Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Rasa yang Berbeda


__ADS_3

Selamat membaca 🙏😍


Usai berpakaian rapi Diego dan Karin memilih untuk rebahan di atas kasur yang selimut bekasnya telah diganti baru oleh Karin. Keduanya terlihat bahagia sembari bercengkerama ria.


Banyak cerita-cerita masa lalu yang mereka ulas kembali sembari menunggu matahari terbit di ufuk timur.Ceritanya di kamar inilah Karin dan Diego kerap mengisi waktu mereka bersama-sama di waktu kecil.


Bermain sambil belajar,mengunyah camilan,minum jus,bermain mobil dan boneka,bermain petak umpet hingga kelelahan dan akhirnya terlelap bersama-sama.


Dan bibi Ira lah yang bertugas dan bertanggungjawab menjaga serta melindungi mereka berdua pada ketika papa Haikal,mama Nadine dan juga kakak Adhytama sedang keluar rumah.


Singkatnya kamar ini telah menyimpan banyak kenangan untuk mereka di waktu kecil.Setelah menginjak remaja Diego mulai mengurangi pertemuan mereka di dalam kamar dan menjaga jarak karena dia baru menyadari perasaannya sendiri kepada gadis itu.


Hingga ia lebih memilih mengajak Karin belajar di tempat terbuka dan juga area taman belakang rumah sebagai tempat bermain.


Mungkin ini juga alasan mengapa semalam kedua anak manusia ini tergerak hati untuk saling melayani di dalam kamar ini demi memenuhi kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai suami dan isteri yang sah.


"Sini kupeluk sayang."Ucap Diego santai sembari menarik tubuh sang isteri ke dalam dekapannya.


Karin menurut manja sembari menenggelamkan wajahnya ke dada bidang sang suami tercinta.


"Apa kau tahu sayang,acara resepsi pernikahan kita akan digelar seminggu mendatang."Ungkap Diego sembari mencium pucuk kepala isterinya.


"Oh ya,baiklah."Balas Karin manja.


"Apa kau sudah membaca surat undangannya?"Tanya Diego lagi.


Karin menggeleng,"Aku ikut saja apa yang sudah menjadi ketetapannya sayang."Jawab Karin sembari mendongak menatap wajah sang suami.


Diego mengangguk pelan.Sekarang ia berkesimpulan bahwa Karin juga pasti sama seperti dirinya yang belum tahu di mana resepsi mereka akan digelar jika tidak diberi tahu oleh sang mama semalam.


Karin yang benar-benar tidak mengetahui akan hal itu pun mengangguk cepat. Membenarkan ucapan sang suami.


"Hmm..di Adhytama Star Hotel."Jelas Diego pelan.


"Itu kan di hotel milik oma,berarti acara kita akan berlangsung di tempat itu juga!"Seru Karin jingkrak kegirangan.


Kedua tangannya sengaja ia tautkan untuk merangkul pinggang lebar suaminya.


"Hmm..Sekalian bulan madu atas permintaan mama Nadine dan papa mengabulkannya."Jelas Diego.


Karin kegirangan sembari mendongak manja memandang wajah suaminya.Sorot matanya tidak lepas menatap mata elang yang selama ini kerap membuatnya nyaris membeku.Diego membalas tatapan intens isterinya itu.Keduanya saling beradu.


"Katakan padaku,siapa orang pertama yang ingin kau temui di sana hmm?Ucap Diego melemparkan pertanyaan.

__ADS_1


"Oma dan Dan_" Ucap Karin sigap namun terputus manakala ia menangkap sesuatu dari sorot mata Diego.


"Danang!Kau pernah menyimpan rasa kepadanya?"Ucap Diego pelan dan datar sembari melempar tatapan menyelidik mencari kepastian di mata isterinya.


Karin menangkup pelipis sang suami dengan kedua telapak tangannya menatap lama wajah suaminya.Entah kenapa Ia merasa seolah pertanyaan sang suami itu bernada posesif.


"Kau tidak sedang cemburu kan sayang?"Tanya Karin memberanikan dirinya.


"Kalau ya,lalu kenapa?"Ucap Diego balik bertanya.


Karin menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak apa-apa.Aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja."Balas Karin menjelaskan.


"Kau belum menjawab pertanyaanku sayang."Lanjut Diego bersikukuh.


Karin menggelengkan kepalanya berulang kali.Menjelaskan kepada sang suami bahwa dirinya tida pernah menyimpan rasa kepada pemuda itu.


Dia dan Danang tidak pernah menjalin hubungan apapun selain sebagai sepupu dan sahabat.Ia telah menganggap Danang seperti kakaknya sendiri karena kehadiran pemuda itu telah membawa senyum di hidupnya.


Diego mencermati semua ucapan dan penjelasan sang isteri sembari menatap dalam ke netra sang isteri berharap agar tidak ada kebohongan di dalam sorot mata tersebut.


"Dia hanya seorang motivator yang rela terjungkal demi kebahagiaan orang-orang yang ia sayang."Jelas Karin menutup pembicaraan.


Pemuda yang penuh pengertian ini menangkap sinar ketulusan di mata sang isteri.Hal ini justeru membuatnya semakin jatuh cinta kepada isterinya.


Kali ini ia meraih Karin ke dalam dekapan hangatnya sembari mendaratkan ciuman berkali-kali di kening pemilik wajah oval itu.


•••


Di meja makan papa Haikal yang baru mengetahui keberadaan anak dan menantunya di rumah ini begitu antusias meminta mama Nadine untuk segera menjemput keduanya agar bisa ikut sarapan bersama.


Mama Nadine tersenyum bahagia melihat tingkah sang suami yang menunggu anak dan menantu saja sudah seperti menunggu idola.


"Sabar dong papa.Anak-anak kita butuh waktu untuk berbagi kebahagiaan dengan kita."Ucap mama Nadine sembari mecuit pinggang sang suami.


Papa Haikal terkekeh bersamaan dengan kehadiran anak dan menantunya di hadapan mereka.


"Akh! Rasanya sudah lama sekali tidak duduk bersama.Rindu pula papa dengan kalian."Ujar pria paruh baya itu memasang raut wajah gembira menyambut peluk cium dari Karin dan Diego.


Kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk menikmati sarapan sesaat setelah keduanya melakukan hal yang sama kepada mama Nadine.


"Kami juga rindu dengan papa dan mama."Ucap keduanya secara bersamaan.

__ADS_1


"Nah!Serasi kan.Itu anak papa dua-duanya sangat kompak."Usik papa Haikal dengan senyum mengembang.


Mama Nadine ikut tergelak ria,"Sepertinya besok mereka sudah harus berangkat ke Indonesia ya pa."


Papa Haikal mengangguk.


"Eum! Itu kita ikut oma saja ya nak! Kasian oma daripada jauh-jauh datang kemari ikut acara resepsinya lalu kembali lagi untuk mengurus pernikahan Danang dan Puteri.Aaakkhh!Sekali mendayung dua tiga pulau terlampauilah."Ucap papa Haikal sembari berseloroh.


Karin dan Diego tertawa riang.


"Ikut yang terbaik saja pa.Kami ikut."Jawab Diego sopan.


"Nggak pa pa ya sayang ya."Ucap mama Nadine sembari melirik manis ke arah Karin yang hanya diam menikmati hidangan miliknya.


"Ehm..Ya,nggak papa ma,orang cucu oma si Karin dan Danang pada kebelet mau kawin bareng sih!"Celetuk Karin sembari mengedikkan bahunya.


"Huyhsy!Asal bicara kamu sayang." Sela Diego sembari mengacak rambut isterinya diikuti tawa bersama oleh semuanya.


Papa Haikal tertawa kecil menggeleng-gelengkan kepala.


"Itu bukan keinginan kalian berdua tapi permintaan dari oma yang wajib kalian jalani sayang."Timpal mama Nadine meluruskan.


Diego mencolek pinggang sang isteri memberi isyarat agar segera meminta maaf kepada sang mama.


"Ya,maafkan Karin mama sayang."Ucap Karin menunduk.


Mama Nadine mengangguk,"Kalian berdua duluan.Danang dan Puteri akan mengurus semua keperluan kalian selama di sana sebelum kami menyusul."


"Oh ya, baiklah mama."Jawab Diego sedangkan Karin hanya mengangguk.


Karin menatap Diego yang sedang mengunyah pelan.Dalam pikirannya masih teringat akan pertanyaan sang suami tentang perasaannya terhadap Danang.


Entah perasaan seperti apa yang suaminya maksudkan yang jelas Karin tidak pernah merasakan sesuatu yang berbeda ketika berhadapan langsung dengan Danang seperti ketika dirinya berhadapan langsung maupun tidak langsung dengan suaminya.


Hal itulah yang membuat dirinya merasa bahwa Diego adalah segalanya bagi kehidupannya.


'Apa suamiku meragukan hatiku?' Batinnya bingung.


•••


Bersambung....


Terima kasih buat kawan-kawan semua,para pembaca yang baik..🥰🥰🥰 Ni akan diusahakan up terus.🙏🙏🙏 Salam lanjut terus ya..Jangan lupa tinggalkan jejak.🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2