Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 25


__ADS_3

Selamat membaca


Angin sepoi menyapa lembut.Menyejukkan suasana hati yang gerah.Karin berdiri di ambang balkon lantai dua rumahnya memperhatikan jauh ke arah taman rumah milik opa Jery yang sangat luas.Suasana sejuk yang tidak mampu membuat hatinya menjadi tenang.Sore itu,usai berdandan ia akan bersiap menuju ke rumah kakak Tama dan berencana menginap di sana dalam rangka memenuhi panggilan sang kakak.


Sebelum berangkat Karin hanya ingin beristirahat sejenak meregangkan otot-otot yang terasa kaku.Padahal semalam juga ia tidur nyenyak.Dan tadi pagi ia juga sempat beristirahat karena waktunya senggang sepanjang hari.Entahlah apa yang membuatnya merasa agak lelah dan enggan beranjak.Kepalanya terasa pusing dan beberapa kali ia menguap dengan malasnya.


“Lho kok masih di sini sayang?”suara serak oma Hasnah mengagetkan.


Karin menoleh.Wanita renta itu terlihat lemas tidak berdaya.Seakan sedang menahan sakit di dadanya.


“Oma kenapa?”tanya Karin khawatir.Tangannya sigap menangkup kedua bahu wanita tua itu.Membawanya kepelukan.


“Tidak apa-apa nak!Oma hanya kelelahan saja,"menerima uluran tangan sang cucu. Namun seketika tubuhnya limbung.Karin kuat menahannya.


“Oma,di sini dingin.Kita kedalam saja ya,"ujarnya sembari memapah sang oma.Mengarahkannya ke dalam kamar.Menyandarkan di atas ranjang lalu kemudian menyelimutinya.


Tangannya gesit meraih ponsel dan mengutak-atik sesuatu di sana.


“Apa kau tahu di mana opamu?”tanya oma lirih.Suara seraknya hampir tidak kedengaran.


“Keluar dengan supir.Katanya mau bertemu klien bersama kakak,"jawabnya menjelaskan,”Apa Oma butuh sesuatu?Aku akan mengambilkannya buat Oma," lanjutnya sembari menggenggam lembut tangan renta itu.


“Tidak,Oma kira di balkon tadi adalah opamu.Maka Oma sengaja kesana untuk memanggilnya.Oma hanya ingin dia berada di sini sayang,"jelasnya berat.


“Oma tenang ya,istirahat dulu.Sebentar lagi opa akan pulang.Aku sudah menghubungi opa,"membelai rambut uban sang oma dokter juga akan segera tiba sebab aku sudah menghubunginya juga oma," lanjutnya sembari mencium kening omanya.


“Ehmmmm.....,"suara berat sang oma yang kemudian terlelap dalam tarikan napas yang berat dan kesakitan.


Karin terlihat panik namun seketika ia menguasai keadaan.Bagaimana tidak,belakangan ini ia memang sedang khawatir tingkat dewa lantaran melihat kondisi oma Hasnah yang sakit dan susah makan.


Terakhir kali ia melihat sang oma dalam keadaan segar bugar dan baik-baik saja pada waktu sebulan yang lalu dimana hari ia ditunangkan dengan Diego.Namun setelah itu ia mengalami penurunan berat badan drastis akibat nyeri dada dan kesulitan bernapas.


Tidak lama kemudian dokter spesialis keluarga Jolly pun datang dan langsung memeriksa keadaan nyonya Hasnah.

__ADS_1


Menurut hasil pemeriksaan dokter tersebut sang oma mengalami penumpukan cairan di sekitar paru-parunya.Membuat beliau kesulitan bernapas.


Disarankan agar beliau beristirahat secukupnya dan menghindari polusi udara serta perokok pasif.Karena hal itu hanya akan membuat kondsi beliau menjadi semakin parah.


Selang beberapa waktu setelah kepergian sang dokter yang sebelumnya telah meninggalkan beberapa jenis obat yang sesuai dengan gejala penyakitnya,oma baru terbangun dari tidurnya.


“Oma,harus banyak istirahat agar cepat sembuh,"ucapnya menguatkan.


Tangannya sigap meraih mangkuk bubur yang sebelumnya telah disediakan oleh bibi Rani atas permintaan dirinya. Menyendok sesuap lalu siap disuapkan kepada oma tercinta.


Oma menerima suapan dengan lemah,”Sudah kau telepon ibumu nak?"berat suaranya lirih.


“Sudah oma,pertemuannya baru saja usai maka mama dan papa baru akan pulang di bokingan tiket pesawat berikutnya,"jelas Karin sedikit ragu.


“Ehmmm...”


“Oma,mintalah sesuatu,akan kuambilkan untuk Oma,"ucap Karin berharap sang oma bisa kuat dan segar kembali.Tangannya mengembalikan mangkuk kosong keatas nakas kemudian beralih kepada beberapa pil yang telah ia sediakan sesuai resep dokter.


“Uhuk uhuk uhuk!”Oma menarik napas lemah,”Oma hanya ingin pulang ke Indonesia besok pagi,"ucapnya hampir tidak kedengaran.


Membiarkan oma meneguk beberapa kali lalu melepasnya lagi,”Aku akan membawa oma pulang asalkan oma cepat sembuh ya," lanjutnya sembari mengecup kening wanita yang telah melahirkan ibunya itu.


Oma terlihat menggelengkan kepalanya beberapa kali,”Tidak!Kau tidak boleh ikut,"serunya lemah,


”Tidak akan ada yang pergi ke sana,"lanjutnya parau.Seketika membuat Karin mengernyit bingung.


Menarik napas dalam lalu menghembusnya pelan,“Lalu, bagaimana oma bisa sendirian kesana?"mengusap lembut kepala sang oma,”Apa oma ingin ditemani sama kakak? Atau Danang saja?”lanjutnya tersenyum manis.


“Oma sudah pernah bilang,kita berdua yang akan ke sana.Dan itu setelah kau menikah," ucap oma lemah namun penuh penekanan.


“Inikan sudah tunangan oma,"ucapnya menenangkan,”Sebentar lagi juga pasti akan menikah,"lanjutnya meyakinkan.


Terlihat oma memandang lekat kearahnya dengan mata lelah dan berkaca-kaca sembari menggenggam erat jemarinya,”Maka segerakanlah!Oma capek mau istirahat.”

__ADS_1


‘Tuhan...Jangan bilang ini permintaan terakhir oma.’ batinnya panik.


“Omaaa...Kan lagi sakit.Jangan pikirkan soal nikah.Biar papa dan mama yang mengurus semuanya ya,"bujuk Karin menenangkan.


“Dengar Karin,dari dulu oma selalu punya harapan agar bisa bersama Adit ke Indonesia setelah kalian menikah.Oma hanya ingin melihat kalian berdua bersama pasangan masing-masing bisa mengunjungi kampung halaman oma di Indonesia,"tercekat,


"Oma bahagia melihat kalian bahagia nak,"ucapnya lirih dengan tatapan sendu yang berkaca-kaca.


Pembicaraan mereka terhenti setelah kehadiran opa Jery.Ia terpaksa membiarkan Adhytama sendiri yang memenuhi jadwal temu kliennya dengan alasan tersebut.


Karin berhambur keluar dari kamar dengan wajah yang basah.Sekujur badannya terlihat gemetaran tidak kuasa menahan tangis.Airmatanya kian berjatuhan.


'Maafkan aku omaaa.......,"batinnya menjerit keras.


•••


Karin menatap lekat wajah sang oma yang terbaring lemah.Mengalihkan pandangan kepada opa Jery.Wajah renta yang rapuh namun berpura-pura kuat dihadapan sang isteri agar beliau tetap mau bertahan untuk sembuh demi dirinya.


Ada perasaan bersalah menggelayut dihari Karin manakala mengingat kalimat terakhir sang oma.Padahal oma sudah lama mengingatkan dirinya akan penyakit mematikan yang menggerogoti tubuhnya itu.


Bahkan jauh sebelum ia masuk kuliah semester pertama.Oma pernah berkata kepadanya agar segeralah menikah karena Oma hanya akan membawanya ke Indonesia setelah ia menikah.Waktu itu alasannya sepele karena ia masih muda dan ingin manikmati kuliahnya dulu.


Di semester lima oma kembali menyinggungnya dan sengaja menjodohkan dirinya dengan Danang yang masih memiliki hubungan darah dengan beliau. Berhubung penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sudah semakin akut. Karin tetap tidak menggubris mengingat ia masih ingin menikmati dunia mudanya.


Terakhir di saat wisudanya Oma kembali memintanya agar segera menikah karena Oma sudah semakin tua dan tidak menutup kemungkinan ia akan segera berpulang ke alam sana.Namun Karin masih mengulurkan waktu hingga saat ini.


Andai saja waktu itu ia menerima kehendak dari omanya,maka ia pasti akan menerima ajakan Danang untuk menjalin hubungan istimewa dengannya.Dan sudah pasti sekarang mereka sudah menikah dan Oma sudah mengajaknya untuk memenuhi keinginan terakhirnya sebelum beliau menutup mata.


Karin berusaha menepis semua kemungkinan terburuk dalam pikirannya.Dia berdoa agar wanita yang telah melahirkan ibunya itu segera sembuh dari rasa sakit yang dideritanya.


‘Tuhan...Mohon sembuhkanlah omaku,’ batinnya lirih.


*****

__ADS_1


Bersambung..........


Terimakasih, Semangat lanjut.........


__ADS_2