
Selamat Membaca semoga suka 🙏😍
Hari yang cerah.Sinar surya pagi menembus tirai tipis jendela kamar VIP yang ditempati oleh sepasang suami isteri tersebut.
Membuat mata wanitanya mengerjap beberapa kali. Menyesuaikan pandangan lalu mengambil posisi duduk di atas kasur.
Netranya menyapu ke seluruh ruangan yang lengang.Beralih mengedar ke atas coffee table di mana terdapat menu sarapan pagi yang tertata rapi di piring.Ada menu omlet telur dan kwetiau goreng yang menggugah selera.
Dua gelas air putih,segelas jus buah segar pelepas dahaga dan juga secangkir kopi hitam penikmat hari ikut tertata rapi di sana.
Kruk
kruk
kruk
Bunyi keroncongan berasal dari perut Karin membuat gadis itu menelan salivanya beberapa kali sembari membayangkan hidangan kesukaannya.
"Selamat pagi isteriku."Sapa Diego yang baru saja menciptakan derit pintu kamar dan memaksa dirinya menoleh ke arah aktivitas sang suami.
Lelaki itu baru saja pulang dari lantai bawah hotel untuk mencari sesuatu untuk konsumsi oleh sang isteri.
"Pa_pagi."Jawabnya dengan suara yang tercekat di tenggorokan.
Rasanya ia benar-benar haus dan lapar.
Mengerti akan keadaan isterinya Diego langsung memapah gadis itu menuju ke kamar mandi untuk sekedar memenuhi panggilan alam,mencuci muka dan bersiwak.Setelah itu kembali lagi untuk menikmati sarapan pagi bersama dengannya.
"Sayang,tadi aku ke bawah mencari bubur ayam untukmu."Ujar Diego sembari membuka bungkusan mangkuk bubur ayam,"Aku suap ya." Lanjutnya seraya menyendokkan bubur lalu siap disuapkan ke mulut isterinya.
gluk
Karin menelan seteguk air putih di gelasnya sesaat sebelum ia mulai menerima suapan dari tangan sang suami dengan mata yang berbinar.
Acara suapannya berjalan hening hingga usai.
"Katakan padaku apa yang terjadi di lantai atas kemarin hmm sayang?"Ucap Diego sesaat setelah usai meletakkan bekas m
mangkuk bubur ayam kesukaan isterinya di atas meja.
Satu potongan kecil omlet berhasil lolos ke dalam mulutnya dengan beberapa kali kunyahan seraya menunggu jawaban dari sang isteri.
Gadis itu menghela napas,"Hanya kesalahpahaman kecil." Balasnya pelan.
"Dia menyakitimu?"Tanya Diego penasaran.
Karin menggelengkan kepala sesaat setelah mata sendu itu beradu dengan milik Diego.
"Kau juga mengenalnya.." Ucap Karin tertahan.
Diego menangkap keganjalan di sorot mata Karin yang tiba-tiba menjadi sendu.
Sesaat iapun menarik napas lalu menoba menjelaskan.
"Dia teman kuliahku di_"
"Aku sudah tahu."Potongnya cepat.
"Apa kau pernah bertemu dengannya?"Diego balik bertanya.
__ADS_1
Karin menggeleng,"Aku mendengar dari ucapan Elyca tentang Puteri Carnelianmu itu."Jawab Karin tenang.
Deg
Pemuda itu terkesiap mendengar ucapan sang isteri.
Diego menghela napas tersendat.Pemuda itu gagal mencerna ucapan sang isteri tentang Elyca dan Lian yang baru saja ia lontarkan.
"Elyca?Puteri Carnelianku?"Ucapnya bingung.
Karin mengangguk,"Ya.",Jawabnya sembari mencicipi sesendok kwetiau,"Aku tidak sengaja menguping di ruangan Diego Spirit." Lanjutnya dan menghela napas dalam.
Gluk
Gluk
Gluk
Diego meneguk segelas air putih hingga tandas.Tanpa ia sadari bahwa itu milik sang isteri setelah tangannya berhasil meraihnya.
"Itu milikku."Protes Karin mencekam.
"Maaf,aku salah mengambilnya."Balas Diego gelagapan.
Karin mematung.
"Bersiaplah,kita akan segera ke rumah paman Imran."Ucap Diego mencairkan suasana.
•••
Kediaman Tuan Imran
Ia membiarkan Diego duduk sendirian di ruang keluarga sembari menunggu kehadiran tuan rumah yang sedang keluar rumah. Begitu menurut pembantu rumah tersebut.Sedangkan oma Hasnah sedang beristirahat dan belum bisa diganggu.
'Akhirnya sampai juga di rumah Danang.' Gumamnya pelan.
Namun masih terdengar pada jangkauan dua meter darinya.
Kedua tangannya direntangkan mengiringi jejak indera penciumannya menghirup wangi bunga nan segar menghampar indah.Merengguk dalam-dalam aroma khas dedaunan kering yang berpadu dengan kuntuman mekar.
Cukup lama ia menikmati keindahan taman rumah Danang yang tertata rapi sembari memetik kuntuman mekar yang menghiasi taman.
Sesaat netranya menyapu sosok seorang wanita muda seusianya
yang menatap tak bergeming ke arahnya.
Karin memilih untuk menjauh dari hadapan gadis itu tanpa bersuara sepatah pun.
"Maafkan aku."Ucap gadis itu cepat.
Seketika ucapan tulus tersebut sukses menahan pergerakan Karin yang telahpun menjauh selangkah dari depan gadis yang tidak lain adalah Lian.Kemudian Karin berbalik dengan sorot mencekam langkah maju si gadis yang beradu pandang dengannya itu.
"Kenapa?"Balas Karin singkat sembari bersedekap.
"Aku telah berprasangka buruk."Jelasnya padat.
"Ehm."Balasnya singkat masih dengan eksprsi yang sama.
"A_aku tidak tahu kau isterinya Diego."Tambah Lian.
__ADS_1
"Lupakan,dan kau sahabat baik suamiku."Jawabnya mulai bersahabat.
"Jadi kau menerima permintaan maafku?"Tanya Lian mulai lega.
"Ya."Jawabnya singkat.Mengulurkan tangan tanda berjabatan tangan.
"Terima kasih."Ucapnya riang menyambut uluran tangan Karin dan menariknya ke dalam pelukan.
Hening...
"Surprise!"
Pekik suara Diego dan Danang yang muncul tiba-tiba dari arah yang berlawanan seketika membuat kedua gadis yang baru berdamai itu terkesiap dengan pipi yang bersemu merah.
"Selamat datang sayang!"Pekik Danang menggelegar sembari memeluk erat tubuh Lian.
"Selamat bersenang-senang sayang!"Seru Diego lantang, mencium pipi sang isteri dan merangkul pinggangnya.
"Yie!Mesra amat Dy.Sialan Lu!"Cebik Lian yang tidak tahan dengan perlakuan Diego kepada sang isteri.
"Akh!Lu sirik.Tuh si jangkung di sampingmu ini yang kelewat romantis,bisa mati lemas kau.Cepatlah dihalalkan."Balas Diego tertawa renyah menepuk punggung Danang.
"Sialan Dy,Apa dia playboy juga?"Sergah Lian sembari tertawa mencolek pinggang Danang.
"Ya,kodrat pria sejati yang punya banyak fans."Ucapnya sumringah sembari melirik usil ke arah Danang yang tengah masam.
"Mending fans gue daripada punya Mr.London.Udah fanatik rada ekstrem lagi.Cewe-cewe pada susah move on.Benar kan Lian?"Balas Danang yang masih setia menarik tubuh Lian ke dalam pelukannya.
Gadis itu seketika melotot membuat semuanya tertawa renyah.
"Mana ada playboy yang nggak tebar pesona."Celetuk Lian tidak mau kalah.
"Ya,'Setali tiga uang' cocok untuk sebutan papa berdua."Seloroh Karin sembari tertawa riang.
"Ck!"Hanya decakan kecil yang muncul dari mulut dua pemuda tersebut secara bersamaan seraya menggaruk kepala yang tidak gatal dan yang lainnya menyisir kasar rambut yang tidak berantakan.
"Cieh,cieh! Pengantin baru dan calon pengantinnya sudah pada ngumpul!"Lenting suara khas gadis manja yang muncul dari arah yang berbeda.
Gadis yang tidak lain adalah adik Danang bernama Dania puteri semata wayang keluarga Imran.
Di tangannya terlihat memegang seonggok berkas berjilid rapi yang siap diantar ke ruang keluarga.
Dania berlari ke arah Karin seraya jingkrak-jingkrak bahagia memboyong tubuh gadis itu ke dalam pelukan hangatnya sesaat setelah seorang pelayan datang menyambut berkas berjilid tersebut dari tangannya.
"Selamat datang kak Karin.Ugh!Aku rindu berat!"Pekiknya kegirangan sembari meloncat bahagia.
"Aku juga merindukanmu Nia."Balas Karin tersenyum manis.
"Maaf kak,saat kau kritis aku tidak sempat menjengukmu karena keburu di bawa ke kota S."Ucap Dania menyesal.
"Ya,nggak masalah.Sekarang sudah terbayarkan Nia."Timpal Karin menenangkan.
••
Bersambung...
****
Terima kasih teman-teman yang sudah mampir..dan tinggalkan jejak..salam lanjut..ya..🙏🙏🙏🤗🤗🤗
__ADS_1