada penjaga lapak khas tersebut.
"Satu kotak nasi goreng spesial dan semangkuk bubur ayam istimewa." Ucapnya berbinar.
Disambut anggukan ramah dan ucapan silahkan menunggu sebentar dari mulut sang pemilik resto kuliner.
Sang gadis menyambutnya dengan anggukan riang.
Sesuatu yang membuat mood nya terasa bahagia adalah hasil percakapannya dengan Dania di dalam kamar gadis itu kemarin.
Karin POV
Kuakui aku dan Dania memang jarang bertemu namun kedekatan antara kami seakan sudah terukir digaris tangan kami.
Dania tidak pernah berubah.Masih seperti enam tahun lalu ketika pertama kali aku bertemu dengannya.Dania selalu akrab,terbuka dan apa adanya.
Baik dia maupun aku,kami kerap berbagi masalah bersama.
Gadis manja itu seakan ditakdirkan untuk menjadi pelindung ketika aku tiba-tiba berada dalam kesulitan.Dia yang sangat memahami kegalauan hatiku dan juga pandai mengambil hati.
Dania mendengar sepenggal cerita tentang kesalahpahaman kecil di hotel itu dari mulut sang kakak Danang.Dan ketika dia mengajakku ke kamarnya dengan maksud mewakili Danang dan calon kakak iparnya itu untuk meminta maaf kepadaku.
Namun aku bukanlah tipe pendendam hingga kau harus meminta maaf berkali-kali agar bisa mendapatkan kata maaf dariku.Akan tetapi ya sudahlah jika memang itu maumu,aku nikmati saja.Itu menurutku.
Satu hal yang membuatku merasa tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut adalah ketika aku mengetahui jika Dania mengaku bahwa gadis yang menyerangku kemarin adalah sahabat karibnya yang tak tergantikan.
'Apa yang kau ketahui tentang masa lalu gadis itu?'Satu pertanyaan memancing yang membuat semangatnya berapi-api menjelaskan kepadaku.
Menurut Dania,Lian itu adalah sahabat kecilnya.Dia menjadi gadis piatu yang ditinggal pergi oleh sang mama semenjak duduk di bangku kelas satu SMP.
Semenjak itu sang papa bernama tuan Billy Sanjaya memutuskan untuk menjadi single parent buat Lian.Ia memanjakan sang puteri semata wayangnya itu dengan berusaha memenuhi segala keinginan gadis tersebut.
Hal ini membuat Lian tumbuh menjadi gadis yang rada jutek dan ketus.Namun pribadi gampang menerima dan pendengar yang baik juga melekat pada diri seorang Lian.
Termasuk mengabulkan permintaannya untuk memulai pendidikan SMA di London,tanah kelahiran nenek buyutnya.
'Apa benar Lian pernah menjalin hubungan spesial dengan Diego?' Juga menjadi bagian dari pertanyaan yang membuatku rada dag dig dug menunggu jawabannya.
Lian memantapkan hatinya untuk pergi ke London dikarenakan sebuah impian.
Selain untuk menggapai cita-citanya,ia juga terpaut hati dengan seorang remaja seusianya yang menjadi tetangga pamannya. Remaja itu kebetulan telah lebih dulu mengenyam pendidikan di sana satu tahun sebelum kehadirannya di sana.
__ADS_1
Lian bertemu dengannya ketika sedang mengunjungi sang paman di waktu liburan akhir semester.Kharatker Lian yang supel,lincah dan ramai membuatnya selalu menjadi perhatian semua orang termasuk Diego kala itu.
'Apa Lian juga mengenal Elyca dengan baik?'Sebagai pertanyaan lanjutan yang paling membuatku penasaran.
Sejak saat itu Lian mulai mengagumi sosok remaja yang tidak lain adalah Diego.Mereka tidak sengaja bertemu dalam sebuah acara ulang tahun temannya bernama Elyca anak sahabat paman Lian yang bernama Mr.Paul.
Namun kharisma batang muda yang mencuat dari sosok Diego membuatnya seketika mengagumi Diego dengan sepenuh jiwa dan merasa ingin memilikinya.
Sejak saat itu Lian membujuk sang papa agar mengabulkan permintaannya untuk melanjutkan pendidikan di kota itu.
Berkat persahabatan kecil yang mereka jalin,Lian tidak pernah lupa kepada Dania.Dia bahkan selalu menceritakan tentang perjalanan pengalamannya di London.
Termasuk mengenai setiap perkembangan hubungannya dengan Diego kepada Dania yang jauh di Indonesia.
Meski usia mereka terpaut jauh namun Dania yang dua tahun lebih muda dengan sabar mengikuti perkembangan cerita sahabat kecilnya yang rada kekanakan dalam menghadapi masalahnya itu.
Sembari memberikan masukan dan kata-kata penguat agar si gadis merasa terpenuhi ketika sedang bahagia dan tidak merasa sendirian manakala sedang terpuruk.
Semua itu Dania lakukan lantaran sahabat kecilnya itu ketiadaan sang mama.Dania lah satu-satunya sahabat yang memahami suka duka gadis bernama Lian itu.
Diam-diam aku mengagumi sosok Dania yang keibuan.
Aku berusaha mencermati setiap ucapan Dania ketika di masa kuliah Lian memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada pemuda bernama Diego yang berhasil membuat tidur malamnya terganggu namun berbuah penolakan.
Kemudian berujung kepada obsesi ingin memiliki Diego sehingga ia berani mengambil resiko dan pemuda itu memutuskan hubungan persahabatan mereka.Lalu akhirnya ia terjebak dalam permainannya sendiri.
Diam-diam aku juga menyaluti sikap Lian yang mau berubah.
Dan lebih istimewanya adalah ketika Diego berani mencurahkan isi hatinya kepada Lian tentang siapa gadis yang menjadi pujaan hatinya dan impian menjadikannya sebagai isteri yang tidak akan tergantikan posisinya oleh siapapun selagi hayat masih dikandung badan.
Maka saat ini hatiku berkecamuk ingin mengadu kepada sang pencipta mengenai anugerah keberuntungan ini maka ungkapan 'Terima kasih ya Tuhan,ini rasanya seperti mimpi' akan menjadi pilihan batinku berkali-kali.
Dan gadis yang dimaksudkan oleh Diego itu tidak lain adalah diriku yang sekarang telah menjadi pendamping hidupnya.
Lalu alasan apalagi yang membuatku harus meragukan suamiku yang tidak pernah kutemukan celanya selama ini.
Karin POV end.
Karin merasa sangat bahagia dengan apa yang baru diketahuinya.
Gadis itu merasa bahwa Diego tidak pernah berbohong dan benar-benar memilih dirinya.
Berharap Diego menjadikannya yang pertama di hatinya adalah impian Karin semenjak ia mulai mengenal cinta pertamanya.
Tanpa terasa kini ia sudah berdiri di depan pintu kamar dan tangannya sigap memutar gagang pintu sesaat setelah kuncinya berhasil dibuka.
"Selamat pagi sayang."Ucapnya lembut seraya mencari keberadaan sang suami yang baru dua puluh menit ditinggalnya.
Hening...
__ADS_1
Karin meletakkan bungkusan makanan di atas meja sembari melongok ke dalam ruang kamar yang terdapat kasur big size berharap sang suami berada di sana.Namun hampa.
Ia mengubah pergerakannya menuju ke kamar mandi.Mencoba menguping akivitas dari dalam namun tidak kedengaran suara cipratan air.
'Ke mana suamiku?'Gumamnya pelan.Melangkah gontai menuju ke coffee table.
Manakala ia berusaha merogoh saku untuk meraih benda berbentuk kotak persegi panjang miliknya itu tiba-tiba satu pelukan hangat mendarat ke pinggangnya.Tangan kekar itu sengaja meramas pinggang langsingnya sembari berucap lembut di telinganya.
"Sudah kubilang,jangan keluar kamar tanpa seizinku."
"Akh!Sayang,sekali-sekali bolehkan."Balas Karin yang sempat kaget.
"Tetap tidak boleh."Bisiknya penuh penekanan.
Sesaat Karin berbalik menyisir pandangan ke sekujur tubuh sang suami yang ternyata juga sudah rapi dan menawan dengan pakaian santainya.
"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?"Tanya Karin ingin tahu.
"Mengajakmu ke pantai."Jawabnya ringkas.
Karin tersenyum ringan sembari mendaratkan sebuah ciuman ringan di pipi sang suami yang pura-pura terbelalak lalu menarik pelan lengannya.Mengajak tubuh kekar itu untuk sarapan pagi bersama dirinya terlebih dahulu sebelum pergi dengannya.
"Ehm,asyiknya dapat ciuman sepagi ini."Ujar Diego menggoda.
Karin tertawa ringan.
"Aku akan meminta lebih jika kau sudah siap."Lanjut Diego sembari membalas dengan kecupan singkat di bib membuat Karin senyum tersipu.
Diego menghela napas dalam sembari menarik sang isteri duduk di pangkuannya.Memeluk gadis itu dengan erat dan membiarkan ia menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
Diego menyambut suapan dari tangan isterinya dengan penuh cinta.Di bibirnya terukir senyum samar sembari jemarinya mengutak-atik sesuatu di layar ponsel miliknya sesaat sebelum ia menggulir tombol suruhan mengirim.
Sementara di seberang seorang pemuda yang tidak lain adalah Danang tersenyum siput membaca pesan masuk yang baru saja diterimanya dari Diego.
~
Sukses!
^^^Selamat!^^^
Terima kasih.
Menutup ponsel
••
Bersambung...
Terima kasih kawan-kawan sudah mampir dan meninggalkan jejak.Semoga kita diberi nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Salam lanjut dan jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya..🥰🥰🥰🤗🤗🤗
__ADS_1