
Selamat membaca teman-teman sekalian semoga suka 🙏😍
"Kariiinn sayang!"
Lenting suara khas manja yang dimiliki oleh Hanny menggema seisi ruang keluarga.Berlari kecil meraih tubuh mungil yang terlihat kurus milik si wajah oval tersebut kedalam dekapan hangatnya.Mencium pipi dan wajahnya berkali-kali dan menjentik-jentik hidung bangirnya dengan gaya khas semangat penuh persahabatan.
"Hanny kau_!?"Ucap Karin tertegun melihat penampilan sahabat yang kini telahpun menjadi kakak iparnya.
"Ya,ini aku!Kenapa kau begitu kaget melihatku hmm,apa ada yang salah dengan tubuhku ini?"Tandasnya pura-pura cemberut.
"Kau_kau sudah melahirkan sayang?Mana keponakanku,mana,mana?"Ucapnya memburu disela dekapan riang mereka,"Kau curang,kenapa tidak mengabarkan ku?"Lanjutnya mulai cemberut.
"Hehe..Sayang,aku melahirkan tepat dua hari disaat setelah kau mengalami kecelakaan." Ucap Hanny menjelaskan.
"Yahh! Sudah selama itu tapi tidak ada satupun yang memberitahuku?"Keluhnya pelan tidak bersemangat.
"Maaf sayang,bukan maksudku untuk menyembunyikan ini darimu."Sanggah Diego sedikit manja.
Karin semakin cemberut dibuatnya.Kali ini ia berhasil melirik tajam ke arah Diego yang menanggapi dengan mengedikkan bahunya dengan tatapan memelas meminta pertolongan kepada Hanny sang kakak.
Hanny tersenyum dan mengerti akan situasinya.
"Adik ipar ku yang cantik,bukan adikku mengabaikanmu sebagai anggota keluarga kami,tapi saat di negara tetangga Diego berniat ingin menyampaikannya kepadamu namun aku sendiri yang melarangnya.Biar ada kejutan saat kau pulang nanti."Jelas Hanny meleraikan.
Sementara Diego sudah dipanggil sang ayah berkumpul bersama para pria sejati keluarga Haikal dan TF sesaat setelah Hanny menyelesaikan ucapannya.
"Hmm..Baiklah! Kalau begitu dimana keponakanku.Aku sudah tidak sabar untuk menimangnya." Ucap Karin tersenyum dan melupakan perdebatan kecil yang melibatkan sang suami tercinta.
"Dia sedang tertidur Rin,tadi aku terlambat menyambut kedatangan kalian karena aku saatnya si kecil mendapatkan ASI."Jawab Hanny penuh semangat sembari memboyong tubuh Karin menuju ke kamarnya.
Ceklek
"Lihatlah! Keponakanmu sedang terlelap.Namanya Reyhan."Ujar Hanny tersenyum bahagia.Senyum khas seorang ibu kepada buah hatinya.
Karin terpana melihat pemandangan di depan mata.Balita berusia tiga bulan itu benar-benar memukau jiwanya seakan mendesak agar ia segera memilikinya.
Sementara Diego yang melihat Karin di ruang keluarga memutuskan untuk segera menyusul dirinya sesaat setelah ia bertanya kepada bibi Nisan akan keberadaan isterinya.
"Nyonya muda sedang pergi ke kamarnya nona Hanny."Ucap bibi Nisah tersenyum bahagia melihat Diego yang begitu semangat kembali memeluk dirinya sembari tertawa kecil seperti sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi.
"Baik bi,terima kasih.Aku menyusul ke atas dulu ya."Ucap Diego senang sembari beranjak meninggalkan bibi Nisan yang mengangguk dengan senyum.
Di kamar Karin lagi-lagi dibuat memekik kegirangan dengan keberadaan sang balita yang menggemaskan itu.Merasa luar biasa dengan keadaan baru di kamar Hanny tanpa menyadari kehadiran Diego yang telah berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"Wah! Ternyata keponakanku seorang jagoan sejati.Umh! Sudah pasti si Reyhan tidak temperamen,sopan dan penuh senyum seperti papa Fahri ya! Cup cup cup!" Serunya kegirangan melihat keponakannya nyaman dalam balutan selimut bayi.
Diego mematung.
Hanny yang mengetahui kehadiran sang adik mulai melancarkan aksinya sesaat setelah memberi kode kepadanya.Diego mengangguk dan menepi.
"Aku yakin adikku pasti menjagamu dengan baik selama ini.Jadi jika kau sudah benar-benar sembuh maka jangan menunda lagi.Cepatlah berikan aku keponakan yang lucu,imut dan juga banyak!" Seru Hanny sembari menahan tawa.Ditanggapi oleh Karin yang sedang mencerna dengan baik ucapan kakak iparnya.
Karin tertawa riang,"Baiklah_baiklah!Apa yang tidak untuk sahabatku yang satu ini.Teristimewanya buat kakak iparku,aku akan memberikanmu keponakan yang lucu-lucu dan imut."Ucapnya dibarengi dengan tawa renyah memecah seisi ruang kamar tersebut.
"Ehm..Baiklah kalau begitu kita akan segera memberikan kakak keponakan sekarang juga."Timpal Diego yang mulai berjalan menghampiri Karin.
Karin terperangah melihat kehadiran Diego.Seketika ia pun berlindung dibalik tubuh langsing Hanny yang terlihat sedikit lebih padat.
"Katakan kepadanya,aku masih butuh proses penyembuhan." Ucap Karin mulai panik kepada Hanny.Dahinya diselimuti keringat dingin.
Hanny terkekeh melihat tingkah adik iparnya.Sementara Diego yang berusaha menahan tawa namun tidak terbendung akhirnya ikut tertawa renyah sembari meraih tubuh kedua wanita tersayangnya kedalam pelukan hangat yang menyejukkan hati.
Hanny bahagia menyambut pelukan Karin dan Diego secara bersamaan.Sorot matanya berbinar karena telah berhasil mengembalikan cinta sang adik. Mempertemukannya dengan Karin adalah keinginan sejak awal manakala ia mulai mendekati Karin.Kini semuanya telah sampai ke titik terang.Karin telah menjadi milik sang adik.Seketika bibirnya mengulum senyum penuh arti.
•••
Rembulan empat belas hari menyapa langit malam.Gelap seakan bersujud dibawah aura bintang gemintang.Berpendar cahaya benderang remang menambah kesan romantis yang membias disegenap atmosfer bumi Negeri Byawah Bayu.Turut menyaksikan sepasang anak Adam dan Hawa yang tengah diselimuti rasa bahagia di ujung balkon rumah besar lantai tiga.Keduanya mengambil kesempatan menikmati suasana malam nan syahdu setelah selesai menjalani ritual khusus acara syukuran keluarga yang dibuat secara intern di keluarga namun bernuansa mewah sesuai permintaan dari papa Fahmi,orang nomor satu keluarga tersebut.
Karin menarik napas dalam,"Aku merindukan kenangan di sana."Jawabnya pelan, "Dia yang menjadi saksi suka dan dukaku."Lanjutnya sembari bersedekap menutup kedua lengan dengan jemari lentiknya.
Diego menautkan kedua tangannya ke tubuh gadis yang berdiri membelakangi dirinya.Memeluk erat tubuh gadis yang tengah memandang sejauh mata memandang.
"Apa kau tahu sayang,ini tempat tongkrongan favoritku di malam bulan purnama.Kau tahu kenapa hmm,karena dari sini aku bisa bernostalgia dengan semua kenangan masa kecil dan masa remaja kita.Hanya kita sayang.."Bisik pemuda itu ke telinga sang gadis.
Deru napas maskulin wangi lemon mint yang berasal dari sebiji peremen yang dikonsumsi olenya meniup lembut kuping sang isteri seketika membuatnya menggeliat.
"Kau menyukai kenangan masa kecil kita?"Tanya Karin sembari mendongak memandang wajah Diego.
Diego mengangguk pasti,"Semuanya kusukai tanpa kecuali."Ucapnya masih
berbisik sembari mendaratkan kecupan manis ke kening dan wajah mulus yang dapat ia jangkau,"Apalagi tingkahmu yang suka uring-uringan ketika aku sengaja menggodamu." Lanjutnya semakin dalam ke telinga belahan jiwanya.
Karin terkesiap namun binar matanya tidak bisa membohongi hatinya yang tengah berbunga-bunga manakala mendengar ucapan Diego.Ia bahkan hampir tidak percaya bahwa Diego masih bisa merekam dengan jelas memori masa lalu tentang kharakter konyol miliknya dimana sebenarnya ia sendiri juga telah melupakannya.
"A_aku_"Ucapannya seketika terpotong.
"Psst!" Ucap Diego singkat manakala ia mulai menautkan bibirnya bertubi-tubi ke dagu dan bibir cherry milik gadis itu dengan lembut penuh arti yang mendalam. Meninggalkan gigitan kecil yang membuat belahan ditengahnya lalu kemudian menyesap nikmatnya aroma menggelitik dan rasa bibir ranum milik sang isteri yang mulai terbawa arus kenikmatan kian menggelenyar di sekujur jiwa dan raganya.
__ADS_1
Karin pasrah.Tindakan agresif sang suami membuatnya benar-benar merasa seakan ditaburi oleh ribuan kelopak mawar yang wanginya semerbak menyeruak memenuhi seisi ruang berlapis di alam hatinya yang meminta untuk segera dijamah didalam suasana hening yang mencekam.
"Ehmm.." Suara deheman mengagetkan dua anak manusia yang sedang terbuai.
"Eh! Kak David,ada yang bisa Kubantu?"Ucap Karin yang tersipu menahan rona merah diwajahnya dan masih bisa terbaca oleh David di tengah pantulan sinar rembulan.
Sementara Diego hanya diam menutupi kekesalannya terhadap kehadiran sang kakak yang tidak tepat waktu.
"Kakak kemari hanya ingin mengembalikan ini."Ucap Davi sembari menyodorkan ponsel dan memory eksternal milik Diego yang tertinggal di meja ruang keluarga kepada Karin yang berjalan mendekat.
Sang papa menyuruhnya untuk mencari dan mengembalikan barang tersebut kepada sang adik.
"Oh ya,terima kasih banyak kak.Maaf telah menyusahkan mu."Balas Diego sembari tersenyum tipis.
David merangkul bahu Diego yang terlihat masih menahan gejolak rasa di dada yang masih meronta-ronta untuk segera dilepaskan.Kemudian membelai lembut kepala Karin dengan senyum kecilnya.'
"Adik ipar,sampaikan permintaan maafku kepada suamimu karena kakak telah mengganggu waktu kalian."Ucap si bapak keren dua anak namun tingkat ketampanannya masih mengalahkan sebagian pemuda lajang masa kini.
Karin tergelak dan manggut-manggut ria mendengar usikkan kakak iparnya sedangkan Diego tersenyum simpul memandang sang kakak yang secara tidak langsung telahpun membaca isi hatinya saat ini.
"Baiklah sudah larut malam.Kakak pulang dulu."Ucap David sembari melirik arloji ditangannya.
"Kak David,apa tidak sebaiknya menginap di sini malam ini kak?" Pelawa Karin sopan.
"Lain kali saja Rin,besok pagi kakak harus menjemput kakakmu Dian dan anak-anak di bandara.Mereka baru habis berlibur di London bersama nenek buyut di sana."Jelas David sembari membelai kepala gadis itu.
Karin mengangguk sopan.
"Kakak pamit pulang Dy.Perlakukan dia selayak-layaknya.Dia bukan hanya menantu keluarga ini tapi dia juga puteri bungsu keluarga ini sebagaimana Dian yang menjadi puteri tertua dikeluarga kita."Ucap David berurusan sesama lelaki sembari menepuk bahu sang adik.
Diego mengangguk pasti membalas tinju yang diulurkan sang kakak sesaat sebelum ia beranjak.
Karin menatap punggung David yang kian menjauh dengan kelopak yang diselimuti kabut bening.Hatinya benar-benar tersentuh mendengar ucapan terakhir pria itu kepada adiknya.
Lantas ia beranjak memeluk erat pinggang Diego dan disambut mesra oleh sang suami sembari tersenyum menatap dalam ke mata beningnya.
Karin merasa benar-benar diterima oleh keluarga ini.Keluarga yang selama ini digadang-gadang oleh seluruh masyarakat negeri akan kebaikan dan ketulusan mereka dalam bersosialisasi kepada siapapun tanpa memandang status dan kemewahan.Dan itu benar-benar mereka amalkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.Ia sangat bersyukur dan bahagia memiliki keluarga baru dari orang nomor satu dalam dunia perbisnisan negara ini.
•••
Bersambung.....
*****
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak. 😍😍😍🤗🤗🤗