Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Kebahagiaan


__ADS_3

Selamat membaca 🙏😍


Diego terkulai lemas di samping sang isteri tercinta yang sama-sama kelelahan.Matanya memejam menggambarkan kepuasan yang mendalam setelah benar-benar membuktikan keperkasaannya.


Deru napas yang memburu naik turun membuat ia mengaturnya berkali-kali.Keringat mengucur membasahi wajah dan dadanya yang bidang.


 


 


Lirikan elangnya beralih ke arah tubuh polos sang isteri yang terbaring letih setelah ia menjamah rakus nikmat di tubuh mungil itu. Raut kelelahan jelas terpampang di wajah oval sang pemilik yang matanya tengah terpejam.Rasa cinta dan sayang kini semakin besar tumbuh bersemi di hatinya.


 


 


Perlahan jemarinya meraih ujung selimut lalu membawa dirinya ikut menggelung bersama sang isteri yang sudah lebih dulu terlelap.


 


Tangan kekarnya kemudian menarik lembut tubuh mungil sang isteri ke dalam dekapannya tanpa membiarkan ia terjaga. Membiarkan wajah oval itu menempel di dadanya yang polos dan lembab.


Deru napas teratur sang isteri meniup menerpa dada polos miliknya.Aroma bunga menguar lembut dari wangian yang menempel di rambut pirang dan tubuh mungil wanita pujaannya.


 


Perlahan bibir seksinya turun mengecup hangat kening dan pucuk kepala wanitanya itu dan mengulangnya entah sampai berapa kali. Karena saat ini hatinya tengah merekah indah bagai bunga-bunga yang bermekaran.


 


Sorot elang itu tiba-tiba berkabut bening memandang anugerah yang tiada dua di dalam hidupnya.Sengaja ia menyingkap sesuatu di balik selimut dan mencermati dengan intens.


Hatinya bergetar hebat.Jiwanya serasa melayang melanglang buana meminta untuk segera dijamah.


 


‘Bercak merah itu.’ Batinnya haru.


 


‘Jadi isteriku benar-benar menjaganya untukku.’ Gumamnya kagum.


'Bahkan Danang,pria yang paling kutakuti akan merebut Karin dariku justeru malah melindungi isteriku dengan baik.' Batinnya trenyuh.


Satu tarikan napas berat kemudian dihembuskan pelan sembari menggeleng-geleng.


Ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada sang pencipta yang telah memberikan nikmat cinta kepada dirinya keluar dari hati dan melafalkan berkali-kali di bibirnya makin pelan ritmenya semakin lamban hingga ia ikut tenggelam dalam mimpi indah sepanjang malam dalam dekapan cinta dan kasih sayang kepada isterinya.


 


•••


 


Fajar menyapa langit timur.Hembusan angin sepoi menyapu lembut semesta bersama nyanyian subuh.Membawa suara-suara merdu menyapa telinga dan hati bagi yang terpanggil jiwanya.


 


 


 


Perlahan pemuda itu turun dari kasur.Langkah kaki yang berat membawa tubuhnya menuju ke kamar mandi.Mengguyurkan diri di bawah shower.Tangannya meraih sesuatu yang bisa ia raih untuk menggosok dan membersihkan tubuhnya yang lengket.


Entah sabun cair dan shampoo jenis apa yang ia gunakan saat ini yang jelas adalah indera penciumannya menangkap aroma familiar yang sangat ia gemari ketika menempel dan menyatu dengan aroma khas tubuh isterinya.Akan tetapi tidak jika menempel langsung di tubuhnya.


'Ini aroma gemulai.' Batinnya ngilu.

__ADS_1


Namun apalah daya,ini untuk pertama kalinya ia datang ke kamar seorang gadis dengan langkah canggung lalu kemudian dirinya dipersilahkan untuk melakukan suatu hal yang tak teruga sama sekali olehnya.Mana mungkin ia bawa stok sabun aroma maskulin favoritnya dari rumah sendiri.


Usai bertempur dengan sensasi panas dinginnya air yang menyerang sekujur badannya,Diego meraih handuk kecil milik Karin yang menggantung kemudian membaluti setengah raga vitalnya yang kekar.


Pemuda itu terpaksa mengenakan handuk pink milik sang isteri meskipun hatinya menolak keras.Saat ini yang ada di dalam pikirannya adalah lebih baik pakai saja apa yang ada di depan mata daripada tidak sama sekali.


Persetan dengan warna pink -nya daripada keluar dari kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai kain.


'Oh! Ini sudah seperti si flamboyan narsis saja.' Gumamnya ngilu.


 


 


Sementara Karin yang sedari tadi masih lelap kini matanya mulai mengerjap,menyesuaikan pandangan.Menggeliatkan tubuh lalu berusaha turun dari ranjang di saat setengah nyawa mulai terkumpul.


 


Namun gerakannya tertahan manakala ia merasakan nyeri di pangkal pahanya.Ia baru menyadari bahwa sesuatu telah terjadi padanya sesaat setelah seluruh nyawanya mulai terkumpul.


 


 


Ia mengacak-acak seisi kasur bertujuan mencari piyama yang ia kenakan semalam namun raib entah ke mana.


 


 


 


Kini ia melirik ke arah tubuh polosnya yang tanpa busana.


 


 


 


Sesaat setelah ia mencoba turun dari ranjang tiba-tiba Diego muncul dari arah kamar mandi.Pemuda yang baru habis mandi itu melangkah maju dengan handuk berwarna pink yang hanya membalut setengah tubuhnya yang berotot.


 


 


 


Masih terlihat bulir-bulir air memercik dari rambutnya yang  basah.


 


“Apa ini artinya isteriku juga sudah bangun hmm sayang?”Sapa Diego memandang intens wajah yang masih berusaha menutupi bagian tubuh polosnya.


Karin tersenyum canggung.


"Ya."Jawabnya singkat.


Diego yang paham betul membaca raut wajah sang isteri menahan pergerakan isterinya dengan menarik tubuh mungil kembali bersandar.


"Bertahanlah di sini sebentar saja.Aku akan menyiapkan air hangat untukmu."Ujarnya lembut sesaat sebelum ia beranjak kembali ke kamar mandi.


Karin hanya mengangguk.


Hening...


Selang beberapa menit kemudian ia kembali kepada isterinya kemudian tanpa memberi aba-aba si suami pun langsung membopong belahan jiwanya ke kamar mandi dan merendamkan tubuhnya ke air hangat di bathub yang telah ia siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Karin sudah terbiasa dengan sikap suaminya ketika merawat dirinya yang sedang sakit.Sudah bukan hal baru lagi baginya. Ucapan permisi aku akan memandikanmu dan jangan menolakku menjadi kalimat pamungkas yang tak terbantahkan oleh Karin.


"Sayang,kenapa tidak bilang kepadaku kalau kau mandi.Aku bisa mengambilkan kimono handuk dan sabun cair merk lain untukmu."Ucap Karin sesaat setelah menyadari keanehan yang melekat di tubuh sang suami.


Diego yang masih menggosok punggung dan bahu isterinya melirik ke arah handuk yang dikenakannya.


Sejenak ia ikut tersenyum ringan.


"Biarkan saja.Tadi kau masih tidur.Aku tidak ingin mengganggu." Jawabnya santai.


"Tapi tidak harus begini juga suamiku sayang.Padahal aku sudah menyediakan semua kebutuhanmu.Lihatlah,kau mengenakan handuk pink dan sabun itu_"


"Ya,mau bagaimana lagi.Tubuhku sudah terlanjur gerah.Anggap saja aku terjebak di kamar seorang gadis muda dan lupa bawa bekal ganti."Potong Diego cepat tanpa mau membiarkan sang isteri berlarut dalam penyesalannya.


"Haissshh!Apa dia juga tidak menyiapkan bekal mandi untukmu?Tega nian gadismu itu."Celetuk Karin memicingkan mata melirik nakal ke arah Diego.


"Ya,bukannya dia tega melainkan dia hanya lupa kalau pemudanya akan menemuinya.Tapi gadisku itu sangat lihai dan pemikat karena dia telah memikatku dengan puding nikmat di tengah malam untukku."Sela Diego sembari balas melirik nakal ke arah Karin yang terbelalak dengan rona merah menyembul di wajah.


Karin melotot.


Diego tersenyum kecil menampakkan wajah mendamba.


"Benar sayang,dan aku terjebak oleh daya pikatnya itu." Lanjutnya sembari mengangkat alisnya naik turun.


"Pffftt!Dan karena keasyikan lalu kau lupa jalan pulang?"Timpal Karin tertawa renyah.


"Hhhh..Puas kau menertawai ku sayang."Cebik Diego memutar bola mata dengan gerakan gemulai ala-ala sembari manyun mengerucutkan bibir.


"Hkhkhkhk..."Karin terpingkal ria melihat gelagat sang suami yang seorang pria sejati tiba-tiba membuat gerakan kemayu meniru gaya gemulai ala-ala dan itu menurutnya sangat lucu.


Tawa Karin yang susah mereda membuat Diego juga ikut tertawa senang sembari mengecup lembut kening sang isteri yang masih berendam sebagai ungkapan terima kasih karena telah memberinya kebahagiaan yang tiada tara.


'Baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas kepadaku.Dia benar-benar seperti sahabat yang kukenal belasan tahun silam.' Batinnya berkaca-kaca namun seketika itu juga ia mengerjap mengelabui sang isteri.


Diego telaten membersihkan tubuh isterinya.Membiarkan tubuh mungil itu berendam dengan air hangat hingga beberapa lama.Menggosok sabun ke seluruh kulit badannya dan membilas dengan air bersih.Hingga ke akhirnya ritual mandi pun tuntas.


Diego kembali membopong tubuh sang isteri keluar dari kamar mandi menuju ke ruang ganti baju.Sedangkan Karin yang tidak bisa menolak keinginan sang suami hanya bisa pasrah mengikuti setiap perlakuan Diego terhadapnya.


Seperti yang diucapkan oleh Karin tadi bahwa ia memang benar-benar sudah menyiapkan semua perlengkapan kebutuhan suaminya di kamar itu.Hingga Diego tidak kesulitan lagi mengenakan pakaian sesuai keinginan hati dan tentunya berdasarkan pilihan sang isteri tercinta.


Hanya saja Karin tidak menyangka bahwa Diego akan datang malam itu karena seharian tadi Diego memang berada di luar kota dalam rangka urusan pekerjaan.


Sementara Karin yang asyik bercengkerama ria dengan ibunda tercinta dan juga para pembantu yang telah lama ditinggalnya hingga membuat gadis itu tidak sempat membuka ponsel miliknya dan pesan-pesan dari sang suami terabaikan begitu saja.


Manakala ia membuka ponsel dan membalas pesan sang suami, giliran Diego pula yang lelet membacanya berhubung keasyikan bercerita masa lalu bersama sang mama tercinta di ujung balkon hingga menghabiskan waktu untuk makan malam bersama sang mama yang juga masih menunggu kepulangan sang papa.


Karin sangat bahagia Dalam hatinya mengucapkan syukur berkali-kali kepada sang pencipta karena telah mengembalikan cinta pertamanya itu kepadanya.


•••


Bersambung.....


*****


Hai teman-teman..Terima kasih atas dukungan like,komen,rate dan votenya..🥰💖 Terima kasih semoga kita semua tetap berada di dalam lindunganNYA.Selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Amin..


Ya,akan diusahakan up secepatnya.Maaf agak lelet.🙏😍


Jangan lupa tinggalkan jejak.🤗🤗🤗


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2