
Selamat membaca
Kediaman Tun Fahmi
David Hady yang baru saja pulang dari urusan bisnis di Pulau Pinang terlihat menyambangi rumah besar orangtuanya.Karena perjalanannya memakan waktu hampir dua minggu lamanya membuat ia terpaksa menitipkan isteri dan kedua putera kesayangannya di rumah besar itu.
"Hallo anak papa!"seru suara bass-nya menggelegar seisi ruang tamu.
"Papaaa....,"timpal suara lucu kedua bocah itu saling berebutan mendapatkan posisi terdepan menyambut sang ayah.
Keduanya mendekap rindu kepada sosok ayah yang mengambil posisi duduk di atas sofa dengan penuh senyum kebahagiaan.
Diego yang sedari tadi tengah menemani bermain game bersama kedua bocah itu ikut berhambur mendapatkan sang kakak di sofa yang berdekatan.
"Wah!Kak,kelihatannya mereka sangat merindukanmu,"ucapnya sembari memeluk erat bahu David,"Dua minggu bukan waktu yang singkat,"lanjutnya tersenyum.
"Ya,begitulah Dy.Jika nanti kau memiliki keluarga,kau juga akan merasakan hal yang sama seperti ini,"jelas David.
Diego tertawa kecil menggelengkan kepala sembari membelai punggung kedua buah hati sang kakak.
"Biasanya kau akan merasa berat hati di hari pertama kau meninggalkan rumah.Tapi kau akan merasa bahagia setelahnya karena kau akan segera pulang menemui mereka kembali,"jelas sang kakak.
Diego manggut-manggut mengerti,"Dan kau adalah papa yang hebat buat mereka kak!Apalagi kau punya isteri yang baik dan penyabar seperti kakak ipar Dian,"ucapnya bangga.
"Itu sebabnya kusarankan agar segeralah menikah biar kau juga jadi suami dan papa yang hebat,"ucap sang kakak sembari menepuk bahunya kembali.
"Sudahku pikirkan kak,tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melamarnya."
"Apa dia Elyca?Kuperhatikan dia terobsesi mengejarmu.Kakak tidak setuju jika kau memilih gadis itu,"celanya menolak.
"Aku masih berusaha mencari wanita yang tidak memandangku dari segi harta kak.Susah mendapatkan gadis seperti itu," jelas Diego dengan tawa tipisnya melebar.
"Kenapa tidak kau lamar saja nona Karin Dy? Bukankah dia sahabat kecilmu.Kakak rasa dia gadis yang baik.Dia juga sangat dekat dengan Hany dan Anabela.Apalagi dia bekerja di perusahaan kita,"sela sang kakak membuat hatinya tersentuh.
"Nah!Itu dia kak!Kau tahu yang kumau!" Pekiknya riang.
Diego menjentik jemarinya sembari tersenyum nakal.
"Nah!Itu baru adikku.Segera wujudkan!Kami siap mendukungmu,"tandasnya balas menjentik.
David ikut tertawa renyah melihat tingkah sang adik.Kedua kakak beradik itu larut dalam cerita mereka sebelum satu persatu anggota keluarga mereka mulai berdatangan dan ikut bergabung.
"David kau sudah pulang nak?"ujar papa Fahmi diikuti anggukan sopan putera sulungnya.
"Ya,papa,"jawabnya sopan.
Banyak topik pembahasan yang dibahas di sana.Sesekali terdengar suara sentakan dan tawa lepas memecah seisi ruang keluarga sembari menunggu waktu makan malam tiba.
__ADS_1
Diego tersenyum,bersedekap sambil menepuk-nepuk bahunya sendiri.Ia merasa bangga memiliki kedua laki-laki hebat yang mendahuluinya.Yaitu sang ayah dan kakak tertuanya.Ia belajar banyak hal dari mereka berdua.
••
Sabtu ceria, kediaman Mr.Jolly.......
Karin duduk berselonjor diatas sofa ruang keluarga sembari menonton film box office kesayangannya.Mulutnya tak henti mengunyah camilan kacang gurih ditemani segelas jus buah.Santai tanpa beban.Tidak lama kemudian datanglah wanita nomer satu dalam keluarga Jolly yakni Oma Hasnah.Wanita tua itupun ikut bergabung dalam santainya sang cucu kesayangan.
“Karin sayang,apa kau sudah tahu kalau sebentar malam giliran keluarga Jolly yang akan dinner bersama keluarga The big TF.Electro?”
“Sudah oma,mama yang memberitahuku semalam,"santai sambil terus memandangi layar televisi.
“Oh,baiklah!Berarti cucu Oma harus tampil cantik malam ini.”
“Maaf oma,aku tinggal.Biarkan kak Tama dan kak Farah yang mewakili.Kan acaranya diadakan dihotel kita.”
“Hushy!nggak boleh ngomong gitu nak!Pokoknya kau wajib ikut.Ini kesempatan buat kita mengenal lebih dekat keluarga bosmu itu.”
“Aku sudah dekat sekali sama mereka oma,nggak perlu pake acara dinner bersam,"beralih pandangan kepada sang oma yang santai menikmati jus buah.
“Siapa bilang kau gak butuh acara dinner bersama?Apa kau tahu maksud dari acara itu diadakan?”
“Tahu oma,kan ini acara yang sengaja diadakan lewat undian oleh Tim kreatif om Fahmi dalam rangka menjalin hubungan baik dengan keluarga rekan bisnisnya om Fahmi kan,”ucapnya panjang lebar.
“Ya,kau benar tapi khusus keluarga kita diundang secara istimewa tanpa menang undian oleh beliau sayang,"ucapan oma membuat Karin berbalik menatapnya.
Hening.....
“Oomaa,hehe..,kan bisa ajak Danang ke sana.Atau sama Tania..,kan cucu opa juga.”
Tania yang dimaksud adalah anak dari keponakan opa Jery yang baru pindah dari Pulau Pinang.
“Ehm..,Tania dan Danang pasti ikut sayang.Tapi kau juga wajib ikut.”
“Ooh! Ya sudah,baiklah oma,”jawabnya melemah diikuti senyum menawan dari sang oma.
Karin terpaksa menerima ajakan sang Oma karena tidak ingin berdebat panjang lebar.Padahal di hatinya menolak keras untuk bertemu dengan keluarga bosnya itu.
Apalagi semenjak perusahaan bosnya itu dipegang oleh Diego sahabat kecilnya.
Karin memang sengaja menghindari Diego karena sejak pertama kali bertemu dengan bos mudanya itu,mereka berdua tidak pernah akur.
Selain daripada sifat Diego yang acuh,dia juga banyak aturan dan yang paling menyedihkan adalah Karin yang posisi awalnya sebagai manager internal auditor tiba-tiba ditarik menjadi sekretaris direktur yang kerjanya melayani pekerjaan direktur utama.Bukan tanpa alasan Karin dipindahkan ke posisi itu.
Berhubung pak Fahri wakil direktur yang setelah menikah dengan kakak Diego dan dipindahtugaskan untuk mengelola perusahaan Hanny Group yang baru berdiri memberikan informasi kepada Diego dan Tuan Fahmi bahwa selama dirinya berada di TF.Electro Group sejak setahun yang lalu Karinlah yang lebih berperan dalam memberikan support terbaik kepada pekerjaan beliau.
Oleh sebab itu pak Fahri merekomendasikan Karin sebagai utusan tunggal yang menduduki posisi sekretaris direktur.
__ADS_1
Meskipun Karin keberatan namun terpaksa ia menerima posisi tersebut karena tidak ada alasan untuk ia menolaknya mengingat anak Tuan Fahmi yakni Hany sahabatnya yang begitu baik telah banyak membantunya selama ini sehingga ia berani bekerja di perusahaan selevel TF.Electro Group.
Dan semenjak pertemuan mereka di kantin beberapa waktu yang lalu,Karin dan Diego memang jarang berkomunikasi selain dari urusan pekerjaan kemudian Diego lebih banyak memilih diam dan makin acuh kepadanya.
Jangankan bertegur sapa,menatap wajahnya saja ogah!Bahkan kehadirannya di ruang direktur malah dianggap tidak ada oleh bos mudanya itu.Menyebalkan bukan?
Itulah yang menjadi alasan sebenarnya mengapa Karin ingin menghindari acara pertemuan keluarga yang diadakan oleh keluarga bosnya itu.
Toh kalau memang di kantor saja dia sudah dianggap tidak ada lalu bagaimana dengan dinner yang menghadirkan begitu banyak orang dari dua keluarga yang berbeda itu.
Pastinya Karin lebih menderita lagi.Mungkin dirinya dianggap sebagai tamu tak diundang oleh Diego.
'Semoga saja dia tidak berulah malam ini.’ batin Karin.
••
Adhytama Hotel......Dinner keluarga besar TF dan Jolly.
Denting piano Richard Clayderman terdengar merdu menggema seisi ruangan dinner.Alunan musik 'Love Story' menari-nari syahdu di pendengaran.Seakan ikut memahami isi hati Karin yang tengah duduk berselonjor di kamar hotel miliknya sembari memperhatikan aktivitas ruang dinner melalui cctv dikamarnya.
Sebenarnya sudah ada tamu keluarga yang mulai berdatangan termasuk papa,mama,opa,oma dan juga Danang bersama keluarga om Amran.Terlihat Dimas dan Vania juga ikut dalam acara itu.Sedangkan kak Tama dan kak Farah selaku pemilik hotel telah lebih dahulu menunggu di sana.Tidak begitu lama terlihat keluarga besar TF yang berdatangan.Mulai dari David,Heny yang masing-masing datang bersama keluarganya, kemudian terlihat Tuan Fahmi dan ibu Cynthia.
Perhatian Karin tiba-tiba tertuju kepada sosok seorang wanita yang sangat ia kenali.Sosok anggun yang telah menjadi pengisi kesuraman harinya selama setahun sebelum kepulangan Diego.Ya,dia adalah Hany sahabatnya datang bersama suami tercinta.Sosok pak Fahri sang pria idaman.Sosok pemimpin muda yang tanpa temperamen menurut seorang Karin.Pak Fahri terlihat merangkul mesra pinggang isterinya yang sedang hamil dengan perut membuncit dan terlihat semakin cantik dengan aura dede bayi yang ada di dalam rahimnya.
‘Duh! Rindunya.Dia datang tanpa mengabariku!’ bisik Karin sambil tersenyum menahan rindu.
Senyumnya seketika sirna.Wajahnya tiba-tiba menegang dengan hati yang berdebar-debar ketika melihat kehadiran sosok Diego yang masuk dari pintu dengan wajah tersenyum dan sopan menyapa seluruh tamu yang hadir.Sembari menuntun Tania yang berjalan disampingnya lalu mengarahkan gadis itu kearah ujung meja dimana orangtua Tania yang telah sampai lebih dahulu berada.
'Ya Tuhan,kenapa dia begitu tampan dan menyebalkan?’ bisik Karin tidak terima.
Menurutnya Diego begitu ramah dan sopan kepada semua orang.
Termasuk Tania sepupu sekalinya itu.Akan tetapi tidak kepada dirinya yang kini menjabat sebagai sekretaris barunya.
Bahkan di hadapan Karin dia rela membentak dan segenap sisi buruk yang ia miliki tidak bisa ia sembunyikan begitu saja membuat Karin makin kesal terhadap dirinya.
Terkadang ada perasaan rindu kepada sosok sahabat kecilnya di masa lampau di mana Diego terlihat sebagai sosok pengayom yang tak tergantikan oleh siapapun.Diego yang selalu ada setiap kali dibutuhkan.Diego yang selalu menjadi sahabat siaganya Karin.Namun waktu telah mengubah segalanya.
Tok tok tok
Tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar.Karin bangkit berjalan ke arah yang dituju.
Ceklek
Bersambung............
*****
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan dan supportnya.Juga super bintang buat masukan yang diberikan.InsyaAllah akan diperbaiki dan jadi bahan merevisi karya pertamaku ini.
Terimakasih..Luv U ..Salam lanjut.....