Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Mencari Solusi


__ADS_3

Selamat Membaca semoga suka 🙏😍


"Selamat siang tuan muda Diego!"


Suara seseorang yang tiba-tiba muncul dari teras dapur rumah besar tersebut menyapa Diego.Pria paruh baya itu baru saja pulang dari perjalanan dinas luar kota.


Diego yang masih setia menemani sang isteri bercengkerama dengan omanya itu menyapu sekujur tubuh pria paruh baya yang berdiri di hadapannya.


Diego yang tadinya merasa penasaran dengan sepenggal cerita tentang masa lalu Oma Hasnah yang ia baca dari halaman buku tersebut terpaksa meredam niat ingin tahunya lebih lanjut.


Perhatiannya beralih kepada sosok pria yang baru saja menyapanya itu.Di bibirnya tidak lepas menyuguhi senyum akrab yang ia lontarkan kepada dirinya seakan pria itu tidak asing lagi dari penglihatan jeniusnya.


Diego masih menebak-nebak sosok yang berada di hadapannya itu.Hingga akhirnya ia pun teringat akan sesuatu.


"Tuan Imran Suruddin Setiawan?"Balas Diego tepat.


Pria yang disebut nama lengkapnya oleh Diego itu pun mengangguk penuh senyum sembari mengulurkan jabat tangan untuk yang kedua kalinya.


Diego menyambut jabatan tangan pria yang dikenal sebagai kolega bisnis uncle Danial dari perusahaan Danials Group of London.


"Mari silahkan duduk paman."Sapa Diego sopan.


"Ayo nak,silahkan jangan sungkan."Pelawa paman Imran tersenyum sesaat setelah ia bergerak menuju ke arah oma Hasnah dan juga Karin.


Diego yang masih belum lepas dari perasaan terkesiap dengan pemandangan yang dihadapkan kepadanya.


"Wah!Rupanya puteri om sudah bertemu dengan omanya."Seru om Imran yang melihat keakraban antara oma dan cucunya.


Wajah riang dan ramahnya menyambut sosok Karin yang beranjak menghampirinya.Sosok ayah berwibawa mencuat pada raut teduh lelaki tersebut.


"Ya,om.Terima kasih sudah menjaga oma dengan baik."Jawab Karin seraya meraih telapak tangan pria paruh baya yang menyentuh kepalanya.


Mencium dan menempelkan ke pipinya sebagai pertanda hormat kepada orang tua.


Diego baru menyadari sepenuhnya kalau ternyata pria tersebut adalah ayahnya Danang.Pemuda yang selama ini bekerja di perusahaan miliknya.Pantas saja Diego merasakan sesuatu yang berbeda pada sosok pemuda yang satu ini.


"Terima kasih telah bersedia berbagi dengan Danang."Ucapnya penuh penghargaan.


Diego menundukkan kepala pertanda merendahkan diri.


"Bukan cuma saya,tapi Danang juga rela turun untuk berbagi denganku paman."Balasnya sopan.


Diego bahkan mengakui bahwa selama ini ia merasa bahwa Danang adalah sosok yang berkharakter tinggi dan juga merupakan saingan terberatnya ketika berusaha memenangi wanita yang ia puja.


Rupanya ia terlahir dari sosok seorang pengusaha tersukses di kota ini.


"Kami mengenal keluargamu jauh sebelum Danang masuk di perusahaan itu.Bahkan paman termasuk salah satu pengagum sosok papamu."Jelas paman Imran tanpa basa-basi.


Sedikit penjelasan yang membuat Diego mengerti bahwa tidak hanya di wilayah yang bekerja sama dengan perusahaannya saja yang mengagumi sepak terjang sang papa.Justeru sebaliknya juga.


Sementara di hotel,sesuai permintaan oma dan juga mama Nadine,persiapan yang dilakukan oleh pihak WO sudah mencapai titik akhir.


Danang memandang dengan saksama area ballroom yang telah dihias sedemikian rupa dalam rangka menggelar acara resepsi pernikahan Diego Karin.

__ADS_1


pemandangan yang juga tidak luput dari dua pasang sorot mata pria paruh baya yang baru saja tiba di lokasi siang tadi.Dua sosok pria kharismatik yang tidak lain adalah papa Haikal dan juga papa Fahmi.


Keduanya sengaja datang lebih awal untuk memantau sejauh mana persiapannya telah dilakukan.


••


Cahaya emas menapaki mega-mega bertebaran di langit. Mengajak bumi memadu kasih dengan langit.Turut memahami hati seorang pemuda yang tengah dibalut rasa yang berkecamuk.


Sesaat ia menoleh ke arah sang isteri yang sedang terlelap.Untuk saat ini ia sangat memaklumi kondisi isterinya yang masih terkungkung pada dampak kecelakaan itu.


Ingatannya kembali kepada kejadian kemarin malam di mana ia sampai tidak sadarkan diri usai kejadian insiden kecil bersama Lian.


Flashback on.


Disela kebingungan yang melanda Diego membuka pintu kamar hotel sesaat setelah bel berdentang,dan mendapati dua sosok manusia yang berdiri mematung di hadapannya.


Sorot matanya menyalang menyerang kedua sosok tersebut secara bergantian.


Sosok yang tidak lain adalah pasangan calon pengantin baru Danang dan Lian.


"Ada apa kemari?"Tanyanya datar.


"Maafkan kami."Ucapnya serentak.


Pemuda itu setuju menggelar pertemuan singkat di kamar VIP nya sesaat setelah berpikir panjang.


"Masuklah."Mempersilahkan kedua orang tersebut masuk dan mengambil posisi duduk di sofa ruang tamu.


Hening...


"Maaf,aku tidak menyangka harus berurusan denganmu lagi."


Disusul oleh Lian dengan ekspresi yang sama.


"Aku akan menjauh dari Karin jika memang itu konsekuensi yang harus aku jalani.Asal kau jangan memutuskan hubunganku dengannya."Pinta Danang memelas.


"Aku juga akan melakukan apa saja termasuk menjauh dari kehidupanmu asalkan permintaan maafku diterima." Timpal Lian mengatupkan kedua tangannya pertanda permohonan maaf.


"Ak_"Ucapannya terputus diikuti helaan napas berat.


Diego bungkam.Tangannya menyisir kasar rambut dan menyapu wajah dengan kedua siku sebagai tumpuan di lutut.


Ingin rasanya berteriak membentak dan mengumpat kasar kepada orang-orang di depannya itu namun lidahnya terasa kelu.


Mulut seakan berat berbicara bahkan sekedar untuk berdehem memecah keheningan saja rasanya ia tidak sanggup.


Pemuda itu tertunduk dalam sembari menangkup sisi kepalanya dengan jemari masih dengan gaya yang sama,kedua siku menumpu di lutut.


Berjibaku dengan heningnya suasana.


Menenggelamkan wajahnya ke dasar bumi seakan sedang tidak ingin berbagi suara kepada siapapun.


"Dy,ceritakan perihal keluhan isterimu." Ucap Lian memberanikan diri.

__ADS_1


Gadis yang melemparkan pertanyaan bernada sahabat membuat Diego yang tertunduk lama sontak mengangkat wajah.


Memandang intens di kedua mata wanita itu seolah tengah mencari ketulusan di sana.Ia menyadari ada sosok sahabat lama yang pernah mengisi hari-harinya selama di London.


Sahabat yang pernah berbagi suka duka dengan dirinya selama di perantauan.


Ya,Lian tidak pernah berubah.


Sesaat kemudian ia melirik ke arah Danang yang duduk di samping gadis itu seakan meminta pengabulan akan hubungan yang pernah terjadi di antara ia dan calon isterinya itu tetap terjalin.


Danang yang profesional,mengerti betul dengan apa yang dirasakan oleh Diego saat ini.


Meskipun ego menantangnya untuk tidak mau dibandingkan dengan pemuda yang duduk di depannya ini.Namun ia tetap memilih mengetepikan perasaan ego nya demi persahabatan yang sudah terjalin sekian lama.


Apalagi demi wanita yang istimewa seperti Karin.Tanpa pikir panjang ia lantas merelakan.


Sebuah anggukan kecil menyertai ucapannya,"Demi Karin."Gumamnya pelan.


Diego membalas pengertian Danang dengan sebuah senyum siput dan anggukan lega tanda terima kasih.


"Sebenarnya tadi isteriku mengalami beban stress pasca kecelakaan.Ketakutan masa lalunya menghantui."


Diego menjelaskan secara mendetil sesuai pernyataan dokter.Jika ada sesuatu yang terkajadi hari ini dan berkaitan dengan masa lalunya maka ia akan mengalami respon emosional secara berlebihan. Ketakutan akan masa lalu,perasaan bersalah dan juga minder sangat mempengaruhi mentalnya.Didukung oleh kondisi tekanan darah pasien yang rendah dan istirahat yang kurang akan menjadi pemicunya.Ini akan akan berakibat fatal pada kejiwaan pasien jika dibiarkan berlanjutan.Selama pengobatan di negara S waktu itu sudah dijelaskan oleh dokter dan dokter telah memberikan peringatan kepada keluarga pasien agar tetap menjaga mood pasien.


'Buatlah pikirannya tetap tenang dan hatinya tetap nyaman selama berada di tengah keramaian.'Penjelasan dokter.


"Entahlah.Aku tidak tahu persis apa yang terjadi di lantai atas tadi.Akan tetapi hatiku meyakini satu hal bahwa apa yang dialaminya tadi ada kaitannya dengan kecelakaan itu."


Danang dan Lian terbelalak saling pandang mendengar cerita Diego tentang serangan Elyca kepada isterinya di pusat perbelanjaan.


Lalu peristiwa kecelakaan yang terjadi akibat ulah Elyca dan ayahnya dan bagaimana ia berhasil mengerahkan anak buahnya untuk melumpuhkan upaya Elyca dan ayahnya melarikan diri.


Hingga ia membawa Karin ke hadapan Elyca yang berhasil diserahkan kepada kelompok Diego Spirit.Dan menceritakan percakapan yang terjadi di antara dirinya dengan wanita iblis itu lalu Karin masuk dan mengambil tindakan kepada wanita itu.


"Saat itu aku hanya berpikir dengan dendam.Tapi aku tidak menyangka kalau Karin bakal memaafkan dia."Ujar Diego panjang lebar.


"Berarti besar kemungkinan dia terpengaruh saat kau menyebut nama Lian di hadapannya."Ucap Danang mencoba menganalisa.


Diego dan Lian sama-sama mengangguk sebagai tanda membenarkan ucapan Danang.


"Baiklah,aku akan meminta Dania untuk mendekati Karin.Siapa tahu dia mau terbuka dengan masalahnya itu."Ucap Danang menyarankan.


"Ya,Dania bisa membantu menjelaskan tentang diriku kepadanya."Timpal Lian.


"Dengan begitu kita bisa mengambil solusi atas permasalahan tersebut."Lanjut Diego mengambil kesimpulan sementara.


Kini giliran Danang dan Lian mengangguk secara bersamaan.


"Oke.Besok aku akan mencoba mencari tahu apa yang menjadi beban utamanya. Dan akan kukabarkan lagi."Putus Diego menutup perbincangan.


Flashback off.


••

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih kawan-kawan sudah dukung karya ini..Semoga kita semua diberi nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Salam lanjut terus dan tinggalkan jejak jika berkenan..Makasih..🤗🤗🤗


__ADS_2