
Selamat membaca 🙏😍
Perasaan bersalah mulai menghantui jiwa dan pikiranku.Kali ini aku benar-benar siap jika Karin memilih untuk meninggalkanku.Karena kebahagiaannya menjadi yang utama bagiku.Biarlah aku yang mengalah dengan menguburkan dalam- dalam rasa cinta yang tumbuh bersemi dan berkubang di lubuk hati yang paling dalam.Cinta yang bersemayam semenjak hormon remajaku mulai berfungsi.Dan aku memilih untuk mundur dari kehidupannya asalkan senyum dan keceriaan gadis yang kucintai bisa kukembalikan sebagaimana mestinya.Ditambah lagi ucapanya tadi bahwa ia merindukan keluarganya membuatku menjadi semakin yakin bahwa dia tidak ingin mempedulikanku sama sekali.
Diam-diam kusembunyikan luka tersayat ini dibalik raga kekarku.Menyimpan sendiri rasa rapuh membelengguku dibalik senyum yang sengaja kutebarkan agar semuanya terlihat baik-baik saja.Bukan soal pengorbanan yang membuatku hitung-hitungan akan tetapi menyangkut hatiku yang tidak ingin diabaikan olehnya.
Flashback off
Diego yang baru saja usai menelpon seseorang tiba-tiba mendapat sambungan telepon dari kakak Hany yang telah menjadi kakak ipar sekaligus sahabat dekat sang belahan jiwa.Seakan sang kakak juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh sang adik saat ini.
Hallo kak
^^^Hallo Dy,kakak sudah membaca kirimanmu di^^^
^^^WhatsApp grup keluarga kita soal kesembuhan Karin.^^^
^^^Maaf tadi tidak sempat membalasnya.^^^
Tidak apa-apa kakak,aku berterima kasih
kepadamu karena sudah menghubungiku.
^^^Sama-sama Dy.^^^
^^^Oh ya,apa dia masih mendiamkanmu seperti^^^
^^^sebelumnya?Kau bilang dia membencimu?^^^
Ya,itu benar kak,kurasa dia membenciku karena
memaksakan kehendak ingin hidup bersamanya.
^^^Itu betul! Dia sangat membenci dirimu,^^^
^^^apalagi sifatmu yang keras kepala itu.^^^
Apa? Benarkah?
^^^Hmm,kakak rasa kau bisa membawa kembali^^^
^^^senyumnya jika kau benar-benar bisa mengembalikan^^^
^^^dunianya yang lama.^^^
Ya,kau benar kak,aku perlu pembuktian.
Jika benar dia tidak menginginkanku maka
__ADS_1
aku siap mengembalikan dia ke orangtuanya atau
bahkan kepada Danang sekalipun.
^^^Ya,kau tinggal melakukan saja sesuai saranku.^^^
^^^Jika itu tidak berhasil,maka kembalikan saja.^^^
^^^Kasihan anak orang,jangan dibuat menderita lagi.^^^
Tapi kak_
Tut Tut Tut Tut
Diego berusaha menyambung kembali ke nomor sang kakak namun ditolak dari seberang.
‘Ck! Kakak Hany,aku belum selesai bicara.Main pergi saja.Sungguh kau terlalu menyiksaku ! ' Gerutunya kesal sembari menyisir kasar rambutnya yang tidak berantakan.
Diego pun memutuskan untuk membuat Karin beraktivitas kembali normal.Ia sengaja memesan seafood dan sayuran segar kepada petugas hotel TF bintang lima milik sang papa di negara ini agar bisa melancarkan aksinya.Niat awalnya adalah ingin mengajak Karin untuk melakukan kegiatan memasak bersama agar bisa mengembalikan kebiasaan lama gadis itu.
Berhubung hobinya yang suka memasak dan makanan seafood adalah menu favorit keluarga besarnya.Namun semua terjadi diluar rencananya.Karin telah lebih dulu menjamah pekerjaan tersebut tanpa sepengetahuannya.
Alhasil kejutan demi kejutan mulai menerobos mengguncang seisi dadanya yang bergejolak gundah gulana.Dan kebenaranpun mulai menguak memecahkan benteng resah yang membelenggu keras jiwa dan raga selama bertahun-tahun lamanya.Keajaiban benar-benar terjadi seakan keberuntungan sedang berpihak kepada dirinya.Antara gembira,sedih,haru,dan juga berkaca-kaca menyatu padu menjadi satu rasa yang disebut bahagia.
Ucapan rasa syukur berkali-kali keluar dari bibir keringnya.Dan semuanya tidak lepas dari support dari sang kakak Hany.Sosoknya sebagai seorang kakak yang baik dan juga sahabat sejati bagi sang isteri belahan jiwa telah membuktikan sebuah kesungguhan janjinya untuk menyatukan mereka berdua.
•••
"Sayang,ini sudah sore.Bangunlah! Kita akan segera berangkat."Ucap Diego parau setengah berbisik.
"Kemana?"Balasnya disetengah sadar.
"Ke tempat angker yang kumaksudkan tadi."Lanjutnya masih memeluk tubuh
mungil isterinya.
"Oh,ya.Maaf aku ketiduran.Aku sedikit lelah."Ucap Karin setelah nyawanya terkumpul sempurna.
"Ya,sayang.Ini kan aktivitas pertamamu jadi wajar bila kau lelah." Timpalnya penuh pengertian.
Setelah obrolan sekilas diantara kedua anak manusia yang kini memulai fase kehidupan baru mereka,akhirnya mulai bersiap-siap untuk berangkat setelah membersihkan diri masing-masing.Gadis cantik yang tampil elegan mengenakan gaun cantik yang panjangnya selutut berlengan panjang dan berwarna dusty rose.Ditambah paduan aksesoris tas kecil berwarna senada menambah kesan cantik sempurna pada tubuh mungil bernama Karin.
"Sayang kau cantik sekali!" Diego tulus memuji sembari menatap memuja. Diterima oleh gadis itu dengan ucapan terimakasih dan senyum menawan yang sukses menggetarkan jiwa pria tercintanya.
"Dy,jangan buat aku salah tingkah!"Celutuk Karin tertawa garing.
Diego yang masih terpana perlahan menata pandangannya ke mata dan bibir sang isteri.Mengecupnya singkat lalu kemudian mengulurkan lengannya agar sang isteri bisa menggandeng dengan baik dan mereka berjalan beriringan.Untuk pertama kalinya kedua anak muda itu melakukan perjalanan diluar dari jadwal kontrol ke dokter.
__ADS_1
••
Hotel TF Diego Spirit
Di sini, Diego menggandeng Karin menuju ke ruang owner yang terletak di lantai tertinggi hotel tersebut.Di sana mereka disambut ramah oleh seorang pemuda yang usia dan penampilannya tidak jauh beda dengan Diego.Akan tetapi ia lebih mirip dengan David kakak tertua Diego.
"Hey bro! Aku menunggumu dari tadi."Ucap pemuda itu bersemangat.
"Hmm.."Balas Diego singkat.
Keduanya terlibat saling bersalaman dengan adu tinju seperti yang sering dilakukan oleh Diego bersama Danang.
"Salam kakak ipar Karin! Perkenalkan namaku Haidar,sepupu Deigo." Celoteh pemuda Haidar yang mengaku sepupu suaminya itu ramah sembari ikut mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan gadis itu.Karin yang bermaksud hendak menyambutnya namun seketika Diego menyentak keras tangan Haidar dan menjauhkan Karin darinya.
"Jauhkan tanganmu!"Serang Diego ketus dengan tatapan maut.
"Ya,ya,baiklah dewa maut!" Ucap pemuda itu berseloroh.
Membuat wajah Karin seketika berubah memerah menahan malu dan bingung.Menyadari hal itu,Haidar melepaskan tawa renyah.
"Ahahaha..jangan dipikirkan kakak ipar.Diego memang tidak suka berbagi ketika dia memiliki sesuatu yang berharga.Dulu waktu masih remaja Diego sering berlibur kemari dan kami sering berebutan hal-hal yang indah.Ayo! Silahkan duduk." Lerainya.
Karin hanya tersenyum tipis menatap Diego yang juga balas menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.Sesaat kemudian ia langsung meraih punggung Karin kemudian mengarahkannya duduk di sofa bersebelahan dengan dirinya.
"Sayang,dia adik sepupuku dari papa.Dia orang yang dipercayakan oleh papa untuk mengelola hotel ini.Dan dia juga yang telah bertugas mengurus semua keperluan kita selama kita masih di kota ini termasuk delivery order dan semua kebutuhan dapur kita.
Karin manggut-manggut mengerti.
Seperti arahan Diego,Haidar terlihat sibuk keluar masuk ke ruang arsip pribadinya dengan membawa beberapa berkas ditangannya dan sebuah amplop besar tali folio kemudian menyodorkan kepada Diego yang sebelumnya sudah berpindah posisi ke kursi kebesaran yang biasa ditempati oleh Haidar.
Keduanya terlihat sedang berbincang-bincang lalu kemudian Diego datang berpamitan kepada Karin dan meminta kesediaannya untuk menunggu di ruangan owner karena ada pekerjaan lain yang harus ia selesaikan di ruangan lain bersama dengan Haidar.Karinpun menyanggupinya.Cukup lama Karin menunggu.Rasa jenuh mulai merajai dirinya.
Karin memutuskan untuk melihat pemandangan luar dengan menyingkap tabir jendela diruangan elit tersebut.Karin menatap jauh ke luar jendela sejauh mata memandang.Ada pemandangan indah menghiasi taman hotel yang mengitari wilayah dataran lebar sebelum mencapai hamparan pantai yang landai bertabur pasir putih yang menebar di bibir pantai bak permata yang bertaburan indah. Pesona laguna yang membawa kesan hotel laksana berada di atas air pada malam hari.
'Wah! Ini indah! ' Seru Karin tanpa basa-basi.
'Diego sering berlibur kemari?Pantas saja ia kelihatan sudah terbiasa dengan tempat ini.' Batinnya lirih.
Disisi yang lain Diego melangkah masuk ke sebuah ruangan tertutup sembari membuka amplop coklat tali folio dan mengutak-atik isi dari map tersebut. Beberapa lembar foto yang terselip di map tersebut beserta dengan sebuah flahsdisk di keluarkan dari sana.Foto keluarga Mr.Paul dan juga foto Elyca sendiri sedang melakukan transaksi bisnis ilegal barang-barang imitasi mereka.
Diego segera menyambungkan ke laptop sembari mengamati baik-baik isi dari flashdisk tersebut.Ada rekaman video berdurasi lima belas menit yang berisi tindakan kejahatan Mr. Paul dan juga Elyca bersama dengan beberapa orang suruhan yang merencanakan kecelakaan maut kepada Karin di hari itu.Termasuk video pendek di pusat perbelanjaan milik David dimana Karin mulai dicelakai oleh Elyca hingga berbuntut kepada kecelakaan tersebut.
Diego mencermati ucapan Elyca yang menyakiti hati Karin hingga kepada satu tamparan keras mengenai wajah isterinya membuatnya meringis.Seakan dadanya ikut merasa berdesir menahan perih yang ditanggung oleh Karin. Matanya ikut berair menahan gejolak rasa sakit dan kobaran api dendam ingin membalas perbuatan keluarga iblis wanita jalang itu dengan balasan yang setimpal.Diego terlihat mengatupkan rahang kokohnya hingga menimbulkan bunyi kertakkan pada giginya sendiri dengan penuh rasa emosi yang kian membuncah.
Diego bangkit menuju ke sebuah ruangan lain yang tersambung dengan ruangan sebelumnya, 'Saatnya untuk bertindak!' Batinnya geram.
•••
__ADS_1
Bersambung..........
*****