Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Tempat Asing


__ADS_3

Sosok misterius itu bersama seseorang yang lain menggeret tubuh Diego yang pingsan ke dalam mobil dan di bawa menjauh dari tempat naas itu.


Ketika mentari mulai menapak di ufuk timur...,Karin yang semalaman tidak bisa tidur dan baru beberapa menit yang lalu ia memejamkan matanya.Bibi Nisah yang mengetahui secara jelas aktivitas isteri majikannnya itu dengan sabar


membiarkannya istirahat tanpa mau membangunkannya.


Meski di dalam hatinya bertanya-tanya mengapa majikannya hingga kini belum pulang juga.Padahal setahunya Diego tidak akan menginap di luar kecuali jika ia harus berangkat ke luar kota.


Namun sekarang jadwal kerja di luar kota sedang kosong.Itu berarti apa kemungkinan majikannya itu sedang dalam masalah?Karena jika Diego akan menginap di mana-mana ia pasti akan mengabarkan hal ini kepadanya juga.Namun dari semalam ponselnya tidak menerima notifikasi apapun.


"Bibi,apa Diego belum pulang juga?"tanya Karin sesaat ketika bibi Nisah meletakkan nampan berisi sarapan paginya di atas meja di mana tempat ia biasa meletakkannya.


Bibi Nisah menghela napas dalam seraya mengangguk.Karin bangkit dari tempat tidurnya lantas mencoba meraih ponsel dan memeriksa sesuatu di sana,namun seketika itu juga wajahnya berubah murung,


"Apa Diego tidak mengabari bibi juga?"ucapnya pelan.


Bibi Nisah hanya menggeleng,


"Mungkin saja tuan muda sudah berpesan kepada tuan dan nyonya besar,nona Karin."ucapnya menghibur.


Karin mengangguk pasrah.Sejenak iapun berlalu meninggalkan wanita itu menuju ke kamar mandi.Hari ini Karin memutuskan untuk tidak ingin beraktivitas di luar rumah. Ia memilih untuk menikmati akhir-akhir perkiraannya di rumah sembari menunggu kepulangan suami tercinta.


Usai membersihkan diri,Karin beranjak keluar kamar menuju ke lantai bawah. Sementara perutnya,sekarang ini sudah mulai menunjukkan kontraksi palsu.Dalam hatinya berdoa agar suaminya di luar sana baik-baik saja dan tetap terlindungi.


"Karin,di mana Diego?"tanya mama Cyntia yang tengah menikmati sarapan paginya, sedangkan Karin sedari tadi baru saja menyentuh segelas susu.


"Be_belum pulang dari semalam,ma." jawabnya pelan dan berusaha tersenyum.


"Apa papa memberinya tugas terlalu berat hingga ia menginap di kantor?"tukas sang mertua.


Wanita tua itu tampak menyungging senyum saat mendengar jawaban menantunya. Meskipun Karin tidak menunjukkan kesedihannya akqn tetapi sang mertua paham betul apa yang tengah dirasakan oleh menantunya di akhir-akhir kehamilannya yang tinggal menghitung hari itu.


"Biasanya dia akan mengabariku jika akan menginap,tapi ini tidak,ma."balas Karin pasrah.


"Baiklah nak,biar mama saja yang mencari tahu keberadaannya pada papa."ucap sang mertua seraya meraih ponsel ke dalam genggamannya.


Dahi Karin mengerut,itu berarti papa mertuanya juga tidak pulang semalaman ataukah memang sudah berangkat sejak dini hari.Jika kebisuannya hanya akan menimbulkan pertanyaan,maka kali ini ia memutuskan untuk menanyakan keberadaan ayah mertuanya,

__ADS_1


"Apa papa juga tidak pulang semalam,ma?"


Mama Cyntia mengangguk,"Ya."


Apa itu artinya Diego sekarang ada bersama dengan papanya,menjadi pertanyaan yang belum bisa ia jawab.Karin memilih pergi ke gazebo taman belakang sembari mengutak-atik ponsel dan menghubungi David untuk menanyakan kabar suaminya,


Apa kabarmu adik ipar?


^^^Baik,apa Diego ada bersamamu,kakak?^^^


E..,Diego..,Diego masih berada di Diego Spirit Hotel.Ada urusan penting yang akan diselesaikan di sana bersama papa.Maaf belum sempat mengabarimu adik ipar.


^^^Apa tidak bisa diserahkan^^^


^^^kepada orang lain saja kak,aku butuh kehadiran suamiku saat ini juga.^^^


Ba_baiklah adik,kau tunggu di sana.Kakak akan segera menggantikan posisi Diego.


Karin mengucapkan kalimat terima kasihnya di sela tarikan napas berat.Kini ia mulai merasakan kontraksi yang berlebihan di perutnya meskipun masih dalam batas kontraksi palsu.Perlahan jemarinya turun meraba perut buncitnya,


Sementara itu di seberang sana David malah kebingungan bagaimana caranya menyusul Diego.Jangankan mengetahui keberadaan orangnya,kabarnya saja ia tidak tahu persis.Berkali-kali ia mencoba menghubungi anak buahnya namun tidak satupun yang bisa melacak keberadaan adiknya itu.


'Diego kau di mana,sepertinya adik ipar mulai kesakitan.' batinya panik.


Flashback on


Pagi itu,David dan Diego tengah berkumpul di ruang Diego Spirit bersama sang ayah.


Mereka mendapat kabar bahwa Mr.Patrick, adik dari Mr.Paul sudah tiba di tanah Mat Saleh untuk mencari keberadaan anak dan keponakannya.


Beberapa kali ia mengirimkan pesan singkat kepada Diego dan Tun Fahmi agar segera melepaskan keponakannya itu.Ia bahkan mengancam akan membombardir TF.Electro Group jika permintaannya tidak segera dikabulkan.


Sementara kehamilan Karin yang tinggal menghitung hari juga diketahui persis olehnya dan dia berjanji akan melakukan pembalasan dendam sang ayah Mr.Shimpson Wade.Dengan demikian Mr.Patrick yang mewarisi kekuatan darah mafia dari sang ayah maka ia juga dengan mudah memblokade pergerakan tim Diego Spirit. Membuat mereka kewalahan melakukan pengendalian.


Banyak utusan Diego Spirit yang berhasil ia bunuh begitu saja.Dan kali ini Diego mencoba menggunakan taktik tim gerakan satu malammya.Meski ragu dengan kemampuannya akan tetapi Diego berusaha meyakinkan sang ayah dan kakak David agar memberinya kesempatan untuk maju.


Awalnya Tun Fahmi menentang keras jiat Diego namun karena Diego memaksa akhirnya ia menyetujui hal itu dalam keraguan.David yang menyaksikan perdebatan antara papa dan adiknya hanya bisa diam mengingat pergerakkannya sendiri telah di blokade oleh anak buah dari Mr.Patrick.

__ADS_1


Maka Ketika tim gerakan satu malam mulai melancarkan aksinya mencari tahu keberadaan Mr.Patrick yang laksana siluman di tengah belantara,di mana keberadaannya tidak bisa dilacak namun ia mengetahui secara persis pergerakan musuhnya.


Akhirnya mereka menemukan jalan bahwa Mr.Patrick bersembunyi di balik rumah anak kandungnya bernama Falcano Wade,maka merekapun mengirim pesan kepada Diego agar segera datang ke sebuah gedung tua yang telah ditentukan untuk mengambil data penting sebagai acuan untuk melacak keberadaan mafia tua kelas atas itu.


Diegopun memenuhi permintaan tim gerakan satu malam itu.Meskipun sang ayah dan kakaknya masih melarang lantaran ragu dengan kemampuan mereka.Diegopun memutuskan untuk tetap pergi ke sana tanpa ditemani oleh siapapun termasuk tim Diego Spirit karena khawatir keberadaan mereka tercium oleh mafia tua itu.


Tun Fahmi tersungkur di atas lantai mendengar bahwa ada korban jiwa di dalam ledakan gedung Bruno Palm.Dalam bayanganya hanyalah putera bungsunya...,


'Diego!' gumamnya lirih.


David yang baru saja pulang dari menyaksikan peristiwa naas di Bruno Palm mendapati sang ayah yang sedang pingsan tidak berdaya,sigap menyampaikan kepada seluruh anak buahnya agar tidak membeberkan masalah ini kepada keluarga besarnya di rumah.Terutama adik ipar dan sang mama.


Flashback off


Kini baik David maupun sang ayah Tun Fahmi hanya bisa pasrah dengan keadaan.Mereka bahkan tidak bisa berkutik manakala mendengar berita dari media massa yang menyatakan bahwa ada ledakan besar terjadi di gedung tua Bruno Palm.


Diduga ledakan berasal dari bom waktu yang sengaja dipasang oleh pihak tidak bertanggung jawab.Karena dalam ledakan tersebut telah menelan sepuluh orang korban jiwa.Korban diduga terlibat dalam rencana yang disengajakan.


Kembali ke tempat rahasia di mana orang misterius membawa Diego yang dalam keadaan pingsan...


Uhuk uhuk uhuk


Suara batuk berasal dari tenggorokan Diego yang baru siuman.Ia menyesuaikan pandangan dan mendapati dirinya berada di ruangan yang asing.Saat ia berupaya bangkit,dadanya terasa sakit.Tangannya naik meraba pelipisnya yang terasa perih.


Diego menyadari bahwa jika memang ia harus menerima takdir kematian yang demikian maka hanya satu doanya saat itu adalah ingin melihat isteri dan calon bayinya selamat dari segala jenis ancaman musuh bebuyutan orangtuanya.


"Kenapa membawaku kemari?"ucap Diego sesaat ketika pemuda misterius tadi mengarahkannya memasuki ruangan asing yang dilengkapi dengan segala jenis peralatan cctv yang canggih.


Diego mengedarkan pandangan sekeliling ruangan.Tangannya masih diborgol oleh pemuda misterius iti. Sedangkan orang tersebut hanya diam tanpa respon. Tangannya tampak mengutak-atik sesuatu di laptop miliknya.Seketika ruangan tersebut menjadi gelap dan sebuah petunjuk tiba-tiba muncul di layar datar yang menempel di dinding.


Diego mengamati dengan saksama semua tampilan layar yang sengaja ditunjukkan oleh orang misterius itu.Diego menggeleng tidak percaya,untuk sesaat ia berusaha menepis semua kemungkinan terburuk yang bakal menimpa dirinya.


Ia baru menyadari jika saat ini ia tengah berada di dalam markas musuh ayahnya.Akan tetap hidup atau matikah dirinya saat itu,hanya waktu dan takdirlah yang bisa menjawabnya.Diego pasrah..


Bersambung...


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2