Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Adieka William Jesper


__ADS_3

Lantai dua belas gedung Hospital Q..


Diego tersenyum haru menatap wajah sang isteri yang tengah terlelap.Perlahan ia melangkah menuju ke box bayinya.Dari kejauhan ia sudah memandang sendu pantulan wajahnya sendiri laksana pinang dibelah dua.Wajah hero miliknya yang juga tengah terlelap....,


'Adieka William Jesper Dzul Fahmi....,' gumamnya lirih dengan tatapan mendamba.


Nama yang sudah ia siapkan untuk segera diberikan kepada sang penakluk jagat itu.


••


Ibu muda itu baru saja usai membersihkan tubuhnya dan menjalani perawatan pasca bersalin.Meski raut letih masih terpampang nyata di wajah ovalnya namun ia tampak lebih bersemangat dari hari kemarin,di mana ia masih bersusah payah menyelamati bayinya.Saat ini untuk pertama kalinya ia bisa merawat dirinya sendiri.


Diego yang baru saja memasuki ruangan secara intens memperhatikan sang isteri yang agak kesulitan berganti pakaian.Diego sigap meraih tangannya dan membantu sang isteri mengenakan baju kemejanya demi mempermudah memberikan ASI kepada bayi mereka.


Usai melakukannya,Diego pun sigap menyilangkan kedua tangan,memegang daun telinganya.Seraya menggeleng pelan kepalanya sebagai pertanda permintaan maaf atas keterlambatan dirinya sejak dua hari yang lalu.


"Maafkan aku."desahnya lirih.


Karin menghela napas pelan dan dalam,


"Aku maklum....,"balas Karin ikut balas merapikan kerah baju suaminya,


"karena aku yakin kau juga pasti letih di luar sana."lanjutnya berpendapat.


Diego menggeleng,"Tidak seberapa."


"Aku sudah mendengar semuanya dari kakak David,terima kasih karena punya cinta yang besar untuk kembali kepadaku."desahnya pelan dengan tatapan yang berkaca-kaca.


Diego yang menyadari perubahan ekspresi sang isteri sigap meraih tubuh mungil itu hingga jatuh ke dalam pelukannya. Keduanya saling merengguk aroma tubuh masing-masing,menghirup dalam-dalam dan meraup rindu yang bersemi di hati mereka sebagai orangtua baru bagi putera sulung mereka.


"Semua itu karena cintamu yang sangat besar untukku sayang.Kau....,dan anak kita yang membuatku kembali."desahnya lirih,


"Jika bukan karena kau pernah menyelamatkan nyawa Falcano,maka belum tentu juga dia mau membiarkanku pulang dalam keadaan tidak terluka begini." lanjutnya ikut terisak.


Karin menatap bola mata elang yang selama ini telah membuat hatinya selalu merasa tenang.Tidak ada perasaan curiga yang berlebihan jika sang suami tengah berada di luar sana.


Karena ia sangat yakin dan percaya akan cinta pria yang tengah berdiri menatapnya dalam-dalam itu.Cinta mereka adalah cinta sejati yang tidak bisa dipisahkan oleh apapun rintangan kecuali atas izin sang khalik yang menghendaki mereka kembali ke pangkuanNYA.

__ADS_1


Apalagi dengan hadirnya putera Adieka William Jesper di tengah-tengah mereka membuat kebahagiaan itu terasa semakin lengkap.


"Semuanya Karena Adieka William Jesper." gumamnya semringah,disambut mesra oleh Diego dengan satu kecupan manis di bibir cherrynya yang mulai merona dialiri darah.


'Isteriku tercinta....,isteriku sayang... Melihatmu berjuang,aku merasa detak napasku tinggal di tenggorokan.Sakit yang kurasakan selama beberapa hari ini tidak sebanding dengan apa yang kulihat malam tadi.Apalagi tentang perjuanganku dalam melayani permintaan anehmu selama sembilan bulan berjalan itu sungguh tiada artinya berbanding dengan beberapa jam perngorbananmu.Kau yang berjuang,aku yang bergidik ngilu.Ah,sayang jika momen paling mendebarkan ini sampai terlewatkan. Tapi Tuhan tidak membiarkan itu terjadi kepadaku.Aku merasa menjadi suami dan ayah yang paling beruntung saat disandingkan dengan kalian berdua saat ini.Lengkap sudah kebahagiaan yang kucari selama ini.Terima kasih Tuhan...,puji dan syukur kami panjatkan ke hadiratMU. Semoga dengan adanya kebahagiaan ini, tetap menjadi penyemangat dalam mengisi hari-hari kami menjadi lebih indah hingga ke akhir hayat kami.' ^_^Diego.


Ayah muda itu segera membopong wanita pujaannya lalu hati-hati dibaringkan ke atas pembaringan,


"Kau harus sembuh secepatnya agar kita segera pulang dan membesarkan Adieka William Jesper kita."ucapnya dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih suamiku."


Karin merasa terbayar semua kerinduan yang dialaminya beberapa hari yang lalu.Jika ditanya siapakah yang paling beruntung di sini,maka jawabannya adalah Karin.Dialah wanita yang paling bahagia dan paling beruntung karena memiliki cinta sejati yang nyaris pergi begitu saja namun selalu kembali kepadanya.Cinta yang tidak pernah membuatnya sakit setelah sepuluh tahun berpisah.Cinta yang selalu mempertemukan mereka dalam lingkup kebahagiaan yang nyata.




Sambut sang fajar....


Serunai subuh menyambangi langit kota Tun Mat Saleh.Nyanyian syahdu menyapa lembut ke telinga segenap insan mendelik yang jiwanya terpanggil untuk segera bangun dan menyambutnya.


Keluarga besar itu tampak sangat bahagia menyambut kehadiran tamu baru mereka. Oleh karena di awal kehadirannya langsung dengan tangisan yang sulit berhenti maka sang opa Haikal dan Tun Fahmi menjulukinya sebagai pangeran tanpa batasan.


Kemudian ditambah oleh sang ayah sebagai sang penakluk yang tegas dan rezeki pembawa perubahan bagi kehidupan keluarga yang sulit menerima batasan.


Senyum semringah menghiasi wajah dua keluarga besar yang memiliki latar belakang kehidupan yang hampir sama. Mereka sama-sama beradab,sama-sama dermawan dan sama-sama melindungi. Haikal hadir sebagai pelindung Tun Fahmi di masa lalu,dan Karin hadir sebagai pelindung Dzul Fahmi.


Sementara Adieka William Jesper hadir sebagai pelindung seluruh keluarganya.Membasmi kejahatan terselubung yang selama ini mengincar keluarga besarnya.


Mafia besar negara E takluk di bawah tangan sang ayah berkat kelembutan jiwa ibunya dan juga aura bawaan yang memancar dari rezekinya sebagai putera pertama sang generasi ke dua dan cikal bakal lahirnya generasi ke empat dari dalam diri mungilnya.


Hingga akhirnya lawan menjadi teman. Falcano Wade Shimpson si generasi mafia berikut memilih menjalin hubungan persahabatan dengan keluarga Dzul Fahmi,Hedy,Karin dan putera mereka.


Ah,ya..,Adieka William Jesper..,ibarat harta paling berharga yang dimiliki siang adalah cahaya mentari dan malam adalah cahaya rembulan,maka dirimulah sebagai cahaya paling berharga yang dimiliki oleh keluarga besar yang sangat mencintai sahabat kecil mereka.


Pagi itu sangat cerah secerah hati pemilik generasi ke tiga TF.Electro Group.Pagi ini juga rumah besar mereka dihadiri oleh tamu yang tidak diduga sama sekali.

__ADS_1


Ya,Danish yang tidak pernah meninggalkan kebiasaan lamanya itu,menyerobot masuk ke ruang keluarga yang tengah diisi oleh papa Fahmi dan papa Haikal.Diego dan David juga ikut bergabung di sana.Diego yang terlebih dahulu melihat dirinya segera berdiri dan menyambutnya.


"Sial kau,main serobot saja!"decitnya tertawa sinis.


"Ah,telingamu yang perlu di servis!Aku sudah memencet bell tapi kau tidak menggubrisnya."balas Danish mencicit.


"Ayo,ikut aku ke taman belakang!"ajak Diego menepuk bahu Danish dan dibalas dengan anggukan oleh sahabatnya itu.


"Bagaimana dengan lukamu,apa sudsh sembuh?"tanya Danish.


"Ya,amanlah.Sial kau!Gara-gara kau aku sampai menyamarkan lukaku pakai foundation milik isteriku.Kau kan tahu sifat aslinya bagaimana."jelas Diego dengan gimik ala flamboyan,membuat Danish tergelak.


"Pfftt,ternyata bawaan galaknya Karin sangat mempengaruhi psikismu juga ya...., aku kira cuma kami saja yang tidak berani kepadanya.Rupanya kau juga Dy....,hahah." ledek Danish membuat Diego memberengut kesal,menggerutu panjang pendek terhadap ulah Danish dan tanggapi dengan ledakan tawa yang tiada henti dari sahabatnya itu.


"Kusarankan kau cepat kawin,biar kau tahu bagaimana detilnya sifat wanita."ucap Diego berseloroh panjang.


"Ya,ya....,aku mengaku kalah.Kau kan seorang bapak yang tunduk pada isteri." balas Danish masih belum lepas dari usikan mautnya.


"Ck!"decak Diego kesal.


"Hei,apa yang kalian lakukan di sini?"ucap Karin bercekak pinggang setelah melihat kehadiran mantan anak nakal yang pernah menjadi teman sepermainannya itu.


"Aku...,Ah,ya.Aku kemari karena Diego memanggilku."sahut Danish menutupi rasa gugupnya.Khawatir akan usikan nakalnya terhadap Diego tadi mungkin saja didengar oleh Karin.


Diego menyeringai sinis menyadari kebohongan Danish.


"Kapan kau pulang dari Los Angeles?"Karin menatap tajam wajah pemuda yang tampak sedikit kaku.


"Sejak dua hari yang lalu,"ucapnya menjeda,


"Oh,ya.Aku bilang jika ada beberapa orang yang ingin bertemu denganmu."ucap Danish sopan.


Karin mengernyit,"Benarkah itu,siapa dan di mana mereka?"


•••••


Bersambung..

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2