
Pagi yang cerah ..Usia kehamilan Karin mencapai tujuh bulan.Keluarga besar TF.Electro Group mengadakan doa syukuran untuk menantu dan calon bayi mereka.
Di trimester akhir kehamilannya,wanita itu kini senang melakukan aktifitas di luar rumah.Selain daripada melakukan senam kesehatan,ia juga gemar melakukan kegiatan amal dengan membagikan paket hadiah kepada anak-anak yatim piatu.
Karin memilih untuk membagi-bagikan makanan dan juga buku-buku pelajaran ke yayasan pendidikan gratis milik Davie Group dan juga yayasan pendidikan milik kolega perusahaan maupun milik negara.
David Hady dan Gracia Heny sebagai sebagai pengelola yayasan tersebut sudah menunggu kehadiran sang adik Diego dan Karin sejak matahari terbit.
"Selamat datang adik-adikku,"ucap David ramah.
"Terima kasih kakak,"jawab Karin dan Diego bersamaan.
"Silahkan adik,aku sudah menunggu kalian dari pagi."Heny menimpal.
"Baiklah kakak,"
Kedatangan Diego dan Karin mengundang heboh di kalangan anak-anak di bangku kelas atas yang pernah menerima kehadiran Karin sewaktu masih berstatus mahasiswa.Karin yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan membuat para anak yayasan itu mengenal dirinya dengan sangat baik.
"Kakak Karin..,senang bertemu denganmu."ucap salah seorang di antara mereka.
"Kami sangat merindukan dirimu kakak," timpal yang lainnya.
"Ya,kakak juga sangat merindukan kalian,"ujarnya,
"Lihatlah,apa yang kakak bawa untuk kalian."Karin menambahkan.
Anak-anak yayasan sangat bahagia menerima hadiah pemberian dari sepasang suami isteri yang baik dan penyayang.Diego melirik ke arah isterinya yang tengah sibuk membagikan hadiah bersama dengan beberapa orang penjaga yayasan.Senyum mengembang di wajah cantik gadis yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
Calon ayah itu merasakan bahagia yang luar biasa manakala melihat sang isteri yang
begitu semangat meski tampil dengan perut buncitnya namun tampak semakin cantik dan menawan hati.
Manakala hatinya sedang merasakan kebahagiaan itu tiba-tiba terlintas bayangan akan ancaman nyawa isteri dan calon bayinya.
Jika ingin hidup tenteram,kembalikan Elyca kepada kami!
Serahkan Elyca,atau nyawa isteri dan calon bayimu yang menjadi taruhan!
Kami bisa melakukan apa saja terhadap isterimu yang gemar berkeliaran di usia tua kehamilannya!Serahkan Elyca!
Demikian bunyi pesan masuk yang dikirim oleh orang tak dikenal melalui ponsel miliknya dengan nomor yang berbeda pula.
Hatinya kembali bersedih. Jiwanya seakan tercabik-cabik bagai disayat belati tajam terasa sakit bagai dihantam bongkahan batu besar yang membuatnya seakan sulit untuk bernapas.Kini ia tengah memikirkan bagaimana cara melindungi isterinya agar bisa terlepas dari ancaman tersebut.
__ADS_1
Menyerahkan Elyca,sama saja membuarkan kejahatan merajalela di mana-mana.Karena keluarga mafia itu sudah tercatat sebagai keluarga pembuat masalah sejak zaman kakek mereka.Mereka tidak akan pernah puas menyerang selama dendam keluarga mereka belum terbalas.
Lalu jika ia tidak menyerahkan wanita itu maka isteri dan anaknya menjadi sasaran empuk kejahatan mereka.Mereka rela menggadai nyawa asalkan dendam mereka terbalaskan.
Diego Spirit sudah dikerahkan,akan tetapi masih saja ada yang mencium pergerakan aktivitas isterinya itu.
Ruang Rahasia Falcano Wade
Pemuda itu tengah bertekuk lutut lemas di atas lantai.Beberapa hantaman keras dari tangan kekar sang ayah baru saja mendarat telak di wajahnya.Membuat ujung bibirnya terluka dan berdarah.Ia hanya bisa menahan rasa sakit tanpa bisa mengeluh sedikitpun.
"Dasar tidak becus,mengurus seorang gadis ingusan saja kau tidak sanggup!"serang Mr.Patrick beringas.
"Maafkan aku ayah."ucapnya lirih.
"Heh,pecundang!Apalagi yang bisa kau lakukan selain urusan playboymu itu hah?!Atau jangan-janga,kau mulai jatuh cinta dengan perempuan itu,"bentak sang ayah kesal.
Falcano tersenyum sinis,"Mau sampai kapan ayah menyimpan dendam terhadap keluarga itu?"ucapnya dengan napas naik turun.
"Diam kau!...,ini urusan martabat keluarga yang direndahkan oleh keluarga sialan itu." tandasnya,
"Mereka penyebab kematian kakak tertuaku,kakak keduaku di penjara dan keponakanku sekarang masih di tangan mereka.Kehidupan keluargaku hancur gara-gara mereka!Aku tidak akan tinggal diam..,hutang nyawa...,harus dibayar dengan nyawa!"
"Tapi ayah salah memilih orang!Kenapa wanita tidak berdosa itu yang menjadi target rencanamu?Dia berhak hidup dan melahirkan generasinya. Aku tidak akan melakukan hal sekeji itu terhadap wanita lemah."
"Argh!"
"Argh!"
Mr.Patrick menghujam dada anaknya sendiri dengan kakinya,
"Ingat satu hal,dia adalah penyebab hancurnya hidup keponakanku!Maka dia pantas mati!"
"dan kau dengar baik-baik!Jangan coba-coba membelot,karena darah mafiaku inilah yang mengalir di tubuhmu itu!" serunya seraya menginjak dada pemuda yang terkapar di atas lantai sesaat setelah akhirnya ia memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Pemuda yang merasa kesakitan yang luar biasa itu hanya bisa berjuang untuk bangkit dan mencari sesuatu yang bisa ia raih sembari menghela napas berat memandangi punggung sang ayah yang menghilang di balik pintu.
Sang ayah yang tidak berperikemanusiaan memperlakukan anaknya begitu hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.Yakni 'ambisi keluarga besarnya'.
Di luar ruang rahasia tampak Mr.Patrick tengah berbicara kepada Seseorang melalui ponsel miliknya,
Awasi dia,jangan sampai dia melakukan kesalahan yang sama sekali lagi.
^^^Baik tuan!^^^
__ADS_1
Mr.Patrick memutuskan sambungan seraya melirik sinis ke arah pintu kamar tempat puteranya masih terkapar...,licik.
Dua bulan kemudian...
Malam mulai bertandang,di sebuah gedung tua yang tidak terpakai lagi,Diego yang mendapat panggilan khusus dari tim gerakan satu malam segera mendatangi area yang telah ditentukan oleh anak buahnya.Pemuda itu melangkah hati-hati menuju ke lantai tertinggi gedung bertingkat tersebut.Di sana tampak petakkan kosong yang membentuk ruang.
Diego mendatangi semua ruangan kosong mencari petugas gerakan satu malam namun belum juga menemukan apa yang ia cari.Baru saja Diego merapatkan dirinya ke ruangan terakhir tiba-tiba sekelebat bayangan manusia bertopeng hitam sigap menyergapnya dan membawanya keluar dari gedung tersebut melalui sebuah pintu rahasia.
Sementara itu,di rumah besar kediaman Tun Fahmi,Karin yang sedari tadi merasa sulit tidur,berkali-kali ia terbangun dan mencari air minum.Perut buncitnya yang sudah mulai berkontraksi palsu terasa mulas dan melilit.
Karin melirik detik menit pada jam yang menempel di dinding,waktu menunjukkan pukul 23.45 waktu setempat.Akan tetapi sang suami belum juga pulang ke rumah.Ada perasaan cemas yang menggelayut di pikirannya gara-gara debaran jantung yang tiba-tiba muncul begitu saja dan Karin tidak mengetahui persis apa penyebabnya.
Beberapa kali ia mencoba menghubungi ke nomor ponsel suaminya namun nomor yang dituju selalu berada di luar jangkauan.Karin hati-hati menuruni anak tangga menuju ke dapur.
"Nona Karin,jika anda membutuhkan sesuatu cukup katakan dan bibi akan mengantarkannya ke kamar."ucap bibi Nisah yang kebetulan masih di dapur.
"Ah,tidak bi.Aku hanya butuh segelas air minum."lanjutnya sembari menahan rasa sakit di perutnya yang kian mulas. Jemarinya perlahan turun meraba perutnya yang buncit.
Bibi Nisah hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Karin yang tidak pernah menyerah....
Kembali lagi ke gedung tua yang tidak terpakai tadi...Di dalam terowongan rahasia itu,Diego yang merasa bahwa kejadian ini di luar dari rencananya dengan cepat berusaha memberontak,hingga sempat terjadi pergulatan yang cukup lama di antara mereka berdua.Namun gerakan orang bertopeng hitam tersebut lebih gesit hingga Diego mengalami luka yang cukup serius pada lengan,kaki dan lebam di wajahnya.Sosok misterius itu seakan paham betul dengan kelemahan Diego dan juga seluk-beluk lokasi tersebut.
"Lepaskan!Siapa kau?!"teriakan keras Diego berusaha melawan.
"Diam,dan ikuti aku,atau kau akan mati sia-sia di sini!"bentaknya tidak kalah keras.
Mendengar ucapannya,Diego terpaksa menuruti perintah orang misterius itu. Meskipun merasa agak asing,namun ia berusaha untuk menepis wasangka yang menyelimuti pikirannya.
Boum!
Belum sampai jarak seratus meter mereka menjauh dari pintu rahasia tersebut, tiba-tiba bunyi ledakan bom yang membombardir memekakkan telinga.Baik Diego dan juga orang misterius itu sama-sama terpental beberapa meter ke depan hingga akhirnya mereka berhasil melepaskan diri dari jeratan yang dipasang oleh seseorang di dalam gedung itu.
Diego yang dalam kesakitan luar biasa menyadari bahwa dirinya baru saja selamat dari sebuah ancaman yang nyaris merenggut nyawanya....,menatap lamat puing-puing bangunan tersebut di dalam gelap dengan tatapan berkaca-kaca.
Di matanya kelebat bayangan Karin dan calon bayinya hadir melintasi memberikan suntikan semangat baru di dalam dadanya yang sebak,hingga beberapa saat kemudian ia merasakan dunianya menjadi gelap.
Sejenak orang misterius tadi bangkit dan bersama seseorang yang lain telah sedia menunggu dan menggeret tubuh Diego menuju ke sebuah mobil yang sudah disediakan lalu siap meluncur dan menjauh dari tempat naas tersebut.
•••
Bersambung...
🤗🤗🤗
__ADS_1