Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Selamat Datang


__ADS_3

Selamat membaca 🙏🥰


Welcome to Adhytama Star Hotel


Sore menjelang waktunya kopi petang,kedua anak muda yang tengah dilanda asmara itu tiba di pelataran megah yang mana di depannya tepampang sebuah papan reklame besar bertuliskan 'Welcome to Adhytama Star Hotel.'


Keduanya melangkah santai sembari bersenda gurau.Sang isteri yang menenteng tas kecil ditangannya ikut menggandeng lengan sang suami yang sibuk menarik koper milik mereka.


Senyum sumringah terukir jelas di bibir masing-masing sembari melangkah penuh semangat memasuki area resepsionis.


Keduanya melakukan check in ke kamar VIP nomor 01xx


"Sayang,ini sangat indah."Ucap Karin sembari menarik lengan Diego sesaat setelah ia menyingkap tirai tipis yang membingkai jendela kamar yang mereka tempati.


Ada hamparan pasir putih di pantai yang landai sejauh dua kilo meter membentang indah di sekitar hotel berbintang ini.


"Ya, sayang.Ini hotel termewah di kota ini jadi wajarkan kalau dia indah sayang."Ucap Diego meredam perasaan luar biasa isterinya.


Pemandangan alami pantai pribadi yang terawat dengan baik dan berpadu dengan kolam renang indah dan juga tempat rekreasi yang menjanjikan menambah kesan mewah.


Beberapa tempat pelayanan seperti beauty salon,taman pijat, pusat kebugaran,konsulat dan juga pasar seni yang disediakan oleh hotel berbintang ini memberi kesan strategis.


"Apa kau pernah ke sini Dy?" Tanya Karin sembari mendongak memandang wajah sang suami yang tengah memeluknya dari belakang.


"Ehm..Ini kali ke dua aku di sini."Jawab Diego sembari menopangkan dagu di kening isterinya.


"Oh ya,kapan pertama kali kau ke sini?"Tanya Karin penasaran.


"Dua tahun lalu sewaktu paman Danial menyuruhku menghadiri meeting penting sebagai utusan Danial Group bersama klien Adhytama Star Group ini sendiri." Jawab Diego menjelaskan.


Karin manggut-manggut.


Ting tong


Bunyi bell yang berasal dari pelayan hotel yang mengantarkan snack dan kopi petang untuk tamu VIP ini.


Diego menyambutnya.


"Minumlah jus ini.Setelah ini istirahatlah sebentar sebelum aku membawamu ke tempat yang sangat indah."Pinta Diego kepada isterinya sembari menyodorkan segelas jus segar kepadanya.


Lalu kemudian ia meraih cangkir kopi miliknya untuk dinikmati bersama sang isteri.


"Aku tidak akan istirahat sebelum jalan-jalan berkeliling hotel ini." Ucap Karin bersikeras.


Diego hanya mengangguk sembari menghela napas dalam.


•••


Di ruang owner

__ADS_1


Pemuda tampan itu sedang duduk berselonjor di atas sofa sembari menikmati secangkir kopi petang di dalam ruang owner Adhytama Star Hotel.Ia baru saja menerima sebuah pesan masuk whatsapp dari calon isterinya bahwa gadis itu akan berkunjung ke hotel ini untuk beberapa jam ke depan.


Pemuda yang tidak lain adalah Danang Danuarta Setiawan itu bersedia menunggu dengan sabar.


Sorot matanya sedang menatap intens layar ponsel miliknya.Ada sebuah foto yang terpajang indah di sana.Tubuh tinggi semampai bak model terkenal.


Wajah cantik dengan hidung bangir serta bibir seksi dan rambut pirang menjadi satu paket identitas yang lengkap pada diri seorang Puteri Carnelian Sanjaya.


'Ini seperti mimpi.Orang yang tidak kukenal sama sekali malah menjadi calon istriku?' Gumamnya pelan.


Ya,singkatnya sejak tiga bulan yang lalu Danang diajak pulang ke Indonesia oleh Imran sang papa bersama dengan oma Hasnah Setiawan beberapa minggu setelah wanita renta itu dinyatakan sadar dan sudah bisa melakukan rawat jalan.


Untuk sementara kini Danang membantu sang papa mengelola hotel milik omanya ini.


Tok tok tok


Silahkan masuk.


"Maaf tuan,tamu VIP kamar 01xx baru saja check in lima menit yang lalu."Ujar sekretaris muda Adhytama Star Hotel.


"Baiklah terima kasih.Berikan pelayanan terbaik kepada pasangan pemilik Adhytama Star Hotel itu.Biarkan mereka beristirahat dulu. Selanjutnya biar saya yang mengurusnya."Balas Danang memerintah.


"Baik tuan."Jawab sekretaris wanita itu sopan sembari membungkukkan badan sesaat sebelum ia beranjak dari sana.


Senyum menyungging di wajah pemuda tampan itu.


Kembali ke kamar hotel 01xx ....Karin tampak sangat antusias membuka koper dan memindahkan semua pakaian mereka ke dalam lemari pakaian.Diego mencermati isi koper yang dikeluarkan oleh Karin.


Sesuatu yang menarik perhatiannya adalah sebuah paper bag yang ikut di bawa oleh sang isteri.Ia baru teringat bahwa paper bag tersebut adalah gaun yang pernah dibeli oleh Karin di Gracia Boutique waktu itu.


"Apa itu gaun yang kita beli di Gracia Boutique waktu itu?Tanya Diego penasaran.


Karin mengangguk.


"Ya,itu benar sayang."Jawab Karin.


"Lalu kau bilang akan memberikannya kepada sahabatmu?Apa dia juga ada di sini?"Lanjut Diego penasaran.


Karin tetap mengangguk.


"Ya,dia adikku."Balas Karin singkat.


Diego manggut-manggut sembari menarik sudut bibirnya ke bawah pertanda bahwa ia baru mengetahui kalau Karin memiliki seorang adik.


Hening.....


Usai berbenah,Karin meminta izin kepada sang suami dan mengajaknya untuk keluar berjalan-jalan di sekeliling hotel.


Namun sayangnya,Diego yang lama menunggu isterinya berbenah akhirnya terlelap akibat kelelahan.

__ADS_1


'Aih! Suamiku ketiduran.' Batin Karin lirih.


Karin memutuskan untuk berkeliling area hotel sendirian sembari menunggu Diego yang masih terlelap.


Karin yang berada di lift tidak sengaja menekan tombol menuju ke lantai ruang owner.


Sementara itu di lobi telah hadir seorang Puteri Carnelian Sanjaya yang siap menuju ke ruang owner.Kehadirannya disambut ramah oleh seluruh karyawan hotel karena telah mengenal dirinya dengan baik.


Sedangkan di kamar hotel Diego baru terjaga dan mendapati Karin tidak ada di tempat.Diego bangkit mencari ke kamar mandi namun tidak menemukan keberadaan sang isteri. Rasa panik dan khawatir yang luar biasa mulai merajai dirinya.


Diego mencoba menghubungi Karin,namun isterinya malah meninggalkan ponsel miliknya di atas nakas.Diego keluar kamar dan berjalan tak tentu arah.Kakinya melangkah panjang menuju ke lift dan menekan tombol menuju ke ruang owner.


Manakala Karin keluar dari lift secara tidak sengaja Danang menangkap wajahnya melalui cctv di ruangannya.


'Karin?!' Gumamnya panik dan haru.


Sontak ia melompat dari tempat duduknya berhambur keluar mencari keberadaan gadis yang sangat dirindukannya itu.


Karin yang kehilangan arah dan tengah menebak-nebak jalan keluar tiba-tiba dikagetkan dengan pelukan seseorang dari belakang.Kemudian beralih ke depan Danang merangkul erat tubuh mungil Karin.


"Kau telah kembali Rin?"Ucapnya lirih.


Ada rasa rindu yang mendalam manakala melihat sahabatnya itu dalam keadaan baik-baik saja dan terlihat semakin cantik.Karin masih gagal fokus untuk memastikan siapa yang sudah berani memeluknya tanpa izin.


Manakala Karin sedang berusaha melepaskan pelukan erat dari Danang,tiba-tiba muncul Puteri Carnelian dari arah yang berbeda.


"Hei!Ngapain pelukan sama calon laki gue?"Bentak Lian yang berjalan kian mendekat sembari menarik kerah baju Karin.


Lalu kemudian mendorong gadis yang masih berada di dalam pelukan Danang.Satu tamparan nyaris mendarat di wajah Karin namun berhasil dicegat oleh Danang.


"Lian,Lian,Lian.Jangan sakiti dia kumohon."Ucap Danang panik sembari menangkap tangan Lian dan sigap mengamankan gadis itu dari menjangkau tubuh Karin.


"Tapi dia sudah lancang memelukmu Danang!"Sentak Lian tidak terima.


Jemari telunjuk Lian masih menunjuk kesal ke arah Karin yang sudah lebih dulu dilindungi oleh Danang.


Diego yang lolos keluar dari lift mendapati tiga orang yang ia kenal sedang beradu mulut.


Namun sorot matanya tertuju kepada Karin yang ditunjuk-tunjuk oleh Lian gadis yang ia kenal berdiri di samping Danang.Meski begitu ia tidak peduli dengan Lian maupun Danang.


Ia hanya fokus kepada isterinya seorang.


•••


Bersambung...


*****


Terima kasih atas dukungan dari teman-teman semua..salam berkarya dan sehat selalu..Dan buat para pembaca,terima kaih atas usul sarannya..jangan lupa tinggalkan jejak ya.. 🥰🥰🥰🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2