Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Kekhawatiran Terkuak


__ADS_3

Selamat Membaca 🙏😍


Rupanya itu alasan sang papa memaksa dirinya untuk segera menjauh darinya.Bahkan Diego pernah berprasangka kepada sang papa yang tidak pernah membiarkan dirinya maupun kakak-kakak yang lain untuk tumbuh serumah bersama dirinya karena sang papa tidak mau repot-repot dalam urusan membesarkan anak atau dengan kata lain sang papa tidak menyayangi mereka dengan tulus.


Padahal di balik itu semua ada cerita yang membuat beliau memilih untuk melindungi segenap keluarga dengan caranya sendiri. Papa Fahmi punya rasa trauma di masa lalu dan Diego baru mengetahuinya setelah berumur dua puluh tiga tahun.


Satu hal yang membuatnya menangis adalah ternyata nazar sang papa telah mempertemukan dirinya dengan Karin.


Wanita yang sebentar lagi akan melahirkan anaknya itu rupanya juga sudah digariskan menjadi pemilik TF.Electro sejak belum terlahir ke dunia karena dari cerita yang ia tangkap adalah ketika sang papa membesarkan kembali perusahaan raksasa itu melalui bantuan langsung dari opa Jery dan juga oma Hasnah.


Pantas saja papa Fahmi tidak pernah melepaskan papa Haikal dan selalu melibatkan beliau di dalam setiap acara-acara privatnya.Diego mengetahui itu semenjak ia masih di bangku sekolah dasar.Hanya saja Diego terlalu muda untuk memahami itu semua.


Dan malam ini semuanya terkuak secara terperinci membuat ia merasa perlu berterima kasih kepada keluarga besar isterinya dan terutama kepada isterinya sendiri karena berkat cintanya yang tulus hingga semua telah berjalan sebagaimana mestinya.


Karin yang kelelahan memilih pamit dan beristirahat sedangkan Diego memilih lanjut mendengarkan cerita orangtuanya hingga benar-benar tuntas.


"Sayang,apa kau sudah tidur?"Diego yang baru saja mengambil posisi berbaring disamping sang isteri lantas hati-hati melingkarkan lengannya di perut yang masih terlihat datar itu.


"Belum."


"Kenapa sayang?"


"Entahlah,mataku ini sulit terpejam."Karin membalas dengan lemah.Sepertinya ia sangat letih.


"Aku eksplor ya,"pintanya setelah berpikir sejenak,lalu mencium ceruk leher jenjang sang isteri.Entah sudah berapa minggu keduanya tidak saling memadu kasih.


"Eumm..Boleh,dan aku ingin kita bicara sesuatu."


"Kemarilah sayang,aku sangat merindukanmu,"Diego melayangkan jemarinya maskulinnya ke dalam piyama sang isteri dan mulai menjelajahi bagian dalam perut hingga ke area sinsitifnya atas dan bawah secara bergantian membuat sang isteri menggeliat nikmat,


"katakan,apa yang ingin kau bicarakan."


Karin menghela napas panjang,lalu menciptakan keheningan untuk beberapa saat,


"Tapi kau harus berjanji untuk tidak tersinggung,boleh?


Diego menghentikan aktivitasnya sesaat,menatapnya intens lalu meraup belahan bibirnya,


"Aku tidak akan pernah tersinggung sayang."ucap Diego pelan ke telinga sang isteri.

__ADS_1


Ya,dan Karin mengakui satu kebenaran bahwa Diegl memang tidak pernah tersinggung jika disentil tentang sesuatu meskipun itu bersifat pribadi.


"Katakanlah,"pintanya seraya melanjutkan akivitasnya yang sempat terhenti.


"Sayang..,aku hanya ingin tahu kenapa papa Fahmi selalu dimusuhi oleh beberapa lawan bisnisnya."


"Sayang,dalam bisnis,incar mengincar itu hal biasa,"balasnya,"apalagi semenjak bisnis papa berdiri,ia dianggap tidak terkalahkan oleh lawan manapun."


"Berarti besar kemungkinan kau juga bakal mengalami nasib yang sama dengan papa?"


"Sayang,apa kau meragukan kemampuanku?"


Diego memeluk erat isterinya kemudian dibalas olehnya dengan tindakan serupa.


"Aku hanya khawatir saja sayang,a_aku hanya menginginkan keutuhan keluargaku."jelas Karin sedikit tercekat.


Karin masih terbawa perasaan saat mendengar cerita papa dan mertuanya tadi,apalagi bawaan wanita hamil yang rada sensitif membuat hatinya semakin galau ketika memadupadankan setiap kejadian yang pernah dialami olehnya dengan cerita masa lalu yang baru terungkap di saat ini.


"Percayalah padaku,bahwa apapun yang terjadi aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti isteriku yang cantik ini dan juga calon anak-anakku ini."Jemari Diego meraba perut sang isteri seraya berucap pelan namun dipertegas membuat Karin merasa sedikit terhibur.


Pikiran Karin melayang-layang menuju ke pengalaman di negara S di mana tepat di hari kepulangan mereka kemari,ia sempat berbincang dengan Elice wanita tigapuluhan yang menjadi asisten pribadi Haidar sebagai pengelola Diego Spirit Hotel.


Jika memang tidak punya musuh lalu mengapa papa Fahmi membentuk pertahanan berlapis untuk melindungi keluarganya.Ia baru mengerti bahwa selama ini rumah besar kediaman mertuanya itu bukan dijaga oleh sekuriti biasa seperti di rumah sang papa ataupun rumah opa Jery ataukah rumah kakak Adhytamanya.


Kediaman papa Fahmi dijaga oleh para kelompok binaan yang benar-benar terlatih sehingga dari raut wajah mereka saja yang kelihatan teduh dan adem karena memang tidak satupun tim Diego Spirit yang bertampang di bawah standar.Semua anggotanya memiliki raut memenuhi standar ketampanan yang rata net


Namun di balik keteduhan wajah itu ternyata memiliki sisi tega yang luar biasa manakala tengah berhadapan dengan ketidakadilan.Mereka bahkan rela menghukum pesalah dengan apa saja hukuman yang sudah ditentukan dalam peraturan undang-undang detektif tim mereka.


Lalu untuk apa semua itu jika bukan untuk mematahkan lawan.Jika memang demikian berarti papa Fahmi memang memiliki musuh,atau bahkan mungkin musuh bebuyutan.


Menurut Elice pada waktu itu,ia mulai bergabung dengan tim Diego Spirit sejak umur delapan belas tahun.


Flashbac on.


"Apa yang ibu ketahui tentang Diego Spirit?"


Elice menatap kaku kepada gadis muda yang tiba-tiba bertanya tentang sesuatu yang tidak mungkin untuk ia jawab.


"Maaf nona,kami sudah bersumpah untuk menjaga kerahasiaannya."

__ADS_1


"Tapi saya hanya ingin tahu,itu saja bu."ucap Karin memelas


"Maaf nona tetap saja tidak bisa.Bos saya akan marah besar jika mengetahuinya."


"Apa bos anda itu tian Haidar?Tapi ini milik Diego,dan saya isterinya Diego,apa salah jika saya berniat untuk mengetahui swluk beluk bisnis suami saya?"


Elice terlihat menarik napas berat,sesaat kemudian ia mulai bersuara,


Elice POV


Kami dipekerjakan oleh direktur TF untuk menjaga keamanan bisnis tuan besar yang sayapnya kian melebar ke beberapa negara Asia,Eropa,dan juga Afrika.Mengapa tim kami disebut ganster putih,karena berawal dari dua puluh tahun lalu perjalanan kami melakukan penyelidikan terhadap kekacauan alur bisnis TF yang nyaris menjatuhkan nama baik dari perusahaan ini.


Setelah diselidiki ternyata ada beberapa oknum yang sengaja membuat penyelundupan dengan mengedepankan nama baik TF.Logo dan atribut yang sengaja dipalsukan untuk mendapatkan keuntungan di pihak mafia tersebut.Tidak terkecuali Mr.Shimpson Wade Falcon sang mafia ternama di kota E.


Dengan demikian kamipun ditugaskan untuk memperketat penjagaan di jalur penyelundupan kota S untuk membasmi semua kejahatan tersebut dan dalam pertarungan itu terjadilah pertumpahan darah untuk pertama kalinya dan yang menjadi korban adalah putera pertama dari mafia itu sendiri yang bernama Peter Shimpson Wade.Sedangkan putera ke dua dan ke tiganya berhasil lolos dan melarikan diri.Bahkan pihak polisi saja tidak bisa melacak keberadaan mereka ketika itu.


Dan pihak mafia yang tidak ingin merima kekalahan akhirnya bersumpah untuk menyerang keluarga TF hingga ke anak cucu.Itu sebabnya tuan besar mengerahkan seluruh kekuatan Diego Spirit untuk menjaga keamanan keluarganya,dan tisak membiarkan siapapun yang berani menyinggung tentang Diego Spirit yang sangat ia rahasiakan.


Elice POV end.


Karin manggut-manggut mendengar pernyataan Elice yang rada ragu memandang ke arahnya.


"Tenanglah,aku akan menjaga amanahmu di depan keluargaku,termasuk suamiku sendiri."ucap Karin menenangkan hati asisten pribadi Haidar yang duduk berhadapan dengannya itu.


Flashback off.


Malam itu Karin tidak bisa tidur nyenyak lantaran memikirkan ucapan Elice yang hampir terlupakan olehnya.Namun dengan terkuaknya cerita masa lalu dari papa dan mertuanya itu membuat ingatan itu kembali segar.


Akankah ia bisa tenang jika mendengar nama anak-cucu dijadikan incaran untuk membalas dendam masa lalu perbuatan yang sebenarnya bukan murni menjadi kesalahan sang opa.


Padahal si opa yang berniat baik dan bertujuan untuk menghalau kejahatan namun yang terjadi malah perlawanan dan pertumpahan darah,lantas siapakah yang paling bersalah dalam kejadian ini.


Karin bergidik ngilu membayangkan kemungkinan buruk yang bakal menimpa anak cucu generasi TF yang tidak lain adalah suaminya sebagai pewaris generasi ke dua,atau bahkan dirinya sendiri sebagai isteri generasi ke dua dan juga calon bayi yang menjadi anak-anaknya kelak.


'Tuhan,lindungilah keluarga kecilku ini.Berikan keselamatan dan keutuhan untuk keluarga ini.' batinnya nelangsa.


•••••


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2