
Selamat membaca semoga suka 📖😍
Falcano tengah mabuk berat bersama dua rekannya di dalam pesta alkohol.Yang terjadi adalah kekasih dari salah seorang sahabatnya memanfaatkan kesempatan yang ada.Wanita itu mengajak Cano ke kamar lantai atas dan menghabiskan malam bersama dengannya.
Dengan adanya kejadian itu membuat sahabatnya mulai membencinya.Dan minggu-minggu selanjutnya teman wanita dari sahabat yang lainnya melakukan jebakan yang sama.
Sehingga ketika Organisasi Gerakan Kemansiaan kampus mereka mengadakan kegiatan kemanusiaan di salah satu panti jompo di wilayah pedalaman pantai utara negeri ini.Mereka yang telah bergabung di dalam tim harus menginap di tenda darurat dan kebetulan tim Karin yang berjaga malam itu
Sebuah kesempatan yang tidak disia-siakan oleh Dion dan Albert.Mereka mengajak Falcano keluar dari wilayah kegiatan itu dan melakukan aksi balas dendam.Maka terjadilah aksi keroyokan oleh keduamya dengan menggunakan balok,batu dan pisau.
Falcano yang sudah babak belur dikeroyok habis-habisan oleh dua sahabatnya sendiri lemas dalam ketidakberdayaan.Akan tetapi ia mencoba melarikan diri dalam keadaan terseok-seok.
Sementara kedua sahabat itu layaknya setan yang haus akan darah dan tidak peduli kepada nyawa pria yang selama ini mereka anggap sahabat.Mereka berhasil melukai tubuh pemuda itu dengan belati tajam,dan berusaha mengejarnya agar tidak melarikan diri.
Dan malam itu,Falcano berhasil sampai ke tenda Karin dan ambruk tepat ketika ia berusaha berlindung dengan memeluk erat tubuh Karin dan mereka sama-sama tersungkur.Dion dan Albert meminta agar aku segera menjauh dan menyerahkan Cano kepada mereka namun aku menolak.
"Hei,gadis kecil,pergilah.Ini urusan kami para lelaki.Jangan ikut campur."serang Dion.
"Hentikan tindakan bejat kalian,atau aku akan menghubungi polisi."
"Jangan ikut campur urusan kami atau kau akan terima akibatnya."bentak Albert.
"Hei!Kamu,ini bumi Mat Saleh.Tidak ada kejahatan yang dibiarkan menang di tanah ini.Pergi sekarang juga,"tukasnya,
"atau aku yang akan menantang kalian, berani kamu melawan wanita?"Serang Karin tidak mau kalah.
Di saat yang bersamaan,para anggota tim gerakan kemanusiaan yang berjumlah lebih dari dua puluh orang berlari mendekat dan para lelaki berhasil membekuk kedua pria yang penuh amarah itu dan akhirnya mereka dijebloskan ke penjara.
Berhubung mereka bukan warga negara asli maka keduanya pun dipulangkan oleh pihak kepolisian ke negaranya masing-masing.
Sedangkan Cano yang babak belur tadi sempat melihat tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Karin sebelum ia benar-benar pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Beberapa minggu kemudian setelah ia sembuh dan keluar dari rumah sakit,orang pertama yang ia temui adalah Karin.Ketika itu Karin berada di rumah opa Jery dan sedang melakukan lari pagi.Pemuda itu datang membawa segenap permibtaan maaf dan ucapan terima kasih kepada Karin dan sejak saat itu mereka berdua menjadi semakin akrab.
Namun Karin memilih untuk membatasi pertemanan dengannya di luar kampus mengingat pola hidup keluarga Karin yang tidak menerima pria asing di dalam pergaulan sehari-hari dan Falcano mengerti akan hal demikian sehingga ia tidak menuntut sesuatu yang berlebihan dari seorang Karin Dhiyana Haikal Joly.
"Jadi Cano itu,dia hanya akan mencariku ketika kami di kampus,"ucapnya,
"atau ketika sedang bergabung di tim Organisasi Gerakan Kemanusiaan kami saja,"
"Dan kami jarang berkomunikasi di luar kampus dengan alasan perbedaan budaya dan adab."jelas Karin panjang lebar.
Diego manggut paham akan penjelasan isterinya,namun satu hal yang membuatnya sedikit bertanya adalah,ia merasa pernah bertemu dengan lelaki itu tapi entah di mana rasanya ia lupa.
__ADS_1
Diego melirik ke layar ponsel yang memberi sinyal masuk,pemuda itu segera menggulir benda tipis itu seraya membaca isi email yang terkirim dari group TF.Untuk sesaat ia memicingkan kelopak elangnya lalu kemudian memilih menutup kembali ponselnya seraya mengajak sang isteri bercengkerama ria.
Banyak hal yang mereka lewati di ruangan itu termasuk memadu hati, memantau perkembangan hotel dan menikmati hari tenang sebelum mereka benar-benar kembali ke kediaman baru dan bersiap-siap untuk pulang ke tanah Tun Mat Saleh.
•••
Tanah Tun Mat Saleh..,Hospital Q.
Karin yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan kesehatan ibu hamil memilih untuk duduk di kursi ruang tunggu sembari menanti Diego yang antri mengambil obat di apotik farmasi.
Manakala ia sedang menunggu tiba-tiba ia melihat sekelebat orang yang lewat di depannya.Sepertinya tidak asing di matanya,akan tetapi ketika ia mencoba memastikan sekali lagi,ternyata tidak seperti yang ia pikirkan.
"Sayang,ayolah kita pulang."ucap Diego seraya mengulurkan tangannya menyambut sang isteri untuk segera berdiri.
Karin mengangguk menutupi perasaannya.
Di perjalanan Diego berhenti di salah satu toko roti terbesar di kota itu atas permintaan isterinya yang ingin sekali mencicipi royal truffle cake.Diego menggandeng tangan karin masuk ke dalam 'Lady BonBon' dengan wajah semringah mendapati sang isteri yang cukup semangat.
"Sayang,apa mau dipesan empat juga?"
Karin mengangguk,"Ya."jawabnya dengan raut wajah yang memerah.
Diego tersenyum memukau menampakkan deretan gigi putihnya,pria itu seakan sudah hafal dengan kebiasaan isterinya selama hamil.Setiap apa yang ia inginkan selalu berjumlah empat.Baik itu berukuran kecil maupun yang besar sekalipun.
"Apa ada lagi yang mau dipesan sayang?"
"Tidak ada."Karin menjawab asal karena sorot matanya tiba-tiba menangkap sesuatu di balik pintu.Netranya sigap mengikuti seseorang yang berjalan menerobos pintu Lady BonBon dan melewati dinding kaca yang tertutup oleh gambar-gambar reklame.
"Yakin tidak ada lagi?"
"Ya."jawabnya tanpa mencerna.
"Baiklah."
Usai membayar roti mewah yang dibeli Diego dengan tenang mengajak Karin keluar dari sana menuju ke mobil.Di mobil Karin yang mulai mengacak isi kantong merk roti terkenal di kota ini,seketika wajahnya berubah murung.Pemandangan yang tidak luput dari tatapan elang Diego yang tengah menghidupkan mesin mobilnya.
"Sayang,apa ada yang tertinggal?"
Karin mengangguk tanpa suara.Ia menoleh ke arah Diego dengan tatapan yang memelas layaknya seorang anak kecil yang merengek permen.
"Apakah itu?katakan."tanya Diego berseloroh.
"Semuanya."
__ADS_1
"Apa??Ta_tapi,_"
"Sayang,aku mau potongan sepuluh jenis kue ayang ada di dalam tadi,please!"potong Karin tanpa peduli dengan tampang suaminya yang semakin lemas dengan tatapan membola sempurna.
"Seharusnya sudah kau katakan ketika kita masih di dalam tadi."protes Diego cemberut.
"Aku baru memikirkannya sekarang."balas Karin acuh.
"Whatt?Lalu yang aku tanyakan di dalam tadi kau jawab apa?"
"Ayolah sayang,aku menginginkannya."
"Oke,baik kau tunggulah di sini."ucap Diego pelan.
Karin semringah menampakkan dertan giginya yang rapi tanpa sedikitpun perasan bersalah.
Diego akhirnya mengalah dan keluar dari mobil dengan dengusan kecil.Namun demi menjaga mood sang isteri agar tidak kacau, pria itu memilih tetap tersenyum dan bersabar.
Di dalam rumah roti,Diego yang kebingungan terlihat rubu-raba mendekati meja kasir.
"Excuse me sir,may I help you?"ucap nyonya pemilik BonBon Cake.
"Ah,ya.I need some recomendation to make sure I order the right cake for my wife. Would you help me?"
"Here we are.We have top hundred BonBon Cake in this samples.You can try it if you like."
Setelah melewati beberapa pertanyaan dan jawaban akhirnya ditemukan juga solusi yang diberikan oleh nyonya pemilik toko tersebut.Mereka bahkan sangat paham akan kesulitan pembeli,apalagi selera ibu hamil yang banyak maunya.
Wanita itu tersenyum seraya menjelaskan bahwa tidak jarang pasangan calon orangtua baru memiliki keluhan yang sama seperti dirinya dan kebingungan saat ingin membeli kue dalam jumlah yang banyak dan otomatis tidak bisa dihabiskan begitu saja oleh seorang pemakan.
Diego menggeleng-geleng kepala tidak percaya mendengar penjelasan wanita itu ketika ia mulai menawarkan beberapa cara pemesanan.
"Oh I see.That's good.I'll order top ten like this one by one."ucapnya seraya menunjukkan potongan BonBon Cake yang dipajang,
"Satukan tiap potongan dari sepuluh jenis kue terbaik menjadi satu cake yang utuh." titahnya menutup pembicaraan.
Setelah memastikan pesanannya sudah benar-benar sesuai harapan,Diego segera membayar dan menunggu sebelum setelah sang penjual menyerahkan kue yang telah terbungkus rapi.
•••••
Bersambung....
🤗🤗🤗
__ADS_1