Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 19


__ADS_3

Diego Hedy POV


Kuakui sejak kami menginjak usia remaja aku menyadari bahwa hatiku telah memiliki rasa yang berbeda kepada gadis itu hingga jaga jaraklah yang kupilih selama berinteraksi dengannya.Hingga pada akhirnya aku pergi dengan perasaanku yang masih menggantung karena belum sempat kuungkapkan.Lalu pemuda itu?


Di ruang kerja kak Fahri pemuda itu datang membawa laporan hasil kerjanya.Kucoba telisik kartu nama yang terpajang diseragam kerjanya tertera nama 'Danang Danuarta' sebagai inisialnya dan 'Setiawan' sebagai identitas akhirnya.Kuhempas kasar tubuhku di atas sofa ruang kak Fahri.Kusapu kasar wajahku dengan jemariku sendiri.Tarikan napasku yang berat serasa sulit untuk kuhela.


Dan ketika giliran Karin yang memasuki ruangan kak Fahri,aku memutuskan untuk mendiaminya dengan tatapan sinis dan suasana mencekam yang sengaja kucipta agar dia tahu batasannya.


Hanya karena aku tidak menyukai ada pemuda yang tengah mendekatinya,aku memutuskan untuk menjauhinya.Ada apa dengan hatiku? Hingga malam harinya di kantin aku rela membohongi kak Fahri dengan menyuruhnya memberikan syal yang ingin kuberikan kepada Karin.Dari pemberian kak Hany sebagai dalihnya.


Entah seberapa banyak upaya yang kulakukan untuk menjauhkan dia dari Danang.Salah satu contohnya adalah dengan mengacaukan acara mereka saat memandang senja di kaki langit pantai Tanjung Aru.


Sekilas informasi dari bibi Ira membuatku sengaja turut hadir di tengah keakraban mereka berdua.Tujuanku cuma satu untuk membuyarkan konsentrasi Karin agar tidak terlalu memberi harapan kepada pemuda yang bernama Danang di mana menurutku sudah terlalu jauh masuk ke dalam kehidupan Karinku.Dan kurasa waktu itu upayaku cukup sukses.


Betapa bahagianya hati ini manakala Karin memeluk bahuku dari belakang yang ketika itu dikiranya diriku adalah Danang.Cukup sakit ketika bukan namaku yang ia sebut kala itu,membuatku sengaja menyakiti hatinya lagi dengan pedas menyindirnya Ada luka yang menyayat manakala aku melakukan hal itu namun apalah dayaku,aku terlanjur menutupi perasaanku yang sesungguhnya.


Manakala aku mencoba menepis lembut tangannya itu tiba-tiba dorongan tubuhku memaksa untuk segera menggenggam erat jemari lentiknya.Entah kekuatan dari mana yang mendorongku untuk melakukannya.


Sesakit inikah aku hingga harus membohongi diriku sendiri dengan memantau aktivitas Karin dengan Danang baik di kantin,di lobi,di area maintenance maupun di setiap sudut perusahaan melalui cctv yang tersambung ke ponselku.Ada banyak waktu kebersamaan di antara mereka yang menurutku tidak pantas dan membuat mataku panas menyaksikannya.


Aku sengaja menawarkan jasa mengantarkan kak Hany yang punya janji bertemu dengan Karin di rumah opanya.Gayung bersambut.Dengan senang hati kakak cantikku itu mempersilahkan untuk ku antar ke sana.


Sudah kuduga pasti ada Danang acara itu.Aku ingin membuat pemuda itu merasa bahwa kehadiranku menyirat arti yang sangat dalam bagi seorang gadis seperti Karin.Untuk pertama kalinya aku mencicipi makanan enak buatannya setelah aku dewasa membuat batinku meronta-ronta ingin memujinya secara langsung namun ku urungkan karena merasa tidak nyaman dengan semua yang hadir.


Rasanya tidak adil bagiku jika memiliki perasaan kepadanya namun tidak bisa ku ungkapkan.Lalu membuat keputusan untuk mendiamkan sosok gadis yang selama ini telah menjadi 'mood booster' bagiku.Meskipun tindakanku selalu mendiamkannya namun hatiku berkata lain.


Bahkan tindakanku mendatangi rumah paman Haikal setiap pagi sekedar untuk mengopi menuai tanya bagi seorang Karin, kubiarkan saja agar dia penasaran.Karena dengan kehadiranku di sana malah membuat posisi Karin sebagai anak kesayangan semakin tersudutkan.Paman Haikal dengan bibi Nadine lebih memperhatikanku ketimbang Karin.Bahkan terkadang Karin dibiarkan begitu saja tanpa sebarang sapaan.


Ya, kedatanganku kesana tidak lain hanyalah untuk mengulang kembali masa lalu yang pernah terjalin diantara kami.Hanya saja aku tidak berani mengajak Karin untuk menikmatinya bersama- sama karena ada bayangan Danang yang kerap mengganggu keberanian ku.


Sejak aku masih di London,Aku selalu mencari tahu keberadaannya melalui sosial media.Ada akun IG - miliknya yang aku follow namun tidak direspon hingga kini.Entah kenapa aku merasa Karin tidak begitu perduli akan persahabatan kami yang pernah terjalin.Semarah itukah dia kepadaku hingga urusan merespon follow akun saja membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk pertimbangan.


Hingga di hari ketika wisudanya berlangsung kuberanikan diriku mengirim pesan singkat kepadanya berisi ucapan selamat atas keberhasilannya,namun tidak juga mendapatkan balasan darinya. Hingga kinipun pertanyaan itu masih bergelayut ria di pikiranku. Mengapa Karin acuh kepadaku?Apa karena kehadiran Danang telah membuatnya berubah?


Untuk pertama kalinya ia menjawab pesan WhatsApp yang kukirimkan padanya saat ia sedang sakit dan tidak masuk kerja selama beberapa hari.Nomor yang sama kugunakan pada saat mengucapkan selamat dihari wisudanya.Disamping urusan pekerjaan, yang terpenting adalah aku ingin sekali mengetahui keberadaannya dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.Rasa bahagia bercampur haru disaat menatap layar ponselku ada tulisan 'mengetik' yang muncul dibawah nama pilihan yang kusematkan selama ini dengan 'My mood booster Lady'.


Kini tepat satu tahun keberadaanku di kota ini,sejak kak Hany menikah sembilan bulan yang lalu aku baru dinobatkan oleh papa sebagai direktur muda TF.Electro Group enam bulan yang lalu. Jabatan yang sebenarnya masih ingin kutolak mengingat jabatan itu adalah posisi yang ingin kuraih setelah aku benar-benar merasa matang.Akan tetapi papa bersikeras karena menurutnya aku telah mampu lahir dan batin.

__ADS_1


Dan satu alasan utama papa adalah agar setelah menerima jabatan itu aku akan memikirkan untuk segera menikah biar segala beban itu nanti akan kutanggung bersama dengan isteriku.


Namun kenyataannya sudah enam bulan berjalan aku masih belum mendapatkan sosok wanita yang bakal menjadi calon isteriku.


Papa dan mama serta keluarga besarku terlihat sudah mulai mendesak.Namun aku masih tetap berdalih ingin fokus kerja dulu mengingat umurku juga masih lumayan muda.


Diego POV end.


•••


Di cafe ~ Gaya Street.


Diego dan Danang sama-sama memesan secangkir kopi hitam istimewa buat mengisi hari libur mereka.Mereka memang terlihat datang bersama.Keduanya kelihatan akrab dan sudah menjadi sahabat yang baik sejak mereka pertama kali bertemu di acara makan siang dirumah Karin setahun yang lalu.


Kedekatan diantara keduanya terbilang cukup instan berhubung kharakter dasar,pola pikir dan gaya kekinian yang dimiliki oleh keduanya hampir sama.


Disamping perbedaan umur yang hanya setahun,mereka juga memiliki hobi yang sama.


Sedangkan hubungan pekerjaan mereka sebagai atasan dan bawahan,mereka berdua tidak segan untuk saling berbagi ilmu yang mereka miliki.


Posisi jabatan tidak menjadi sekat yang membatasi keduanya sehingga mereka menjadi sangat dekat bahkan tidak jarang merekapun saling berbagi pengalaman pribadi mereka dan juga hal yang berhubungan dengan wanita yang mereka cintai.


Di sela obrolan santai mereka tiba-tiba sosok Karin muncul dari arah berlawanan sembari membayar beberapa jenis ice cream ditangannya yang telah ia pesan sebelumnya.Terlihat seorang bocah perempuan cantik dengan gaya menggemaskan yang mengikutinya dari belakang.


"Kau tahu Dy,aku pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya. Tapi ia tidak meresponku,"ucap Danang yang menyadari bahwa Diego tidak lepas memandangi Karin dari jauh.


"Oh ya? Kau kan dekat dengannya.Aku juga pernah melihat kedekatan itu lalu mengira bahwa kalian sepasang kekasih,"ujar Diego semakin gencar bertanya.


Danang menggeleng,"Banyak yang mengira demikian,namun sayangnya tidak.Dia begitu sulit membuka hati.Aku rasa hatinya sedang dikabuti oleh seseorang dimasa lalunya."


"Apa yang kau tahu soal masa lalu gadis itu?"tanya Diego memastikan.


Danang mengedikkan bahu pertanda ketidaktahuannya.


"Aku pernah mendengar dari kak Tama,dia ditinggal sahabat kecilnya.Tapi soal kekasih aku tidak tahu.Selama persahabatan kami aku juga tidak pernah menemui lelaki manapun didalam hidupnya."


"Apa kau tahu siapa sahabat kecilnya itu?"tanya Diego.

__ADS_1


Lagi-lagi Danang menggeleng,"Hatiku mengatakan kaulah sahabat kecilnya itu,"ucapnya lirih.


"Ya." Diego mengangguk singkat.


Danang tersenyum kecil.


"Gila kau! Sialan! Aku telah menduganya,"celetuknya gemas.


"Bagaimana kau bisa berpikir begitu?tanya Diego menyeringai.


"Ya,aku mencoba memahami itu dari bahasa tubuhnya,raut wajahnya yang selalu merona dan juga tatapan sendunya ketika melihat dirimu.Seheboh apapun kami dia akan tetap kehilangan semangat dan gagal fokus,:jelasnya menerawang.


Diego terperangah.Seketika mematung menatap pemuda yang duduk di sampingnya.Hatinya trenyuh mengingat jiwa egonya selama ini.Tanpa disadari ia telah menyakiti sesamanya.Hal ini membuatnya merasa malu pada dirinya sendiri lantaran telah memisahkan kedua saudara sepupu itu.


"Jadi kau ikhlas melepaskannya?"perasaan bersalah tiba-tiba muncul dihatinya karena secara tidak langsung ia telah menyakiti dua hati yang tidak berdaya.


"Apa yang tidak buatnya.Semua orang berhak untuk jatuh cinta.Diterima atau tidak biarlah dua hati saling memilih tanpa harus dipaksa."


"Apa kau benar-benar ikhlas untuk itu Danang?"


"Ya, dia sudah seperti adikku sendiri.Seperti aku pernah mengembalikan senyumnya,maka aku juga tidak akan segan menyakiti seseorang jika ia berani menyakitinya,"menatap tajam kedepan.


Hening....


"Meskipun itu kau bro! Biarpun kau atasanku,"ucap Danang sambil tertawa geli menyikut bahu Diego namun terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya.


Diego tersenyum ramah sembari menyambut salam persahabatan yang disodorkan Danang.


"Terimakasih karena mempercayaiku bro!"mereka melakukan tos kepalan tinju yang saling beradu di antara keduanya.


'Dia membiarkan perasaannya mengalir apa adanya.Dia sangat hebat!'diam-diam Diego mengakui keunggulan Danang dalam hal perasaan.


Bersambung.........


*****


Terimakasih atas dukungan karya pertamaku ini...Terimakasih atas like dan votenya juga...semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan sang khalik.aamiin...

__ADS_1


Lanjut......


__ADS_2