Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Cinta dan Pengorbanan


__ADS_3

Karin melangkah menerobos ruang keluarga yang masih dipenuhi oleh para pria terhebat miliknya.Ada rasa penasaran bergelayut di hatinya mengenai pernyataan Danish.Entahlah,siapa gerangan tamu yang Danish maksudkan itu.Untuk sesaat ia terpaksa menunggu kemunculannya di ruang tamu.Hatinya semakin yakin jika yang ingin menemui dirinya kali ini bukanlah tamu sembarangan.


Lima menit kemudian...


Karin terlonjak dan mengerjap beberapa kali melihat pemandangan yang ada di depan matanya.Sigap ia berdiri menyambut kehadiran tamu tidak terduga tersebut.Tatapan sayu itu berhasil memukau jiwanya dan menusuk mata hatinya.Peristiwa yang pernah ia coba kubur secara perlahan-lahan.Berharap tidak menjadi alasan trauma dalam hidupnya.


Bagaimana mungkin mereka bisa menembus ke dalam rumah besar kediaman mertuanya yang identik dengan penjagaan berlapis.Padahal bagi setiap pengunjung biasa sajapun harus melewati proses pemeriksaan,apalagi orang asing yang baru menginjakkan kaki di tempat ini.


Otomatis harus menjalani beberapa proses pemeriksaan digital scan oleh sekuriti berwajah teduh itu.Hal itu memang sengaja diperintahkan oleh ayah mertuanya semenjak keluarganya kerap mengalami pengalaman pahit.Maka demi menjaga keamanan juga keselamatan isteri dan anak cucunya,beliau rela melakukan apa saja meskipun harus menanggung resiko yang berat.


Lalu,bagaimana dengan kedua orang asing yang salah satunya pernah bermasalah dengan keluarga ini.Lantas bagaimana bisa mereka datang secara bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan bergelayut di pikirannya yang mulai kacau.Karin melotot tajam,menyorot nyalang ke arah dua wajah yang begitu ia kenal.


Ah,bukankah dirinya sendiri juga telah lebih dahulu memaafkannya. Untuk beberapa lama ibu muda ini berdiri mematung menciptakan hening.Memandang wajah sendu yang tampilannya berbanding terbalik dengan yang pernah ia ketahui dahulu.


Dulu wanita itu tampil sempurna dan serba modis.Kini wanita yang datang dikawal oleh bodyguard berwajah teduh ini menjadi lebih kurus,tepatnya tinggal tulang dibungkus kulit.Raut kecut menghiasi wajahnya yang pucat,seakan tidak punya keinginan untuk hidup lebih lama lagi.


"Elyca,kau di sini?"suara ingin tahu Karin akhirnya membelah hening yang cukup lama,


"dan kau Cano,kenapa jadi sering muncul di hadapanku?"lanjutnya tanpa basa-basi.


"Emm...,itu..Aku datang untuk menyampaikan permintaan maaf atas apa yang pernah terjadi di antara keluarga kita."jawab Falcano sembari sigap meraih tubuh Elyca ke dalam rangkulannya, karena menyadari gadis itu sedang tidak baik-baik saja,


"Bertahanlah,setelah ini kau akan baik-baik saja."ucap Falcano lirih kepada sepupunya yang tampak memprihatinkan.


Karin yang tidak pernah menaruh dendam kepada siapapun,tiba-tiba merasa iba melihat gadis yang syok saat berhadapan dengan dunia luar.Entahlah,apakah gadis ini mendapat kekerasan selama menjalani rehabilitasi di Diego Spirit atau tidak,yang jelas kondisinya sangat tidak baik.


"M_aafkan aku K_Karin,"ucap gadis itu lirih,


"A_aku yang minta izin ikut kemari hanya untuk mengucapkan selamat kepadamu."lanjutnya terbata-bata.


Karin menghela napas berat,


"Baiklah,terima kasih.Tapi seharusnya kau tidak perlu bersusah payah melakukannya,mengingat kondisimu saat ini harus dirawat."balas Karin luluh.


"Ya,aku memang sedang dirawat,"ucapnya sendu,


"t_tapi a_ku ingin sekali memperbaiki semua kesalahanku."lanjutnya tercekat.


Karin menanggapi ucapan Elyca dengan sebuah helaan napas panjang dan berat.Sesaat kemudian ia lalu beralih memandang wajah Falcano yang mematung menatap dirinya.Cukup intens hingga akhirnya ia pun bersuara,


"Terima kasih telah membuat Diego kembali kepadaku."ucapnya tulus.


"Ah,ya.Aku pernah bilang kepadamu,bahwa aku berhutang nyawa karena kau telah menyelamatkan nyawaku,"ucapnya pelan dan menjeda,


"Tapi nyatanya kau juga menyelamatkan nyawa seluruh keluargaku...,uncle Paul,Elyca dan juga ayahku."lanjutnya lirih.


Karin yang pemaaf memang tidak pernah meminta untuk dibalaskan dendamnya,karena menurutnya apa yang dialaminya merupakan proses ujian yang dititipkan Tuhan kepadanya melalui keluarga mafia itu agar ia menjadi lebih memaknai arti dari cinta dan pengorbanan.


Itulah sebabnya ketika seluruh keluarga mafia itu berhasil diringkus,merekapun tidak dibunuh.Mereka justeru diberikan tempat yang nyaman dan kesempatan untuk memperbaiki kharakter dan hidup mereka.


"Ah,sepertinya kalian bernostalgia ya,apa perlu kupinjamkan bahuku untukmu wahai kau playboy tanah Eropa?"seloroh Danish yang tiba-tiba muncul membawa sesuatu di tangannya lalu menyikut keras pinggang Falcano.


"Sial,Danish!...,kau yang mafia paha dan leher jenjang,aku masih normal!"bentaknya,balas meledek Danish yang sebenarnya juga playboy kelas elit.Membuat semua yang hadirpun ikut cengar-cengir.Namun Danish tidak menggubris.Ia malah memilih berjalan serius mendekati Elyca yang berdiri disamping Falcano.Pemuda itu menatap dalam-dalam mata cekung gadis kurus yang tengah menanti nyawa pergi dari raganya. Lamat-lamat menerobos ke relung hati yang paling dalam....,

__ADS_1


"Minumlah,kau butuh air untuk menyegarkan tenggorokanmu.Jika ada sesuatu yang membuatmu sedih,cepat hubungi aku."ucap Danish pelan seraya membungkuk hormat kepada gadis yang terpana menatapnya kosong.Seakan detak jantung itu telah berhenti berpacu dalam hening...


Beberapa menit kemudian....,gadis itu mulai mengerjap seakan baru sadar dari lelap yang berpanjaangan.Senyum tersipu ikut merona menghiasi wajahnya.Seakan ada kekuatan baru yang menyelinap masuk ke relung hatinya.Lantas menoleh ke arah sepupunya seolah meminta persetujuan di mata elang yang nyalang itu...


Falcano mengangguk memberi respon baik.Lalu ia berpaling menatap Karin dan Diego yang berdiri saling berdekatan.Kedua orangtua baru itu juga ikut mengangguk menyetujui.Karinpun cepat merentangkan tangannya ke atas seraya membelai punggung gadis malang itu pertanda memberikan semangat baru kepadanya.Elyca baru malu-malu menerima pemberian botol kemasan air minun dari Danish setelah ia memastikan persetujuan lanjutan dari sepupunya sendiri.


Diego yang berdiri selangkah di belakang Karin memperhatikan dari jauh sosok Elyca.Gadis yang dulu pernah terobsesi berat kepada dirinya.Kini gadis itu hanya tersenyum malu memandang dirinya tanpa sepatah katapun.


Diego memakluminya.Bukan hal mudah untuk bisa mengembalikan sebuah rasa agar menjadi baik-baik saja seperti sedia kala.Butuh perjuangan yang berat dan konsistensi yang kuat untuk lepas dari semua itu.


Ia mengakui kelemahannya sendiri,andai saja waktu itu ia beri tempat sedikit saja di hatinya kepada Elyca sebagai sahabat agar bisa merubah gadis itu seperti yang pernah ia lakukan terhadap mendiang Puteri Carnelian,maka mungkin ceritanya tidak akan serumit ini.


Akan tetapi Elyca adalah cucu keturunan mafia kelas atas,Mr.Shimpson Wade yang hidupnya sudah dikungkung kesombongan dan kejahatan yang telah mendarah daging. Amat sulit baginya untuk memposisikan gadis tersebut menjadi seperti Lian pada waktu itu.Memikirkannya,Diego hanya bisa menghela napas panjang.


Sementara itu di ruang keluarga,tuan Fahmi bersama tuan Haikal dan juga David tampak tersenyum penuh makna usai membahas pelaksanaan aqiqah bayi Adieka William.Akan segera dilaksanakan tepat di hari keempat belas.


Ketiga pria hebat itu memandang cctv yang menghubung ke ruang tamu.Begitu banyak permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan mereka.Terutama pasangan generasi ke dua TF.Electro Group itu.Kini saatnya mereka untuk bernapas lega.


"Kekuatan cinta telah mempertemukan mereka,dan kekuatan cinta juga yang telah membawa mereka kembali bertemu."ucap papa Fahmi haru.


"Cinta mereka telah merubah lawan menjadi kawan."balas papa Haikal.


David tersenyum menerawang,


"Cinta mereka juga yang membiarkan masalah itu selesai dengan sendirinya."ucapnya menjeda,


"Semoga setelah ini tiada lagi penghalang bagi kebahagiaan mereka."lanjutnya mantap.




Seluruh keluarga besar TF.Electro-Haikal Jolly berkumpul di rumah besar kediaman Tun Fahmi.Senyum semringah menghiasi wajah mereka tanpa kecuali.Ucapan selamat dan doa kembali di lantunkan dari mulut segenap keluarga besar tersebut.Ayah,ibu,kakek,para kakak,para kakak ipar dan juga anak keponakan.Lengkaplah kebahagiaan ini.Berharap agar nikmat damai dan tenteram yang hadir bertahan dan bersemayam dalam kehidupan anak dan cucu mereka.


"Karin,terima kasih sudah ikhlas mendampingi adikku."desah Hany pelan ke telinga sahabatnya,


"Aku sayang kalian bertiga."lanjutnya berkaca-kaca.Menatap wajah tampan jagoan Hedy mungil yang terlelap di dalam box bayi.Ah,amat mirip dengan Hedy waktu zaman bayi.


"Terima kasih Han,semua ini juga berkat kau."balas Karin sama-sama sebak.


Hany menyapu lembut air mata adik iparnya,


"Waktu itu jika kau mengacuhkan adikku,entah apa yang bakal terjadi kepadanya."tambahnya seraya tersenyum mengundang timbal balik dari Karin.


"Ah,ya.Andai waktu itu kau tidak menjadi ratu pemaksa,maka mana mungkin juga aku berani maju bersamanya."balas Karin terkekeh.


"Hei,kalian berdua pasti merumpi aku kan,"tuding Diego yang baru muncul di kamar dede William.


"Ah,cuma perasaanmu saja."cebik Karin tertawa kecil.


"Bahkan dede William saja tidak sudi jika nama papanya disebut-sebut sembarangan."timpal Hany menjulurkan lidah.


"Ck!"decaknya sembari meraih dua wanita tercinta itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menjaga hati sahabatku."ucap Hany menyambut pelukan sang adik.


"Siapalah diriku tanpa sahabatmu ini kak...,"balas Diego tersenyum menatap kakaknya,


"tapi tanpa diriku juga dia bisa apa."lanjutnya menggoda penuh sarkas,mendaratkan ciuman di pipi wanita cantik yang telah mengisi hatinya itu.


Menyadari keberadaan kakak iparnya di ruangan ini,Karin seketika terbelalak sembari menyikut pinggang kekar suaminya.Diego pura-pura meringis kesakitan lalu dengan sengaja melipatgandakan kesalahan terindahnya itu dengan mencuri kecupan lembut ke bibir isterinya....,cukup lama di depan sang kakak membuat Karin yang sempat mematung dan sekali lagi membulat penuh.Sang kakak Hany menahan tawa melihat wajah Karin semakin memerah dengan rasa yang berkecamuk.Bagai kulit jeruk purut,keriting di setiap permukaannya.


"Hahaha...,"tawa pecah Diego yang sigap menghindari serangan Karin dengan bantal lantas mendekap erat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.Hany yang menyaksikannya turut tersenyum bangga menyambut kebahagiaan sepasang insan kebanggaannya yang kini semakin kuat dan menyatu.


Wahai para pecinta yang memiliki pasangan....,


Cintailah dia dengan ketulusan...,hargai sekecil apapun kelebihan yang dimiliki oleh pasanganmu dan cintailah dia dengan kesetiaan...,terima sebesar apapun kekurangan yang dimiliki oleh pasanganmu dan sayangi dia dengan kemurnian hati...,karena kemurnian sendiri tidak akan membohongi pengorbanan yang tulus....,tulus memberi,tulus menerima,tulus mencintai dan tulus menyayangi.Begitu juga dengan tulus menghargai dan tulus mempertahankan,karena di dunia ini tidak ada pengorbanan yang berakhir dengan sia-sia...Ianya akan membawa hasil 'bahagia'sebagai buah dari kesabaran...


...°°°°°Diego Hedy...


Sekian ...


Menyatu di singgahsana Doa


Ukirlah namaku di suatu nokhtah


Serupa jua kuukir namamu dititik doa


Membentuk,bagai memercik peluh di padang resah


Lalu resapi maknanya di balik tumpukan rasa


Coba hirup jua pengorbanannya di lekuk waktu


Mengepul aroma bunga di tarian napas beradu


Merangkul kubangan asa,menohok wangian jiwa meraung


Menguar,menebar kasih mengisi rongga nan kosong


Dengarkan,dengungkan juga iramanya berpadu


Bersama desir darah nan merambah nadi menyatu


Kau dan aku seirama jua di titik singgahsana itu


Bersimpuh,melipur lara di hadapanNYA


Di ujung nokhtah,rasaku rasamu lamat mengapit


Aku dan kau mendadak merengkuh angin


Menyambut berkah kian menjumput


Memadu padan,meraup,semakin kuat didalam doa


...By IM Lebelan...

__ADS_1


TAMAT


Terima kasih teman-teman sekalian sudah setia menemani author dalam menulis karya amatir ini.Semoga kita semua diberikan limpahan rezeki dan kesehatan yang berlimpah..Salam terus berkarya dan saling dukung..Salam manis dan salam sayang juga ya..hehe😁🤗😍Lanjut baca karya ke duaku di I Need You yupz! Tetap dukung jika berkenan..🤗🤗🤗


__ADS_2