Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Strategi


__ADS_3

Selamat membaca 🙏😍


Di meja makan Karin disambut ramah oleh sepasang suami isteri paruh baya yang telah melahirkan sosok kharismatik belahan jiwanya.Terpampang rona bahagia di raut wajah yang menyeruak menambah kesan hangat dalam acara sarapan pagi pertamanya di tengah keluarga ini.


"Jangan sungkan nak,makanlah."Ucap mama Cyntia kepadanya.


"Makanlah nak,terima kasih sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kita semua."Timpal papa Fahmi tertawa tipis.


"Benarkah itu? Sayang,kamu baru saja sembuh dan harus banyak istirahat nak."Ucap mama Cyntia menggeleng-gelengkan kepala.


"Maaf,aku hanya membantu ma."Jawab Karin tersenyum.


"Diego,kenapa kau membiarkan isterimu pergi ke dapur dan kau tidak mencegahnya?"Tanya mama Cyntia memelototi sang anak.


"Maaf ma,aku ketiduran."Balas Diego menunduk sembari melanjutkan kunyahannya.


Wanita paruh baya itu terus menatap intens puteranya.Seakan sedang memikirkan sesuatu di kepalanya lalu sesaat kemudian ia berbalik menatap menantunya dalam diam.


Selanjutnya suasana sarapan mereka berjalan hening.


Usai sarapan Diego segera menyusul papa Fahmi dan mama Cyntia ke ruang keluarga.Sementara Karin membantu bibi Nisah merapikan meja makan sesaat sebelum ia menyusul ke ruang keluarga.


Di ruang keluarga ia mendapati Diego dan sang papa sedang serius berbincang sesuatu di ujung sofa yang saling berdekatan.Sedangkan mama Cyntia mengambil tempat terpisah dari kedua pria beda fase itu.Melihat kehadirannya di sana,mama mertua kemudian melambaikan tangan mengisyaratkan agar ia segera bergabung dengan dirinya.


"Duduklah."Perintahnya manakala melihat Karin semakin mendekat.


Karin mengangguk sopan dan memposisikan duduknya disamping wanita itu.


"Bagaimana perkembangan kondisi kesehatanmu saat ini?"


"Aku sudah membaik ma."Balas Karin.


Wanita itu mengangguk,"Mama hanya ingin katakan kepadamu agar jangan menyibukkan diri dengan segala pekerjaan yang berat." Ucapnya sembari menatap dalam ke bola mata bening menantunya.


Karin mematung.


Mama mertua sangat mengerti dengan keadaan Karin saat ini dan ia ingin agar menantunya itu lekas sembuh dari perasaan takut,trauma dan juga tidak percaya dirinya.


"Mama ingin kau segera memberikan kami cucu."Ucap mama Cyntia tanpa sensor sembari menggenggam lengan menantunya.


"Ya."Jawabnya pelan.


Sepertinya sang mama tahu kalau hubungan antara putera dan sang menantu belum sampai kepada hubungan suami isteri yang seharusnya.


Sementara disisi Diego dan papa Fahmi,rupanya mereka sedang membahas tentang keinginan sang papa untuk menggelar acara resepsi pernikahan dirinya dengan sang isteri.Sang papa mengaku telah mempersiapkan semuanya sebagai ungkapan rasa syukur dan terrima kasih kepada pihak orangtua Karin,Joe Haikal dan Nadine Farahdilla Setiawan yang telah mengikhlaskan puteri mereka dinikahi oleh sang anak disaat keluarga ini tengah mengalami kesulitan besar.

__ADS_1


Selain itu,papa Fahmi juga menggelar pesta mewah dan meriah ini dengan maksud untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa Karin adalah satu-satunya menantu yang mendampingi hidup putera bungsunya yang selama ini menjadi incaran para gadis di luar sana.Agar jangan ada lagi yang berani mengambil tindakan nekad untuk melukai putera dan menantunya.


Tujuh puluh persen dari rencana mereka sudah dijalankan dengan baik oleh papa dan sang kakak David.Sisanya tinggal menunggu persetujuan dari Diego dan utamanya adalah kesediaan Karin untuk siap menjalaninya.


"Katakan kepada papa.Kita akan segera memulainya jika isterimu sudah siap menjalaninya." Ucap sang papa pelan.


Diego mengangguk.


Kembali ke sisi mama Cyntia yang tengah menyodorkan sebuah amplop tali folio kepada menantunya.Disambut oleh sang menantu dengan tangan yang gemetar.Ia mencoba membuka dan menyimak isi dari amplop tersebut.Ternyata berisikan paket bulan madu mulai dari tiket hingga kepada daftar hotel termewah yang telah dibooking khusus oleh sang mama untuk diberikan kepada anak dan menantunya.Karin melirik alamat tujuan yang tertera di sana 'Bali' sebagai target utama sang mertua.Karin terkesiap!


'Ini seperti mimpi.Kenapa sama persis dengan keinginan oma Hasnah selama ini?' Batinnya lirih.


Mama Cyntia mengaku memilih tempat tersebut karena mungkin akan lebih baik jika tempat itu menjadi tujuan utama mereka berbulan madu karena sebenarnya ia telah mendengar banyak tentang permintaan Oma Hasnah kepada cucunya Karin dan mengenai keinginan Oma Hasnah untuk menjodohkan Karin yang kini telah menjadi menantunya dengan cucu lainnya bernama Danang.Semua itu diketahuinya melalui Hanny puterinya sendiri.


"Mama dengar oma kamu memang berasal dari sana."Ucapnya sembari tersenyum.


Karin mengangguk pelan sembari menundukkan kepalanya.Rasa bersalah kembali menyelimuti hati dan pikirannya.Mengingat penolakan demi penolakan yang ia lakukan di masa lalu terhadap sang oma hingga akhirnya menyeret beliau ke masa kritis dan dirawat di ruang ICU berkepanjangan.


Setelah kepulangan Karin ke kota ini ia baru mengetahui kalau omanya telah sadar dari koma dan dinyatakan sudah bisa melakukan rawat jalan.Kini sang oma dan opanya telah pergi ke Indonesia dalam rangka kunjungan persiapan pernikahan Danang dengan seorang wanita anak kolega bisnis om Imran.Rencananya pernikahan mereka akan diadakan setelah sang gadis pulang dari luar negeri.


Rasa rindu bercampur aduk mengingat sang oma tercinta yang tulus membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang.


"Jangan menyesali keputusanmu nak."Ucap sang mertua membuyarkan lamunannya.


Karin tergugu.Tanpa disadari oleh Karin,Diego telah hadir sedari tadi dan berdiri menopang kedua lengannya dibelakang sofa sembari tersenyum mengedipkan matanya kepada sang mama lalu ikut mendengar ucapan mama Cyntia dengan jelas.


"Apa kau ingat hari dimana sebelas tahun lalu kau datang kepadaku di ruangan ini dan siapa yang kau cari waktu itu?"Ucap mama Cyntia menatapnya.


Karin mengangguk.


"Lalu apa yang kukatakan kepadamu saat itu hmm bahwa dia pergi untuk kembali kepadamu kan."Lanjutnya sembari membawa gadis itu kedalam pelukannya.


Karin menyambutnya dengan mengangguk cepat tanpa suara.Gadis itu terharu mendengarnya dan membenarkan ucapan mama Cyntia.Seketika itu juga ia menitikkan air mata yang tidak bisa terbendung lagi.


"Ya,aku ingat ma."Ucapnya sembari menelan saliva yang terasa kering di tenggorokan dan meminta untuk segera dibasahi.


"Itu karena takdir telah membawamu kemari.DIA adalah sang pencipta,dan akan mempertemukan sepasang insan dengan cara yang tidak pernah diduga sama sekali." Balas sang mertua sembari menepuk pelan punggung menantu yang sangat ia sayangi.


"Oke,mama pamit menyusul papamu dulu.Kalian bahas rencana selanjutnya." Ucap sang mama sesaat setelah mengurai pelukan dengan menantunya sembari berdiri dan beranjak dari sana.


Diego langsung terjun dari belakang sofa dan menangkup kedua bahu isterinya.


"Katakan,hal apa yang tidak kuketahui di waktu sebelas tahun yang lalu hmm sayang?"Ucapnya seraya menegangkan wajah dan menatap intens ke mata sang isteri.


Karin terbelalak.

__ADS_1


Hening..


"Jadi kau pernah mencariku?" Tanya Diego tersenyum samar.


"Hhm." Jawabnya singkat.


Diego mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke wajah sang isteri sembari mengucapkan syukur penuh kemenangan.Disambut dengan rasa timbal balik dari gadis itu dengan ekspresi setengah tawa menerawang masa lalu yang sedih namun lucu dan imut bagi anak seusia mereka.


Diego menguraikan pelukannya lalu meraih jemari isterinya sembari menggenggamnya erat.


"Papa berniat menggelar acara resepsi pernikahan kita."Ucap Diego menatap dalam wajah Karin.


"Kapan?"Tanyanya memastikan.


"Secepatnya sayang.Kuharap kau siap." Ucap Diego sembari melirik amplop tali folio di atas meja kemudian meraih lalu meneliti isi dari amplop tersebut.


"I_itu pemberian mama."Ucap Karin gagap.


"Kau menerimanya?" Tanya Diego memastikan.


"Hmm." Jawabnya singkat.


"Apa kau sudah siap?"Tanya Diego sembari tersenyum memicingkan mata.


"Aku siap."Jawab Karin mengangguk.


"Coba kau ulangi.Aku ingin mendengarnya sekali lagi."Pinta Diego sembari memasang kupingnya.


Karin tersenyum,"Aku siap lahir batin sayang!" Pekik gadis itu keras ke telinga sang suami kemudian menggigit nakal kupingnya sesaat sebelum ia bangkit dan berlari.Disusul oleh Diego yang mengejar dari belakang sembari tertawa geli memegang kupingnya.


"Awas kalau kudapat."Celetuk Diego tertawa bahagia.


Aksi saling kejar mengejarpun terjadi diantara kedua sahabat kecil yang kini telah


menjadi pasangan sehidup semati itu seakan tengah mengulang kembali masa lalu yang sempat direnggut oleh keadaan dan memaksa keduanya untuk harus menahan rindu selama bertahun-tahun lamanya.


Lalu kini semestapun seakan sudi mengembalikan ruang dan waktu kepada kedua sejoli itu untuk saling memadu kasih dalam jarak tanpa sekat tanpa batas dan tidak akan terpisahkan oleh apapun di dunia ini.Senandung rindu seakan membahana menggetarkan alam jiwa dan raga dan menjadi penawar luka yang sempat tertoreh hingga berdarah-darah di hati kedua insan yang saling mencintai dalam lingkup bahagia yang tak berpenghujung.❤️


•••


Bersambung......


*****


Salam jumpa lagi kawan-kawan...Terima kasih atas dukungannya.Salam berkarya dan saling mendukung...😍😍😍🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2