
Pernyataan om Fahmi selaku pemimpin keluarga besar TF disambut ramah oleh papa Haikal dan opa Jery selaku pemimpin keluarga Jolly.
“Dari saya sebagai opanya Karin tidak keberatan menerima niat baik ini.”Opa Jery bersuara.
“Saya sebagai papanya merasa bersyukur karena diusia anak-anak kita yang seperti ini maka sudah sepantasnya untuk kita bicarakan soal hubungan yang lebih serius,"timpal papa Haikal dengan senyum ramah sebagai ciri khasnya.
“Ya,dan semua itu tidak lepas dari persetujuan putera dan puteri kita yang bakal menjalaninya,"ucap mama Cyntia menambah kesan kekeluargaan.
“Itu benar.Sekarang hanya Karinlah yang berhak memberikan keputusan besar ini.” Lanjut mama Nadine dengan senyum cantiknya.
“Oma setuju nak.Tinggal menuggu aba-aba siap dari yang akan berlayar.”
'Oh no! Ini gila.Pantas saja oma Hasnah bersikeras memaksaku mengikuti acara dinner ini.Oh! Rencana sebesar ini mereka buat tanpa sepengetahuanku dan tanpa menunggu persetujuan dariku,"batin Karin meronta.
'Jadi ini tujuan Diego mengambil paksa ciuman pertamaku laku kemudian memaksaku harus menjawab dengan kata pamungkas 'Ya' di hadapan keluarga besar kami.’
“Aku harap kau terima ya sayang.Sudah lama aku menunggu momen berharga ini.Aku serius ingin menjadikanmu adik iparku,"senyum usil Hany menyerlah di sela acara bisik-bisik ria mereka.
“Tapi adikmu menyebalkan Han,"ucap Karin yang merasa kian terpojok.
“Itu karena kau belum sepenuhnya membuka hatimu Rin.”Ucap Hany meyakinkan,”Adikku memang acuh tapi sebenarnya dia baik sayang,"lanjutnya sembari membelai punggung sahabatnya.
“Kau memang ratu pemaksa yang handal! Kau tahu Hany,aku akan menerima seseorang yang benar-benar mencintai ku,” sinis Karin.
“Ayolah sayang,buka matamu,buka hatimu.Aku tahu adikku tidak akan mungkin mau berkorban melakukan semua ini kalau bukan karena cinta.Diego mencintaimu Karin!”
Hening.....
Ucapan Hany yang tiba-tiba membuatnya seketika mencerna lalu kemudian membenarkan sesuai keadaannya.
“Bagaimana nak Karin,apakah kau bersedia menerima lamaran ini?”suara lembut mama Cyntia yang kian mendekat kearahnya.
Karin mendongak,
”I_iya bibi.”
“A_aku,ah,ya,"ucapnya gagap sembari melirik ke arah Diego yang menatap tajam ke arahnya.
“Ya apanya sayang?”tanya wanita paruh baya itu lembut menyapu telinga Karin.
Lah! Tadi Karin ingin menjawab bahwa ia menerima lamaran keluarga TF untuk dirinya namun ingatan akan ucapan peringatan Diego serta tatapan mematikan itu berhasil membuatnya bergidik dan mematahkan lidahnya sendiri.
Karin serta merta berdiri dengan sopan menyambut kehadiran wanita itu sambil memeluknya,”Aku menerima lamaran paman dan bibi untukku.”
Suara semua orang yang hadir di ruangan itu bergemuruh dengan perasaan lega.Terutama keluarga besar TF yang merasa benar-benar dihargai dan diterima oleh pihak keluarga gadis incaran mereka.
"Ohw,sayang,seharusnya sejak dulu kita sudah begini."Mama Cyntia langsung menggandeng tangan puteri cantik itu menuju ke depan panggung musik instrumental diikuti oleh Diego yang memegang sebuah kotak cincin seraya menyematkan cincin tersebut ke jari manis Karin diiringi denting piano musik 'love Story'milik legendaris Richard Clayderman.
Sebuah ciuman singkatpun sukses mendarat dikening Karin,”Terimakasih,"bisiknya lirih.
Suasana menyematkan cincin berjalan khidmad diikuti tepuk tangan meriah dari semua hadirin yang datang.
Terlihat keluarga besar TF berdatangan memberikan ucapan selamat kepada calon pendamping generasi kedua TF.Electro Group.
Tidak ketinggalan Danang dan Tania yang datang memberikan salam kepada kedua bakal mempelai.
“Aku kan sudah bilang,kau akan semakin cantik jika mengenakan cincin,”suara Danang menggelegar memecah ruangan.
__ADS_1
Seketika membuat tangis Karin memecah.Danang dengan mata yang berkaca-kaca sontak memeluk Karin dan Diego secara bersamaan.
“Berbahagialah Karin,dan kau Diego kuharap kau bisa menjaga adikku dengan baik.Jangan biarkan dia terluka,"ucapan yang membuat Diego turut berdecak mengiyakan seruan tersebut.
“Terimakasih bro!Kau sangat berbesar hati.”
Malam itu menjadi malam yang penuh drama bagi kedua belah pihak.Mulai dari saling menuntut,saling memaksa,saling menerima, tertawa,tangis haru dan bahagia menjadi pelengkap di malam itu.
Setelah acara selesai,semua hadirinpun bubar.Karin pulang diantar oleh Diego yang telah resmi menjadi tunangannya itu.
Di perjalanan nyaris tidak ada pembicaraan di antara mereka.Karin yang memilih diam dan tenggelam di dalam lamunannya sendiri.
Sedangkan Diego fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah gadis yang duduk disampingnya itu.Ada senyum tipis yang menghiasi bibir seksi pemuda itu.
Sepertinya sesekali ia ingin angkat bicara namun seketika diurungkan mengingat ia sudah terlanjur melewati batasan privasi gadis itu sebelumnya dengan memaksa mencium bibirnya demi kelancaran acara lamaran tersebut.
Ya karena sikap Karin yang diam dan menjauh dari Diego lah yang membuat pemuda itu khawatir akan niat baiknya ditolak.Maka dengan terpaksa ia pun melakukan cara tersebut.
Sejenak mobil yang disetir Diego mendadak berhenti.Karin tersentak.
“Hey!Kenapa kau berhenti?”tanyanya ketus.
“Kita sudah sampai.Memangnya kenapa?Cepat keluarlah!”sahut Diego santai.
“Ti_tidak apa-apa,"balas Karin tersipu.Dalam hatinya mengumpat kebodohan nya sendiri akan pikiran buruknya tentang Diego.
“Apa kau masih mau berlama-lama di dalam mobil bersama denganku?”tanyanya sinis.
“Jangan sembarangan.”
“Ah,ya.Atau kau memang masih ingin merasakan kecupanku seperti tadi?”menatap usil ke arah Karin yang terlihat mulai ketakutan,”Kemarilah!Aku akan memberikan yang lebih hangat lagi,"lanjutnya menggoda sembari jemari tangannya berusaha menangkap lengan Karin.
Sontak tangannya meraih gagang pintu lalu membukanya dan segera turun dari mobil.Bergegas masuk ke dalam rumah opa Jery tanpa basa-basi.
Diikuti oleh Diego yang tertawa kecil dari belakang,“Karin,tunggu!”seru Diego seketika menghentikan langkahnya.
Karin menoleh mendapatkan Diego yang sedang berjalan mendekat,”Sebelum masuk ke dalam rumah pastikan bahwa kita terlihat mesra di hadapan opa,oma dan yang lainnya,ok!”meraih jemari Karin dan menggenggamnya erat.Menatap lekat kedalam bola matanya dengan tatapan mendamba.Karin membuang pandangan ke sembarang arah,”Terserah kau saja.Aku ikut,"menerima genggaman erat tangan Diego.
Karin pasrah membiarkan jemari tangannya digenggam oleh sang penguasa kelemahannya tersebut sembari mengatur napasnya yang kian berpacu tidak karu-karuan.
•••
Di perusahaan...Status Karin yang selama ini sempat digadang-gadangkan mempunyai hubungan khusus dengan Danang tiba-tiba desas desus tentang pertunangannya dengan Diego menggemparkan seantero TF.Electro Group.
~
Itu cuma gosip!Yang benar adalah nona Karin itu kekasihnya tuan muda Diego.Mereka berteman sejak kecil.
Lalu pak Danang itu siapanya nona Karin?
Dia itu sepupu jauhnya nona Karin.
Oh! Pantas saja selama ini mereka terlihat sangat dekat.
Aku kira kekasih tuan Diego itu wanita yang pernah bersamanya di London waktu itu.
Ya,dia itu puteri tunggal pemilik Paul Group.
__ADS_1
Akan tetapi satu hal yang tidak pernah kita ketahui selama ini bahwa nona Karin itu sebenarnya anak dari pemilik Adhytama Hotel dan cucu pemilik perusahaan terbesar kedua di kota ini -Jolly Group.
Ya,kau benar karena dia selalu tampil bersahaja.Tidak pernah menunjukkan kemewahannya dan dia juga sangat ramah kepada semua orang.
Mereka berdua memang pasangan yang serasi.
~
Dan cerita itu tidak hanya beredar di lingkungan perusahaan.Akan tetapi juga beredar dikalangan kolega bisnis orang tua mereka.Tidak tanggung-tanggung berita itu sampai juga ke telinga keluarga Paul. Keluarga itu tidak terima karena merasa diremehkan oleh pihak Tun Fahmi.Namun apa daya mereka juga tidak berani bertindak culas seperti saat mereka berhadapan dengan perusahaan yang lain.
Untuk berhadapan dengan TF.Electro Group membutuhkan nyali yang cukup agar bisa mengimbangi apalagi menandinginya.
“Papa,ini sungguh tidak adil! Aku sudah berjuang sepanjang jalan.Bahkan sewaktu masih di London.Lalu siapa wanita semu itu?”teriak Elyca di sela Isak tangisnya.
“Papa juga belum tahu siapa gadis itu nak.Papa janji akan mencari tahu keberadaannya.Kau tenanglah!”ucap Mr.Paul menenangkan puteri semata wayangnya.
“Asisten!”teriakan Mr.Paul membelah ruang keluarga.
“Ya tuan!”
“Cari tahu keberadaan calon pendamping generasi TF.Electro Group!Siapa dan darimana dia.Bila perlu singkirkan gadis kerdil itu segera!”
“Baik tuan! Perintah segera dilaksanakan!”
Para asisten yang mendapat tuga terlihat berpencar mencari informasi tentang keberadaan calon pendamping Diego yang belum dikenal oleh banyak orang.
Karin memang gadis lincah yang selalu tenggelam dalam dunianya sendiri.
Dia bahkan jarang bergabung dalam pertemuan keluarga baik itu dalam lingkup keluarga maupun di kalangan kolega bisnis keluarganya.
Membuat Karin tidak begitu terkenal di mata rekan bisnis keluarganya dibandingkan dengan Tania yang umurnya masih dua tahun di bawah Karin,akan tetapi ia lebih dikenal oleh rekan bisnis sang ayah dan sang opa berhubung ia selalu aktif dalam mengikuti pertemuan keluarga dengan mereka.
Bahkan terhitung sejak dua bulan lalu ia pindah ke kota ini saja ia sudah dikenal dekat oleh teman-teman dan tetangga yang sangat berharap bisa sedekat itu dengan Karin.
Termasuk dengan keluarga Danang yang baru dua bulan mengenal sepupu dari pihak opa Jery itu akan tetapi mereka sudah berteman akrab.
Tidak lama kemudian informasi masuk melalui ponsel milik Mr.Paul.Para asisten itu mendapatkan informasi soal identitas Karin dan asal muasalnya.
“Adhytama Hotel!.....Jolly Group!...... Beraninya bermain-main denganku.”Seru Mr.Paul sumringah.
“Apa???? Selama ini pemilik Adhytama Hotel memiliki anak gadis dan kita tidak pernah mengetahui itu papa?”suara isteri Paul melenting memecah seisi ruangan.
“Aku merasa tidak punya urusan apapun dengan mereka.Karena Adhytama Hotel bukan apa-apa di mataku.Tapi rupanya aku salah selama ini.Ternyata mereka memiliki aset yang tidak bisa dimiliki oleh putriku.Maka aku akan membuat perhitungan dengan si Joe Haikal!”teriak Paul berapi-api.
•••
Di kamar.......Elyca membanting pintu dan melemparkan seluruh perlengkapan makeup nya hingga berceceran di atas lantai.Gadis itu tidak terima. Merasa diperlakukan seenaknya oleh Diego.
Dengan Isak tangis yang belum mereda dan tatapan mata membunuhnya, gadis itu menggenggam kepalan tangannya yang gemetar,”Aku akan membalasmu Diego!”ucapnya penuh penekanan.
Sejenak derit ponsel memaksanya untuk membuka pesan wa yang masuk dari nomor asisten sang ayah.Disana terpajang foto Karin beserta identitas dan asal muasalnya.
'Akh! Sial! Kau rupanya..Kau kan gadis yang sering aku temui di salonnya kakak Heny.Kau juga yang selalu menjadi temannya Anabela. Namamu Karin ya! Baiklah,kita lihat nanti siapa yang lebih unggul di antara kita.'ucapnya penuh dengan amarah.
•••
Bersambung.........
__ADS_1
Hai..Terimakasih buat NT sudah beri kesempatan kepada kami...Salam lanjut terus....