Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Pertemuan


__ADS_3

Selamat membaca semoga suka 🙏😍


Dania melanjutkan jabatan tangannya kepada Diego sembari memperkenalkan dirinya sendiri.


"Kak Diego ya,kenalkan aku Dania adiknya kak Danang."Ucap gadis cantik tipikal Asia berambut panjang dan berhidung bangir itu.


"Ya,senang berkenalan denganmu dek."Balas Diego menyambut jemari lentik sang gadis yang menjabat tangan dengannya.


"Sama kak,bahkan aku sudah sering mendengar hal baik tentangmu di mana-mana tapi baru bisa melihat orangnya sekarang."Tambah Dania sedikit memuji.


"Akh!Aku tidak jauh berbeda seperti kakakmu Danang."Jelas Diego menyetarakan diri.


Dania terlihat memicingkan mata,menampakkan gigi putihnya yang berjejer rapi dengan sedikit lenguhan yang keluar dari pita suaranya pertanda kagum dengan kesederhanaan seorang direktur muda perusahaan raksasa selevel TF.Electro Group.


Sesaat kemudian Dania menatap lekat ke wajah Karin yang terlihat penuh senyum.Kemudian ia melirik ke arah Lian dengan tatapan yang sama namun dengan gerakan cepat yang tak terjangkau oleh Karin sendiri.


Ada raut bimbang mendalam yang menggelayuti hati dan pikirannya.


"Kakak-kakak semuanya,aku pinjam kak Karin sebentar ya."Ucap Dania meminta izin sembari menarik pergelangan tangan Karin agar menjauh dari sana.


"Eh,mau dibawa ke mana isteriku?"Tanya Diego posisif.


"Ya,ampun kakak,dijamin amanlah.Mau ku ajak ke kamar sebentar saja oke." Jawab Dania tertawa renyah menyadari kekhawatiran Diego.


"Mentang-mentang enam tahun nggak ketemu ya.Sombong mereka ninggalin kita."


Terdengar celoteh Danang yang kian samar dipendengaran Karin yang langkahnya mulai menjauh mengikuti pergerakan gadis yang duluan selangkah di depannya.


Ya,pertemuan pertama Dania dengan Karin terjadi sewaktu ia ikut mengantarkan sang kakak Danang untuk berkuliah di kota itu.


Hingga petualangannya saat itu berbuah pada perkenalannya dengan gadis cantik dan ramah itu yang bernama Karin.


Kebaikan gadis itu sangat membekas di hati Dania hingga kini. Dan sekaligus sebagai pertemuan terakhir mereka setelah mereka bertemu kembali hari ini.


"Ohw!Selamat bertemu kembali sayang."Seru mama Andin yang baru pulang dan tiba-tiba muncul dari ruang tamu.


"Ya,senang bertemu denganmu tante."Balas Karin ramah.


Dengan sopan ia menyambut jemari wanita paruh baya itu lalu menempelkan ke pipinya sebagai ungkapan rasa hormat kepada orang tua.

__ADS_1


"Syukurlah kau sudah sembuh nak."Tambah wanita paruh baya itu sembari menangkup kedua sisi wajah Karin dengan jemarinya.


"Terima kasih Tante."Jawab Karin menampakkan gurat senyum terindahnya.


Ada rasa bahagia manakala mendapati orang tua tersebut tulus menaruh rasa sayang yang tidak pernah berubah ke atas dirinya meskipun perjodohan di antara dirinya dengan putera tercintanya gagal dilaksanakan.


Sedikit basa-basi terjadi di antara mereka sebelum akhirnya Dania benar-benar memboyong tubuh Karin ke kamarnya.


Sementara di taman,Danang berpamitan kepada Diego untuk berangkat ke hotel sekaligus mengantar Lian pergi ke kantornya.


"Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan kami."Ucap Danang diikuti anggukan dari Lian.


"Ya,sama-sama.Tanpa bantuan kalian juga isteriku mana mungkin percaya kepadaku soal Lian.Ucapan Elyca sudah benar-benar meracuni pikirannya."Balas Diego penuh sesal.


"Kau tenanglah.Aku akan membantumu menjelaskan kejadian sepuluh tahun silam itu.Apa kau lupa kalau kak Hanny juga ada di acara ulang tahun Elyca kan waktu itu.Kau punya dua saksi yang akan menolongmu dari tudingan Elyca yang licik."Sela Lian sembari menepuk ringan bahu Diego.


Diego mengangguk pasrah,"Sayangnya isteriku malah memaafkan kejahatannya."Lanjut Diego geleng-geleng kepala.


"Sudahlah Dy,itu artinya isterimu memang wanita yang tepat sebagai pendamping hidupmu yang beresiko seperti ini.Dengan begitu kau akan terlepas dari segala macam bentuk kejahatan dan karma keluarga yang bakal menyusahkan anak generasimu ke depan."Tambah Lian menyemangati sahabatnya itu.


Diego manggut-manggut membenarkan ucapan gadis yang pernah mengagumi dirinya itu.


"Terima kasih atas dukungan kalian."Ucapnya lirih.


Empat puluh menit berlalu..


Karin baru saja keluar dari kamar Dania diikuti oleh pemilik kamar tersebut dari belakang.


Di ruang keluarga terlihat sosok wanita renta itu sedang duduk di kursi roda kesayangannya.


"Omaaa....."Serbu Karin dengan penuh haru.


Tidak terasa cairan bening itu merintik.


"Hai sayang,kemarilah cucu kesayangan oma..cup cup cup!"


Sambut tangan renta itu meraih punggung dan kepala sang cucu ke dalam pelukannya.Mengecup pucuk kepala itu berkali-kali dengan penuh kasih sayang.


"Oma,maafkan Karin tidak bisa menunggu oma lebih lama sana." Ucap Karin penuh isakan.

__ADS_1


"Ohw,itu bukan masalah,berbagilah dengan oma sayang..hmm mana suamimu..?"Bujuk oma ikut larut dalam kesedihan sang cucu.


"Diego sangat mencintaiku oma."Ucap Karin pelan.


"Ya,oma tahu itu.Bahkan dia memiliki ikatan yang lebih kuat denganmu ketimbang Danang."Balas sang oma penuh kasih sayang bersamaan dengah kehadiran Diego di sisi kedua wanita beda fase itu.


Tangan renta yang gemetaran itu membelai lembut rambut sang cucu.


"Siang oma,masih ingatkan,aku Diego."Ucapnya sopan sembari mencium tangan wanita renta itu.


Oma menyambut kehadiran Diego dengan anggukan dan pelukan.


"Nak Diego,duduklah dulu.Oma akan bicara banyak kepadamu." Ucapnya dengan nada renta yang gemetaran.


"Oma tenanglah,aku akan mendengarkan semuanya."Balas Diego tersenyum membelai rambut memutih sang oma.


"Baiklah nak,untuk hari ini kalian pelajari berkas yang sudah disiapkan itu,nanti akan ditindaklanjuti setelah semua anggota keluarga kita terkumpul."Jelas oma kepada Diego sembari menunjukkan objek yang dituju.


Diego menyambutnya dengan anggukan.


Kehadiran cucu-cucu yang sangat dirindukan membawa kebahagiaan yang terpancar nyata di raut wajah renta sang oma Hasnah Setiawan.


••


Di taman belakang rumah megah kediaman tuan Imran,Karin dan Diego asyik menemani sang oma sembari menikmati kopi hangat dan segelas jus buah segar.


Kini wanita renta yang duduk di kursi roda itu tengah disuapi oleh sang cucu tercinta yang selama tiga bulan ini terpisah dari dirinya. Suapan tangan yang sangat dirindukan olehnya.


Diego memperhatikan dengan saksama percakapan di antara sang nenek dengan cucunya tersebut.Tangannya mencoba meraih setumpuk berkas di atas meja taman belakang yang sempat diambil di ruang keluarga tadi.


Ia mencermati isi dari berkas setebal seratus duapuluh halaman yang berisi tentang kepemilikan sah terhadap aset Adhytama Setiawan yang dimiliki oleh nyonya Hasnah Setiawan sebagai pewaris tunggal.


Diego mengernyit kening memicingkan mata seraya meneliti bagian halaman yang diambil acak di mana menceritakan kisah tragis yang pernah dialami oleh keluarga besar tuan Adhytama Setiawan yang masa itu menjabat sebagai wali kota D.


Kakek buyut isterinya ini adalah orang nomor satu di kota D telah mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawanya dan seluruh keluarga besarnya hingga sang puteri bungsu nyonya Hasnah Setiawan selamat sebagai satu-satunya generasi yang tersisa.


••


Bersambung...

__ADS_1


*****


Terima kasih teman-teman semua atas partisipasi yang baik darinya..semoga kita semua diberi nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah..salam lanjut terus dan tinggalkan jejak jika berkenan..🙏🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2