
Selamat membaca teman-teman sekalian 🙏😍
Semoga suka 🤗🤗🤗
David masih gagal mencerna maksud dari ucapan sang papa dengan pria yang diketahuinya adalah sahabat terbaik sang ayah.
Lalu mengapa harus Diego dan Karin yang dinyatakan berjodoh dengan mereka dan mengapa pria ini dibiarkan leluasa oleh sang papa untuk mengetahui banyak tentang sisi lain dari papanya?
Flashback on Awal Pertemuan Tun Fahmi & Tuan Joe Haikal ~
Settingan tahun 1987
Peenang 34 tahun lalu.
Kala itu sang surya mulai menampakkan sinar di ufuk timur.Tun Fahmi adalah seorang pemuda tampan penuh kharismatik berusia ± 25 tahun yang tengah berlibur bersama isterinya di wilayah ini.Ia sedang asyik menikmati panorama pagi bersama sang isteri yang tengah hamil besar di taman kompleks perumahan yang mereka tempati.
Manakala sedang asyik bersenda gurau,mereka didatangi oleh seorang pemuda remaja yang berusia ± 18 tahun yang kemudian ia kenal sebagai Joe Haikal didalam hidupnya.
Pemuda itu sedang kesulitan mencari tempat tinggal untuk penginapan sementara selama kegiatan ujian di kampus ternama yang diincarnya berhubung ia berasal dari kota yang jauh di bagian timur negara ini.
"Selamat pagi tuan,perkenalkan namaku Joe Haikal Joefany.Aku kesulitan mendapatkan tempat tinggal untuk beberapa hari di kota ini.Apa kau bisa memberiku penginapan gratis di rumahmu?" Tanya pemuda tersebut dengan wajah memelas.
"Apa yang bisa membuatku mempercayaimu sebagai orang yang baru kukenal hah?" Jawabnya datar.
"Aku tidak mempunyai sesuatu yang istimewa untuk kuberikan kepadamu.Aku hanya percaya kepada keyakinan hatiku saja.Jika seseorang selalu berbuat baik maka akan bertemu dengan orang baik juga."Jawabnya penuh semangat tanpa kendor.
"Hhhhh...Pergilah!Aku tidak mempercayai ideologi basimu itu." Tersenyum sinis sembari menatap galak ke arah anak muda itu.
"Tapi aku tidak punya siapa-siapa disini,tolong jangan menolakku.Ini menyangkut masa depan hidupku yang cerah_"
"No! Jangan memaksaku untuk mempercayai dirimu." Potongnya cepat menutup pembicaraan.
Sorot mata galak itu seakan ingin menerkam orang yang tak dikenalnya itu.Sementara anak muda yang bernama Haikal itu hanya bisa jingkrak memohon.
Tun Fahmi akhirnya memilih mengajak sang isteri untuk segera beranjak dari sana tanpa menghiraukan permintaan tolong pemuda yang mengaku bernama Joe Haikal itu.Hati kecilnya mengatakan bahwa jika memang anak muda itu orang baik maka mereka pasti akan dipertemukan kembali.
"Hey uncle!Kau akan menyesal karena menolakku.Kuperingatkan agar kau jangan menolakku untuk yang kedua kalinya."Teriak anak remaja itu dari kejauhan namun Tun Fahmi tetap pergi dan tidak mengindahkannya.
"Sayang,kenapa kau menolaknya?"Tanya Cyntia sang isteri yang tiba-tiba merasa iba.
"Biarkan saja sayang,jika dia memang orang baik maka nanti juga pasti bertemu kembali." Balas Tun Fahmi menenangkan hati sang isteri yang tidak tega melihat penolakan sang suami terhadap seorang anak muda yang tidak berdaya.
•••
Senja menapak di ufuk barat.Tun Fahmi bersama sang isteri tengah menikmati secangkir kopi di ruang keluarga.
Tok tok tok
Tok to_Ceklek
"Selamat malam tuan,tolong izinkan saya menginap di rumah ini untuk beberapa hari.Saya orang jauh yang sedang kesulitan di kota ini.Jika tuan menolakku maka setidaknya izinkanlah teras rumahmu untukku."Ucap pemuda yang tengah bersimpuh dan menautkan kedua tangannya membentuk ucapan permohonan maaf lahir dan batin.
__ADS_1
Pemuda itu meminta pertolongan sembari menunduk dan tidak menyadari jika ia sedang berhadapan dengan orang yang sama di pagi hari tadi namun berbuah penolakan.
"Angkat kepalamu!Jangan bersimpuh dihadapanku.Aku tidak butuh akting dari orang miskin sepertimu.Kau boleh menginap di sini untuk beberapa hari sesuai kebutuhanmu."Jawab pemuda itu datar.
Anak malang yang tengah bersimpuh itu akhirnya mendongakkan kepala dan betapa terkesimanya ia mendapati orang yang berdiri di hadapan pintu itu.Dengan wajah yang kegirangan ia langsung berjalan mendekati tuan rumah tersebut.
"Hhhh..Sudah kukatakan saudara,kau tidak akan menolakku untuk yang kedua kalinya.Aku yakin kau murah hati."Ucapnya sembari jingkrak-jingkrak sumringah.
Tun Fahmi yang tidak gampang menerima orang baru dihidupnya tetap menatap sangar kepada anak remaja dihadapannya itu namun dibibirnya mengukir senyum samar yang tidak terlihat oleh anak muda tersebut.
Seperti yang dijanjikan, anak muda yang disapanya dengan Joe itu memang menempati rumah Tun Fahmi selama tiga hari saja untuk keperluan ujian tertulis yang ditempuhnya selama satu hari.Sisanya ia pergunakan untuk mengurus kepulangan dirinya ke kota asalnya.
Anak itu memang benar-benar kesulitan karena sewaktu tiba di kota ini tanpa sengaja ia meninggalkan dompetnya di tempat yang ia sendiri tidak ingat.Akibat kecerobohannya itu ia kehilangan dompet dan juga kartu identitasnya.
Ia baru menyadari ketika ia merogoh saku celana untuk membayar makanan di rumah makan sederhana yang ia singgah untuk sarapan pagi namun tidak menemui dompet separuh nyawanya itu.Alhasil ia terpaksa berjalan sejauh lima kilometer untuk mencari orang baik yang rela menampung dirinya.
Tun Fahmi bukanlah orang yang pelit.Ia bahkan dengan sukarela mengurus semua keperluan anak muda itu untuk kepulangannya ke kota asal termasuk membelikan dompet baru untuknya.
Ya, meski hanya ada ucapan terima kasih dan ekspresi jingkrak- jingkrak khas yang Ia terima dari anak muda itu namun tetap tidak menyurutkan niat baiknya untuk menolong orang susah seperti dirinya.
"Ambillah uang ini.Tidak seberapa nilainya tapi akan cukup untuk orang miskin seperti dirimu selama diperjalanan.Ingat jangan sampai kau salah meletakkan dompetmu lagi."Ucap Tun Fahmi ketus kepada Joe Haikal.
"Baik bang!Kau tenang saja.Aku tidak akan kecolongan lagi. Terima kasih kau telah membelikan dompet baru untukku." Timpalnya sembari tersenyum riang.
Hanya tiga hari kebersamaan itu,namun perhatian Tun Fahmi tercurahkan padanya laksana seorang kakak yang menumpahkan rasa sayangnya kepada sang adik.
•••
Singkatnya ia kembali dan mencari keberadaan Tun Fahmi yang telah menolongnya dengan ikhlas itu namun ia tidak menemukan jejak pria beranak satu itu karena menurut cerita tetangga ia kemari waktu itu hanya untuk berlibur bersama sang isteri di rumah peninggalan keluarga mereka.Sementara keberadaan mereka ditempat yang baru tidak diketahui sama sekali oleh orang-orang sekitar.
Dua tahun berlalu,akhirnya hari naas itu datang.Berita penculikan terhadap anak seorang pengusaha sukses tersebar luas ke seluruh penjuru negeri.
Balita berusia dua tahun atas nama Delvian Haidy Tun Fahmi menghilang ketika sedang diajak berjalan-jalan oleh kedua orangtuanya di sekitar taman kompleks perumahan mereka.
Balita itu direbut paksa oleh orang tidak dikenal dengan modus penipuan ingin berkenalan.Sang isteri yang kala itu sedang menggendong sang anak ikut terluka karena berusaha mempertahankan diri sedangkan Tun Fahmi yang berjuang merebut kembali sang anak dihajar babak belur dan mendapat luka tusukan diperutnya sehingga ia dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Beruntung ia selamat dalam peristiwa naas tersebut.Mendengar berita tersebut membuat anak muda yang pernah ditolongnya itu tidak tinggal diam.Ia berusaha mencari alamat rumah sakit yang menampung pria satu anak yang sedang dalam masa kritis tersebut.
Akan tetapi kehadiran dirinya ke sana justeru berbuah penolakan dari keluarga besar Tun Fatih.Berangkat dari masalah yang mereka hadapi membuat keluarga ini merasa berat hati menerima orang baru didalam kehidupan mereka.
•••
Satu tahun kemudian manakala anak muda yang duduk di semester enam masa kuliahnya sedang melakukan promosi produk marketing dari perusahaan tempat ia bekerja sambilan selama berkuliah di sana.
Tanpa sengaja ia menemukan alamat rumah yang selama ini ia cari.Pria yang kehilangan anak setahun yang lalu itu terlihat kusut dengan rambut gondrong yang acak-acakan.Bulu-bulu tipis yang tumbuh di wajahnya dibiarkan memanjang begitu saja tanpa dicukur.
Hampir tidak ada lagi cahaya kehidupan dari sorot mata elang milik pria itu seperti yang pernah ia lihat dahulu.Sosok itu benar-benar bukan pria yang ia kenal tiga tahun lalu.Tun Fahmi berubah menjadi seorang pecundang yang menyerah pada kerasnya kehidupan.Pria itu membiarkan usaha sang papa yang berada dibawah pengelolaannya jatuh begitu saja.
Kesempatan emas itu dipergunakan oleh lawan bisnisnya untuk menjatuhkan dirinya.Pria itu tidak ingin melakukan perlawanan apapun.Justeru ia membiarkan orang dalam perusahaan sendiri memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga perusahaannya benar-benar terancam ditutup.Kedatangan Haikal yang tiba-tiba mengundang kabut bening yang selama ini mengering di mata pria kehilangan anak itu.
"Kenapa kau membiarkan mafia itu menggerogoti perusahaanmu?" Tanya Joe Haikal kepadanya.
__ADS_1
"Biarkan mereka mengambilnya.Aku hanya menginginkan keluargaku selamat.Itu saja."Jawabnya datar.
"Itu artinya kau membiarkan kejahatan merajalela di bumi." Pungkasnya.
"Biarkan saja.Aku tidak peduli.Jika memang keadilan itu ada maka tidak mungkin aku kehilangan puteraku."Tandasnya mulai meninggi.
"Lalu kau membiarkan ego menertawaimu?"Balasnya ikut meninggi.
"Diam kau! Siapa kau mau mencampuri urusanku hah?"Bentaknya geram.
Joe Haikal terdiam.
Hening...
"Ya,kau benar.Aku bukan siapa-siapa.Aku hanya seorang musafir yang tidak tega melihat seorang sahabat seperti dirimu terpuruk.Maafkan aku."Ucapnya sangat pelan.
Tun Fahmi mulai menangis memandang sosok yang menunduk lesu di depannya.Rupanya ada sosok baik yang ia lihat dari sorot mata anak muda yang duduk dihadapannya.
"Jadi kau menganggap ku sahabatmu?" Selanya datar.
Diikuti anggukan pelan anak muda yang masih kuliah itu.
"Aku sudah menganggapmu sebagai kakak sejak tiga tahun lalu.Sosok yang menatapku galak namun hatinya bagai bunga yang bermekaran.Lalu kini dimana sorot mata galak yang aku lihat tiga tahun lalu?Mana sosok kharismatik yang aku temui waktu itu?Mana?Kau terpuruk, itu masalahmu,kau menyerah pada nasib?Apa kau tidak ingin membalas dendam putera kecilmu yang telah lebih dulu pergi akibat kelemahanmu sendiri?"Sentak Haikal meninggi.
Ucapannya seakan membuka mata hati pria yang sedang meredup itu.Hatinya seolah terbakar manakala mendengar kalimat bahwa dendam putera kecilnya belum terbalas.
Ya,puteranya meninggal karena dibunuh.Itu artinya ada orang yang memang sengaja ingin melenyapkan dirinya dan keluarganya.Jika bukan dirinya yang menjadi penyelamat lalu siapa lagi yang bakal melindungi keluarga kecil yang baru ia bangun ini.
Sedangkan sang ayah dan ibunya sedang dalam keadaan tidak berdaya akibat kecelakaan yang mereka alami membuat sistem saraf kaki Tun Fatih lumpuh total.Sementara sang mama mengalami kelumpuhan di sebelah kakinya saja.
Melihat keluarganya yang menjadi korban kesialan akibat mempertahankan perjalanan bisnis perusahaan mereka yang tengah naik daun itu membuat dirinya merasa tidak berdaya.
Tekadnya sudah bulat untuk melepaskan semua bisnis yang dirintis oleh papanya dan berjaya di tangannya itu.Ia memilih untuk menyelamatkan keluarganya yang tinggal dirinya dan isterinya saja yang masih produktif.Sedangkan sang papa dan mama terpaksa harus mendekam di rumah akibat mengalami kecacatan fisik.
"Ya,aku rasa kau benar.Aku kehilangan akal sehat memikirkan orangtuaku dan juga bayiku.Tapi aku lupa bahwa tanggung jawabku untuk membuatnya kembali tersenyum di alam sana belum bisa kulakukan.Aku harus mencari tahu siapa dalang dibalik masalah yang aku alami ini."Ucapnya mulai terlihat bersemangat sembari menghela napas.
Joe Haikal mengangguk,ia mulai mengerti masalah apa yang sedang dihadapi pria yang pernah menolong dirinya itu.
"Aku yakin kau bisa melakukannya."Ucapnya memberikan dukungan.
Tun Fahmi mengangguk,"Aku akan mencari modal baru untuk membuat perusahaanku kembali berjalan."Lanjutnya lagi.
"Aku punya orangtua angkat yang baik hati.Jika kau tidak keberatan aku akan mengajakmu ke sana untuk meminta bantuan modal kepadanya."
•••
Bersambung....
*****
Terima Kasih buat teman-teman yang setia mendukung..Salam lanjut...🤗🤗🤗
__ADS_1