Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Awal Yang Bagus


__ADS_3

Selamat membaca πŸ™πŸ˜


Diego yang berniat mengajak Karin untuk pergi ke suatu tempat yang belum diketahui olehnya. Semata-mata hanya untuk memastikan keadaan psikis sang isteri. Sementara Karin yang tampak antusias dengan ajakan Diego, begitu gencar meminta bocoran pada Diego demi mengobati rasa penasarannya. Namun slow respon dari Diego serta tingkahnya yang sedikit aneh malah menimbulkan tanya di kening gadis itu. Daripada merusak suasana bahagia yang baru saja dirasakannya, Karinpun memilih mengurungkan niatnya untuk mencari tahu lebih jauh.Khawatir mood Diego akan semakin kacau.


Karin mulai membersihkan perkakas dapur dan piring bekas makan siang mereka.Dalam hatinya masih penasaran dengan ajakan Diego.Meskipun rada takut namun ia bertekad untuk tidak bertanya lebih lanjut.Ia menerima ajakan sang suami dan berusaha untuk tetap tersenyum seolah terlihat baik-baik saja agar tidak mengecewakan hati prianya.


'Kini giliranku untuk membalas semua kebaikannya.' Batinnya percaya diri.


Setelah memastikan ruang dapur sudah benar-benar bersih dan kinclong seperti sediakala, kini gadis itu mulai melangkah mencari keberadaan Diego sejenak lalu kemudian memilih masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan mata dan tubuhnya agar bisa meregangkan otot-ototnya yang kaku.


Sementara itu Diego yang sebelumnya telah lebih dulu mengambil posisi santai di ruang depan, kini tengah berselonjor ria diatas sofa. Di wajahnya yang penuh kharisma, tak henti-hentinya menampakkan rona semringah. Senyum penuh kemenangan menghiasi bibir keringnya nan seksi, lantaran merasa berhasil mengetahui isi hati sang isteri. Alangkah bahagianya hati pemuda jangkung yang berwajah tampan tiada duanya itu, manakala menyadari bahwa cinta pertamanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Kepalanya masih menggeleng-geleng tidak percaya akan apa yang baru saja ia ketahui. Padahal selama sepuluh tahun ia benar-benar hilang arah akibat dari miskomunikasi dengan gadis itu. Dikiranya Karin telah membuang semua kenangan indah mereka jauh-jauh. Nyatanya Karin masih tetap menjaga hati dan perasaannya hanya untuk menunggu dirinya yang juga haus akan balasan cinta dari belahan jiwanya itu. Dia lah pemuda yang dicintai Karin. Ternyata semua usahanya selama ini tidak sia-sia.


Beberapa saat yang lalu ia memilih untuk menikmati waktu senggangnya dengan duduk berselonjor di sofa sembari menikmati kopi hitam favoritnya yang diseduh oleh Karin dan diantarkan kepadanya sesaat setelah gadis itu melangkah masuk ke kamarnya.Untuk pertama kalinya ia mencicipi rasa nikmat kopi buatan sang isteri.


β€˜Ck! Rasanya tidak buruk,ini sangat enak!’ gumamnya sesaat setelah ia menyesapnya.


β€˜Padahal dia sama sekali bukan penyuka kopi seperti kebanyakan orang.’ lanjutnya berdecak kagum.


'Akh! Aku harus menceritakan tentang ini!' gumamnya pelan.


Rasanya tidak adil jika kebahagiaan yang baru saja didapatkan ini dinikmatinya sendiri tanpa berbagi kepada siapapun.Ia merasa perlu membagikan kisah bahagianya ini kepada orang-orang yang ia sayang.Lalu kemudian tangan lincahnya mulai mengutak-atik ponsel miliknya dan seseorang menyambungkan suara dari seberang.


Hallo


^^^Hallo kak.Terimakasih atas kerjasamanya.Idemu sukses!^^^

__ADS_1


Ya,sama-sama.Apa yang tidak untukmu adikku.


^^^Dan yang paling mengejutkan lagi, ^^^


^^^dia bilang kalau aku adalah cinta pertamanya.^^^


Hmm! Itu benar.πŸ˜… Awal yang bagus.🀭


^^^Jadi kakak,kau sudah mengetahuinya sejak lama?^^^


Ya,sejak aku mulai mendekatinya.Tapi aku ingin kau sendiri yang mencari tahu.


^^^Ck! Kakak Hany-ku yang cantik,^^^


^^^cepat katakan kenapa kau suka sekali ingin menyiksaku,hmm?^^^


^^^Plettakk!!! (menepuk jidat) Kakak_^^^


Tut Tut Tut Tut


^^^Yang diseberang tiba-tiba dengan sengaja ^^^


^^^memutuskan sambungan.^^^


β€˜Ck! Kak Hany memang penyiksa nomor satu!’ Celutuknya gemas.


Flashback on.

__ADS_1


Manakala gadis yang baru dinyatakan sembuh oleh dokter tersebut mulai terlelap dalam pelukan hangatnya bersama nyanyian irama malam.Perlahan pemuda itu melepaskan pelukan tersebut dan menggantikannya dengan bantal guling. Pergerakannya yang terbilang lembut dan hati-hati tidak membuat gadis itu terjaga dari tidurnya.Hanya sekali menggeliat lalu kemudian tidur nyaman.Diego sangat bahagia akan hal tersebut.Melihat kondisi isterinya yang perlahan mulai membaik.Namun satu hal mengenai diam dan sedihnya Karin selama tiga bulan keberadaan mereka di negara ini rupanya sangat mempengaruhi perasaannya yang lembut.Secara psikis Diego merasa terluka akibat diabaikan.


Diego POV


Aku melihat ada kesedihan dibalik mata sendu milik gadis yang kini telah sah menjadi isteriku.Sepertinya ada beban berat yang tengah ia pikul sendiri.Meski berbagai upaya telah kulakukan agar dia mau berbagi suka dukanya kepadaku demi untuk mengembalikan senyumnya namun kurasa aku gagal dalam satu hal yakni memiliki hatinya.


Entah apa yang membuatku berpikir demikian,yang jelas aku merasa terluka ketika didiamkam olehnya.Hatiku kacau manakala setiap ucapanku seakan tidak ditanggapi olenya.Jangankan berbicara denganku,menyapa saja ia tidak mau memulainya lebih dulu.Hal inilah yang membuatku bertekad untuk sesegera mungkin menyembuhkan dirinya agar aku bisa mengambil keputusan jika memang ia ingin meninggalkanku sendirian dan kembali kepada orangtuanya maka aku ikhlas.Dan jika memang ia lebih memilih hidup bersama Danang yang lebih mengerti dan memahami akan dirinya, juga aku tidak mempermasalahkan hal ini asalkan ia mau tersenyum kembali dan berbicara kepadaku seperti dukukala.


Jujur,aku iri melihat keakrabannya bersama dengan Danang.Karin bahkan lebih lepas meluapkan emosinya ketika ia bersama dengan pemuda itu.Bisa curhat panjang lebar,bisa saling bercanda dan tertawa lepas,dan juga bisa bersedih dan menangis bersama dalam pelukan dan dekapan yang hangat agar bisa saling menguatkan antara satu sama yang lainnya.Sedangkan aku? Lebih merasa bahwa cintaku tidak dibalas olehnya.Sapaanku dijawab seadanya,bicara hanya seperlunya,candaanku dianggap serius,bahkan terkadang aku berusaha memposisikan diriku sebagai sahabat seperti yang pernah terjadi diantara kami belasan tahun silam namun hasilnya tetap sama.Karin lebih memilih bungkam dan mengabaikanku lagi.Bahkan hingga saat ini pun aku belum mengetahui dengan jelas alasan dibalik diamnya.


Setelah kucermati baik-baik,aku berkesimpulan bahwa Karin memang tidak menyukaiku.Dia membenciku.


Mungkin karena aku terlalu memaksakan kehendak ingin hidup bersamanya. Ingatanku melayang-layang ke sepuluh tahun silam dimana diriku pergi meninggalkannya begitu saja tanpa jejak apapun membuatnya benar-benar terpuruk hingga berimbas kepada sifatnya belakangan yang selalu berusaha menjauhiku.


Lalu peristiwa di Adhytama hotel dimana aku memagut paksa bibirnya agar ia terpaksa menuruti keinginanku padahal itu adalah ciuman pertama yang selama itu ia jaga baik-baik agar bisa diberikan kepada pemuda yang sangat dicintainya. Dan tindakanku itu akhirnya memaksa Karin untuk mau ataupun tidak mau harus menerima pertunangan yang memang benar-benar sudah kurencanakan.Niatku tidak lain selain untuk membuatnya menuruti kehendakku dan murni untuk mengikatnya.


Hingga kepada peristiwa kecelakaan tragis yang disengajakan oleh Elyca nyaris merenggut nyawa gadisku sekaligus cintaku,semuanya itu ada hubungannya dengan diriku.Karena Elyca terobsesi ingin memiliki jiwa dan ragaku seutuhnya.


Rasa sakit berkelana menyelimuti segenap alam hati dan tubuhku.Namun apa dayaku jika takdir tidak ingin melihat kami berdua bersatu maka akupun harus mengikhlaskannya.Mungkin sudah saatnya buatku untuk mengembalikan hak kepada yang seharusnya memiliki dirinya seutuhnya.Setelah semua yang kualami ini membuatku kuat dan tegar untuk menjalani hidupku ke depan tanpa dirinya.


β€’β€’


Bersambung..........


******


Terimakasih atas dukungan yang baik dari kawan-kawan semua...πŸ™πŸ˜

__ADS_1


Salam Damai terus jangan lupa jejak ya πŸ€—


__ADS_2