Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Peka


__ADS_3

Selamat membaca semoga suka πŸ™πŸ˜


Acara resepsi mewah Karin dan Diego baru usai di akhir sepertiga malam pertama.Para tamu mulai membubarkan diri.Tepat pukul 22.30 waktu setempat suasana ballroom mulai terlihat lengang. Hanya terlihat petugas kebersihan yang sedang bersih-bersih.


Karin dan Diego baru usai membersihkan diri setelah melepas semua aksesoris dan sisa make up melekat di wajah Karin.


Diego meraih tubuh Karin yang terlihat sangat letih.


"Kemarilah,istirahatlah dalam dekapanku."Ucap Diego pelan.


Karin menuruti permintaan sang suami.


"Terima kasih atas segalanya atas cinta dan pengorbananmu untukku.Betapa berartinya kau bagiku.Entahlah apa jadinya hidupku ini jika tanpa dirimu."Ucap Diego sembari menambah erat pelukan tangannya.


Sesaat kemudian matanya ikut berkabut.Menarik napas dalam dan mencium lama pucuk kepala sang isteri lalu membuang kembali napasnya pelan.


"Terima kasih juga suamiku,karena telah mencintaiku dengan tulus."Balasnya lirih sembari menenggelamkan wajah oval itu ke dada bidang sang suami.


"Sudah seharusnya,sayang.Bahkan rasa cinta ini tidak akan lekang dimakan waktu.Kau isteriku.Aku mencintaimu Karinku."Tambah Diego lembut dan penuh penekanan.


"Terima kasih sayang."Ucapnya lirih.


"Tidurlah.Ini sudah larut malam.Besok kita harus mendatangi rumah paman Imran untuk menandatangani berkas penyerahan Adhytama Star Hotel tersebut.


"Tapi oma melarangku untuk pergi ke mana-mana selain menikmati bulan madu Dy."Ucapnya khawatir.


"Kau tenanglah.Besok aku yang akan menghadap oma."Balas Diego tenang.


Karin hanya mengangguk disela rasa kantuk yang mendera.Tidak berapa lama kemudian ia pun terlelap.Diego yang juga sangat lelah namun ia berusaha tetap tenang karena tidak ingin isterinya mengkhawatirkan keadaannya.


Perlahan Diego mulai hanyut ke dalam lelap dan menyulam mimpi nan indah bersama belahan jiwa yang berada di dalam dekapan hangatnya.Merajut kasih yang membumbung bersamanya.


β€’β€’


Pagi yang cerah.Usai sarapan pagi Karin memilih untuk rebahan di atas ranjang sembari menunggu kepulangan sang suami yang baru saja keluar menemui papa Fahmi dan papa Haikal.


Karin memilih rebahan sembari mengutak-atik ponsel miliknya.


Mencari alamat akun instagram yang pernah ia miliki.Mencoba memasukkan pasword yang ia ingat.


'Akh!Masih berfungsi rupanya.' Batinnya riang.


Seingatnya terakhir kali dia mengunjungi akun instagramnya kira-kira dua tahun yang lalu.


Karin mencoba mengecek.Tepat sekali dua tahun yang lalu ketika ia mengunjungi Yayasan Pendidikan Gratis (YPG)milik David Hadi yang sekarang telah menjadi kakak iparnya.


Ditandai ketika itu ia memposting sebuah foto bersama dengan para pengurus termasuk David,Heny,Hany dan juga anak-anak YPG dengan caption 'Permata ditumpukan pasir'yang terpajang di dinding akunnya.


Karin baru menyadari kalau di balik foto tersebut ternyata ada sebuah foto berukuran papan reklame yang terpajang menjadi background.Siapa lagi kalau bukan foto Diego sang suami tercintanya.


'Apa aku terlalu sibuk sampai tidak menyadari hal sekecil ini.' Gumamnya pelan.


Jemarinya lincah menyentuh layar ponsel.Menggulir ke dinding aktivitas.Ada ratusan notofikasi di sana.Termasuk permintaan follow akun IG miliknya.


Karin juga mengecek nama-nama followers baru yang belum di konformasi.Ada banyak nama dan inisial yang ia kenal baik.Maka ia pun merespon setiap akun dengan melakukan follow back terhadap mereka.


Satu lagi yang membuatnya terkesima adalah manakala ia follback nama akun DieKa99 yang juga menjadi follower tepat di saat ia memposting foto terakhirnya.


Inisial persahabatan yang sangat ia kenal sejak zaman bocah. Coretan tangan Diego yang selalu ditinggalkan di mobil-mobilan, dinding kamar,dan juga buku-buku catatan mereka.Ya,inisial DieKa99.


'Whattt?Ini kan Diego.' Pekiknya keras.


Untung saja Diego sedang tidak ada bersamanya.Jika tidak pasti sudah diejek oleh sang suami manakala melihat ekspresi kagetnya itu.


Dalam hitungan satu menit notifikasi balasan dari DieKa99.

__ADS_1


~


Ehm..Butuh pertimbangan dua tahun untuk follback hmm sayang?😜😍


^^^Hehe..Maaf..πŸ™πŸ˜…^^^


^^^Sedang apa kau di sana?^^^


Yang jelas bukan main petak umpet bersamamu sayang.πŸ™„


Cepat katakan,angin apa yang membawamu kemari hmm..πŸ€”


^^^Angin Pantai Kenangan indah.🀭😁^^^


Akan lebih indah jika bersamamu.


Maka ukirlah kenangan indah bersamaku sayang.πŸ€€πŸ€—


^^^Bahkan hari-hari kita^^^


^^^sudah indah asalkan^^^


^^^tetap bersamamu^^^


^^^πŸ˜ŠπŸ€—^^^


Akan kubuat menjadi lebih indah lagi sayang.Kau harus bertanggung jawab karena telah membiarkanku menunggu follbackmu selama dua tahunπŸ˜šπŸ€¨πŸ€—


^^^🀦☺️ β™‘β™‘^^^


~


Karin menutup ponselnya dengan senyum tersipu dan wajah yang merona.


'Oh cinta..Bahkan aku semakin terjebak ke jurang rayuannya.' Gumamnya pelan sembari menggeleng-gelengkan kepala.


'Bersiaplah untuk hanyut bersamaku sayang.' Batinnya lirih.


Merasa bahwa perlu waktu untuk membujuk isterinya yang polos dan suka salah tingkah sendiri di hadapannya.


Ada ketenangan tersendiri ketika melihat sang isteri yang suka merona ketika ia goda.


Di kamar VIP ...


Diego masuk dan melangkah hati-hati mendekati sang isteri.Di tangannya terlihat menggenggam sesuatu berbentuk persegi panjang berbalut amplop besar berwarna coklat.Sesaat berlalu ia pun memindahkan benda tersebut ke atas nakas.Lalu berbaring di samping sang isteri tercinta.


Karin yang terlelap akibat terlalu lama menunggu kepulangan Diego tidak menyadari kalau sang suami sudah berada di sisinya. Sesekali ia mengerjap manakala merasakan sentuhan lembut di kening dan wajahnya.Hingga akhirnya ia benar-benar terjaga.


Melihat Diego yang sudah di sisinya kini giliran ia yang memeluk tubuh suaminya.


"Kau sudah pulang hmm sayang?"Ucapnya lirih.Menenggelamkan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Ya.Baru setengah jam kutinggalkan dan kau sudah tidak tahan berpisah dariku?" Goda Diego sembari mendaratkan ciuman sarat cinta ke pipinya.


"Apa kau meledekku?"Tanya Karin seraya menjauhkan kepalanya dari dada bidang Diego namun pemuda itu seketika mencegatnya.


Malah semakin menenggelamkan kepala isterinya ke dalam dan membiarkan ia merengguk dalam aroma khas maskulin menguar dari tubuhnya itu.


Membuat sang isteri merasakan nikmat gairah yang menyebabkan candu.


"Aku tidak meledek.Aku hanya bicara soal kebenaran."Jawabnya masih menggoda.


"Hmm..Baru dua tahun kau menunggu pertimbanganku me- follback akun IG-mu,dan kau sudah menuntut pertanggungjawaban." Ucapnya pelan mendongakkan kepala menatap Diego," Lalu bagaimana dengan perasaanku yang menunggu begitu lama agar kau bisa menjelaskan semuanya?Sepuluh tahun bukan waktu yang sedikit."Lanjutnya menatap dalam ke bola mata nyalang suaminya.


Diego menangkap sekelebat sendu di balik tatapan sang isteri namun seketika itu juga berubah menjadi senyum indah yang membuat hatinya semakin bergetar.

__ADS_1


"Sayang,giliran kau yang meledekku kan?"Ucap Diego pura-pura mengerucut bibirnya.


Menatap tajam ke arah sang isteri.Meminta dibalas tatapannya.


"Aku tidak meledek,aku bicara fakta."Jawab Karin tidak mau kalah menantang tatapan elang suaminya.


"Ck!"Satu decakan disertai kecupan singkat ke bibir ranum milik sang isteri membuatnya seketika menggeliat.


"Jangan menantangku untuk menyerang bibir ranum ini.Ia sangat menggemaskan jika sedang berceloteh."Bisiknya lirih terdengar menggoda dipendengaran Karin.


Bibir Diego berjelajah ke daun telinga sang isteri.Meniup nakal lubang telinga itu sembari mengulang beberapa kali kecupan hangat yang sarat akan cinta membuat si isteri semakin merasakan darahnya ikut berdesir.Lalu kemudian memejamkan matanya pasrah.


"Katakan apa impian terbesarmu selama menata hidup bersamaku."Ujar Diego setengah berbisik di samping sang isteri yang matanya terpejam.


"Bahagia dan punya anak."Jawabnya mantap dan masih terpejam.


"Apa kau sudah siap menjadi ibu dari anakku sayang?"Tanya Diego membelai bibir ranum itu dengan jemarinya.


Lembut dan menghanyutkan.


"Ya."Karin mengangguk.Serak.


"Jadi kau siap untuk melakukannya lagi sekarang ini?"Menyapu lembut bibir itu hingga membentuk belahan dan terlihat makin menggairahkan,


"Hmm sayang,ayo kita melakukannya sekarang dan akan segera memiliki anak."Lanjutnya sembari menahan gejolak batin yang meronta dahsyat dengan tawa kecil yang disengajakan agar tidak terlarut dalam permainannya sendiri karena ia belum yakin jika Karin juga benar-benar merespon.


"Ya."Jawabnya parau mulai hanyut, "Eh,bukankah kita harus menjemput sesuatu di rumah paman Imran?"Ucapnya tiba-tiba mulai membuyar konsentrasi.


"Bukannya tadi kau yang bilang ingin memiliki anak?"Sanggah Diego menahan tawa.


Diego menyeringai.Tepat dugaannya.Ia bahkan hafal betul akan sifat isterinya yang terkadang kekanak-kanakkan.Ia seringkali secara sepihak mematahkan gejolak jiwa getaran raga yang sudah terlanjur mengubun.


Namun Diego yang banyak akal justeru telah menyiapkan cara lain untuk menaklukkan hati isterinya.


"Sayang,kita masih dalam masa bulan madu.Jika kita pergi ke rumah paman Imran aku yakin oma pasti akan memarahi kita." Ucapnya pelan menakuti sang isteri.


"Kau kan sudah berjanji kepadaku untuk menghadap oma."Balas Karin sekenanya.


"Tapi sayang_"


"Tidak sayang,kita harus segera ke sana atau paman Imran akan menghubungi kita."Potongnya cepat.


"Sayang tolong dengarkan aku."Pinta Diego memelas.


"Dy,jangan membantah.Ayolah! kita harus bersiap-siap ke sana sekarang."Bantah Karin sembari berusaha bangkit beranjak.


"Psst!Aku sudah mengambilnya dari oma dan kau tinggal menandatanganinya."Menunjukkan berkas yang dimaksud di atas nakas,"Aku tidak ingin kau kelelahan saat menikmati momen indah kita.Hanya kita berdua."Ucap Diego parau mulai menyerah.


Pria itu terlihat pasrah dengan sikap isterinya yang kurang peka dan menggebu-gebu seakan ingin segera menuntaskan momen kebersamaan mereka.


Diego menatap nyalang menghantam bola mata yang terbelalak nyaris copot dari kelopaknya akibat terkesiap.


'Whatt?Jadi dia melakukannya hanya untukku?' Batinnya haru.


Karin baru menyadari kalau sebelumnya ia telah mengacaukan mood suaminya.Kini ia harus belajar lebih peka dan berusaha sebaik mungkin agar suaminya tidak merasa terabaikan lagi.


"M_maafkan aku sayang."Ucapnya lirih dengan rona merah di wajahnya menahan malu.


Dan bukan Diego namanya jika tidak sabar menerima kekurangan sang isteri lalu memaafkan sikapnya itu.


'Cinta oh cinta.Apa aku terlalu berlebihan menuntut sesuatu darinya?Aku hanya ingin dia sedikit lebih peka.' Batinnya tersenyum.


β€’β€’β€’


Bersambung...

__ADS_1


*****


Terima kasih kawan-kawan semuanya..sudah mendukung karya pertamaku..Semoga kita semua di beri nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah..Amin..Salam Lanjut dan tinggalkan jejak jika berkenan. πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2